Rasa Yang Asing

Rasa Yang Asing
Cerita Aditya


__ADS_3

"Tuan, gadis yang bernama Ranum itu adalah putri Nyonya Rahayu yang pernah dititipkannya pada teman sekampung nya dulu, sekitar 15 tahun yang lalu."


Laporan dari Jeff, salah satu staff kepercayaan nya seolah bagai petir yang menggemparkan dunia Aditya saat itu juga.


"Sudah terverifikasi?" Tanya Aditya memastikan.


"Sudah, Tuan. Saya juga telah menguji sampel rambut Nyonya yang Tuan berikan dengan sampel rambut gadis itu. Dan hasilnya menunjukkan 99,99% terbukti bahwa mereka adalah ibu dan anak," ucap Jeff kembali.


"Kau mengambil rambut gadis itu, Jeff? Dengan cara bagaimana?"


"Mudah saja Tuan. Saya hanya tinggal mengambil nya dari sisir yang ada di kamar gadis itu. Kebetulan, rumah nya selalu kosong di pertengahan hari," ujar Jeff lagi.


"... "


"Jadi.. apa saya perlu 'membereskan' gadis itu, Tuan?" Tanya Jeff kemudian.


Aditya termenung sejenak kala mendengar pertanyaan dari Jeff itu.


Belasan tahun yang lalu ia pernah membuat kesalahan fatal karena berniat untuk membu nuh putri satu-satu nya Rahayu. Saat itu usia pernikahan mereka baru lah dua bulan.


Aditya berencana untuk membu nuh balita Ranum diam-diam. Ia tak ingin ada jejak masa lalu Rahayu bersama kehidupan mereka berikut nya. Dan Ranum adalah jejak yang harus ia hapus kan.


Aditya ingin menjadi satu-satu nya yang paling berharga di mata Rahayu. Wanita cantik yang berhasil mengikat hati nya dan membuat nya bertekuk lutut di bawah kuasa cinta kepada wanita itu.


Sayang nya, niatan Aditya itu bocor. Entah bagaimana sehingga Rahayu bisa mengetahui rencana nya itu. Sehingga suatu malam, istri nya itu tiba-tiba saja pergi dari rumah tanpa mengatakan apapun kepada nya. Rahayu melarikan diri dari nya.


Saat mengetahui kepergian Rahayu dulu, Aditya merasa sangat marah pada seluruh anak buah nya. Terutama kepada mereka yang bertugas menjaga keamanan rumah tempat tinggal Rahayu dan dirinya saat itu.


Kepada anak buah nya yang telah lalai itu, Aditya menghukum setiap dari mereka sebanyak 50 cambukan. Bahkan ada dua pegawai nya yang saat itu tak kuat menerima hukuman itu sehingga harus meninggal tak lama setelah nya.


Tapi Aditya tak peduli. Yang ia inginkan hanyalah Rahayu agar bisa kembali ke sisi nya lagi. Karena dunia tanpa Rahayu bagi nya itu berarti tiada. Dan tiada lah dunia bagi dirinya bila Rahayu tak ada.

__ADS_1


Aditya pun langsung mengerahkan seluruh jajaran gangster yang berada di bawah kendali nya saat itu. Ia memberikan titah agar siapapun dari mereka bisa segera membawa istri nya kembali ke rumah nya dalam kondisi selamat. Sementara putri Rahayu yang saat itu masihlah balita, Aditya menitahkan agar mereka meninggalkannya. Atau membereskannya sekalian.


Kejam. Mungkin itu istilah yang tepat untuk menggambarkan kepribadian Aditya di mata siapapun yang mengenal nya. Kehidupan bawah tanah yang telah ia jalani sedari kecil lah yang sudah menempa lelaki itu hingga menjadi sekejam ini.


Dunia mafia memang mengharuskannya untuk menjadi sosok kejam yang tak mengindahkan perasaan. Siapa yang kuat, dialah yang berkuasa. Itu lah pemikiran yang selalu ditanamkan oleh ayah Aditya kepadanya sejak ia masih kecil dulu. Dan Aditya masih meyakini filosofi itu, bahkan hingga saat ini.


Hingga kemudian takdir membuat nya bertemu dengan seorang pelayan kafe yang cantik dan berkepribadian pemberani. Keberanian pelayan wanita itu telah menarik hati Aditya sedemikian rupa. Sehingga akhirnya secara perlahan pelayan wanita itu pun berhasil membuat Aditya jadi jatuh hati.


Rahayu. Nama pelayan kafe yang cantik dan lagi pemberani itu.


Kembali ke malam hilangnya Rahayu.


Pada akhirnya anak buah Aditya berhasil menangkap Rahayu kembali. Meski begitu mereka tak mendapatkan bayi sang wanita muda itu. Dan Aditya tak lagi memperhatikan nasib balita Rahayu.


Bagi Aditya, balita itu adalah masa lalu Rahayu. Dan, seperti layaknya masa lalu, bayi itu pun akan dengan mudahnya Aditya lupakan, karena bayi Rahayu sungguh tak memiliki arti spesial bagi nya. Aditya pun yakin jika Rahayu pasti lah akan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan nya juga.


Tapi, dugaan Aditya ternyata meleset. Karena sejak malam Rahayu kembali ke pangkuannya, Aditya tak lagi melihat binar cinta dan senyuman di wajah wanita itu.


Justru perasaan benci lah yang berhasil Aditya tangkap dari wajah Rahayu, setiap kali mata mereka bertatapan. Dan ini sungguh melukai hati Aditya.


Sejak malam itu, Rahayu terus menolak nya. Wanita itu menolak setiap sentuhan nya. Pernah sekali ia menyentuh Rahayu tanpa kehendak wanita itu, dan ia dibuat menyesal. Karena hari berikutnya wanita itu mencoba menenggak racun serangga untuk mengakhiri hidup nya.


Aditya akhirnya merasa kalah. Ia kalah oleh kehendak satu-satu nya wanita yang ia cintai di dunia ini, namun begitu membenci nya bahkan lebih memilih untuk mati dibanding harus hidup bersama pria itu lagi.


Sejak kejadian tragis percobaan bu nuh diri itu akhirnya Aditya tak lagi berani menyentuh Rahayu. Namun ia juga tak mau melepaskan wanita itu.


Ia memenjarakan Rahayu di bawah kekuasaannya, dengan ancaman keselamatan bayi putri milik nya. Dengan ancaman itu akhirnya Rahayu tak lagi berusaha melarikan atau menyakiti dirinya sendiri. Namun Aditya juga tak lagi berani menyentuh Rahayu lebih dari sekedar kecupan di kala sang istri sedang terlelap dalam mimpi.


Karena Aditya tahu, bila kedua netra milik istri nya itu menyadari keberadaannya, Aditya tak akan mampu mendekati Rahayu lebih dekat lagi. Oleh sebab rasa benci yang begitu kentara hingga ia bahkan bisa merasakannya.


Ah.. Peras..

__ADS_1


Peras sungguh perasaan cinta yang dirasakan oleh Aditya ini. Namun Aditya tak mampu melepaskan dirinya dari kuasa cintanya terhadap Rahayu.


Pria itu telah terjatuh dalam jurang cinta yang teramat dalam. Yang ia yakini tak mampu mengukur lagi kedalamannya seperti apa. Jangan kan mengukur nya, merasakannya saja sudah terasa berat bagi Aditya.


"Biarkan saja dulu. Tunggu kabar berikutnya dari ku!" Titah Aditya kepada Jefri akhirnya.


Pria itu memutuskan untuk mengamati terlebih dahulu, bagaimana kelanjutan reaksi Rahayu terhadap gadis bernama Ranum itu.


Tapi akan lebih bagus jika istrinya itu tak perlu bertemu dengan Ranum lagi. Jadi Rahayu akan tetap menjadi istrinya yang penyayang kepadanya. Meski itu berarti Rahayu tak akan mendapatkan kembali ingatan nya yang lama.


***


Sementara itu di rumah Ranum malam hari nya..


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam kini. Ranum dan Kania telah lama pulas terlelap dalam mimpi nya masing-masing.


Hanya Nanda dan Nida yang masih terjaga di kamar nya. Nanda baru selesai membentuk pola pada kain yang akan ia jahit keesokan hari. Sementara Nida baru selesai melaksanakan shalat witir. Kini keduanya sedang duduk selonjoran di atas kasur. Dengan kepala Nida yang bersandar pada bahu sang suami.


"Jadi, kita akan memberitahu Ranum tentang Mama kandung nya yang sebenarnya, Yah?" Tanya Nida dengan suara pelan.


"Ya, Sayang.. usia Ranum sudah cukup untuk membuatnya paham tentang identitasnya yang sebenarnya. Ia berhak untuk mengetahui siapa orang tua kandung nya," ujar Nanda dengan nada pasti.


"Hhh.." Nida menghembuskan napas dalam-dalam. Jemari nya memainkan ujung baju piyama sang suami yang ia pegang sedari tadi.


"Apa Ranum sudah siap untuk mengetahui nya, Yah? Apa Ranum mau memaafkan kita karena telah menyimpan rahasia ini dari nya selama ini?" Tanya Nida dengan penuh rasa khawatir.


"Menurut Bunda, apakah Ranum seorang yang menyimpan dendam? Bunda tentu lebih mengenal Ranum dibanding Ayah mengenal nya. Jadi Bunda pastilah tahu, kalau putri kita itu akan bisa menerima berita ini dengan baik."


"Karena siapapun darah yang mengalir dalam nadi nya, Ranum tetaplah putri kita yang baik. Bukan kah dari tangan Bunda pula ia berhasil tumbuh jadi remaja putri yang baik. Begitu juga dengan Kania. Jadi, Bund, berbaik sangka lah kepadanya ya?" Pinta Nanda kepada Nida.


Nida kembali menghela napas. Setelah beberapa waktu ia memikirkan kembali perkataan suaminya tadi, benak Nida pun akhirnya bisa kembali tenang usai memikirkan reaksi Ranum nanti nya saat mereka memberitahu ia tentang identitas sebenarnya dari putri sulung mereka itu.

__ADS_1


"Ayah benar. Kita memang harus mempercayai Ranum ya Yah. Dia itu putri kita yang tabah dan juga tangguh!" Ujar Nida pada akhirnya.


***


__ADS_2