
"Penguntit?! Maksud kamu.." Mama Ayu lalu melirik ke sekitar nya pada para tetangga Ranum.
Ia tak tahu apakah sebaiknya perbincangan tentang penguntit itu mereka bincangkan saat ini juga. Jadi ia pun memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain. Pikir Rahayu, biarlah nanti orang tua Ranum terlebih dulu yang harus mengetahui masalah yang sedang menimpa putri mereka ini.
"Apa ada yang bisa menghubungi orang tua nya Ranum?" Tanya Rahayu pada siapa pun yang ada di sana.
"Oh! Iya. Biar saya aja Teh, yang ngabarin ke Pak Nanda!" Ucap salah seorang pemuda, tetangga Ranum.
Pemuda itu lalu berlari keluar rumah untuk mengambil ponsel nya.
"Tapi Ayah Bunda masih kerja, Tante.." sahut Ranum dengan suara yang masih berupa lirihan.
"Tapi mereka jelas harus mengetahui kejadian ini sesegera mungkin, Num. Kamu hampir saja menjadi korban dari orang yang gak dikenal. Jika saja kami tak segera menolong mu, entah apa yang akan dilakukan oleh penjahat itu!" Balas Rahayu dengan raut wajah yang jelas terlihat gusar.
Pada akhirnya Ranum tak menyanggah ucapan Rahayu kembali. Kepala nya masih terasa pusing akibat benturan saat ia didorong ke lantai oleh penguntit itu tadi.
"Kamu kenapa, Num? Ngerasa pusing? Sakit? Di mana? Penjahat nya gak sempat ngapa-ngapain kamu kan?" Tanya Rahayu dengan khawatir, kala ia melihat Ranum mengernyit kesakitan.
"Gak apa-apa Tante. Cuma pusing sedikit aja. Soalnya tadi kepala Anum sempat terbentur lantai," balas singkat Ranum.
Mendengar jawaban Ranum, hati Rahayu jadi merasa jerih. Berbagai sumpah serapah langsung ditujukan nya terhadap orang tak dikenal yang telah menyerang Ranum sesaat tadi.
Kemudian Ranum dipindahkan ke atas kasur dalam kamar nya. Dan Rahayu memutuskan untuk menunggui Ranum hingga orang tua gadis itu datang.
Beberapa tetangga Ranum kembali pulang ke rumah nya masing-masing. Hingga hanya tersisa satu tetangga terdekat Ranum yang tinggal di kontrakan samping rumah Ranum. Nama nya Ceu Lilis.
Ceu Lilis lalu mengajak obrol Rahayu. Ia tertarik untuk mengetahui identitas dari wanita cantik yang terlihat kaya dari penampilan nya yang elegan itu. Kepo. Cerita nya...
"Ibu ini siapa nya Ranum?" Tanya Ceu Lilis langsung ke Rahayu.
"Saya ibu teman sekolah nya Ranum, Teh.." Rahayu menjawab pertanyaan dari Ceu Lilis sambil lalu. Karena ia baru saja memberikan minum kepada Ranum.
"Ooh.. kirain tante nya atau uwak nya. Soal nya muka nya mirip banget sama Neng Ranum. Ya, Neng, ya?" Tanya Ceu Lilis ke arah Ranum.
Mau tak mau Ranum jadi melihat ke arah Mama nya Adnan itu. Dan ia memang menangkap beberapa kemiripan dengan Mama Ayu. Meskipun pikiran itu segera ditepis nya jauh-jauh.
__ADS_1
Rasanya malu bila ia sampai berharap kalau ia dan Mama Ayu memiliki hubungan. Walau pun ia juga jadi terpikirkan tentang orang tua kandung nya sendiriyang telah meninggalkan nya bersama Ayah Nanda dan Bunda Nida.
Tak mungkin juga bila Mama Ayu adalah ibu kandung nya bukan? Jika ia adalah ibu kandung Ranum, kenapa ia tak berkata jujur dan menjemput Ranum? Seperti yang telah dijanjikannya dulu kepada Nanda dan juga Nida.
Percakapan antara Ceu Lilis dan Mama Ayu terus terjalin hingga setengah jam kemudian.
Saat itu, ponsel Rahayu tiba-tiba saja berdering. Sehingga ia pun pamit undur diri keluar dari ruangan untuk mengangkat telepon.
Rahayu merasa sedikit gugup saat melihat nama penelepon nya di layar ponsel. Aditya.
"Halo.. " sapa Rahayu dengan suara gugup.
"...kamu di mana, Dek?" Tanya Aditya to the point.
Rahayu menjadi semakin gugup.
"Itu.. aku lagi.. jenguk anak teman ku yang sakit, Mas! Mm. Ya! Dia sakit!" Jawab Rahayu sedikit tergesa-gesa.
Di seberang telepon, Aditya mengeratkan pegangan pada ponsel nya. Ia menatap tajam pada Jeff yang kini telah berdiri dengan kepala tertunduk di hadapan nya.
Aditya geram dan hampir melempari Jeff dengan pajangan patung seukuran tangan yang ada di atas meja kerja nya. Namun gerakan nya itu langsung terhenti manakala ia mendengar penuturan Jeff tentang kedatangan Rahayu lah yang telah menggagalkan usaha nya itu.
Tak percaya, Aditya pun langsung menghubungi nomor ponsel sang istri. Dan, usai mendengar balasan sang istri yang ambigu itu, Aditya pun akhirnya tahu kalau Jeff telah berkata jujur.
"Siapa?" Tanya Aditya.
"Huh?" Rahayu terdengar bingung dengan pertanyaan Aditya.
"Siapa teman kamu itu?" Tanya Aditya memperjelas.
"Itu.. kamu kayak nya gak kenal sih, Mas. Soalnya aku kenal di jalan.. mm.. udah dulu ya Mas.. aku mau pamit pulang sekarang. Kita dinner di luar?" Tanya Rahayu sedikit terburu-buru.
Aditya memicingkan kedua matanya. Tersadar kalau Rahayu berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
Setelah berpikir cepat, Aditya memutuskan untuk pura-pura tak menyadari kebohongan sang istri.
__ADS_1
"Oke. Jumpa nanti malam!" Sapa Aditya sebelum mengakhiri sambungan telepon dengan Rahayu.
Klik.
Aditya termenung selama beberapa saat. Lalu ia kembali melihat ke arah Jeff.
"Pantau situasi di sana sekarang juga. Dan segera beri kabar kepada ku. Aku khawatir, bila Rahayu telah mengetahui identitas sebenarnya gadis itu. Jika benar begitu, bawa gadis itu ke markas. Dengan terpaksa, kita harus menjadikannya sebagai sandra," Aditya memberikan titah nya.
"Baik, Tuan!"
Tanpa ba bi bu lagi, Jeff langsung pamit undur diri, keluar dari ruang kerja bos nya itu. Meninggalkan Aditya yang merenung dalam-dalam tentang apa yang akan dihadapinya nanti malam.
"Jika Rahayu memang harus kembali mengingat semuanya, ku rasa aku tak lagi memiliki kesempatan untuk menjadi satu-satu nya cinta dalam hidup nya..." Lirih Aditya dengan tatapan sendu.
***
Sementara itu di rumah Rahum..
Nanda tergesa-gesa pulang usai menerima telepon dari Amin, salah satu pemuda yang juga adalah tetangga rumah nya.
Berdasarkan cerita Amin, Ranum baru saja diserang oleh orang tak dikenal di rumah mereka.
Mendengar berita itu, seketika itu pula pikiran Nanda menjadi kalut dan tak tenang. Ia pun akhirnya meminta ijin pulang lebih cepat kepada Nyonya pemilik butik yang menjadi tempat ia bekerja.
Tak sampai setengah jam kemudian, Nanda telah tiba di depan rumah nya. Dan ia pun langsung masuk ke dalam rumah.
Saat itu ia mendapati seorang wanita berpakaian modis sedang menelepon seseorang di ruang tamu.
Pada mulanya wanita itu berdiri membelakangi nya. Namun tak lama kemudian setelah wanita itu menutup telepon nya, wanita itu lalu berbalik.
Nanda pun akhirnya bisa melihat paras cantik wanita itu. Dan ia sungguh sangat terkejut setengah mati.
"Rahayu???!"
***
__ADS_1