
Di sebuah lingkungan hampa udara, dan hanya ada kegelapan.
Tiba-tiba sebuah bola api bewarna putih muncul menerangi sedikit kegelapan.
“Hahhh... Aku mati muda lagi, kenapa aku selalu mati di usia muda di tiap reinkarnasi ku, apa aku dikutuk atau semacamnya?”
Bola api putih itu terdengar suara keluhan tak berdaya seseorang. Karena suara tersebut sangat datar, tidak jelas apakah pemilik suara itu laki-laki atau perempuan.
“Ramalan Soketto benar, aku hanya bisa hidup sampai usia 13 tahun... Aku yakin Yunyun akan sedih ketika mendengar kabar kematian ku.”
Bola jiwa itu mengingat seorang satu-satunya gadis waras di Desa Setan Merah dan merasa kasihan.
Suasana hati bola jiwa itu melankolis in beberapa waktu, kemudian ia memulihkan ketenangannya.
“Semoga di reinkarnasi ku selanjutnya aku terlahir sebagai laki-laki.”
Ia bergidik mengingat di reinkarnasi ketiganya, ia bereinkarnasi sebagai seorang perempuan. Karena ia memiliki kecantikan dibandingkan gadis desa lainnya, kesuciannya hampir dinodai oleh seorang bangsawan yang kebetulan melihatnya.
Tidak ingin dicemari bangsawan gemuk itu, ia memilih bunuh diri. Meski ia terlahir sebagai perempuan, jiwanya tetaplah laki-laki sejati. Ia lebih baik mati daripada harus bersenggama dengan laki-laki lain. Lagipula, ia tahu akan bereinkarnasi begitu ia mati.
“Masih ada satu hari lagi sebelum aku bereinkarnasi... Sangat membosankan tiap kali menunggu untuk bereinkarnasi.”
Bagaimana bola jiwa itu bisa tahu waktu ketika hanya ada kegelapan disekitarnya dan tidak ada cara untuk menentukan berapa lamanya waktu berlalu.
Sederhana, hitung saja!
Satu hari satu malam memiliki waktu 24 jam, 1440 menit, dan 86.400 detik.
Untuk menghabiskan waktu, bola jiwa itu menghitung tiap detik yang berbalut di kegelapan ini.
“Aku selalu ingin tahu bagaimana bisa aku bisa mempunyai kemampuan reinkarnasi ini.”
Bola jiwa itu mengingat kehidupan awalnya sebelum bereinkarnasi.
Namanya adalah Brandon Nahlan, berusia 20 tahun, dan baru saja lulus kuliah.
Ia berasal dari sebuah negara terluas di Asia Tenggara, yaitu Indonesia. Ia tinggal di sebuah provinsi Jambi, yang merupakan provinsi tidak terkenal dibandingkan provinsi lainnya.
__ADS_1
Brandon selalu mengira hidupnya akan berjalan seperti rutinitas biasa orang lainnya, yaitu mencari pekerjaan, membeli rumah, menikah, mempunyai anak, menjalani hari tua bersama istri dan akhirnya meninggal dikelilingi anak dan cucunya.
Sayangnya takdir berkata lain, kehidupan biasa dan membosankan itu tidak pernah datang.
Di tahun 2025, konflik Rusia dan Ukraina akhirnya memulai perang dunia ketiga setelah NATO menerima Ukraina sebagai anggotanya.
Presiden Rusia yang mengetahui Amerika telah menempatkan rudal dan senjata lainnya di perbatasan Ukraina menjadi murka. Terutama negara-negara uni Eropa yang terang-terangan memasok persenjataan ke Ukraina.
Geram oleh perilaku NATO dan Amerika, presiden Rusia menjatuhkan bom nuklir, Tsar Bomba ke ibukota Ukraina, Kyiv.
Peristiwa ini memicu peristiwa berantai lainnya, dan berbagai negara mulai meluncurkan bom nuklir mereka dan memicu perang dunia ketiga.
Meski Indonesia menganggap dirinya termasuk negara non-blok. Pada akhirnya, Indonesia dan negara non-blok lainya dipaksa ikut terlibat.
Terutama Indonesia, yang memiliki bahan utama bom nuklir, Uranium, dan menjadi target keserakahan Amerika.
Amerika menuduh Indonesia mempunyai senjata pemusnah masal untuk mendukung Rusia, sama seperti mereka menuduh Irak beberapa tahun yang lalu. Akibatnya, banyak warga sipil terbunuh oleh bombardir pesawat tempur Amerika.
Brandon hanyalah warga sipil biasa, keluarganya berasal dari keluarga kelas menengah. Mereka tidak mempunyai bunker dan tidak memiliki kesempatan melarikan diri seperti para pejabat dan keluarga kaya.
Hasilnya sudah jelas, ia dan warga sipil lainnya terbunuh dalam upaya Amerika menguasai Indonesia.
Pada awalnya ia cemas, gelisah, takut dan emosi lainnya menghadapi situasi yang tidak bisa dijelaskan ini. Ia juga mengetahui ia telah kehilangan tubuh fisik dan hanya dalam bentuk bola jiwa yang melayang-layang.
Ia telah mencoba mencari jalan keluar dari tempat itu, tetapi tidak peduli seberapa jauh ia berjalan, ia tidak menemukan ujung kegelapan. Seolah-olah tempat ini tidak memiliki batas.
Seiring berjalannya waktu, Brandon kehilangan kesadarannya. Saat ia terbangun, ia syok menemukan dirinya di sebuah kamar mewah dengan gaya abad pertengahan.
Apa yang paling membuatnya tercengang adalah mengetahui dirinya telah menjadi bayi!
Sebagai seorang otaku yang telah membaca manga, dan menonton anime, ia menyadari dirinya telah bereinkarnasi di dunia lain!
Meski para pelayan wanita yang mengurusnya menggunakan bahasa yang belum pernah Brandon dengar, anehnya ia bisa memahami isi percakapan mereka dan mengetahui identitasnya adalah seorang anak keempat Kaisar Diseld dari Kekaisaran Arcadia.
Brandon sangat senang mengetahui fakta ini, dan mengira akan mencapai puncak kehidupan dengan status sebagai seorang pangeran. Namun, kesenangannya berubah menjadi kekecewaan dan kemarahan ketika dia diracuni oleh seorang pembantu pada usia satu bulan.
Dan begitulah di reinkarnasi pertama, Brandon meninggal bahkan sebelum memulai apapun.
__ADS_1
Ia berpikir keberuntungan telah habis. Namun, ia terkejut menemukan dirinya di tempat yang dipenuhi kegelapan.
Setelah beberapa saat, ia bereinkarnasi lagi ke dunia berdasarkan anime [Shingeki no Kyojin].
Bagaimana Brandon yakin ia bereinkarnasi ke dunia [Shingeki no Kyojin]?
Ia terlahir dari seorang pelacur di Bawah Tanah, Kota Mitras. Brandon bahkan menjalin pertemanan dengan Levi Ackerman, karena status keduanya mirip dan sering bertemu.
Tetapi ia sekali lagi harus menerima fakta pahit bahwa ia meninggal pada usia 7 tahun karena menolong seorang anak perempuan yang diculik untuk dijual sebagai budak.
Brandon masih memiliki rasa keadilan tinggi sebagai pemuda yang tinggal di abad 21, ia tidak bisa berpura-pura tidak melihat penculikan di depan matanya.
Perbuatan baiknya malah mengantarkan ke kematiannya.
Para penculik itu tidak peduli bahwa ia masih anak-anak, salah satu dari mereka menikam perutnya menggunakan sebuah pisau.
Brandon akhirnya mati karena kehabisan darah, ditambah tidak ada orang yang mau menolongnya bahkan setelah menemukan kondisinya.
Setelah kematian di reinkarnasi keduanya, ia kembali ke tempat gelap ini dan bereinkarnasi lagi.
Reinkarnasi selanjutnya membenarkan teorinya, ia akan selalu bereinkarnasi ke dunia berdasarkan anime.
Apa yang paling membuat Brandon tidak berdaya, ia akan selalu mati di usia muda. Tidak peduli tindakan pencegahan dan persiapan yang ia lakukan, ia akan selalu mati di usia muda.
Di reinkarnasi keenam, ia bereinkarnasi ke dunia [Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo] sebelum cerita utama dimulai, terlahir sebagai anak kedua pemilik toko sepatu dan adik laki-laki Bukkororii di Desa Iblis Merah.
Ketika Brandon mengetahui Suketto, gadis tercantik di Desa Iblis Merah memiliki kemampuan ramalan, ia mengetahui batas umurnya, yaitu 13 tahun.
Ia telah mencoba mengubah takdir itu. Namun, ia gagal dan kehidupan reinkarnasi keenamnya berakhir.
Apa yang paling membuat Brandon kesal fakta bahwa ia tidak memiliki kemampuan curang atau jari emas di tiap reinkarnasi.
Lihat saja protagonis lainnya, mereka memiliki sistem, cincin yang menyimpan jiwa ahli tak tertandingi, bakat abnormal, menguasai semua elemen dan lain sebagainya.
Dan disini, Brandon tidak mempunyai apa-apa selain bisa bereinkarnasi tiap kali mati. Ia bahkan harus berjuang dan selalu berhati-hati agar tidak mati muda, meski usahanya sia-sia.
“Aku telah menghafal formula Sihir Tingkat Lanjut di Akademi Penjara Merah, itu bisa menjadi modal ku untuk bertahan di reinkarnasi ketujuh ku.”
__ADS_1
“Kali ini aku harus bisa bertahan hidup sampai usia 20 tahun!”
Brandon menetapkan tujuan kecil, yaitu bertahan hidup sampai dewasa!