
Begitu sampai di depan kantor Aditya, Rahayu dan Nanda langsung pergi ke lantai teratas di gedung itu. Tempat di mana kantor Aditya berada.
Saat masuk ke dalam ruang kantor Aditya, ia sedang membubuhkan tanda tangan nya pada tumpukan file yang ada di hadapan nya. Karena nya ia sangat terkejut dengan kedatangan Rahayu ke kantor nya, dan ditemani oleh lelaki asing.
"Rahayu, siapa dia?" Tanya Aditya kebingungan.
Sementara itu Nanda yang sedang dipertanyakan identitas nya oleh Aditya juga tak kalah syok saat menatap wajah suami Rahayu itu. Karena wajah Aditya mengingatkan nya pada sosok Angga. Mereka jelas terlihat kembar identik.
"Angga?!" Jerit Nanda yang ditujukan terhadap Aditya.
Dua pasang mata lelaki itu saling menatap. Yang satu menilai, yang satu terlihat sedang mengingat-ingat. Sampai kemudian keheningan dalam ruangan itu pecah oleh suara milik Rahayu.
"Mas Adit, perkenalkan. Dia adalah Nanda, ayah angkat nya Ranum. Dan Nan, perkenalkan. Dia ini Mas Aditya, suami ku," ucap Rahayu memperkenal kan kedua nya.
"Dia Aditya, Yu? Bukan nya Angga??" Tanya Nanda terlihat bingung.
"Angga? Angga siapa?" Tanya balik Rahayu tak mengerti.
"Angga.. Angga teman kelas kita dulu. Bapak biologis nya Ranum!" Seru Nanda menjelaskan.
Rahayu terlihat terkejut. Pandangan nya lalu beralih menatap sang suami. Namun yang bisa ia lihat dari kedua manik milik Aditya hanya lah kebingungan saja.
Terlihat jelas kalau suami nya itu sangat kebingungan dengan ucapan Nanda barusan.
"Ehem! Maaf. Aku gak tahu maksud kedatangan mu ke sini untuk apa. Tapi jangan asal menyebut orang yang gak kamu kenal dengan nama lain sesuka mu. Itu jelas perbuatan yang tak sopan," kecam Aditya seraya memicingkan kedua mata nya.
"Angga? Kamu benar bukan Angga Wijaya?" Tanya Nanda memastikan.
Aditya terlihat menegakkan kepala nya terlebih dulu, sebelum membalas pertanyaan Nanda dengan kalimat yang terdengar sedikit angkuh.
"Sedari kecil, nama ku adalah Aditya. Aditya Wiraguna. Aku gak kenal siapa itu Angga Wijaya yang kamu maksud. Dan Yu, kenapa kamu ke sini dengan membawa lelaki ini?" Tanya Aditya terdengar cemburu.
Rahayu tak menjawab pertanyaan sang suami. Ia malah melemparkan tanya pada Nanda.
"Tunggu dulu, Nan. Apa maksud kamu memanggil suami ku dengan nama Angga?" Tanya Rahayu.
__ADS_1
"Karena wajah nya, Yu. Aku mengingat jelas muka nya Angga. Dia memang benar Angga! Atau.. jangan-jangan.."
Sebuah dugaan melintas cepat di pikiran Rahayu dan juga Nanda. Sementara itu Aditya terlihat kesal pada sikap sang istri yang malah mengacuhkan nya.
Baru juga Aditya hendak mengusir Nanda, saat tiba-tiba saja Rahayu bertanya kepada nya.
"Mas Adit! Bukan kah Mas sebenarnya punya kembaran?" Tanya Rahayu.
"??? I..ya," jawab Aditya terlihat bingung. Karena Rahayu yang malah membicarakan topik yang berbeda.
"Kata Mas Adit, saudara kembar Mas itu diculik waktu masih bayi bukan? Terus kata Mas udah mati?" Tanya Rahayu lagi.
Aditya kembali menjawab, "i..ya.."
Lalu Aditya melihat wajah Rahayu yang tiba-tiba saja tampak tercerahkan. Seolah ia telah membuka tabir rahasia kehidupan yang mega hebat saja.
"Bagaimana jika, seandainnya saudara kembar Maa Adit itu tidak lah mati?" Tanya Rahayu lagi.
"Gak mungkin lah, Dek. Waktu itu kan udah ada bukti kalau Adii kembar Mas tuh dibunuh dengan sadis. Kepala nya dipenggal, kamu masih ingat kan dengan cerita Mas dulu?" Aditya mengingatkan Ranum pada cerita nya kemarin di dalam mobil.
Aditya tercenung.
"Foto itu bisa saja diedit, Mas. Bagaimana jika sebenar nya setelah diculik, adik kembar Mas itu ditinggalkan di panti asuhan. Lalu tumbuh besar hingga dewasa. Kemudian, dia melakukan hubungan satu malam dengan seorang wanita. Sayang nya wanita itu tak sadar kalau ia telah salah mengenali lelaki lain lah yang telah bermalam dengan nya."
Mata Aditya membulat sedikit lebih besar. Ia akhirnya mulai paham ke mana arah perbincangan ini.
"Maksud kamu.. adik kembar ku itu.. dia.. adalah Angga. Yang tadi kalian sebut-sebut sebagai aku?!" Tanya Aditya memastikan.
Rahayu menganggukkan kepala nya bersemangat.
Dalam kepala nya Rahayu memikirkan kemungkinan itu. Jika benar seperti itu kenyataan nya, maka itu berarti Aditya adalah uwak nya anak-anak. Bahwa kedua anak nya ternyata masih memiliki sanak famili di dunia ini.
"Kalau begitu, di mana Angga, adik kembar kakak, Yu? Nand?!" Tanya Aditya merasa ikut larut dalam euforia yang tak disangka nya akan ia alami di penghujung siang ini.
Wajah Rahayu dan Nanda seketika menjadi kelam saat mendnegar pertanyaan Aditya barusan.
__ADS_1
Dengan lesu, Nanda menjawab pertanyaan Aditya.
"Sayang nya Angga sudah meninggal cukup lama sekali. Sekitar segera setelah Ayu meninggalkan kota asal kami, belasan tahun silam," tutur Nanda.
Aditya terhenyak. Tak menyangka bahwa akhir dari euforia yang dialami nya ini ternyata berujung pada kesedihan juga pada akhirnya.
Adik kembar yang tak diingat nys itu nyatanya benar-benar telah mendahului nya pergi meninggalkan dunia ini.
Setelah hening sesaat, Rahayu akhirnya menanyakan pertanyaan yang sudah ingin ditanyakan nya kepada sang suami sedari ia menjejaki lantai kantor milik suami nya itu.
"Mas Adit, apa Mas tahu kalau Ranum diculik? Bersama dengan Adnan juga?" Tanya Rahayu dengan pandangan tajam.
Wanita itu ingin melihat reaksi sang suami secara dekat. Dan ia dibuat lega saat melihat raut terkejut di wajah suami nya itu. Karena itu menandakan kalau Aditya baru mengetahui kabar ini.
Bukan Aditya pelaku yang telah menculik kedua anak nya.
"Diculik?"
Kemudian Aditya akhirnya tersadar dengan maksud sang istri yang tiba-tiba saja datang ke kantor nya siang ini. Istri nya itu mungkin telah mengira kalau ia lah yang telah menculik Ranum.
"Bukan aku pelaku nya, Yu! Kamu harus percaya sama aku! Aku memang pernah bermaksud untuk menyekap Ranum. Itu ku lakukan sebagai jaminan agar kamu tak pergi meninggalkan ku,"
"Tapi aku tak jadi melakukan nya. Karena aku tak ingin membangun hubungan kita lagi dengan dasar ancam mengancam, Yu. Tolong, percaya kepada ku!" Aditya mendekati Rahayu dan memohon pada istri nya itu.
"Baik lah Mas. Aku akan percaya kepada mu. Tapi kalau begitu, siapa yang sudah menculik anak-anak? Ranum dan Adnan itu adalah anak kandung ku, Mas. Baru juga aku mengetahui kebenaran ini. Tapi sekarang aku malah harus dipisahkan lagi dengan keduanya!" Ucap Rahayu sedikit histeris.
"Tenang lah, Dek. Kita pasti akan menemukan kedua anak mu. Bukan kah mereka juga berarti adalah keponakan ku?" Ucap Aditya dengan tekad yang jelas terlihat.
Rahayu terlihat lebih tenang beberapa saat kemudian.
"Tunggu sebentar. Aku akan meminta anak buah ku untuk menyelidiki ini. Kamu duduk dulu saja di sofa ya, Dek. Dan.. kamu juga Nanda. Silahkan duduk di manapun yang kamu mau," tutur Aditya.
Lelaki itu lalu terlihat menelepon anak buah nya. Dan, sekitar sepuluh menit kemudian, ia dibuat terkejut sekaligus geram dengan hasil penyelidikan awal anak buah nya terkait pelaku penculikan kedua keponakan nya itu.
Pelaku nya ternyata adalah Jeff! Anak buah nya sendiri.
__ADS_1
***