Rasa Yang Asing

Rasa Yang Asing
Cerita Nida


__ADS_3

Begitu sampai ke dalam rumah, Rahayu tak melihat Adnan. Nampak nya putra nya itu sudah masuk ke dalam kamar nya.


Rahayu pun menengok Adnan di kamar nya. Dan ternyata sang putra sedang mengerjakan tugas esai sekolah nya.


Rahayu tak mengatakan fakta terkait identitas Adnan yang sebenarnya kepada putra nya itu. Ia memutuskan untuk menjalankan tes DNA terhadap Ranum terlebih dahulu.


Jika sudah melakukan tes dan terbukti kalau ia benar adalah putri kandung nya, baru lah Rahayu akan mempertemukan kedua nya dan berbicara di waktu yang bersamaan.


Memikirkan hal itu, dada Rahayu terasa sesak oleh rasa haru. Dalam diam, ia menutup pintu kamar nya Adnan untuk kemudian kembali ke kamar tidur nya bersama sang suami.


Meski sesaat ia sempat ragu untuk masuk, pada akhirnya Rahayu melangkahkan kaki nya juga ke dalam sana. Dan ternyata Aditya telah berada di dalam nya.


Tapi, malam itu, Aditya membiarkan Rahayu tidur seorang diri di atas kasur. Sementara ia tidur di atas sofa yang ada di ruang kerja.


Kata Aditya, itu adalah cara nya untuk memberikan Rahayu waktu untuk berpikir. Dan Rahayu mengiyakan saja tawaran dari suami nya itu.


Keesokan pagi nya, Rahayu bangun dengan pikiran yang tak jernih. Ia dikejar-kejar oleh mimpi buruk tentang perpisahan nya dengan kedua bayi nya dulu.


Setelah melepas Adnan pergi ke sekolah, Rahayu langsung pergi ke rumah Ranum untuk mengajak nya tes DNA.


Berempat dengan Nanda, Nida dan juga Ranum, Rahayu pergi ke sebuah rumah sakit swasta untuk melakukan tes DNA. Setelah menyerahkan sampel darah, mereka langsung pulang dan berpisah jalan.


Hasil tes baru bisa diambil pada keesokan hari nya. Rahayu berjanji untuk mengabarkan hasil tes langsung setelah menerima hasil nya besok.


Sebelum berpisah, Rahayu memeluk Ranum erat-erat dengan perasaan yakin yang memenuhi keseluruhan isi hati nya. Yakin bahwasanya memang benar Ranum adalah putri kandung nya yang telah lama berpisah dari nya.


Sisa hari itu, Rahayu melewati nya dengan perasaan cemas. Menanti hasil tes yang akan melegakan perasaan nya hanya dalam hitungan jam saja.


Sementara menunggu hasil tes, Rahayu juga memikirkan tentang kelanjutan hubungan nya bersama Aditya.

__ADS_1


Tak bisa dipungkiri, meski ia masih belum mendapatkan ingatan nya kembali, namun Rahayu merasa sudah sangat dekat dengan aditya.


Perasaan kasih telah tumbuh di antara kedua nya. Dan Rahayu meyakini benar bahwa Aditya memang sungguh mencintai nya. Meski dengan cara yang banyak salah.


Malam itu, Aditya tak pulang ke rumah. Lewat chat ia mengabarkan kalau ia harus menangani suatu masalah di kantor nya.


Membaca pesan dari suami nya itu, Rahayu tertegun. Ia merasa kalau Aditya mulai menjaga jarak dari nya. Dan itu membuat hati nya sedikit nyeri.


Rahayu tak menyukai jarak yang membentang di antara kedua nya. Ia ingin mengikis semua jarak itu meski pun ia tahu kalau Aditya telah melakukan banyak hal jahat dalam hidup nya.


Inikah cinta? Atau kah hanya sekedar rasa kasih semata? Rahayu tak bisa menamakan perasaan nya terhadap Aditya.


Di usia nya yang hampir menginjak kepala empat, rasanya pembahasan soal cinta bukan lah sesuatu yang penting. Ia hanya ingin hidup bersama dengan orang-orang yang ia sayangi. Termasuk juga dengan Aditya.


Akhirnya sebuah keputusan pun dibuat oleh Rahayu di malam itu. Keputusan yang akan langsung disesali nya dengan begitu cepat, usai ia menghadapi satu peristiwa mengerikan pada keesokan hari nya.


***


Dada Rahayu terasa sesak oleh perasaan haru karena bahagia dan juga sedih yang bercampur aduk menjadi satu.


Bahagia karena akhirnya ia bisa bertemu kembali dengan kedua anak nya. Sekaligus bersedih juga saat mengingat perpisahan mereka yang sangat-sangat lah lama. Hingga belasan tahun lama nya.


Setelah puas menangis hingga menjadi perhatian orang-orang di rumah sakit, Rahayu langsung bergegas pergi ke rumah Ranum. Ia ingin langsung memberi kabar hasil tes DNA itu kepada putri nya itu.


Saat itu di rumah hanya ada Nida saja. Nanda pergi bekerja. Sementara Ranum pergi ke sekolah. Rahayu lalu menunjukkan hasil tes DNA itu kepada Nida. Dan Nida melihat nya sekilas karena ia memang sudah mengetahui kebenaran nya tanpa melihat tes DNA itu.


Namun Nida mencoba untuk mengerti kondisi Rahayu yang masih mengalami hilang ingatan.


Terbersit dalam hati Nida, rasa iba terhadap sahabat nya ketika SMA itu. Sehingga kemudian, Nida memutuskan untuk menceritakan tentang ayah biologis nya Ranum.

__ADS_1


"Malam itu adalah malam perpisahan kelas tiga," tutur Nida mengawali cerita nya.


"Kita semua ikut berpesta bersama teman-teman lain nya di rumah salah satu teman yang dikenak cukup kaya di kampung halaman kita dulu."


"Malam itu kamu mabuk, Yu. Kamu salah meminum arak. Mengira nya hanya air putih saja. Itu memang hasil keisengan salah satu teman kita yang jahil."


"Untuk membantu menghilangkan mabuk, kamu akhirnya meminjam kamar teman perempuan kita yang mengadakan acara itu. Saat itu hari masih sore. Jadi aku dan Nanda membiarkan mu tidur selama dua jam di kamar nya."


"Nanda yang mengantarkan mu saat itu. Karena aku jelas tak akan bisa menggendong mu menaiki tangga. Kebetulan, aku tak ikut naik bersama kalian ke kamar itu. Tapi aku tahu telah terjadi sesuatu di antara kalian setelah lewat lima menit kemudian Nanda turun dari anak tangga,"


"Nanda mengaku jujur kepada ku. Kalau dalam kondisi mabuk, kamu.. mengatakan padanya kalau kamu menyukai nya. Nanda terkejut. Begitu juga dengan ku. Karena posisi nya saat itu aku dan Nanda sudah berpacaran. Sementara kamu adalah sahabat dekat ku."


"Aku tak marah kepada Nanda. Toh ia tak menanggapi pernyataan cinta mu kepada nya. Maaf, Yu," ucap Nida sedikit terburu-buru.


Rahayu yang mendnegarkan cerita Nida itu tampak terdiam. Ia sama sekali tak bisa membayangkan hubungan mereka bertiga saat itu. Pasti rasanya sangat lah canggung.


"Gak apa-apa. Itu kan cuma cerita masa lalu. Lagi pula kita sudah punya pasangan masing-masing sekarang. Iya kan?" Sahut Rahayu.


Nida memberikan Rahayu senyuman tulus. Ia lalu melanjutkan kembali cerita nya.


"Sekitar dua jam kemudian, aku dan Nanda menengok kondisi mu di kamar. Dan kami sangat dibuat terkejut saat kami melihat mu tidur tanpa busana berdua dengan teman kelas kita yang lain,"


"?!! Apa maksud mu aku diperko..." Rahayu tak mampu melanjutkan kalimat nya.


"Enggak! Entah lah. Kami juga tak tahu pasti. Posisi nya saat itu kami masih pulas tertidur. Sementara dia, lelaki itu masih sangat sadar. Dia mengaku khilaf melakukan nya karena kamu tadi mengira nya sebagai Nanda. Angga memang sejak dulu sudah menyukai mu, Yu. Jadi ia mungkin terbawa suasana.."


"Angga? Apa itu nama lelaki yang sudah..?" Tenggorokan Rahayu tercekat.


Tak menyangka kalau malam pertama nya akan berlangsung begtiu tragis. Tak sadar telah bersetubuh dengan lelaki lain yang ia salah kenali. Sungguh benar-benar tragis.

__ADS_1


***


__ADS_2