
"Akhirnya aku sembuh, Rin benar-benar tidak mengenal belas kasihan. Tapi berkatnya, aku jauh lebih kuat dari diriku 80 tahun lalu."
Brandon atau sekarang bernama Ars, bangkit dari tanah, dan membersihkan debu dipakainya.
Sudah 80 tahun sejak ia reinkarnasi ketujuh ini, bisa dikatakan ini adalah pencapaian yang belum pernah terjadi, ini kehidupan paling lama dibandingkan kehidupan keenam reinkarnasinya digabungkan.
Meski 80 tahun telah berlalu, ia sama sekali tidak menua, penampilannya selalu terlihat seperti pemuda berusia 20an.
"Oi, wanita tua, aku mau pergi bermain!"
Ars berteriak kencang ke arah bukit, tetapi Rin tidak menanggapi dan hanya berdiri diam.
Ia tidak peduli tanggapannya, lagipula ia yakin Rin pasti telah mendengarnya.
*Whooosh*
Kemudian, ia berlari melintasi lautan luas menuju benua terdekat.
Setelah pelatihan intensif, Ars telah berkembang pesat. Jika sebelumnya kecepatan larinya hanya tingkat Transonik, sekarang tingkat kecepatannya telah mencapai Hipersonik (5-10 Mach), tepatnya 7 mach.
"Kecepatan ku jauh lebih cepat dari pesawat tempur, yang hanya mencapai 2 mach. Tapi aku masih lebih lambat dari Koro Sensei, kapan aku bisa seperti dirinya."
Ars mengeluh tidak puas dengan kemampuannya.
Hanya dalam beberapa menit, ia telah menginjakkan kakinya di daratan dan terus melaju ke kota yang dulu pernah dikunjunginya.
Melihat kota tidak jauh, Ars berhenti berlari dan berjalan dengan kecepatan manusia normal.
Begitu memasuki kota, ia terpukau melihat perubahan kota di depannya.
"Wow, Kota Mathias telah sangat berubah dari kunjungan ku terakhir kali, ada banyak hal baru."
Aksi Ars seperti orang udik yang baru pertama kali datang ke kota, beberapa orang lewat menatapnya dengan tatapan sinis. Tapi ia tidak memperdulikan mereka, ia kaget karena perubahan banyak infrastruktur dibandingkan 20 tahun yang lalu.
"Mereka telah menemukan mobil uap, tidak lama lagi sebelum mereka sampai ke peradaban modern."
Memasukkan tangan di saku celananya, Ars mengamati kota dengan penuh minat. Sebagai saksi sejarah, selalu menarik melihat perubahan dunia.
"Apa mata uang 20 tahun lalu masih bisa digunakan..."
Mengambil uang di saku celananya, ia melihat uang di telapak tangannya, bertanya-tanya apakah uangnya masih berlaku.
"Coba saja, jika tidak bisa, curi saja beberapa dompet orang lewat."
Ars bukan orang berprinsip keadilan sejak awal, hatinya tidak akan merasa bersalah hanya karena mencuri.
Dengan kecepatan Hipersoniknya, ia mencuri dompet dari seorang yang tampak kaya.
__ADS_1
"Meski uangnya agak berbeda, nilainya seharusnya tidak terlalu berbeda, kan?"
Melihat tumpukan uang kertas di dompet, ia tersenyum puas. Setelah mengambil semua uang, ia membuang dompet itu ke gang, lalu pergi.
Ars memiliki penampilan tampan, yang menarik perhatian banyak wanita. Jika bukan karena pakaiannya yang terlihat lusuh, akan ada wanita yang mengajaknya berkenalan.
Ia akhirnya tiba di sebuah bar bergaya Amerika bernama Bar Grocery. Begitu ia masuk, banyak tatapan diarahkan padanya oleh pria yang tampak garang.
Melihat itu hanya seorang pemuda udik, orang-orang itu menarik pandangan mereka dan melanjutkan urusan masing-masing.
Ars berjalan ke meja bar, lalu seorang pria berusia 30an, yang merupakan bartender datang.
"Pesan Ale satu gelas." Ars mengatakan pesanannya.
Bartender tidak mengatakan apapun, mengambil sebuah botol di etalase, lalu menuangkan isinya ke gelas di depan Ars.
"Slurp... Um, ini lezat, rasanya masih sama seperti 30 tahun yang lalu. Kerja bagus, cara pembuatannya masih sesuai resep."
Meski datang ke bar, Ars tidak memesan minuman keras. Ale merupakan minuman yang terbuat dari berbagai fermentasi buah.
Mendengar gumamam itu, alis bartender itu sedikit terangkat, pemuda di depannya tampak berusia 20 tahun, tapi ia berbicara seolah-olah sudah tua. Namun, ia tidak bertanya, karena itu bukan urusannya.
"Ngomong-ngomong, dimana Nicholas, aku tidak melihatnya?" Tanya Ars sambil menyeruput gelas.
"Tamu mengenal bos besar?" Bartender itu sedikit kaget.
"Semacam itu." Ars mengangguk, Nicholas temannya, tidak salah mengatakan mereka teman.
"Tuan Nicholas telah meninggal lima tahun yang lalu, sekarang semua bisnis Bar Grocery di kelola oleh cucu perempuannya, Nona Marie."
Bartender agak ragu bos besar berteman dengan pemuda udik di depannya, tetapi entah mengapa ia percaya.
"Jadi begitu... Nicholas telah mati, aku tidak tahu itu. Apa penyebab kematiannya?"
Suasana hati Ars agak buruk, lagipula tidak ada yang gembira ketika mendapat kabar teman baik telah meninggal.
Jika Nicholas terbunuh, ia akan membalaskan dendamnya, jika karena usia tua, ia akan menaburkan bunga di makamnya.
"Tuan Nicholas meninggal di usia 95 tahun karena penyakit jantung." Jawab bartender itu.
"Terima kasih atas infonya."
Ars lega mengetahui temannya meninggal secara alami, menghabiskan minuman di gelapnya, menanyakan lokasi makanan Nicholas, ia menaruh uang di atas meja, lalu meninggalkan Bar Grocery.
Suasana hati ceria ingin bermain berubah menjadi kesedihan dan duka sekarang.
"Tidak heran ada banyak makhluk abadi menjadi gila seiring berjalannya, kehilangan orang berharga memang tidak menyenangkan." Gumam Ars sambil menatap langit.
__ADS_1
Pergi ke toko bunga, ia membeli sekeranjang bunga untuk berziarah, lalu pergi ke pemakaman Nicholas, yang disebutkan oleh bartender.
Dalam perjalanan, Ars menjadi sasaran orang-orang yang menjengkelkan.
"Hei, anak muda, tunggu sebentar."
Seorang pria kekar berambut ikal menghalangi Ars.
"Butuh sesuatu?"
Ars mengerutkan kening, suasana hatinya sedang buruk setelah menerima kabar kematian temannya. Sekarang pria tak dikenal menghadangnya, yang membuatnya kesal.
Jika itu Rin, pria ini sudah dipukul menjadi kabut darah.
"Anak muda, kamu punya wajah yang tampan, apa kamu mau ke Kota Sodom? Aku jamin, disana kamu bisa menghasilkan banyak uang." Kata pria kekar itu menawarkan keuntungan yang memikat.
"Kota Sodom? Kota macam apa itu? '
Mendengar kata 'sodom', itu mengingatkan Ars pada sebuah kaum tertentu di kehidupan sebelum bereinkarnasi.
"Kota Sodom adalah surga bagi pria tampan dan wanita cantik, di kota itu menganut hukum kebebasan. Semua orang berhak untuk mencintai dan dicintai, tidak ada peraturan dan larangan membatasi cinta."
Pria kekar itu mulai membual tentang Kota Sodom, ia bahkan menunjukkan ban lengan pelangi yang dipakainya.
Ada garis hitam di dahi Ars, ia pikir orang ini menghentikannya karena ada masalah penting, ternyata hanya seorang pria gay, yang mempromosikan LGBT.
"Cukup, aku tidak ingin mendengarkan lagi. Tidak peduli seberapa baik kamu merangkai kata-kata mu, itu tidak merubah fakta bahwa menyukai sesama jenis adalah perbuatan sesat dan menyimpang."
Setelah mengatakan itu, ia berjalan melawati pria kekar itu.
"Kamu tidak bisa mengatakan omong kosong, anak muda! Cinta tidak memandang apapun, tarik kembali kata-kata mu!"
Pria kekar itu menjadi marah setelah diejek sesat, ia menghalangi Ars dan memamerkan otot-ototnya sebagai bentuk ancaman.
Akhirnya kesabarannya habis, Ars memang tidak sekejam Rin, karena ia masih memiliki kemanusiaan, perlahan-lahan tapi pasti, kemanusiaannya perlahan memudar seiring waktu berlalu.
"Menyingkir dari jalan ku, manusia. Sebelum aku kehilangan kesabaran ku." Ia berkata dengan nada dingin.
"Minta maaf dulu karena telah menghina cinta murni ku!"
Pria kekar itu tidak tahu dirinya telah memprovokasi makhluk yang tidak boleh diprovokasi.
"Manusia, kamu mencari kematian mu."
Ars memegang tangan pria kekar itu, lalu melemparkannya ke langit sampai ia tidak tidak terlihat.
Orang-orang di jalan yang berniat menonton pertunjukan tercengang melihat adegan itu, mereka menatap ngeri punggung pemuda yang perlahan berjalan menjauh.
__ADS_1
Pria kekar itu telah Ars lempar sampai mencapai mesofer, dan dijamin mati ketika mendarat di tanah.