Rasa Yang Asing

Rasa Yang Asing
Adnan


__ADS_3

"Rencana mu itu.. apa enggak terlalu biasa, Nand? Kalau Mas Adit gak mau diajak negosiasi gimana?" Suara Rahayu terdengar pesimis.


"Memang nya menurut mu suami mu itu seperti apa, Yu?" Tanya balik Nanda.


"Mas Adit..."


Klik.


Aditya menekan tombol di layar laptop nya sehingga ia bisa mem pause dari mendengarkan rekaman percakapan yang baru saja dikirimkan oleh Jeff kepada nya.


Pikiran nya kusut dan lagi semrawut. Rahayu akhirnya telah mengetahui identitas sebenarnya dari gadis bernama Ranum itu.


Dan hanya tinggal masalah waktu saja sampai Rahayu bisa mengingat kembali semua masa kelam yang telah mereka lalui bersama sebelum istri nya itu kecelakaan.


Aditya merasa gamang dan takut. Gamang, apakah ia berani untuk mendengarkan kelanjutan rekaman tadi atau tidak.


Dan Aditya juga merasa takut. Takut pada apa yang akan didengarnya nanti dari rekaman itu. Tentang bagaimana pendapat Rahayu terhadap nya selama ini.


Aditya sungguh tak ingin berjibaku dalam pertengkaran dan pertengkaran lagi bersama Rahayu. Seperti dulu..


Lelaki itu sudah terbiasa hidup damai dengan sang istri selama sepuluh tahun terakhir. Meskipun ia tahu, kehidupan yang mereka jalani selama sepuluh tahun terakhir ini tampak seperti mimpi indah yang bisa saja berakhir kapan pun jua. Hingga Rahayu mengingat kembali semua kenangan-kenangan nya.


Aditya memang tak bisa memungkiri, kalau ia memiliki kehidupan silam yang kelam dan lagi suram.


Bayang-bayang kehidupan sebagai penerus keluarga mafia, selalu melekat dan menguntit nya ke mana pun ia melangkah.


Meski pun sejak tujuh tahun terakhir ia sudah melepaskan hampir semua usaha nya dari bisnis ilegal. Namun tetap saja, masih ada beberapa hal yang perlu dibereskan nya dengan kekuatan bawah tanah milik leluhur nya dulu.


Aditya sebenarnya sudah letih karena selalu dicap buruk oleh Rahayu, semasa istri nya dulu belum kehilangan ingatan nya. Karena nya ia pun berusaha untuk meniadakan geng Tengkorak nya secara perlahan.


Tapi Rahayu tak mengetahui hal itu. Dan istri nya itu mungkin juga tak akan mempercayai semua usaha nya untuk berubah jadi orang yang lebih baik, kini.

__ADS_1


Brak!


Aditya menggebrak meja mahoni di ruang kerja nya cukup kencang. Hingga membuat beberapa barang yang ada di atas nya jadi tergeser atau pun jatuh.


Seperti sebuah figura foto nya berdua dengan Rahayu yang baru diambil nya beberapa bulan yang lalu. Figura foto itu pun ikut terjatuh dari posisi berdiri nya.


Kemudian Aditya tergerak untuk mengamati kembali figura itu. Dalam foto yang dipegang nya, ia dan Rahayu tampak tersenyum menawan.


Aditya dengan senyuman tipis dan menenangkan. Dan Rahayu yang tersenyum puas sambil merebahkan kepala nya ke dada lelaki itu. Keduanya tampak serasi dan puas dengan kehidupan mereka berdua. Dan Aditya suka dengan hayalan nya ini.


Tapi kini.. setelah Rahayu mengetahui rahasia yang susah payah disembunyikan nya selama bertahun-tahun.. Aditya tak yakin jika mereka akan bisa melanjutkan kehidupan bahagia mereka seperti sebelum saat ini.


Lelaki itu membayangkan hari-hari penuh amarah dan teriakan seperti yang sering terjadi dulu sekali. Seperti saat Rahayu masih belum mengalami kecelakaan itu.


...


Lama tercenung menatap foto nya bersama sang istri, Aditya lalu memantapkan hati nya atas sesuatu.


Dengan satu tekanan pada tuts di keyboard nya, layar laptop kembali terang. Menampilkan jejak rekaman yang terakhir didengar oleh lelaki itu.


Sebelum menghadapi Rahayu nanti malam, Aditya tahu kalau ia harus mengetahui terlebih dahulu pendapat Rahayu tentang diri nya selama ini. Sehingga dari sana lah ia bisa memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan oleh nya nanti.


Dan, telunjuk Aditya pun akhirnya menekan tombol play di layar laptop nya.


Klik.


***


Rahayu merasa gugup. Sejak pulang dari rumah Ranum dan mengetahui kenyataan terkait putri kandung nya itu, ia didera oleh perasaan yang campur aduk. Ya bahagia. Ya cemas. Ya takut. Semuanya campur aduk menjadi satu.


Rahayu merasa sangat mudah untuk mempercayai bahwa Ranum adalah putri kandung nya oleh sebab yang tak bisa ia jelaskan pula. Sebut saja itu adalah naluri nya sebagai ibu.

__ADS_1


Terlebih lagi wajah nya dan Ranum yang bisa dibilang mendekati identik. Dengan Ranum sebagai versi muda diri nya mungkin semasa dulu.


Rahayu menerima usulan Nida untuk melakukan tes DNA terhadap dirinya dan juga Ranum. Ini dilakukan untuk semakin memantapkan hati nya dari kebenaran yang ada di antara mereka.


Apalagi hingga kini Rahayu masih belum bisa mengingat semua masa lalu nya dulu. Jadi tak ada salah nya bila ia melakukan tes DNA. Dan Ranum pun syukurlah tak berkeberatan dengan rencana ini.


Akhirnya, diputuskan kalau besok mereka berdua akan melakukan tes DNA ke rumah sakit terdekat. Tadi nya Nida menyarankan untuk melakukannya hari ini juga. Namun karena Rahayu telah ada janji dengan Aditua selepas mahhrib, maka rencana tes DNA itu pun harus diundur menjadi esok hari.


Rahayu memutuskan untuk bicara terlebih dulu dengan Aditya. Mengikuti saran yang diajukan oleh Nanda kepada nya tadi sore.


"Jika bisa dibicarakan baik-baik, bicarakan saja terlebih dahulu dengan suami mu itu, Yu. Apalagi kalian sudah bersama cukup lama. Tentu nya ruang diskusi itu akan jadi lebih mudah bagi kalian berdua. Sementara itu, biarkan Ranum tetap tinggal bersama ku dan Nida terlebih dahulu. Hingga kita benar-benar yakin kalau Ranum bisa hidup aman dan bahagia bersama mu lagi," papar Nanda panjang lebar.


"Hhh.." Rahayu menghela napas letih.


Belum juga bertemu Aditya, Rahayu sudah merasa gugup tak terkira.


"Ma.. Mama lagi mikirin apa?" Suara Adnan memecahkan lamunan Rahayu.


Tersentak kaget, Rahayu langsung saja menoleh ke arah putra asuh nya itu.


Ya. Adnan adalah putra asuh yang diadopsi nya dari panti asuhan sejak sebelas tahun yang lalu.


Sebelum Rahayu mengalami kecelakaan dan hilang ingatan nya, ia dan Aditya sepakat untuk mengadopsi Adnan dari sebuah panti asuhan yang biasa ia kunjungi.


Saat itu usia Adnan baru lima tahun. Ia adalah anak lelaki pendiam dan perhatian. Rahayu tak sengaja melihat Adnan yang memberi makan seekor kucing dengan potongan ikan, menu makan siang nya sendiri.


Saat itu Rahayu langsung saja tertarik pada anak lelaki itu. Sehingga tanpa sadar di pertemuan-pertemuan mereka berikut nya, Rahayu selalu saja mencari dan mengajak bincang Adnan.


Nama Adnan di panti asuhan dulu adalah Dodo. Namun sejak Rahayu resmi mengadopsi nya, ia mengganti nama putra nya itu menjadi Adnan. Adnan Nasution.


***

__ADS_1


__ADS_2