Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Reuni


__ADS_3

"Ada perasaan berangin di kakiku..."


Meninggalkan ruang besar, Areishia dan para Putri Gadis (Princess Maiden) berjalan sepanjang koridor menuju ruang audiensi.


Mereka berjalan sambil memegang rok agar tidak terangkat saat berjalan agar tidak dilihat satu-satunya laki-laki disini.


"Setelah kamu terbiasa, kamu malah akan merasa pakaian dalam tidak nyaman." Ars menanggapi dengan santai.


Berbeda dari mereka, dia mempertahankan pakaian dalamnya. Tentu saja perilaku tersebut ditentang oleh Luna. Sayangnya pihak yang lemah tidak bisa memveto terhadap pihak yang kuat.


"Kakak Ars suka hal semacam ini." Areishia berjalan seperti biasanya.


Bagaimanapun, tubuhnya telah dilihat dan disentuh oleh Ars. Tidak memakai pakaian dalam hanyalah masalah sepele baginya.


"Ahem, jangan membicarakan topik ini, Areishia."


Ars bisa merasakan tatapan tajam para gadis ke arahnya. Untungnya, dia sudah lama memiliki pola pikir mengabaikan apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya.


Apakah manusia peduli apa yang semut pikirkan?


Jawabannya tidak!


Semakin lama Ars hidup, lambat laun sifat empati dan kepeduliannya hilang.


Setelah berjalan beberapa saat, mereka sampai di pintu besi besar di ujung koridor. Pintunya terlalu besar untuk manusia, tapi itu bukan diperuntukkan bagi manusia, melainkan naga!


"Ini adalah ruang singgasana Raja Naga."


Luna menyentuh bagian tengah pintu dengan tangannya dan melantunkan semacam mantra dalam Bahasa Roh.


Selanjutnya, pintu raksasa itu perlahan terbuka ke dalam.


Ruang singgasana adalah aula gelap tanpa penerangan apa pun.


*Gedebuk*


Pintu tertutup di belakang mereka dengan suara yang sangat berat.


Detik berikutnya...


"Selamat datang, manusia."


Suara aneh terdengar seolah-olah datang dari bawah tanah.


"...!"


Areishia dan Putri Gadis lainnya menahan napas. Hanya Ars yang terlihat tenang.


Cahaya yang menyilaukan muncul di puncak tangga. Apa yang kemudian muncul adalah siluet raksasa yang duduk di singgasana di balik tirai besar yang menutupi langit-langit.


Dua tanduk raksasa yang melengkung. Enam lengan dengan cakar bengkok. Sayap besar dengan bentuk yang ganas.


Siluet yang kuat sedang duduk di singgasana.


Hanya dengan duduk disana, dia sudah memancarkan aura kekuatan yang luar biasa.


Tekanan ini bahkan melampaui Roh Kelas Mitos yang hanya tinggal di Astral Zero.


Areishia hanya sedikit terguncang oleh tekanan itu, tapi lain cerita untuk Putri Gadis dibelakangnya.


Wajah mereka pucat pasi, pupil mata melebar, kesulitan bernafas, dan gejala ketakutan ekstrim lainnya.

__ADS_1


Di hadapan kehadiran Raja Naga yang menakutkan, sepertinya hampir semua orang berlutut tanpa sadar. Bahkan Areishia melakukan hal yang sama sebagai tanda hormat.


"Kakak Ars?!"


Areishia menyadari Ars masih berdiri disaat semua orang berlutut di di depan Raja Naga yang perkasa!


Hal ini menarik kebencian dari Luna dan Putri Gadis yang melayani Raja Naga.


Suasana tempat itu sangat tegang.


"Lama tidak berjumpa, Ars."


Bayangan di balik tirai melihat ke arah Ars, yang juga menatapnya.


"Yeah... Senang bertemu denganmu, Bahamut. Kamu terlihat sangat berbeda dari saat kita bertemu terakhir kali.” Ars merasa melankolis.


"Itu tidak terlalu lama, senang kamu akhirnya mengunjungi ku."


Sebagai sesama makhluk berumur panjang, satu tahun hanya seperti beberapa menit bagi mereka.


Percakapan antara keduanya mengejutkan semua orang yang hadir.


"Kecuali Ratu Suci, semuanya keluar."


"Tapi—"


"Luna Lancaster. Apa kamu ingin aku mengatakannya dua kali?"


"Maafkan aku, Yang Mulia Raja Naga."


Luna menelan kata-katanya. Kemudian dia bersama Putri Gadis lainnya meninggalkan ruang singgasana dan menutup pintu.


"Jadi itu bentuk naga mu. Tidak buruk." Ars memuji.


Bahamut mengamati Areishia dengan serius, lalu terkejut mengetahui gadis itu sudah tidak perawan.


Perlu dicatat, alasan mengapa Putri Gadis hanya terdiri dari gadis-gadis muda, itu karena jika mereka kehilangan keperawanan mereka, mereka akan kehilangan kekuatan mereka dan tidak dapat lagi menggunakan Roh Terkontrak.


Sederhananya, mereka berubah dari Elementalis menjadi gadis biasa. Itu sebabnya, para Putri Gadis sangat menghargai kesucian mereka melebihi apapun.


Bahamut yang memiliki kemampuan melihat esensi jiwa, dia langsung mengetahui rahasia Areishia.


"Itu pasti perbuatan mu, kan, Ars? Tidak buruk, kamu mempunyai selera wanita yang bagus. Tampaknya tipe wanita mu adalah gadis-gadis muda."


"Terima kasih atas pujiannya."


Ars sama sekali tidak peduli dengan sindiran Bahamut.


"(,,>﹏<,,)"


Mendengar percakapan tersebut, Areishia memegangi wajahnya yang merona seperti tomat.


"Engkau adalah Areishia Idriss, Ratu Suci yang memegang Pedang Suci Severian."


Pedang Suci Severian, itulah nama yang orang-orang berikan pada Roh Pedang, Terminust Est.


"Suatu kehormatan bisa bertemu Raja Naga."


"Tidak perlu formalitas, karena kamu adalah kekasih Ars, kamu bisa bersikap seperti biasa."


"Kalau begitu... Baiklah. Senang bertemu dengan mu, Bahamut."

__ADS_1


"Um, senang bertemu dengan mu, Areishia."


Bahamut suka berkomunikasi dengan santai. Statusnya sebagai Raja Kekaisaran Dracunia berarti orang-orang di sekitarnya memperlakukannya dengan hormat, dan tidak ada orang yang bisa dia ajak bicara sebebas dengan Ars.


"Oi, Bahamut, sampai kapan kamu mempertahankan fasad garang mu? Cepat gunakan bentuk manusia mu."


"Baiklah, baiklah, baiklah, kamu sungguh tidak sabar."


Di balik tirai, sosok besar itu menyusut dengan kecepatan yang terlihat dengan mata telanjang. Detik berikutnya, tirai terbuka untuk memperlihatkan gadis cantik telanjang yang terjerat oleh akar yang tak terhitung jumlahnya hingga ke lengannya.


Mata merah tua yang memiliki pesona menggoda, rambut panjang berpendar samar dengan warna lapis lazuli, kulit lebih putih dari mutiara, dan lengan serta kaki ramping sehalus boneka.


"Tutup mata mu, kakak Ars!"


Areishia menutup mata Ars dengan tangannya, dia tidak menyangka Bahamut akan muncul dalam keadaan telanjang.


"Fufu~ tidak ada gunanya kamu melakukan itu, Areishia. Ini bukan pertama kalinya Ars melihat tubuh telanjang ku."


Bahamut merasa geli melihat tindakan Areishia.


"Benarkah itu, kakak Ars?" Areishia menggembungkan pipinya.


"Yang dia katakan benar, jangan khawatir tentang itu, Areishia. Furry bukan tipe ku... Mungkin?"


Bahkan Ars sendiri meragukan pernyataannya.


Gadis kelinci, gadis kucing, dan gadis rubah. Pria mana yang tidak suka ketiga hal tersebut.


"Pokoknya, kakak Ars tidak boleh melihat Bahamut."


Untuk pertama kalinya, Areishia merasa cemburu.


"Terserah kamu." Ars mengangkat bahu dan setuju.


"Tunggu sebentar, aku mencari sesuatu untuk menutup mata kakak Ars."


Areishia mencari-cari kain atau penutup mata. Pada akhirnya, dia hanya menemukan ****** ******** yang disimpan di kantong.


"Areishia, kamu bisa menggunakan itu." Bahamut berkata sambil tersenyum.


"Oke."


Setelah merenung sejenak, Areishia merasa itu adalah ide yang bagus. Lalu dia menyarungkan ****** ******** di atas kepala Ars hingga menutup separuh wajahnya.


"Pufff ha ha ha ha..."


Melihat penampilan konyol Ars, Bahamut tertawa terbahak-bahak.


"Puchi—fffttt"


Bahkan Areishia menahan tawanya.


Mendengar tawa kedua gadis itu, wajah Ars berkedut.


"Kamu memanggil Areishia tidak hanya untuk melakukan hal semacam ini, bukan? Jika iya, maka kami akan pergi."


"Ahahaha~ baiklah, leluconnya sampai disini. Ini hukuman mu karena melanggar janji mu, Ars."


"Janji?"


"Kamu tidak membawakan ku kue saat kamu mengunjungi ku. Aku telah menunggu kedatangan sangat lama, lho~"

__ADS_1


"Cough Cough Cough.... Ayo bicarakan topik utama."


Baru sekarang Ars mengingat pernah berjanji seperti itu. Dia buru-buru mengalihkan topik pembicaraan.


__ADS_2