Rasa Yang Asing

Rasa Yang Asing
Cerita Aditya bag. 3


__ADS_3

Rahayu meraih sesuatu di bagian dada nya. Dan saat jemari nya bersentuhan dengan kain baju yang ia kenakan, langsung saja dire masnya kain itu kuat-kuat.


Sakit.. hati nya begitu sakit manakala harus mendengar pengakuan dari sang suami yang ternyata sungguh sangat egois itu.


Lelaki yang selama ini ia kira memiliki hati yang lembut, karena hampir selalu menuruti apa pun keinginan nya. Pada kenyataan nya pernah melakukan dua hal fatal yang rasa nya sulit untuk dimaafkan oleh nya lagi.


Rahayu memejamkan kedua mata nya. Kembali, buliran kristal bening itu mengalir deras, membanjiri wajah cantik nya.


Sementara itu di samping Rahayu, Aditya merasa ikut tersakiti. Karena tak ada apapun yang bisa ia lakukan untuk mengurangi kepedihan yng kini dirasakan oleh sang istri.


"Kejam banget kamu, Mas. Kamu kejam banget sama anak-anak ku!" Kecam Rahayu, masih dengan kedua mata yang tertutup.


"Maaf.. Mas minta maaf, Yu.." lirih Aditya terdengar begitu menyedihkan.


Seorang eks mafia, kini memohon maaf atas perbuatan keji di masa lalu nya. Tak ada yang akan mempercayai terjadnya peristiwa langka ini.


Namun peristiwa ini benar terjadi adanya. Disaksijan oleh Jeff yang bertindak sebagai sopir untuk Tuan Muda yang sangat ia kagumi. Namun kini telah mengecewakan Jeff dengan sikap tunduk nya terhadap Rahayu.


Jeff mengepalkan jemari nya cukup kuat pada roda kemudi. Sementara dalam hati nya terbit perasaan tak suka pada istri dari Tuan Muda nya itu.


'Karena Nyonya lah Tuan Muda bisa jadi selemah ini! Ini semua karena Nyonya Rahayu!' kecam Jeff dengan mulut yang membisu.


"Coba Adek tebak! Yang berikut nya terjadi adalah bukan peristiwa penculikan yang dialami oleh bayi perempuan nya Adek. Melainkan Adek berusaha kabur dari kekejaman Mas Adit dengan membawa serta bayi nya Adek itu. Bukan begitu, Mas Adit?" Tanya Rahayu dengan sarkastis.


Sebuah lirikan tajam dihujamkan nya tepat ke dalam mata sang suami. Membuat jiwa Aditya jadi tergoncang, oleh kebencian yang lagi-lagi bisa dilihat nya di manik mata Rahayu. Kebencian yang ditujukan dengan begitu jelas untuk nya. Rahayu kembali membenci nya.


"!! I.. itu. "

__ADS_1


"Jawab sejujur nya, Mas! Jangan ada lagi dusta di antara kita! Bukan kah Mas sudah menjanjikan hal itu ke Ayu?!" Tuntut Rahayu berapi-api.


"...ya.. ucapan mu itu benar, Dek. Ucapan mu lagi-lagi memang benar," ungkap Aditya kembali jujur.


"Apa bayi perempuan Adek itu adalah gadis bernama Ranum, Mas? Teman sekelas nya Adnan yang tadi siang hampir saja terluka karena penyerangan?!" Cecar Rahayu bertubi-tubi.


Tak mampu lagi berkata-kata, Aditya akhirnya hanya bisa menganggukkan kepala nya saja.


Melihat anggukan sang suami, dengan gesit Rahayu menghapus bekas tangis di wajah nya. Dan menuding sang suami dengan pertanyaan terakhir yang sangat ingin ia ketahui jawaban nya sedari awal pembicaraan ini terjadi.


"Apa Mas juga lah yang memerintahkan seseornag untuk menyerang Ranum?! Apa Mas dalam di balik penyernagan tadi siang?!!" Tanya Rahayu dengan telunjuk yang menuding tepat ke posisi jantung Aditya tersembunyi di balik dada nya.


Aditya masih menunduk dengan posisi duduk yang kaku. Profil nya terlihat begitu menyedihkan sekali di mata siapapun yang mengenal nya sebagai si angkuh Aditya.


"Ya.. Mas memang sempat mengutus seseorang untuk melakukan sesuatu terhadap Ranum. Tapi usaha itu selalu saja gagal berkali-kali. Mungkin itu adalah cara Tuhan memberi tahu Mas, untuk stop mengusik kehidupan gadis itu," ujar Aditya dengan suara yang tak memiliki daya pongah nya lagi.


"Bagus lah kalau Mas menyadari itu! Setidak nya Mas menyadari nya sebelum semuanya terlambat. Karena jika sampai terjadi sesuatu yang buruk terhadap anak Ayu, maka Ayu pastikan kalau Ayu gak akan pernah memaafkan Mas Aditya!" Ancam Rahayu.


Dengan terbata-bata, Aditya pun akhirnya langsung mempertanyakan hal itu kepada Rahayu.


"Apa itu berarti sekarang Mas bisa mendapatkan maaf mu, Dek? Apa kita masih bisa memiliki masa depan untuk bersama selama nya?" Tanya Aditya harap-harap cemas.


Mula nya Rahayu sufah bersiap-siap untuk memberi jawaban "Tidak!" Kepada Aditya.


Namun, begitu dilihat nya ekspresi sang suami yang begitu berharap menerima maaf dari nya, entah kenapa hati Rahayu jadi merasakan iba yang tak sepatutnya ada.


Bagaimana pun juga Aditya telah memisahkan nya dnegan dua bagi nya sedari kecil. Dan itu dilakukan nya dengan cara-cara yang sangat keji. Penipuan, pembodohan. Rahayu sangat tak menyukai apa yang dilakukan oleh Aditya terhadap kedua anak kembar nya dulu.

__ADS_1


Tapi..


Melihat profil sang suami yang terlihat begtiu menyedihkan saat ini, Rahayu menelan kembaki jawaban frontal nya otu ke dalam hati. Sejurus kemudian, jawaban lain lah yang berhasil keluar dari mulut mungil nya.


"Kita lihat saja nanti!" Ucap Rahayu acuh tak acuh.


Rahayu langsung emmalingkan wajah nya ke luar kaca jendela mobil yang masih melaju, memecah jalanan malam kota. Menyadari kalau keberadaan mereka sudah dekat dengan rumah, Rahayu langsung saja berucao.


"Adek mau pupang sekarang juga! Ada banyak hal yang hadus Adek pikirkan baik-baik!" Ucap Rahayu bernada lugas.


Di samping nya, Aditya terus melihat profil sang istri yang tetap terlihat cantik, meski ia tak bisa melihat wajah nya kini. Dalam hati nya Aditya merasa sedikit lebih baik. Karena Rahayu tak lantang mengucapkan ujaran kebencian kepad anya lagi, seperti dulu. Saat istri nya itu masih memiliki ingatan lama nya itu.


"Ya. Kita akan pulang, Dek.. dan Mas akan memberikan kamu waktu untuk merennungkan semuanya. Mas sangat berharap kamu bisa memaafkan Mas, Dek.. Mas sungguh sangat mencintai mu. Melebihi apapun. Bahkan melebihi diri Mas sendiri.." ujar Aditya mengungkapkan rasa cinta nya kepada Rahayu.


Tak ada sahutan dari mulut Rahayu selama beberapa waktu lama nya. Hanay ketika mobik mereka sudah memasuki gerbang rumah mereka saja akhirnya Rahayu yangs edsri tadi diam, memutuskan untuk mengucapkan kalimat terakhir nya.


"Jika memang Mas cinta, sehadus nya Mas gaj akan menyakiti. Cinta itu seharus nya membahagiakan, Mas. Meski itu berarti harus rela untuk melepaskan," ucap Rahayu.


"Begitu definisi cinta menurut Ayu," imbuh Rahayu,sebelum kekuar dari mobil dan meninggalkan Aditya yang maish tepwkur diam di tempat duduk nya sendiri.


Aditya menatap kepergian Rahayu ke dalam rumah dengan perasaan hampa yang amat dibenci nya. Namun ada perasaan lain yang juga dirasakan nya saat ini. Yakni penerimaan.


Ya. Aditya memutuskan untuk menerima apapun yang akan menjadi keputusan Rahayu ke depan nya nanti. Ia tak ingin hidup nya beraama Rahayu terus berlangsung dalam bayang-bayang rasa bersalah yang terus menerus menghantui nya.


Teringat kembali oleh Aditya ucapan Rahayu saat istri nya itu masih berada di rumah Ranum tadi siang. Ucapan yang sedikit banyak nya mampu membuat Aditya merasakan ketenangan. Meski itu hanya tersisa sedikit saja saat ini.


Beginilah kalimat Rahayu saat itu.

__ADS_1


"Aku akan mempertaruhkan seluruh kepercayaan ku pada kesungguhan Mas Aditya dalam mencintai ku. Jadi aku yakin, meskipun benar ia melakukan sesuatu yang tak ku sukai, aku akan tetap mendengarkan pengakuan nya dulu. Satu yang akan selalu ku ingat dsri Mas Aditya adalah, bahwa ia benar-benar mencintai ku!"


***


__ADS_2