Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Terungkap


__ADS_3

Hisashi membawa gadis kecil itu ke apartemen dengan aman.


Ketika dia membuka pintu, dia disambut seperti seorang pahlawan yang kembali dari medan perang.


Rei menatap Hisashi dipenuhi adorasi dan kekaguman di matanya. Bahkan Saya, yang mempunyai perasaan untuk Takashi, juga memandangnya dengan cara berbeda.


Aksi Hisashi benar-benar memukau para gadis. Bagaimana tidak, dia seorang diri memasuki kerumunan zombie demi menyelamatkan gadis kecil.


Kecuali Shizuka yang masih tidur nyenyak, dan Saeko yang mengetahui sedikit kebenaran, sebagian dari mereka memuji tindakan tanpa pamrih Hisashi.


Kemudian, mereka mengajukan pertanyaan pada gadis kecil itu.


Nama gadis kecil itu adalah Maresato Alice, berusia 7 tahun, dan diketahui bahwa ibunya baru saja meninggal, dan kini ayahnya juga telah meninggal di depan matanya.


Sesi tanya jawab tidak berlangsung lama, selain fakta kini pukul 1 pagi, semua orang memutuskan tidur.


Satu jam kemudian, apartemen itu sunyi, hanya suara dengkuran Kohta yang terdengar.


Bersandar di dinding sambil memeluk senapan, Ars membuka matanya, kegelapan malam tidak mempengaruhi indra penglihatannya.


Idaten tidak memerlukan fisiologis manusia seperti makan, tidur, ke toilet, dan semacamnya. Ars hanya pura-pura tidur agar tidak terlihat aneh di mata orang lain.


(Plot sudah sangat berubah oleh tindakan Lin Fan. Menurut plot, kelompok ini harus meninggalkan apartemen lebih awal karena Takashi menyelamatkan Alice, tetapi menemui jalan buntu. Pada akhirnya, Saeko dan yang lainnya menggunakan Humve untuk menerobos jalanan yang dipenuhi zombie. Kemudian, mereka menyeberangi sungai menggunakan fitur amfibi yang dimiliki Humve)


(Menilai cara Lin Fan bergerak sebelumnya, kemungkinan besar dia menggunakan semacam teknik langkah kaki... Oh, sepertinya dia mendapat imbalan bagus setelah menyelamatkan Alicel


Proses berpikir Ars terganggu ketika dia merasakan fluktuasi aneh yang datang dari ruangan yang ditempati Hisashi dan Rei.


Ars tidak memiliki kemampuan X-Ray, jadi dia tidak mengetahui situasi di dalam ruangan itu.


Fluktuasi aneh perlahan menghilang, lalu pintu kamar terbuka, dan Hisashi keluar.


Hisashi berdiri di depan Ars dan berbicara dengan suara rendah.


"Jangan berpura-pura tidur, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu, ayo ganti tempat."


Ars membuka matanya, ada keheranan di wajahnya. Cara berbicara orang di depannya sangat arogan, tidak seperti Hisashi, melainkan Lin Fan.


(Menarik, Lin Fan tidak berpura-pura di depan ku. Tampaknya akan ada hal yang menarik terjadi)


Ars berdiri dan berjalan di belakang Hisashi, keduanya meninggalkan apartemen tanpa memberi tahu orang lain.


"[Dragon Travelling Through Nine Heavens]."


Hisashi mengucap nama teknik pergerakannya, lalu sosoknya melesat maju dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.

__ADS_1


"Orang ini tidak berniat menyembunyikan kekuatannya dariku. Apakah dia ingin berurusan dengan ku? Lagipula aku adalah keberadaan yang tidak seharusnya ada di plot, jadi dia ingin melenyapkan ku?"


Banyak pikiran menebak niat pihak lain muncul di benak Ars.


"Lupakan saja, tidak ada gunanya berpikir terlalu banyak. Entah apa yang dia rencanakan, aku pasti bisa mengatasinya."


Ars menggelengkan kepalanya, lalu mengejar Hisashi yang sudah tidak terlihat.


Dibandingkan dengan kecepatan Hisashi yang setara dengan Ferrari, ia tidak ada apa-apanya dibandingkan Ars yang mampu berakselerasi hingga Mach 25, bahkan lebih cepat dari Koro Sensei.


Hanya dalam satu detik, Ars sudah menyusul Hisashi, lalu dia menahan kecepatannya dan berlari dibelakang pihak lain.


"Aku sudah tahu itu, kamu bukan orang biasa. Tidak mungkin orang biasa mempunyai wajah Shin Nouzen, siapa sebenarnya kamu?"


Melihat ke belakang, Hisashi tidak terkejut pihak lain bisa menyusulnya. Dari saat dia melihat wajah pihak lain, dia samar-samar merasa ada yang tidak beres.


"Jangan bilang seolah kamu orang biasa, Lin Fan. Kamu terlihat munafik." Ars berkata sambil tersenyum tipis.


Karena pihak lain telah melakukan ini semua, itu berarti permainannya harus berakhir lebih cepat dari yang dijadwalkan.


Pupil mata Hisashi berkontraksi ketika mendengar namanya sebelum bertransmigrasi.


Berhenti di taman, Hisashi atau sebenarnya adalah Lin Fan menatap Ars dengan kaget.


"Jangan berbicara terlalu keras, kamu menarik zombie disekitar."


*Clik*


Ars menjentikkan jarinya, lalu sebuah penghalang tak terlihat menutupi taman sehingga zombie tidak bisa mendekat.


Itu bukan sekedar penghalang sederhana, melainkan pembatasan ruang yang diciptakan melalui Teknik Tak Terbatas (Limitless).


"Ini..."


Lin Fan mengubah ekspresinya yang sebelumnya bingung menjadi permusuhan yang dipenuhi dengan niat membunuh.


Dia percaya pada pepatah bahwa dua harimau tidak dapat menempati gunung yang sama. Selain itu, dia selalu berpikir bahwa dialah satu-satunya yang spesial dan ditakdirkan untuk mencapai puncak kehidupan.


Bagaimana mungkin dia bisa menerima orang lain bisa berada disposisi yang sama dengannya?


"Ada apa dengan mu? Kita tidak mempunyai dendam satu sama lain, mengapa kamu sangat memusuhi ku?"


Ars mengerutkan kening, tidak paham mengapa pihak lain memancarkan niat membunuh padanya.


"Kita memang tidak punya dendam, tapi salahkan diri mu telah muncul di kehidupan ku. Itulah kesalahan terbesar mu!"

__ADS_1


Sudut bibir Lin Fan membentuk senyuman setelah sistem memberinya misi darurat untuk melenyapkan orang di depannya, dan imbalannya sangat kaya, yaitu basis kultivasinya akan ditingkatkan ke Ranah Kaisar!


Menurut sistem, seniman bela diri Ranah Kaisar dapat hidup 1000 tahun tanpa menua, dan juga mempunyai kekuasaan untuk merobek kekosongan, dan naik ke Alam Atas!


Tanpa basa basi lagi, Lin Fan melompat ke depan, aura ungu menutupi tangannya, dan meninju ke depan.


*BAM*


Terdengar suara teredam keras, yang menarik perhatian lebih banyak zombie disekitarnya. Jika bukan penghalang yang telah Ars pasang, taman itu telah dipadati zombie.


"Apa!"


Senyum di wajah Lin Fan menghilang melihat pukulannya tidak mengenai Ars, melainkan berhenti beberapa centimeter di depan wajah pihak lain.


"Haaa... Padahal aku masih ingin bermain, sepertinya itu tidak lagi bisa dilakukan. Kamu memaksa ku mengambil tindakan, Lin Fan."


Ars menghela napas, mengulurkan tangannya ingin menangkap pergelangan tangan lawan, tetapi Lin Fan bereaksi cepat dan dia menjauh.


"Aku tidak percaya tidak bisa mengalahkan mu setelah aku menerobos ke Ranah Grandmaster!"


Lin Fan baru saja mengkonsumsi Pil Sembilan Revolusi Emas, dan basis kultivasinya menerobos ke Ranah Xiantian, dan bahkan Ranah Grandmaster.


Dengan kekuatannya saat ini, dia tidak takut dengan misil atau tank, itulah sebabnya dia berani menunjukkan kekuatannya di depan Ars.


"Mari lihat bagaimana cara mu bertahan dari Serangan berikutnya."


Mengeluarkan pedang dari cincin penyimpan, Lin Fan memobilisasi Qi Sejati.


"[Sky-severing Strike]."


Qi Sejati yang telah diubah menjadi Qi Pedang, Lin Fan mengayunkan pedang ke arah Ars.


Tanah yang dilalui Qi Pedang terbelah seolah telah ditebas oleh senjata tajam.


"Mengapa nama teknik mu terdengar terlalu berlebihan padahal daya hancurnya tidak sesuai namanya."


Ars tidak mengelak dan membiarkan Pedang Qi menyerangnya.


"Apa?"


Melihat pihak lain tidak terluka, Lin Fan mundur beberapa langkah tanpa sadar.


Serangan itu bahkan bisa membelah rumah, tapi pihak lain tidak terpengaruh sama sekali?


Lin Fan tahu dia telah memprovokasi orang yang sangat berbahaya.

__ADS_1


__ADS_2