
"Ya. Lelaki itu bernama Angga Wijaya. Dia adalah teman satu angkatan kita juga di SMA. Dia memang pernah mengatakan suka padamu. Tapi kamu selalu saja menolak nya," ungkap Nida melanjutkan cerita nya.
"Lalu, apa yang terjadi?" Tanya Rahayu penasaran.
Rahayu merasa seperti sedang mendengar kisah hidup orang lain. Bukan kisah hidup nya sendiri. Mungkin ini dikarenakan ia yang tak memiliki ingatan apapun terkait kejadian belasan tahun silam itu.
Kisah yang sungguh tragis.
"Kami akhirnya memutuskan untuk membawa mu pulang dengan segera. Saat itu kamu masih belum terlalu sadar. Jadi aku akhirnya mendengar sendiri dari mulut mu yang meracau tak jelas tentang kejadian tak beruntung yang baru saja kamu alami. Sedih nya, kamu meracau mengira kalau yang berhubungan dengan mu itu adalah Nanda."
Selama beberapa detik Nida terhenti dari berkata-kata. Dan Rahayu mengerti sendiri. Entah kenapa dia jadi merasa malu kepada Nida karena kelakuannya dulu itu. Tentu lah Nida akan merasa sakit hati kepada nya.
Bagaimana pun juga Rahayu adalah sahabat dekat nya. Jadi anggapan kalau ia telah tidur bersama pacar nya Nida itu sungguh terdengar menyakitkan bagi telinga Rahayu sendiri.
"Maaf.." ucap Rahayu dengan jemari yang langsung meraih jemari milik Nida.
Ditatapnya wajah sederhana milik Nida yang menyimpan keteduhan dan kesabaran yang tiada kira. Kemudian wajah itu tersenyum ke arah Rahayu. Membuat Rahayu terkagum-kagum dengan ketabahan wanita di depan nya itu.
"Gak apa-apa. Ini cuma cerita masa lalu, kan?" Ujar Nida, mengutip kalimat sebelum nya milik Rahayu.
Kedua wanita itu lalu bertukar senyuman. Kemudian Nida melanjutkan lagi cerita nya.
"Beberapa hari setelah kejadian itu, Nanda mengatakan kepada ku kalau kamu telah mendatangi nya pada sore sebelum nya. Kamu meminta Nanda untuk memilih antara aku atau kamu. Dan Nanda nyata nya tetap memilih untuk bersama ku,"
"Sejak saat itu lah hubungan persahabatan kita jadi memburuk begitu saja. Kamu tak pernah lagi main ke rumah ku. Sampai sekitar sebulan kemudian, kamu tiba-tiba saja datang dan mengatakan kalau kamu ternyata hamil,"
"Aku berusaha menjelaskan kepada mu kalau yang melewati malam bersama mu saat itu bukan lah Nanda. Tapi kamu tak percaya. Belum sempat nama Angga ku ucap, kamu telah pergi meninggalkan ku begitu saja dalam kondisi marah,"
"Baru pada keesokan hati nya lah aku mengetahui kalau ternyata kamu juga menemui Nanda ke rumah nya. Kamu menuntut pertanggung jawaban nya atas kehamilan mu itu. Tapi Nanda jelas menolak untuk bertanggung jawab,"
"Aku bersumpah, Yu. Kami benar saat mengatakan kalau Angga adalah ayah dari bayi yang kamu kandung saat itu. Sayang nya sama seperti saat bertemu dengan ku, kamu juga tak percaya dengan pengakuan Nanda,"
"Beberapa hari kemudian, aku telat mendengar berita kalau kamu ternyata telah pindah ke luar dari kota kita, kota X. Dan kita baru bertemu lagi sekitar dua tahun kemudian. Saat kamu menitipkan Ranum kecil kepada kami berdua."
Selama beberapa waktu kemudian, suasana menjadi hening.
Rahayu sibuk menggambarkan semua rangkaian kejadian yang terjadi bertahun-tahun silam itu. Dan ia langsung dihinggapi oleh rasa sesal dan juga malu.
__ADS_1
Sesal karena ia begitu bebal meyakini perasaan nya terhadap pacar sahabat nya. Sekaligus juga merasa malu terhadap Nida yang sabar menghadapi penghianatan nya.
Memang, ia tak bisa benar-benar dikatakan sebagai penghianat juga. Toh ia tak benar-benar berhubungan dengan Nanda.
Tapi dengan menemui Nanda seorang diri dan meminta nya bertanggung jawab atas kehamilan yang tak jelas itu, Rahayu sadar. Kalau ia telah mencoreng persahabatan di antara diri nya dengan Nida oleh permintaan nya itu.
"Aku pergi begitu saja? Bagaimana dengan kedua orang tua ku? Apa mereka masih hidup sampai saat ini?" Tanya Rahayu merasa khawatir.
Nida menggelengkan kepala nya.
"Ibu mu telah lama meninggal, Yu. Sementara sejak kecil kamu hanya hidup berdua dengan ayah mu. Tapi kamu tak terlalu dekat dengan nya karena dia itu agak..pemabuk."
"Oh!"
Rahayu tertegun. Tak menyangka kalau ia ternyata telah piatu.
"Di mana ayah ku saat ini?" Tanya Rahayu tanpa sadar.
"Dia juga telah kama meninggal. Sebelum aku dan Nanda pindah ke kota Y ini. Sekitar lima atau enam tahun lalu mungkin," jawab Nida.
"..."
"..."
"Saat kami mendengar kalau kamu telah pindah dan dalam kondisi hamil, aku dan Nanda berusaha mencari keberadaan Angga. Kami laku mengatakan kepada nya tentang kehamilan mu itu. Dan itu sangat mengejutkan Angga,"
"Tapi Angga mengatakan kalau ia akan berusaha mencari mu. Namun.."
Lagi-lagi ucapan Nida terhenti. Wanita itu terlihat semakin bersedih.
Sebuah firasat buruk dirasakan oleh Rahayu terkait keberadaan lelaki bernama Angga itu.
"Namun sekitar tiga bulan kemudian, aku mendengar berita tentang Angga yang tenggelam saat menjaring ikan di laut bersama tetangga nya. Saat ia pergi melaut, memang tiba-tiba saja muncul badai. Dan Angga tak berhasil selamat dari amukan badai yang menenggelamkan ia bersama perahu yang ditumpangi nya itu,"
Hati Rahayu ikut bersedih.
'Kasihan sekali kedua anak ku. Mereka bahkan sudah menjadi yatim, sedari mereka masih dalam kandungan ku..' batin Rahayu bergumam sedih.
__ADS_1
"Apa Angga memiliki orang tua atau saudara yang tersisa?" Tanya Rahayu lagi.
Entah kenapa, ia begitu berharap untuk bisa menemukan kerabat bagi kedua anak nya. Rasanya akan terlalu sedih jika kedua anak nya tak memiliki sanak saudara lain selain diri nya sebagai ibu kandung mereka.
Kesendirian memang bukan sesuatu yang selalu bisa membuat hati menjadi senang.
Dan Rahayu harus kecewa saat melihat gelengan kepala Nida atas pertanyaan nya barusan.
"Gak ada. Angga adalah anak yatim piatu yang hidup di panti asuhan. Tak ada yang tahu identitas orang tua nya. Karena dia sudah tinggal di panti sejak ia masih bayi," jawab Nida.
Rahayu merasa bersedih mendengar nya. Kemudian dirasakan nya elusan di punggung nya. Dan tatapan nya pun bertemu dengan Nida.
Nida lalu memeluk Rahayu. Dan Rahayu balas memeluk nya. Dalam diam, kedua wanita itu saling mengalirkan kekuatan atas ketidak beruntungan yang terjadi dalam hidup mereka.
Setelah beberapa lama, kedua nya saling melepaskan diri. Mata kedua nya sedikit memerah usai perbincangan yang menyentuh relung kalbu ini.
"Makasih ya Nid.. udah mau menjaga Ranum hingga sebesar ini. Aku gak tahu harus bilang apa lagi selain makasih makasih dan makasih yang tak terbatas buat kamu dan juga Nanda," tutur Rahayu kemudian.
"Sama-sama, Yu. Aku sudah menganggap Ranum seperti anak ku sendiri. Jadi jangan mengkhawatirkan harus berterima kasih dengan apa."
Rahayu kembali memberikan Nida senyuman nya yang paling tulus.
Perbincangan kedua nya lalu berlanjut ke hal lain tentang memori kebersamaan mereka dulu selagi tinggal di kota X.
Sayang nya, perbincangan keduanya itu harus dihentikan oleh kabar tak mengenakkan yang masuk ke layar ponsel masing-masing kedua nya.
Sebuah panggilan telepon diterima oleh ponsel Nida. Di mana di sana pihak sekolah mengatakan kalau Ranum telah diculik oleh orang tak dikenal.
Nida dan Rahayu terkejut bukan main saat mendengar berita itu. Kedua nya lebih terkejut lagi saat tak lama kemudian ponsel Rahayu pun bergetar.
Ia juga menerima kabar dari pihak sekolah. Dikatakan juga bahwa putra nya, Adnan sedang mengejar pelaku penculikan terhadap kawan sekelas nya (Ranum).
Namun, saat ditelpon oleh pihak sekolah, ponsel Adnan yang sempat terangkat malah dimatikan begitu saja. Besar kemungkinan, Adnan pun ikut menjadi korban penculikan bersama dengan Ranum.
"?!!!"
"!!!"
__ADS_1
***