Rasa Yang Asing

Rasa Yang Asing
Terbuka nya Tabir Rahasia


__ADS_3

"Anak kembar? Aku hamil anak kembar, Mas?" Tanya Rahayu tiba-tiba.


Aditya yang serius mengenang masa lalu nya tak sadar dengan apa yang diucapkan oleh mulut nya secara mendetail. Sehingga ketika Rahayu menanyakan perihal kehamilan anak kembar nya, Aditya merasa telah keceplosan bicara.


"Mm.. ya. Kamu memang hamil anak kembar, Yu," ungkap Aditya dengan jujur pada akhirnya.


"Tapi dulu Mas cuma nyebutin kalau Adek hamil aja. Bukan hamil bayi kembar? Dan lalu anak Adek menghilang diculik orang?" Tanya Rahayu menyelidik.


"Well..yah.. anak mu yang satu memang menghilang diculik orang. Dan yang satu nya lagi meninggal. Begitu, Yu," ucap Aditya.


"Ooh.. dia meninggal karena apa? Waktu umur berapa, Mas?" Tanya Rahayu beruntun.


"Masih bayi. Pas baru banget lahir. Jadi Mas jarang nyebutin soal bayi lelaki itu."


"Lelaki? Jadi aku punya anak kembar laki-laki dan perempuan, Mas?" Tanya Rahayu lagi.


"Iya. Yang meninggal, bayi lelaki. Yang diculik, bayi perempuan," jawab Aditya.


"Yang diculik, kejadian nya juga waktu masih bayi?" Tanya Rahayu lagi.


"Mm.. agak lebih besar. Hampir bisa berjalan, mungkin."


"Oh.."


Untuk sesaat, suasana menjadi hening. Aditya merasa tak nyaman dengan keheningan ini. Sehingga dengan tergesa ia berusaha mengalihkan topik.


"Anyway, beberapa tahun setelah nya, kita bertemu dengan Adnan. Bukan kah itu sesuatu yang bagus?" Ujar Aditya.


Diingatkan tentang Adnan, perasaan Rahayu tiba-tiba menjadi lebih baik.


Ya. Entah oleh alasan apa, tapi Aditya jarang sekali menyentuh nya. Sehingga sampai saat ini mereka belum juga memiliki momongan.


Aditya memang selalu memberikan kepuasan jasmani kepada nya, tapu tidak dengan menyentuh nya secara menyeluruh. Terkadang Rahayu malah terpikir, bila ada sesuatu yang salah pada tubuh nya sehingga suami nya itu tak ingin menggauli nya selayaknya pasangan suami istri yang lain.

__ADS_1


Kemudian Rahayu teringat kembali pada kenyataan bahwa ia sebenarnya memiliki anak kembar. Dan itu membuat pikiran nya semakin kusut.


Wanita itu sibuk menduga-duga. Jika Rahayu benar putri kandung nya yang menurut Aditya diculik orang, maka bagaimana dengan nasib sebenar nya dengan bayi nya yang lain? Yang menurutl Aditya, meninggal sedari lahir. Benarkah bayi nya itu meninggal atau dibuang oleh..


Rahayu buru-buru menepiskan dugaan buruk itu. Kemudian ia memandangi suami nya lekat-lekat. Hingga membuat Aditya yang sedang menikmati dessert nya jadi jengah dan bertanya.


"Ada apa, Yu?"


Sejenak hening, Rahayu tanpa sadar malah menanyakan pertanyaan yang sungguh ingin ditanyakan nya sedari siang.


"Mas, apa Mas tahu tentang penyerangan yang terjadi sama Ranum, teman sekelas nya Adnan?" Tanya Rahayu dengan pandangan fokus dan tak berkedip.


Aditya sedikit tersentak. Agaknya kaget juga karena sang istri langsung berani menanyakan perihal penyerangan terhadap Ranum.


Di bawah pandangan mata yang mengharapkan kejujuran, Aditya akhirnya tak kuasa untuk memberikan jawaban selain jawaban yang diinginkan oleh Rahayu. Jawaban yang jujur.


"Ya.. Mas mengetahui nya," ungkap Aditya sambil meletakkan sendok dan garpu ke atas piring.


'Tenang, Aditya.. kamu mendengar sendiri perkataan Rahayu siang tadi. Kalau dia akan memberikan kepercayaan penuh kepada ku untuk menjelaskan segala nya. Selagi aku berkata jujur kepada nya,' gumam Aditya di dalam hati.


"Dari siapa Mas mengetahui nya? Kejadian nya baru banget siang tadi, Mas.. Berarti Mas juga tahu kalau aku tuh tadi siang lagi sama Ranum? Apa Mas mengikuti ku?"


Pertanyaan Rahayu semakin mendetail. Dan mata nya berusaha mencari kebenaran yang tersembunyi di balik kedua manik mata sang suami.


Menerima pertanyaan itu, Aditya akhirnya memutuskan untuk mengakhiri dinner time mereka kali ini lebih cepat.


Ia lalu agak memajukan badan nya ke depan. Tangan nya meraih jemari sang istri yang mengepal erat di atas meja.


Diusapnya dengan pelan kepalan tangan sang istri beberapa kali. Dan dengan suara lembut, Aditya pun berkata sekaligus juga memohon. Sesuatu yang mustahil dilakukan nya sebagai seorang eks mafia.


"Rahayu, please.. bisa kah kita membicarakan hal privat ini di rumah saja? Ada terlalu banyak mata dan telinga di tempat ini. Mas gak bisa mengatakan nya di sini, Dek.. Mas mohon.."


Rahayu tertegun. Taj menyangka kalau ia akan mendengar sebuah permohonan dari mulut Aditya. Dengan wajah sedikit tegang, Rahayu pun akhirnya mengangguk. Mengiyakan permohonan Aditya tadi.

__ADS_1


"Ya, Mas.."


Aditya menghela napas lega. Ditatapnya lagi wlmata snag istri. Dan ia bersyukur, karena ia tak menemukan tudingan di kedua manik milik Rahayu. Itu berarti Rahayu masih mau menunggu penjelasan nya dengan sabar.


Aditya merasa gugup. Apakah keputusan nya untuk terbuka kepada sang istri adalah pikihan yang benar atau tidak?


Tapi bila teringat dengan ucapan Rahayu siang tadi, kegugupan Aditya menjadi berkurang banyak.


Bila benar apa yang dikatakan oleh istri nya itu saat ia berada di rumah Ranum, maka mungkin.. mungkin saja ia memiliki harapan untuk tetap bersama Rahayu di masa depan nanti.


...


Sepasang suami istri itu lalu menyelesaikan dinner time mereka sesegera mungkin. Rahayu terlihat tak bernapsu makan dan segera ingin menuntaskan rasa penasaran nya pada kejadian sebenar nya yang telah ditutupi oleh Aditya selama ini. Dan aditya menyadari hal itu.


Lelaki itu pun tak menghabiskan dessert nya. Dan segera membayar bill makan malam mereka. Baru setelah nya menggandeng sang istri menuju area depan restoran. Di mana mobil mereja telah menunggu.


Begitu masuk ke dalan mobil, Aditya menitahkan pada sopir nya untuk membawa mereka keliling kota dulu sebelum pulang. Itu dilakukan nya agar memberikan waktu yang lebih bagi keduanya untuk bicara.


Rahayu tetap sabar dalam diam nya. Menunggu Aditya memberikan penjelasan kepada nya.


Setelah beberapa lama mobil melaju, Aditya pun akhirnya mulai bercerita. Ia mengawali cerita nya dari kisah hidup nya sendiri.


"Kamu mungkin melupakan ini, Dek. Tapi gak apa-apa. Mas akan mengingatkan mu lagi, tentang segala hal tentang diri Mas terlebih dahulu. Sebelum Mas menjawab jujur pertanyaan mu tadi. Mas berharap, semoga setelah kamu mendengar cerita Mas, kamu bisa memahami alasan Mas melakukan beberapa hal yang mungkin sulit untuk kamu maafkan," tutur Aditya panjang kali lebar.


"..Ya, Mas. Adek akan berusaha menilai segala sesuatu nya se objektif mungkin. Tapi, apa yang akan Mas akan ceritakan nanti berkaitan dengan kedua anak Adek yang gak ada?" Rahayu minta diyakinkan.


"Bisa jadi ya. Bisa jadi juga tidak. Tergantung bagaimana kamu nanti menilai nya."


Dua pasang mata saling bertatapan. Menyelami kedalaman hati satu sama lain. Perlahan tabir rahasia pun terbuka. Satu mulut yang berbicara kemudian, menjadi pengungkap utama rahasia yang ada di antara keduanya.


Dan, Aditya pun akhirnya bicara..


***

__ADS_1


__ADS_2