
Mendengar itu, wajah tanpa ekspresi Ars menunjukkan senyuman tipis yang menghilang dengan cepat.
Pedang di tangannya menghilang, dia berjalan keluar gua.
Sinar matahari terlalu menyilaukan bagi Ars yang telah menjadi Hikikomori selama satu milenium.
"Haaa... Pemandangannya tidak berubah tetapi orang-orangnya tidak lagi sama.”
Menghela nafas, dia merasa nostalgia sejenak.
Karena Ars dengan sempurna menyembunyikan aura Kaisar Abadi, dia tidak berbeda dengan alam itu sendiri, sehingga beberapa burung bertengger di bahunya.
Bahkan kelinci dan rusa datang dan beristirahat di dekatnya. Hewan-hewan merasa dekat dengan alam.
"Ars sangat disukai hewan... Ini tidak pernah terjadi sebelumnya."
Suara Est terdengar kebingungan.
Di masa lalu, tidak ada satu pun hewan berani mendekati Ars. Bagaimanapun, dia aura berbahaya yang dirasakan oleh naluri hewan.
Ars tidak menjawab, tubuhnya perlahan melayang di udara, dan dalam sekejap mata, dia sudah berada di luar angkasa.
Itu bukan teleportasi, tetapi kecepatannya terlalu cepat.
(Kira-kira planet ini seukuran Mars. Daratan lebih luar dibandingkan lautan.}
Dengan ekspresi tenang, Ars mengamati planet di depannya.
"Jadi seperti itu dunia kita tinggal. Aku selalu berpikir dunia ini datar, ternyata itu berbentuk bulat seperti telur."
Suara terkejut Restia muncul dibenak Ars.
(Restia, kamu sudah bangun?)
"Tentu saja, bagaimana mungkin aku tidak bangun setelah Ars mengikat kontrak dengan Nona Pedang Suci." Ada keluhan dalam suara itu.
"Ars adalah Tuan ku, kamu sudah tidak diperlakukan lagi."
"Fufu, Nona Pedang Suci ingin menunjukkan dominasinya? Jangan lupa, aku adalah Roh Pertama Ars, bukan kamu. Justru kamu yang tidak diperlukan, kucing pencuri."
"Ars, kamu pilih aku atau Pedang Iblis itu?"
"Kamu pasti memilih ku, kan, Ars~"
Tidak dapat membantah, Est meminta Ars menentukan pilihannya. Restia tidak mau kalah dan juga menantikan jawabannya.
(Hanya anak-anak memilih, orang dewasa menginginkan semuanya.)
Menghadapi pilihan klise, Ars tidak memilih dan menunjukkan sikap tegasnya.
"Selama aku ada, Ars tidak perlu menggunakannya." Est berkata tanpa emosi.
"Kamu terlalu serakah, Ars, tapi itu juga daya tarik mu." Restia terkekeh, tidak mempermasalahkan keputusan itu.
__ADS_1
Setelah menenangkan konflik kedua Rohnya, Ars mulai menjalankan tujuannya.
Memejamkan matanya, dia mengirim kesadarannya ke Catatan Akashic. Dia ingin mengetahui kebenaran dunia ini.
Melihat Ars fokus, Est dan Restia berhenti berdebat agar tidak menganggunya.
Catatan Akashic adalah perpustakaan yang menyimpan semua informasi tentang alam semesta yang dapat memberikan informasi tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Di setiap dunia, Catatan Akashic mempunyai nama yang berbeda-beda. Misalnya, Buku Kehidupan, Pustaka Agung, Arsip Universal, Ingatan Universal, Mata Dunia, dan sebagainya.
Ars lebih suka menyebutnya sebagai Catatan Akashic.
Di masa lalu, paling-paling dia hanya bisa sedikit mengintip Catatan Akashic pada suatu objek melalui keterampilan [Appraisal] dan mengetahui banyak informasi. Namun, seiring dengan meningkatnya kekuatannya sebagai Kaisar Abadi, mengakses Catatan Akashic di dunia anime hanyalah masalah sepele. Jika itu di dunia kultivasi tingkat tinggi, itu tidak mungkin dilakukan.
Lima menit kemudian, Ars menemukan apa yang dicarinya. Dengan cepat, arus informasi yang sangat besar membanjiri kepalanya. Jika seseorang bisa berada pada posisinya, orang tersebut akan menjadi vegetatif karena kapasitas otaknya tidak bisa menahan informasi tersebut.
"Lagi-lagi Alexandros! Aku akan membunuh mu."
Ketenangan Ars digantikan oleh amarah yang meluap-luap, disertai niat membunuh.
Menurut informasi yang dia peroleh, baik Raja Iblis atau Ratu Suci diciptakan secara artifisial.
Ratu Suci adalah counter yang lahir sebagai respon terhadap kebangkitan Raja Iblis.
Para Tuan Elemental telah memberinya kekuatan luar biasa sebagai seorang Elementalist. Namun, Alexandros juga menuangkan sebagian jiwanya ke dalam Areishia Idriss.
Alexandros bukan hanya dalang kebangkitan Raja Iblis, dia juga diam-diam membuat Areishia sebagai sebuah wadah.
Setelah Areishia menyelesaikan misinya untuk menghancurkan Solomon, jiwa yang dituangkan ke dalam tubuhnya kembali ke Alexandros.
Dengan kata lain, tubuh Areishia kini telah menjadi wadah Alexandros, sedangkan jiwanya telah dimusnahkan sepenuhnya.
Ini juga alasan mengapa Ars tidak menemukan jiwa Areishia di akhirat saat menggunakan [Rinne Tensei no Jutsu].
Tanpa jiwa Areishia eksis, mustahil bagi Ars membangkitkannya. Sederhananya, dia telah kehilangan kekasihnya selamanya tanpa ada peluang bisa bertemu.
Mengetahui itu semua, Ars sangat sangat sangat marah.
Est dan Restia yang terhubung dengan Ars melalui kontrak juga bisa merasakan emosi negatifnya. Kedua Roh tersebut tidak berani berbicara, takut akan memperburuk suasana hatinya.
"Bedebah itu, saatnya menerima karma mu."
Mengayunkan tangannya secara vertikal, Ars memotong ruang di depannya.
Ruang itu robek seperti selembar kertas, memperlihatkan pemandangan dunia lain dibaliknya.
Itu adalah Astral Zero.
Astral Zero adalah dunia lain tempat tinggal para Roh. Pada umumnya Putri Gadis harus melalui Gerbang Astral jika ingin mencapai Astral Zero. Tapi itu tidak berlaku bagi Ars, dia langsung merobek ruang antara dua dunia dan tiba di Astral Zero.
Restia: "Apakah kita benar-benar dibutuhkan?"
Est: "😐"
__ADS_1
Ini adalah pertama kalinya kedua gadis itu melihat manusia melakukan tindakan sihir tanpa bantuan Roh atau Sihir Roh.
Kemunculan Ars yang tidak bisa segera menarik perhatian Roh disekitarnya, merasakan aura jahat padanya, mereka buru-buru melarikan diri.
Ars bahkan tidak melirik mereka, segera [Divine Sense] menutupi seluruh Astral Zero.
Jika dia menggunakan kekuatan penuhnya, [Divine Sense] bisa mencakup seluruh Tata Surya.
Tidak butuh lama menemukan Istana Tuan Elemental Cahaya.
"Ketemu kau!"
Dia terbang dengan kecepatan lebih cepat dari kecepatan cahaya, dan tiba di sebuah istana yang megah dan mewah, yang tidak mungkin dibangun oleh peradaban manusia saat ini.
Karena Ars tidak menyembunyikan kehadirannya sama sekali, para Roh Penjaga muncul satu demi satu untuk menghalangi jalannya.
"Minggir!"
Namun, Ars tidak menghentikan langkahnya. Setiap kali dia berjalan, Roh Penjaga berubah menjadi partikel cahaya dan menghilang.
Setelah mengurus puluhan Roh Penjaga, Ars tiba di bawah sebuah menara berwarna putih bersih, menjulang tinggi di atas halaman yang luas.
Istana Tuan Suci (Holy Lord).
Ini adalah kuil besar yang dibangun untuk memuja Tuan Suci Alexandros.
Dalang sebenarnya di balik malapetaka dunia ada di sini.
Ars menendang dinding itu runtuh dengan suara keras. Melangkah masuk ke dalam, dia langsung merasakan perasaan aneh, tempat ini sangat hening seolah terisolasi.
Menoleh ke belakang, hanya untuk melihat bahwa tembok putih telah dipulihkan tanpa ada tanda-tanda kehancuran.
"Karena pengaruh Pergeseran Astral, sepertinya ruang interior Istana Tuan Suci tumpang tindih dengan kuil para Tuan Elemental."
Segel roh di tangan kirinya bersinar. Ars mendengar suara Restia.
Ars mengangguk sebagai tanggapan, lalu berjalan menuju koridor.
Setelah berjalan menyusuri koridor selama beberapa waktu, muncul di depan matanya adalah tangga besar.
Mendongak, dia bisa melihat tiga pilar cahaya mencapai puncak langit.
Setelah menaiki tangga, apa yang muncul di depan matanya bukanlah kuil para Tuan Elemental tapi sebuah aula terbuka lebar yang terbuat dari batu.
Tidak ada atap di atas aula besar, hanya celah kosong yang ditembus oleh pilar cahaya. Dan di tengah-tengah lima singgasana, di atas singgasana yang dulunya kosong.
"Oh, jarang sekali ada manusia yang bisa mencapai tempat ini, khususnya laki-laki. Selain itu... Kamu juga menjalin kontrak dengan Roh Kegelapan dan Roh Baja. Menarik~."
Duduk di salah satu singgasana adalah seorang gadis cantik berambut pirang yang mengenakan armor. Dia menatap Ars dengan penuh minat.
"Areishia... Tidak, ALEXANDROS!!!"
Melihat gadis di depannya, bibir Ars gemetar, tanpa sadar mundur beberapa langkah. Setelah sadar, kemarahan melonjak memenuhi hatinya.
__ADS_1