Rasa Yang Asing

Rasa Yang Asing
Bala Bantuan


__ADS_3

Ranum akhirnya menyadari kalau ia baru saja mengalami haid pertama nya di usianya yang ke 15 tahun, saat ini.


Selama beberapa waktu, Ranum tak tahu apa yang harus dilakukan oleh nya. Ia terlalu malu untuk bergerak pindah atau memikirkan solusi atas apa yang sedang dihadapinya saat ini.


Beruntungnya, beberapa siswi yang berada di dekat nya langsung menghampiri Ranum dan menutupi pandangan para siswa kepada nya.


Mira menjadi salah satu teman Ranum yang terdengar berteriak memarahi para siswa lelaki agar tak lagi melihat ke arah Ranum.


"Awas jangan lihat ke sini!" Hardik Mira terdengar sengit.


Beberapa siswa mengikuti titah nya Mira. Sementara beberapa siswa lainnya masih tertarik memperhatikan Ranum.


"Sudah! Kalian semua boleh beristirahat sekarang. Pelajaran olahraga berakhir sampai di sini ya!" Ujar Pak Gilang kemudian, mencoba mengalihkan perhatian.


Dan setelah Pak Gilang berlalu pergi, Ranum yang dikelilingi oleh teman-teman perempuan nya itu pun langsung digiring untuk pergi ke kamar mandi dan berganti seragam.


Ranum merasa hopeless. Terlebih jarak antara lapangan dan kamar mandi itu cukup jauh. Ranum merasa akan terlihat aneh bila ia berjalan sambil dikelilingi oleh teman-temannya seperti ini.


Dan kemudian, tiba-tiba saja sebuah suara anak lelaki terdengar menelusup ke sela-sela sekumpulan teman perempuan yang mengelilingi Ranum. Ranum pun mengangkat wajah nya dan langsung bertatapan dengan mata cokelat nya Adnan.


Yang membuat Ranum terkejut adalah bagian atas tubuh nya Adnan hanya ditutupi oleh kaos dalam berwarna hitam saja. Sementara kaos olahraga lelaki itu dijulurkan nya ke arah Ranum.


"Ini. Tutupin dulu aja, pakai kaos ku. Gak apa-apa. Daripada kelihatan sama anak-anak lagi. Maaf ya. Anak cowok memang suka gak peka," ujar Adnan dengan pandangan yang lurus ke mata Ranum.


"Tapi.. nanti baju kamu bakal kotor kan jadi nya?" Tanya Ranum ragu-ragu.


"Saya bilang, gak apa-apa kan? Udah ini. Pakai aja. Kamu bisa kembaliin ke saya kalau sudah bersih," ucap Adnan kembali.


Lelaki itu lalu menyerahkan kaosnya kepada Mira yang berdiri di depan nya. Baru kemudian ia setengah berlari menuju ruang kelas mereka.


Mira lalu menyerahkan kaos milik Adnan itu kepada Ranum.


"Udah, Num, pakai aja. Lumayan kan buat nutupin sampai WC. Biar nanti seragam kamu aku yang ambilin deh," imbuh Mira.


"Nanti Tika yang beliin pembalut nya ya ke kantin," imbuh Tika pula.


"Dan gue temenin Lo deh di wc," imbuh Tanti pula.

__ADS_1


Ranum langsung diliputi oleh rasa haru yang menyeruak ke seluruh isi hati nya.


"Makasih yaa teman-teman," ucap Ranum dengan pandangan berkaca-kaca.


"Sama-sama, Num.."


"Nyantai aja Num!" Sahut semua teman perempuan nya Ranum.


Akhirnya Ranum mengikatkan kaos olahraga nya Adnan untuk menutupi noda merah di bagian belakang celana nya. Setelah itu, barulah ia bisa bergegas jalan tanpa perlu dikerubungi oleh teman-teman perempuannya lagi.


***


Setelah berganti seragam dan memakai pembalut untuk pertama kali nya, Ranum kembali ke ruang kelas bersama Tanti, Tika dan juga Mira.


Beberapa teman pria terlihat melirik ke arah Ranum. Salah satu atau dua orang malah tak segan-segannya menggoda Ranum atas insiden tadi. Namun Adnan yang saat itu juga berada di kelas langsung memberikan peringatan pada teman lelaki nya yang agak jahil itu.


Akhirnya Ranum tak lagi menerima godaan dari teman-teman nya lagi.


Melewati masa haid pertama nya, Ranum sungguh merasa sangat payah.


Ia merasakan pegal yang terlalu di area sekitar pinggang nya. Membuat remaja putri itu jadi malas bergerak akhirnya.


Sebelum pergi, Tika berjanji untuk membelikannya minuman kunyit jahe. Minuman pelega nyeri di saat haid.


Di saat Ranum hampir saja tertidur, ia mendengar suara seseorang di dekat nya. Suara seorang pria.


"Ini. Air mineral. Minumlah yang banyak. Mama saya biasanya banyak minum air putih kalau lagi menstruasi," ujar Adnan menjelaskan.


Ranum mengangkat wajah nya. Melihat wajah Ranum yang sedikit pucat, sebuah kerutan pun muncul di antara kedua alis sang ketua kelas.


"Muka kamu pucat banget. Memangnya sakit banget ya?" Tanya Adnan bernada khawatir.


Ranum yang merasa malu untuk membahas tentang haid pertama nya ini memutuskan untuk menjawab pertanyaan Adnan dengan gelengan kepalanya saja.


Apalagi yang mengajak nya ngobrol saat ini adalah seorang anak lelaki. Semakin enggan lah jadinya Ranum untuk berbicara.


"Ini. Air minum nya. Minumlah yang banyak. Apa mau saya belikan es teh?" Tanya Adnan kembali.

__ADS_1


"Cie.. Pak Ketu.. segitu perhatiannya sama Ranum nya kita.. Maaf ya Pak Ketu.. air dingin itu sangat tidak dianjurkan untuk diminum sama cewek yang lagi haid. Justru itu akan membuat aliran darah haid nya gak lancar," seloroh Tanti tiba-tiba.


Ranum mengangkat pandangannya ke depan. Dan ia melihat Tika, Tanti dan juga Mira yang telah kembali dari kantin.


"Kok kalian cepat banget balik nya?" Tanya Ranum keheranan.


Tika lalu kembali duduk di kursi nya yang ada di samping kursi milik Ranum. Begitu pun juga dengan Mira dan Tanti.


"Kita mana tega biarin kamu sendirian di sini, Num?" Ujar Mira.


"Iya. Ini kan haid pertama nya kamu. Pastilah rasanya gak nyaman banget kan, Num?" Imbuh Tika menambahkan.


"Ini. Kita beliin minuman kunyit jahe. Untung aja di Buk de jualan minuman ini. Buk de emang pengertian banget sih ya sama kebutuhan anak cewek!" Imbuh Tanti pula.


Ranum kembali menatap hari pada teman nya satu-persatu.


"Makasih ya Tant, Mir, Tik..dan.. Nan.." ucap Ranum.


"Sama-sama, Num," ucap semuanya bersamaan.


"Eh, ini. Tika beliin juga roti buat kamu, Num. Tika juga beli roti sih. Lumayan lah buat ngeganjel perut!" Ucap Tika seraya mengulurkan sebungkus roti cokelat kepada Ranum.


"Makasih ya, Tik.."


"Sama-sama Anum cantik.." sahut Tika dengan tersenyum manis.


Adnan kemudian berlalu pergi, setelah dilihat nya Ranum tak lagi sendiri. Ranum yang melihat Adnan yang telah berbalik meninggalkannya, untuk sesaat merasa ragu. Namun, sedetik kemudian Ranum langsung saja memanggil nama ketua kelas nya itu.


"Nan! Adnan!" Panggil Ranum.


Adnan langsung saja menoleh.


"Ya, Num?"


"Makasih ya.. untuk kaos.. dan air minum nya juga. Nanti ku cuci dulu ya kaos kamu," ucap Ranum dengan senyuman yang tulus.


Adnan kemudian membalas senyuman Ranum.

__ADS_1


"It's okay, Num. Take it easy lah! (Gak apa-apa, Num. Nyantai aja lah!)" Ucap Adnan sebelum kembali berbalik pergi menuju bangku nya sendiri.


***


__ADS_2