
Sebelum acara pensi, terlebih dulu siswa SMA 3 kota Y harus melalui ujian akhir semester ganjil. Baru setelah ujian berakhir saja lah semua perhatian siswa kembali fokus ke acara pensi yang akan digelar seminggu lagi.
Ranum sudah belajar segiat mungkin. Jadi ia menyerahkan hasil nya kepada Allah. Tak ingin terlalu berharap kalau ia bisa menjadi juara kelas lagi.
Sejauh ini, setiap kali ulangan berlangsung, rata-rata ia bersaing cukup ketat dengan Laluna dan juga Adnan. Entah hasil akhir nanti nya bagaimana, Ranum tak ingin pusing-pusing memikirkan nya.
Rencana nya raport siswa akan dibagikan sepekan setelah acara pensi digelar. Jadi pensi sebenarnya acara hiburan bagi para siswa, setelah melewati masa ujian yang sulit.
Dan akhirnya, tiba juga hari diadakannya pensi.
Seperti tahun-tahun yang lalu, acara pensi memang dilakukan oleh perwakilan dari setiap kelas X dan kelas XI. Acara pensi ini dimanfaatkan juga sebagai salam perpisahan bagi siswa kelas XII yang akan lulus tahun ini.
Salam perpisahan ini sengaja dilakukan dua kali. Sebagai bentuk apresiasi sekolah sekaligus ajang bagi para siswa untuk melatih bakat dan potensi yang dimilikinya.
Umumnya acara pensi berisi penampilan drama/teater, sajian grup band musik, atraksi sulap (yang sungguh teramat jarang), dan juga aksi memasak dan membagikan makanan hasil masakannya kepada para penonton.
Secara total, akan ada 14 penampilan pada acara pensi tahun ini. 8 penampilan dari kelas X serta 6 penampilan dari kelas XI (3 kelas IPA dan 3 kelas IPS).
Kelas Ranum dijadwalkan menjadi penampil ke tujuh. Yang kemungkinan besar akan berlangsung sekitar jam 12 siang. Setiap penampilan diberikan waktu maksimal 30 menit. Jika lebih dari itu, maka akan ada para guru pengawas acara yang akan sering menegur di saat penampilan sedang dipertunjukkan.
Acara pensi dimulai secara langsung di ruang aula utama SMA 3 sejak jam sembilan pagi. Saat acara pensi berlangsung, semua siswa bebas berkeliaran di sekitar area sekolah. Tak melulu harus melihat penampilan yang sedang berlangsung saja.
Sebelum penampilan kelas nya di mulai, Ranum cs pergi ke kantin bersama-sama. Ini mereka lakukan untuk menghibur Mira dan juga Tika agar mereka bisa lebih santai untuk penampilan mereka nanti nya.
"Tenang aja, Mir. Gue dengar nih ya. Katanya nanti bakal ada orang dari manajerial artis gitu untuk nyari talent artis yang baru. Siapa tahu Lo punya bakat terpendam yang menarik hati manajer itu, Mir. Nanti gue ajak-ajak juga ya biar jadi artis juga?" Tutur Tanti dengan asal.
"Apaan sih, Tan. Nge halu melulu kerjaan mu itu. Aku mana punya bakat. Cuma akting beberapa adegan aja gak mungkin lah bisa narik perhatian manajer artis!" Ucap Mira bernada pesimis.
"Jangan begitu, Mir. Yang penting fokus aja sama penampilan kamu. Urusan hasil dan penilaian orang sih serahin aja ke Allah. Yang penting jangan pesimis juga dari menerima rejeki. Kan kesempatan untuk jadi artis juga sebuah rejeki, kan ya?" Ujar Ranum menasihati.
"Iya. Betul banget tuh kata Ranum. Tika juga berharap banget sih bisa jadi artis nanti nya," imbuh Tika.
"Lo pingin jadi artis juga, Tik?" Tanya Tanti kepada Tika.
"Iya, Tan. Siapa juga sih yang bakal nolak kalau ada tawaran bisa jadi artis populer? Aku sih jelas gak akan nolak," imbuh balik Tika.
"Kalau kamu, gimana Num?" Tanya Mira kepada Ranum.
"Kalau aku sih sebenarnya gak terlalu pingin juga untuk jadi artis. Apalagi kayaknya Ayah ku gak suka sama artis. Kebanyakan sensasi nya. Yang aneh-aneh pula. Macam hamil duluan lah, berantem dengan rekan sesama artis lah, narkoba lah, dan seabreg masalah lainnya," tutur Ranum panjang lebar.
__ADS_1
"Ucapan Ranum memang ada betulnya juga sih. Tapi Num, Tika yakin. Sepanjang kita bisa jaga diri dari pergaulan yang salah, pastilah kehidupan kita sebagai artis bisa adem ayem aja," Tika kembali berkomentar.
"Betul banget tuh, Tik! Gue setuju sama pendapat Lo itu. Gak semua artis juga jelek kan imej nya. Contoh aja artis itu tuh. Yang suka main sinetron dan baru aja nikah. Kayaknya gue gak pernah dengar berita jelek deh tentang dia," imbuh Tanti.
"Kamu suka lihat acara gosip ya, Tan?" Tuding Mira sambil menyengir.
Yang kemudian dibalas oleh Tanti dengan cengiran pula di wajah nya.
"Hehehe.. sebenarnya emak gue sih yang suka lihat acara gosip. Jadi dikit-dikit mah gue juga tahu sama dunia keartisan yang lagi up to date. Lha wong acara gosip tuh bisa sampai tiga kali sehari. Persis kayak waktu minum obat aja. Tiga kali sehari. Hihihi.." seloroh Tika diakhiri kekehan canda.
"Halah.. bisa aja alasan Lu, Tan! Palingan juga Lu yang sering mindahin channel ke acara gosip. Terus lu ngaku-ngaku kalau Lu cuma keseret arus nonton acara gosip!" Tuding suara Agus, terdengar begitu tiba-tiba.
Serentak, Ranum cs pun langsung menengok ke sumber suara. Dan, benar saja. Di pintu masuk menuju kantin memang muncul lah Agus dan Adnan yang baru saja datang.
"Lagi nenangin diri sebelum pentas juga ya, Nan?" Tanya Tika.
"Mm.. enggak juga sih. Cuma haus aja sedikit," jawab Adnan.
"Ecie.. ciee.. romeo dan Juliet kita kayaknya chemistry nya udah dapat banget sih ini. Ranum jangan cemburu ya.. mereka cuma akting doang kok!" Goda Agus yang kini sudah duduk di samping Mira.
"Jangan gitu lah,Gus! Anum gak enak kan sama Tika dan Adnan. Jangan bercanda-canda soal jodoh-jodohan dong. Malu kalau disalahpahami orang. Iya kan?" Mohon Ranum kepada Agus.
"Ya ampun Mbep.. aku kan pinginnya dekat-dekat sama kamu.." gombal Agus pada Mira.
"Jangan mau, Mir! Lo dua-dua an sama tuh anak. Tahu-tahu nanti ada setan nongol di antara kalian!" Tanti memberikan nasihat pada kawan nya itu.
"Diam aja deh lu, Tant! Kalau gitu, Lo pastilah yang jadi setannya!" Ejek Agus kepada Tanti.
"Dih! Bukan lah!" Elak Tanti sedikit emosi.
"Ya iya lah! Kan Lu yang duduk sama Mbep Mira. Ya berarti Lu kan yang jadi setan nya?" Tuding Agus.
"Dih. Gue anggap Lo gak ada deh mendingan. Daripada gue ketularan ngaco nya Lo!" Imbuh Tanti dengan gumaman yang masih terdengar cukup jelas di telinga kawan-kawan di sekitar nya itu.
"Semua kostum dan dekorasi buat penampilan nanti udah siap kan, Num?" Tanya Adnan kepada Ranum.
"Sudah, Nan. Kayaknya sih. Coba aja nanti tanyain lagi ke Heru. Kan dia yang jadi penanggung jawab bagian dekorasi dan kostum," ujar Ranum menjelaskan.
"Oke deh."
__ADS_1
"Eh, kita ke aula lagi yuk!" Ajak Mira beberapa saat kemudian.
"Nanti aja lah Mir. Gue masih lapar nih.." sahut Tanti.
"Masa iya, Tan? Itu kamu udah makan mie rebus semangkok sama snack mayo 2 bungkus.." ucap Mira mengingatkan.
"Kan aku masih dalam masa pertumbuhan, Mir. Biar bisa setinggi pebasket Lesli.." ujar Tanti beralasan.
"Halahh.. udah Mbep. Tinggalin aja si perut karung ini. Nungguin dia kelar makan mah bisa bulukan kamu di sini, Mbep.." ledek Agus yang asik menyeruput es teh manis.
Dan sebuah toyoran pun bersarang di pundak Agus. Pelaku nya tak lain dan tak bukan adalah Tanti yang merasa kesal karena ledekan pemuda itu.
"Elo tuh perut gajah! Dan kulit badak juga! Kayak gak rakus aja Lo kalau jajan. Gue sering lihat kok lo nambah makan ketoprak nya Buk De! Dan Lo juga gak punya urat malu. Panggil temen gue 'Mbep' 'Mbep' terus. Padahal si Mira tuh cuek bebek sama Elo!" Balas Tanti dengan wajah puas.
Wajah Agus langsung merengut bertekuk-tekuk. Dalam hati nya, remaja putra itu mengumpat kesal.
Agus merasa heran. Karena ia selalu saja kalah berdebat dari cewek jejadian aka tomboy (Tanti) itu.
"Ayo deh, Mir. Malas gue ngelihatin muka si Congor. Bawaan nya bikin perut gue mules aja jadi nya," ujar Tanti lagi sambil meledek Agus.
Agus melempar sedotan es teh nya ke arah Tanti. Namun gadis itu berhasil mengelak dan malah menjulurkan lidah nya. Merasa menang telak.
"Sia lan! Sumpah deh, Nan! Gue tuh empet (super kesal) banget deh sama si Tantan! Gue sumpahin tuh cewek gak bakal dapat cowok yang suka sama dia!" Umpat Agus.
Di samping Agus, Adnan terlihat santai menyeruput jus jeruk nya.
Sejak Ranum cs berlalu dari kantin, Agus terus saja mendumel tentang Tanti ini lah.. Tanti itu lah..
Setelah Agus berhenti mendumel, baru lah Adnan menyahut dengan kalimat yang menohok.
"Sekarang boleh bilang nya benci.. gak suka.. tapi hati-hati lho Gus! Kadang-kadang orang juga bisa jatuh cinta walau awalnya dia benci. Termasuk juga kamu ke Tanti!" Ujar Adnan memberikan nasihat.
Agus sempat tersedak angin kala mendengar nasihat kawan karib nya itu. Dengan penuh emosi, ia pun menampik ucapan Adnan.
"Dih! Amit-amiiit.. deh. Amit-amiit.. jangan nyumpahin gue pake doa kayak gitu dong, Nan! Bikin gue merinding aja deh! Horor Lu!" Elak Agus dengan raut kesal.
"Hahaha. Terserah kamu aja deh, Gus!" Ucap Adnan acuh tak acuh.
***
__ADS_1