Rasa Yang Asing

Rasa Yang Asing
M to M


__ADS_3

"Tika udah ngajak Adnan cs gabung jadi tim SKJ kita loh," ungkap Tika kepada Ranum di suatu pagi.


"Kapan? Kenapa gak teman-teman yang lain, Tik?" Tanya Ranum yang tampak protes.


"Kemarin siang, Num. Pas pulang sekolah. Maaf ya. Tika udah coba ajak yang lain, tapi ternyata pada udah bikin tim nya sendiri. Pas iseng nanya Adnan, ternyata dia belum punya tim. Jadi ya udah deh," ucap Tika lagi.


"Hh.."


"Ranum gak suka ya kalau kita satu grup sama ketua kelas?" Tanya Tika.


"Gak apa-apa, Tik. Bukan masalah besar kok," sahut Ranum menenangkan Tika.


"Beneran, Num?"


"Iya, gak apa-apa. Terus, kapan kita mulai latihannya, Tik?"


"Sepulang sekolah aja gimana? Nanti kita tanya yang lain juga."


"Boleh. Tapi jangan mulai hari ini ya. Soalnya Ranum kan belum bilang ke Ayah dan Bunda."


"Iya. Tenang aja, Num. Eh, itu Tanti. Tan! Cepat ke sini deh!" Panggil Tika pada si tomboy Tanti.


"Apa, Tik?" Tanya Tanti yang baru saja datang.


Gadis berambut pendek itu lalu menaruh tas selempang nya di bangku yang berada di belakang Tika. Baru setelah nya ia duduk di sana.


Kemudian, Tika dan Ranum pun langsung memiringkan duduknya hingga menghadap ke belakang, ke arah Tanti.


"Tim SKJ kita udah lengkap nih, Tan," ucap Tika.


"Sama siapa lagi, Tik?" Tanya Tanti.


"Grup nya ketua kelas. Yanto, Agus dan Adnan."


"Hadoohh! Kenapa sama si congor Agus sih? Gue paling alergi deh kalau harus ngobrol sama si congor itu!" Rutuk Tanti.


"Dasar bule kepret lu, Tan! Sembarangan ngatain gua congor! Apaan sih congor-congor!" Sahut Agus yang tiba-tiba saja muncul di muka pintu masuk ke ruang kelas.


(Kulit Tanti memang pada dasar nya berwarna putih pucat. Sehingga panggilan Bule yang diberikan Agus kepadanya memang cukup bisa dibenarkan.)


Posisi bangku Ranum, Tika dan Tanti berada di barisan yang paling pinggir dan dekat dengan pintu kelas. Jadi mereka tak menyadari kedatangan Agus lebih cepat.


"Buju buneng! Denger aja lagi tuh kuping. Udah lah. Males gue ngomong sama Lo!" Ucap Tanti yang langsung berpura-pura tidur rebahan di atas meja nya.


Sementara itu Agus yang memang pada dasarnya jahil malah mendekati meja Tanti dan Mira lalu duduk di bangku kosong milik Mira.


Tanti yang masih pura-pura rebahan tak sadar saat Agus tiba-tiba saja menarik beberapa helai rambut pendeknya.


Tanti pun mengaduh kesakitan dan akhirnya terbangun. Detik berikutnya, Agus sudah langsung menjauh dan berhasil terhindar dari tepokan ganas nya Tanti.


"Dasar jahlun!" Gerutu Tanti.

__ADS_1


Agus mengabaikan omelan Tanti dan bertanya pada Ranum dari jarak jauh.


"Num, Num. Bebep gua belum datang ya?" Tanya Agus dengan wajah serius.


"Huh? Maksudnya Mira?" Ranum menerka.


"Iya.. hey!"


Agus hampir saja terjatuh saat tiba-tiba Mira yang baru datang mendorongnya ke depan. Meski dorongannya pelan, tetap saja Agus yang tak siap, langsung menubruk meja di dekat nya. Ia pun membentur meja cukup pelan.


Kemudian, Agus mula nya hendak marah pada anak yang mendorongnya, namun ekspresi nya langsung berubah 180 derajat saat ia menyadari kalau Mira lah yang tadi telah mendorong nya.


"Aduh.. ayang Bebep manis banget sih pagi ini. Bando nya cantik secantik kamu deh, Bep," rayu Agus kepada Mira.


Mira tak menggubris omongan Agus. Ia malah langsung menyapa Ranum dan yang lainnya tanpa menganggap keberadaan remaja lelaki itu.


"Pinggang pegel banget deh nih," keluh Mira sambil merebahkan kepala ke meja.


"Memangnya Lo habis nguli, Mir?" Tanya Tanti sambil menyengir.


"Bukan, Tantiwa.."


"Lagi M ya, Mir?" Terka Tika.


"Iya, nih. Hari pertama. Rasanya pinggang encok banget deh. Untung hari ini gak ada pelajaran olahraga, ya. Kalau enggak, aku udah pasti minta ijin deh," tutur Mira.


"Minum jamu udah, Mir?" Ranum mengusulkan saran.


Ranum menggeleng. "Gak tahu juga sih. Ranum kan belum pernah haid," ungkap Ranum dengan jujur.


"Lo belum pernah dapet M, Num?" Tanya Tanti tak percaya.


"Iya. Belum."


"Kalau Lo, Tik?" Tanya Tanti kepada Tika.


"Tika sih sudah sejak tiga tahun lalu M," ungkap Tika.


"Kalau gue baru setahunan ini. Dari pas naik kelas 3 SMP gue M nya," jujur Tanti.


"Kalau gua sih sejak ketemu ayang Bebep M nya," ucap Agus yang tiba-tiba saja sudah menarik kursi hingga ke dekat kursi nya Mira.


Seketika itu juga Tanti langsung saja tertawa-bahak.


"Lo mana bisa M, Gus! Lo kan cowok!" Koreksi Tanti pada Agus.


"Bisa lah. Gua tuh M to M," ucap Agus misterius.


"Apaan sih? Gak jelas banget!" Dumel Mira.


"Gua tuh Mencintaimu, ayang Mira ku.." ucap Agus sambil menarik jemari Mira.

__ADS_1


Seketika itu juga Mira langsung menepis tangannya Agus dan beringsut menjauh.


"Tolong ya Gus. Bercanda nya jangan kelewatan gitu dong. Aku jadi ngeri tahu!" Ucap Mira dengan ekspresi ngeri.


Seketika itu pula kerumunan remaja di sekitar meja itu pun langsung tertawa. Termasuk juga Mira sendiri. Sementara itu Agus hanya tersenyum pahit. Lalu meleletkan lidah nya ke arah Ranum cs.


Agus lalu berlalu pergi tanpa berkata apapun lagi.


"Gus! Nanti istirahat kita ngobrolin soal jadwal latihan senam ya?" Teriak Tika kepada Agus.


"Iya.. atur aja lah. Cowok mah terima beres!" Ucap asal si tengil Agus.


Setelah itu, pembicaraan pun kembali berputar di sekitar Ranum cs.


"Memang nya umur Ranum sekarang berapa tahun?" tanya Tika tiba-tiba.


"15 tahun, Tik. Hampir 16 tahun, malah bulan November nanti," Ranum mengaku.


"Wah! Scorpio atau Sagitarius, Num?" tanya Tanti penasaran.


Dan Ranum pun menggeleng.


"Anum gak ngerti sama yang begituan. Itu tuh horoskop-horoskop gitu kan?"


"Iya. Kalau gue tuh Libra," lanjut Tanti.


"Kalau aku sih Cancer," ucap Tika.


"Kalau aku Aquarius," sahut pula Mira.


"Kalian sering baca horoskop ya?" tanya Ranum penasaran.


"Kadang-kadang sih, Num. Buat seru-seruan aja," jawab Tanti mewakili Mira dan Tika yang mengangguk-anggukkan jawaban remaja putri itu.


"Memang nya Ranum lahir tanggal berapa November?"


"Sebelas sebelas, Tik," sahut Ranum.


"Iihh.. tanggal cantik ya! jadi iri deh.." tutur Tika.


"Kalau Mira sih cuma sekedar tahu nama horoskop nya aja sih. Untuk baca yang kayak gitu mah jarang. Bisa diomelin sama Emak nanti, Mira," ucap Mira menambahkan.


"Lagi pula, kalau meyakini apa yang dituliskan di horoskop itu kan termasuk musyrik. Iya gak sih?" tanya Mira entah pada siapa.


"Hm.. iya deh kayak nya. Ranum juga pernah dengar Bunda bilang gitu deh," ucap Ranum mengiyakan.


"Hmm.. Untung Tika Budha ya.. Jadi boleh main horoskop.." seloroh Tika sambil tersenyum manis.


Yang dibalas dengan senyuman manis pula oleh Ranum, Mira dan juga Tanti.


***

__ADS_1


__ADS_2