Rasa Yang Asing

Rasa Yang Asing
Pembagian Raport


__ADS_3

Dua hari kemudian..


"Kalian sudah belajar dengan giat selama satu semester kemarin. Dan Bapak sungguh bangga dengan hasil yang telah kalian raih pada semester ini,"ucap Pak Amin, wali kelas X.1, kelas nya Ranum.


"Meskipun ada beberapa nilai yang kurang memuaskan pada beberapa anak, tapi bapak yakin, kalian semua sudah berusaha sebaik yang kalian bisa. Untuk itu, mari kita beri tepuk tangan untuk kita semua!" Seru Pak Amin seraya mengomandoi para siswa kelas X.1 untuk bertepuk tangan.


Prok.prok.prok.prok.prok!


Kemudian Pak Amin memberikan tanda dengan tangan nya untuk menghentikan tepuk tangan. Maka secara perlahan, ruangan kelas pun kembali hening.


"Bapak hanya ingin menitipkan pesan ini kepada kalian semua, anak-anak. Sebaik apapun nilai yang kalian dapat di bidang akademik, tetap lah berendah hati. Jangan sombong. Ingatlah kata pepatah lama. Bahwasanya di atas langit itu sungguh masih ada langit lagi," ujar Pak Amin memberikan nasihat nya.


"Dan bagi kalian yang mendapatkan nilai yang rendah, jangan lah berputus asa. Tetap berusaha sebaik yang kalian bisa. Jikalau pun hasilnya masih tak sebaik yang kalian harapkan, jangan takut,"


"Selagi kalian masih mempunyai cita-cita, dan tujuan dalam hidup ini. Maka tetaplah berusaha untuk menggapai nya. Karena berhasil nya kehidupan seseorang tak hanya didasarkan pada nilai akademis nya semata,"


"Masih ada banyak pelajaran lain di luar sana yang bisa kalian geluti. Ingat juga kata pepatah yang lain. Bahwasanya ada banyak jalan menuju Kota Roma. Ada yang tahu maksud nya apa?" Tanya Pak Amin kepada para siswa nya.


"Bisa naik pesawat atau kapal laut Pak maksud nya!" Seloroh seorang siswa bernada canda.


Seketika itu pula suasana kelas pun pecah oleh canda tawa semua penghuni nya.


Pak Amin pun tampak tersenyum menanggapi candaan sang murid. Ia malah mengiyakan jawaban murid nya itu.


"Ada benar nya ucapan Bobi itu. Kita memang bisa ke kota Roma dengan naik pesawat atau kapal laut, atau bahkan juga naik sepeda! Tapi Bapak gak tahu pasti, akan sebesar apa kaki kalian nanti jika kalian ngotot ingin ke sana dengan bersepeda. Bisa jadi akan sebesar kaki gajah nanti nya!"


"Aaahahahahahaa!!" Tawa itu kembali pecah oleh banyolan dari Pak Amin.


"Maksud dari pepatah lama itu adalah..bahwasanya ada banyak cara untuk menggapai tujuan atau pun mimpi dan juga cita-cita. Jika kita belum berhasil di satu bidang dengan menggunakan satu cara, maka jangan bersedih terlalu lama. Berusaha lah lagi. Cobalah lagi dengan cara yang berbeda. Dengan usaha yang berbeda," lanjut Pak Amin menasihati.


"Tapi tetap ingat satu pesan dari Bapak ya, anak-anak. Tetap lah untuk menyertai Allah di setiap usaha yang kita lakukan. Agar setiap usaha yang kita lakukan itu bernilai seperti sebuah ibadah. Sehingga jikalau pun kita gagal dalam usaha itu, kita masih bisa mendapatkan pahala nya."


"Maksud nya, menyertai Allah itu gimana, Pak?" Tanya seorang siswa.


"Contoh mudah nya adalah selalu membaca bismillah di setiap mengawali kegiatan yang akan dilakukan. Mau belajar baca bismillah. Mau main baca bismillah. Mau tidur pun juga baca bismillah."


"Baca bismillah pas mau tidur juga dapat pahala, Pak?" Tanya seseorang yang lain.


"Ya. Tentu. Tapi ini khusus untuk kalian yang menganut agama Islam ya. Untuk para pemeluk agama lain, ya beda lagi bacaan nya. Paham semuanya?"

__ADS_1


"PAHAAMM!!"


"Bagus. Kalau begitu, sekarang bapak akan mengumumkan terlebih dulu juara kelas kita ya. Bapak hanya akan menyebutkan 5 juara teratas saja. Untuk juara ke 6 ke bawah, kalian boleh bertanya pada teman kalian masing-masing. Ok!"


"OK Pakk!!"


"Baiklah. Bismillaahirrahmaanir rahiim.. untuk juara ke tiga kelas kita, diraih oleh..Laluna Mustika Ayu. Beri tepuk tangan kepada Laluna ya semua!"


Prok. Prok. Prok. Prok. Prok!


Laluna yang disebut namanya langsung berdiri dan menghampiri meja Pak Amin. Ia lalu menerima buku raport dan juga sebungkus kado berisi hadiah.


"Hadiah ini semoga bermanfaat ya, Luna. Jagan lihat dari besar kecil nya nilai hadiah ini. Yang utama adalah makna dibalik kado ini. Bahwa kamu sudah meraih prestasi yang baik di semester ini. Selamat ya, Nak!" Ujar Pak Amin.


"Terima kasih, Pak!" Ucap Laluna dengan wajah mengharu biru.


Kemudian Laluna menyalimi tangan Pak Amin. Dan akhirnya kembali ke tempat duduk nya kembali.


"Selanjut nya, untuk juara ke dua kita, diraih oleh..Adnan Nasution!"


Kembali, tepuk tangan meriah bergaung di ruangan kelas itu.


Adnan pun langsung berdiri untuk menghampiri Pak Amin. Sama seperti Laluna, ia pun menerima sebuah kado, kemudian menyalami Pak Amin dan kembali ke bangku nya lagi.


Jantung Ranum berdetak kencang. Dalam hati nya ia sedikit berharap bisa menjadi juara lagi. Bagaimana pun juga ia ingin mempersembahkan prestasi terbaik nya untuk Ayah dan juga Bunda. Karena untuk saat ini, memang baru itu saja lah cara yang bisa dilakukan untuk membuat Ayah Bunda nya bahagia.


"Ranum Binna Adnan!" Ucap Pak Amin membahana, diiringi juga oleh tepuk tangan yang meriah oleh teman sekelas Ranum.


Hati Ranum buncah oleh rasa bangga dan juga bahagia.


'Alhamdulillah.. makasih ya Allah.. ini buat Ayah dan juga Bunda..' ucap Ranum di dalam hati.


Dengan sedikit malu, Ranum menghampiri Pak Amin. Tangan nya terasa bergetar saat ia menerima buku raport nya.


Ingin nya sih Ranum langsung melihat semua nilai pelajaran nya selama satu semester ini saat itu juga. Namun tentu saja Ranum harus menahan diri nya.


Dengan malu-malu, ia juga menerima sebingkis hadiah dari Pak Amin. Sebuah cindera mata yang ia tebak isinya buku, bila dilihat dari bentuk nya yang kotak dan tipis.


Tapi Ranum tak memandang rendah hadiah itu. Bagaimana pun juga, benar kata Pak Amin tadi. Hadiah ini tak bisa hanya dinilai dari harga nya saja. Karena ada makna yang jauh lebih berharga dari pada sekedar harga nya. Dan itu adalah prestasi yang berhasil ia raih dengan susah payah dan kini bisa dirayakannya dengan penuh suka cita.

__ADS_1


'Alhamdulillah!' kembali, Ranum memanjatkan rasa syukur nya di dalam hati.


Gadis itu tak menyadari kalau sedari ia melangkah ke depan kelas tadi hingga kini ia selalu memasang senyuman nya yang paling indah.


Sebuah senyuman yang terlahir dari dalam hati nya yang penuh oleh rasa bahagia. Sehingga beberapa anak lelaki di kelas nya sempat terlena oleh senyuman gadis berparas cantik itu.


Ranum tak tahu, kalau diam-diam dengan senyuman nya itu, ia telah mengikat beberapa hati anak lelaki dalam jerat rasa yang asing. Dan rasa asing itu bertemakan kasmaran.


❤️❤️❤️


***


"Waahh.. selamat ya, Num! Aku juga sudah mengira kalau kamu pastilah yang akan jadi juara nya!" Puji Mira kepada Ranum, usai pembagian raport selesai.


Kini Ranum cs sedang melipir terlebih dulu ke kantin sebelum pulang ke rumah masing-masing.


"Alhamdulillah.." sahut Ranum singkat, masih dengan senyuman yang sama saat ia menerima raport nya.


Selama sesaat suasana menghening. Hingga membuat Ranum jadi bingung sendiri jadi nya.


Suasana itu baru terpecahkan manakala Tanti memulai kembali pembicaraan.


"Ehem! Gue juga alhamdulillah sih bisa masuk sebelas besar. Biasanya kan gue paling dapat ranking 17 atau 18 pas SMP dulu," ujar Tanti dengan senyuman yang tak kalah berbinar pula.


"Dih! Ranking 11 aja dibanggain. Gua dong, ranking 10! Jelas masih lebih baik dari pada Elu!" Balas Agus di seberang meja.


"Heh! Congor! Nyambung aja Lo ngobrol ke sini! Siapa juga yang nanyain ranking Lo, coba!" Balas Tanti.


"Sia lan Lu, Tan! Nyebelin banget sih Lu! Dijaga napa tuh bibir. Jangan asal--"


"Gus, udah lah! Jangan ribut terus!" Tegur Adnan di samping Agus.


"Habis nya dia nya sih, Bos, punya mulut..hmpph!"


Agus tak bisa melanjutkan ucapan nya lagi karena Adnan yang menaruh potongan pisang goreng ke dalam mulut nya.


"Udah deh! Kita lagi dalam suasana happy nih. Jangan dirusak sama acara ribut-ribut lah!" Ujar Adnan kembali.


"Mmm ..." Gumam Agus sambil mengedikkan bahu nya.

__ADS_1


Dan, suasana kantin pun kembali diisi dengan suka cita menyambut masa liburan yang akan dimulai sejak esok hari. Selama satu minggu ke depan nya, siswa SMA 3 kota Y akan melewati masa-masa libur.


***


__ADS_2