Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Pelatihan


__ADS_3

*Whooosh*


Di dataran luas, hembusan angin disertai percikan petir kuning melaju dengan kecepatan menakutkan. Namun, jika diperhatikan seksama, itu bukanlah hembusan angin, melainkan seorang pria dan wanita yang sedang berlari.


Gerakan keduanya terlalu cepat untuk bisa dilihat oleh mata telanjang, dan menyebabkan percikan petir karena menerobos hambatan udara.


Dua orang yang berlari dengan kecepatan diluar nalar tidak lain adalah Rin dan Ars.


"Ada apa, Ars, kecepatan mu terlalu lambat."


Seperti shinobi di serial Naruto, Rin berlari dengan kedua tangan ke belakang.


"Jangan terlalu menuntut, Rin. Baru tiga hari sejak kelahiran ku, sulit untuk ku mengimbangi kecepatan mu."


Berlari dibelakang Rin, Ars berlari sekuat tenaganya agar tidak tertinggal. Menurut perkiraan kasarnya, kecepatan sekitar 50 meter/detik atau setara dengan kecepatan subsonik.


Mengabaikan keluhan itu, Rin berkata acuh tak acuh: "Jangan banyak mengeluh, ayo cepat, Ars."


*Whooosh*


Saat berikutnya, Rin meningkat kecepatan larinya sampai supersonik, sosoknya sudah tidak terlihat.


"Aaaa!!! Sialan!"


Menggertakkan giginya, Ars mengerahkan seluruh kekuatan yang ada ditubuhnya, dan kecepatan larinya mencapai 383,6 mph (0,5 mach).


Meski begitu, ia sama sekali tidak menyusul Rin.


"Guru mana yang menyuruh muridnya untuk berlari mengelilingi bumi!!!" Teriak Ars keras.


...


Tiga hari yang lalu.


"Aduh, bisakah kamu memperlakukan lebih lembut."


Ars berdiri setelah dilempar ke tanah oleh Rin sambil menepuk tanah di celananya.


"Mulai hari ini kamu akan tinggal disini."


Rin memutuskan tanpa meminta pendapat Ars.


"Dimana ini?"


Melihat sekeliling, ia melihat laut di kejauhan, ada banyak vegetasi yang belum pernah Ars lihat.


"Ini sebuah pulau di tengah laut, kita akan menjaga segel disini agar Iblis tidak membawa kekacauan ke dunia ini. Untuk berjaga-jaga jika Iblis berhasil merusak segel, kita sebagai Idaten harus melenyapkan mereka. Oleh sebab itu, sebagai Idaten baru, kamu harus berlatih dan menjadi lebih kuat. "


Rin menunjuk sebuah bukit setinggi ratusan meter tidak jauh dari mereka.


Menggaruk belakang kepalanya, Ars berkata bingung:


"Tunggu dulu, ada banyak hal yang belum aku pahami. Sebelum memulai pelatihan, bisakah kamu menjawab beberapa pertanyaan ku, Rin?"


"Kamu ada benarnya, lalu apa yang kamu tanyakan?" Rin merasa itu masuk akal dan setuju.


"Pertama-tama apa itu Idaten?"


Ini keraguan terbesar Ars, Rin telah berulang kali menyebut dirinya sebagai Idaten, yang membuatnya sangat penasaran.

__ADS_1


"Idaten adalah dewa." Rin menjawab singkat, padat dan jelas.


Ars: "😐"


"Eh, hanya itu saja?"


Ars mengira ada penjelasan lebih lanjut, tetapi setelah menunggu beberapa saat, Rin tidak mengatakan apapun lagi.


"Iya, tidak lebih tidak kurang, kita adalah dewa." Rin berkata datar seolah-olah ini pengetahuan umum.


Melihat ekspresi serius Rin, Ars menepuk dahinya. Melalui percakapan singkat ini, ia tahu gadis di depannya adalah orang bodoh.


Mengingat kecepatan tidak manusiawi yang Rin tunjukkan sebelumnya, ia tidak bisa mengidentifikasinya sebagai manusia.


"Aku ganti pertanyaan ku, apa ada Idaten lainnya selain kita berdua?" Ars bertanya.


"Iya, di zaman sekarang hanya ada dua Idaten, aku dan kamu." Rin menunjuk Ars, lalu dirinya.


"Zaman sekarang... Berarti zaman dulu ada banyak Idaten?" Ars memperhatikan kata kunci.


"500 tahun yang lalu, ada sosok Iblis di dunia ini... Iblis kebal terhadap senjata modern, umat manusia hampir menuju kepunahannya. Kemudian, dewa pun muncul yang disebut Idaten dan mengalahkan Iblis. Karena banyaknya jumlah Iblis, kakek dan yang lainnya memutuskan mengorbankan diri untuk menyegel semua Iblis di dunia ini."


"Tugas kita sebagai Idaten yang tersisa adalah bertugas menangani jika segel itu dihancurkan, kamu paham, Ars?"


Melihat bukit itu, ada kerinduan di mata Rin.


"Wow... Ini seperti mendengar cerita fantasi... Tunggu sebentar, kamu memanggil Idaten zaman dahulu dengan sebutan kakek, Rin, kamu sudah hidup lebih dari 500 tahun?"


Awalnya Ars kagum pada Idaten yang rela mengorbankan diri mereka untuk menyegel semua Iblis dan memberikan kedamaian umat manusia, tiba-tiba ia menyadari implikasi cerita itu.


"Tepatnya aku telah hidup selama 556 tahun, itu bukanlah aneh. Lagipula, Idaten abadi." Rin berkata datar.


"Abadi... Ha ha ha..."


Di keenam reinkarnasi sebelumnya, ia selalu mati di usia muda, dan paling lama berhasil hidup sampai usia 13 tahun. Dan sekarang, ia diberi ia tidak memiliki masa hidup, bagaimana ia tidak senang?


"Kamu sangat aneh, tiba-tiba tertawa tanpa alasan." Rin menanggapi.


"Ah, maaf, aku hanya terbawa suasana. Akhirnya aku terlepas dari kutukan mati muda ku."


Rin memiringkan kepalanya, sama sekali tidak mengerti satu pun ucapan Ars.


"Nah, waktunya memulai pelatihan mu." Tidak memikirkan hal-hal rumit, Rin berkata.


"Siap!" Ars menjawab bersemangat.


Dan hari-hari seperti di neraka dimulai.


...


Masa sekarang.


"Sudah terlihat."


Menyipitkan matanya, Ars yang sedang berlari melintasi permukaan air laut, melihat pulau tujuannya.


Secara teknis, manusia tidak mungkin berjalan di atas air, kecuali seseorang mampu berlari dengan kecepatan 108 km/jam (30 m/s), maka orang itu akan bisa berlari melintasi air.


Masalah itu tidak berlaku untuk Ars, yang merupakan seorang Idaten. Meski baru lahir, kekuatannya ratusan kali lebih kuat dari manusia biasa, tapi ia masih bukan tandingan Rin.

__ADS_1


Mengingat latih tanding dua hari sebelumnya, Rin telah meninggalkan bayangan psikologis pada Ars.


*Whooosh*


Ars akhirnya menginjakkan kakinya di pulau, ia tidak berhenti dan terus berlari mendaki bukit tempat segel berada.


Menatap lautan di depannya, Rin berkata dengan nada tidak senang atau kecewa.


"18 jam untuk satu mengelilingi bumi... Kamu sangat lambat, Ars."


"Menurutku itu cukup bagus."


"Tidak, kamu sangat lambat, Iblis bisa dengan mudah menangkap mu dengan kecepatan mu yang sekarang."


Ars mengangkat bahu dan tidak membantah.


Ia belum pernah melihat Iblis, jadi ia tidak tahu apakah yang dikatakan Rin benar atau tidak. Tapi, menilai ia telah hidup di zaman Iblis berkeliaran di bumi 500 tahun yang lalu, seharusnya pernyataan itu benar.


"Ayo mulai pelatihan berikutnya."


Berjalan ke tepi bukit, Rin melompat dari ketinggian ratusan meter.


*BAM*


Tanah di bawah kakinya membentuk kawan kecil, dan ia sama sekali tidak terluka.


"Fisiknya sangat kuat... Kapan aku bisa mencapai tingkatnya..." Ars berkata iri, lalu menuruni bukit dengan hati-hati.


Di hari pertama ketika melihat Rin melompat seperti itu, ia pikir dirinya akan baik-baik saja, mengingat ia juga seorang Idaten, dan melompat tanpa ragu. Alhasil, tubuhnya hancur setelah jatuh dari ketinggian ratusan meter.


Idaten adalah makhluk abadi, ras ini memiliki faktor penyembuhan yang dapat memperbaiki tubuh mereka. Meski begitu, Ars harus mengalami rasa sakit ekstrim.


Ia memang bisa beregenerasi dan tidak mati, tetapi itu tidak berarti ia tidak bisa merasakan sakit.


Ars dan Rin tiba di sebuah tanah luas tanpa ditumbuhi vegetasi, hanya ada batu disini.


"Serang aku dengan seluruh kemampuan mu." Rin berkata acuh tak acuh.


*Whooosh*


Satu lompatan Ars menutupi jarak antara mereka berdua, ia mulai melancarkan pukulan dengan kecepatan tidak bisa dilihat mata telanjang.


"Lambat, terlalu lambat."


Rin menangkis semua pukulan yang datang kearahnya tanpa harus bergerak dari tempatnya berdiri.


"Haaa!"


*BAM*


Rin menangkap kaki Ars, yang menargetkan kepalanya, lalu melemparkannya seperti membuang sampah.


*BOOM*


"Argh..."


Ars menabrak batu dengan keras sampai membentuk jaring laba-laba di batu tersebut.


"Ini tidak akan mudah."

__ADS_1


Mengusap darah di bibirnya, ia menahan rasa sakit di tubuhnya dan melesat ke sisi Rin.


Dan begitulah pelatihan brutalnya di mulai hari ini.


__ADS_2