
Rea sama sekali tidak meragukan masa depan yang dikatakan Ars.
Semua yang ia alami saat ini tidak bisa dijelaskan oleh sains.
Pintu menghubungkan dua tempat berbeda, sembilan monster besar yang berjaga diluar, dan pemilik toko misterius mahatahu.
Memikirkan masa depan yang menantinya, Rea merasa takut dan cemas. Berpikir dia akan dikurung di laboratorium dan diperlakukan sebagai tikus percobaan manusia setiap hari.
Rea ingin menghindari masa depan tragis itu!
Butuh beberapa menit baginya menekan rasa takutnya, dan mengatakan keinginannya.
"Keinginan ku adalah... Tinggal disini."
"Hah?"
Ars tercengang mendengar permintaannya, lalu bertanya untuk mengkonfirmasi: "Nona Rea... Ingin tinggal disini?"
Rea menganggukkan dan berkata: "Um, karena cuma kemalangan menungguku di masa depan, aku tidak perlu kembali lagi. Selain itu, kecuali Mero-chan, aku tidak punya kenalan lain."
"Aku bisa melakukan pekerjaan rumah tangga. Ars-san bisa memperlakukan sebagai pelayan."
Sebagai wanita kaya, ia telah menerima pendidikan etiket dan pelatihan pengantin. Dia menguasai keterampilan memasak, menjahit, jamuan teh, dan sebagainya.
"Kamu benar-benar berpikir diluar kotak, huh."
Ars memuji kecerdikan gadis zombie di depannya. Selama Rea disisinya, gadis itu akan selalu aman kecuali sesuatu yang buruk terjadi padanya.
Permintaan Rea diluar ekspektasinya!
"Tidak boleh?" Tanya Rea dengan mata penuh harap.
"Bisa. Tapi, Nona Rea tidak melupakan ada harga yang harus dibayar, kan?" Ars menunjukkan senyum licik seorang pedagang.
Menghindari tatapan itu, Rea menundukkan kepalanya dan berbicara dengan suara rendah: "Jika Ars-san tidak keberatan, kamu bisa melakukan apapun padaku..."
"Cough Cough."
Melihat sikapnya yang pemalu, Ars tersedak saat minum. Di sampingnya, Restia menatap dengan mata penuh cemburu.
Hanya Est yang tidak mengerti maksud perkataan Rea.
"Ara ara~ Ternyata Ars suka perempuan 'dingin'. Padahal kamu tidak pernah menyentuh ku."
Restia menekan kata 'dingin' secara harafiah.
"Menurutmu, pria seperti apa aku ini? Aku bukan pria yang memeras wanita ketika mereka dalam kesulitan."
"Hawu~"
Ars mencubit pipi Restia hingga pipi gadis itu menyerah dan meminta maaf.
__ADS_1
Interaksi keduanya membuat Est merasa tersisih, ia menarik baju Ars sambil menatapnya.
"Est?"
"Tidak adil. Ars memanjakan Roh Kegelapan, tapi mengabaikan ku."
"Fufu~ Ternyata adik perempuan ku iri, kamu sangat lucu."
"Aku bukan adik perempuan mu!"
"Baiklah. Berhenti berdebat, kita masih punya tamu yang menonton."
Merasakan tatapan aneh Rea, Ars yakin pihak lain berpikir buruk tentang dirinya.
Mengelus dagu Est seperti sedang merawat kucing, dia akhirnya menenangkan gadis itu.
"Hubungan Ars-san dan kedua gadis itu terlihat harmonis. Aku tenang jika bisa tinggal disini." Rea tersenyum cerah, sama sekali tidak khawatir untuk tinggal bersama pria yang baru ditemuinya kurang dari satu jam.
Kembali ke bisnis, Ars berdeham dan berkata serius: "Ahem. Mengenai harga permintaan Nona Rea, kamu tidak perlu membayar dengan tubuh mu."
Dia tidak ingin disalahpahami sebagai nekrofilia.
"Selain tubuh ku, aku tidak mempunyai hal berharga lainnya." Ucap Rea tak berdaya.
"Tidak, kamu memiliki apa yang para elit global inginkan." Ars tersenyum tipis.
Rea adalah gadis yang pintar, ia memahami apa maksud Ars.
Jika dia mengetahui resep Ramuan Kebangkitan yang mengubahnya menjadi zombie, dia tidak akan disiksa di masa depan.
Kini ia khawatir tidak bisa membayar harga yang Ars minta.
"Tentang itu, Nona Rea yakinlah. Selama kamu setuju, serahkan sisanya padaku."
"Aku setuju."
"Tidak buruk. Kamu gadis yang sangat menentukan."
"Lalu apa yang harus aku lakukan?"
"Tidak ada. Duduk saja disitu."
Mengabaikan kebingungan Rea, Ars mengangkat tangannya ke arahnya.
Saat berikutnya, cahaya bersinar dari dada Rea. Di bawah pengawasan semua orang, cairan berwarna hijau muda sebanyak 20 ml keluar dari dadanya.
Menggunakan Dao Penciptaan, Ars menciptakan botol kecil yang seluruhnya terbuat dari berlian, dan cairan hijau masuk ke dalam botol di bawah kendalinya.
(Dao Penciptaan sungguh praktis) Pikirnya dalam hati sambil menutup botol tersebut.
"Transaksi selesai. Selamat datang di Klub Perdagangan Takdir. Mulai hari ini, kamu adalah karyawan ketiga."
__ADS_1
Ars memberikan sambutan hangat kepada pendatang baru.
"Mulai sekarang tolong beri aku saran, bos."
Setelah bangun dari trans-nya, Rea menunjukkan tata krama bawahan bertemu atasan. Dia bahkan mengubah nama panggilan dari 'Ars-san' menjadi 'bos'.
"Um." Ars mengangguk puas melihat sikap Rea.
"Itukah Ramuan Kebangkitan yang kamu bicarakan?"
Mengambil botol di tangan Ars, Restia mengamati dengan hati-hati.
Est tidak terlihat terlalu tertarik.
"Meskipun disebut Ramuan Keabadian, ada banyak batasan. Misalnya, orang yang telah lama meninggal tidak bisa dibangkitkan dengan Ramuan Kebangkitan, paling lama satu hari setelah waktu kematian. Meskipun orang yang dibangkitkan melalui Ramuan Kebangkitan tidak akan menua atau mati secara alami, tapi mereka masih bisa dibunuh. Tentu saja, metode biasa tidak berguna, membakar hingga menjadi abu adalah salah satu metode efektif."
"Peminum Ramuan Kebangkitan dapat dianggap sebagai Abadi Semu yang paling lemah. Bagaimanapun, mereka tidak memiliki kemampuan regenerasi."
Ars memberikan pengantar singkat tentang Ramuan Kebangkitan.
"Oh begitu. Ternyata Ramuan Kebangkitan ini tidak sehebat yang kukira."
Mengembalikan Ramuan Kebangkitan ke tangan Ars, Restia kehilangan minatnya.
"Maaf tidak sesuai harapan mu." Rea meminta maaf.
"Ah, aku tidak bermaksud menyindir mu." Kata Restia.
"Restia, bawa Rea ke kamar mandi dan bantu dia mandi." Ars berdiri dan berjalan menuju rak.
"Baiklah."
"Maaf merepotkan, etooo..."
Baru sekarang Rea menyadari belum mengetahui nama dua gadis di depannya.
"Restia Ashdoll, panggil saja aku Restia. Dan untuk gadis tanpa ekspresi disana bernama Terminust Est."
"Nama ku Sanka Rea, aku harap kita bisa lebih akrab, Restia-san, Est-san."
Setelah sesi perkenalan singkat, ketiga gadis itu pergi ke kamar mandi di lantai dua. Awalnya, Est enggan pergi, tapi karena perkataan Ars, ia juga mandi bersama mereka berdua.
Di lantai satu.
Ars mengeluarkan Ramuan Kebangkitan yang merupakan duplikat Ramuan Kebangkitan dari tubuh Rea.
"Meskipun salah satu kemampuan Rinnegan bisa membangkitkan orang mati, tidak ada salahnya menambah metode kebangkitan lainnya. Dengan ini, koleksi dagangan ku semakin bervariasi."
Melihat barang-barang di rak, ia mengangguk biasa.
"Aku tidak sabar pelanggan berikutnya orang macam apa. Aku menantikannya."
__ADS_1