Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Hasil Tidak Mengkhianati Kerja Keras


__ADS_3

"Ini tempat yang terakhir."


Menatap brankas bank terbesar di negara Swiss, Ars puas dengan hasil pekerjaannya.


Bank Swiss ini dikenal sebagai tempat teraman penyimpanan uang para miliader dunia. Mereka yang menyimpan uangnya di Swiss tak hanya para pengusaha kelas atas, namun juga para kriminal hingga organisasi terlarang.


Meski bank Swiss memiliki banyak sistem pertahanan canggih, itu semua tidak dapat menghentikan Ars membobol tempat itu.


"Jumlah emas yang aku jarah diperkirakan lebih 150.000 ton, akan butuh beberapa ratus tahun untuk menghabiskan semua kekayaan itu. Di masa depan, aku tidak perlu mengkhawatirkan keuangan ketika bermain-main di dunia lain. Sekarang, aku bisa hidup berfoya-foya seperti para anak-anak hedonis."


Ars hanyalah orang biasa sebelum bereinkarnasi, bahkan di keenam kehidupan reinkarnasinya, kecuali reinkarnasi pertama, dia selalu terlahir di keluarga biasa.


"Urusan makanan dan sumber keuangan telah selesai, selanjutnya adalah mengumpulkan pengetahuan."


Dia telah menentukan prioritas berikutnya, dan terbang meninggalkan bank Swiss.


...


Amerika Serikat, Washington D.C.


"Baru beberapa hari aku ke negara ini, dan aku sudah kembali lagi. Menurut internet, Perpustakaan Kongres merupakan perpustakaan terbesar di dunia, ini tempat terbaik untuk membaca banyak buku."


Melihat bangunan besar dan mewah di hadapannya, Ars merasa tempat ini lebih mirip istana daripada perpustakaan.


Sepanjang jalan, ada banyak manusia membatu dalam berbagai pose. Sebagian besar mereka menunjukkan ekspresi ketakutan.


Ini sudah pemandangan sehari-hari untuknya, dia sudah terbiasa dan bersikap cuek.


Melewati pintu, ada deretan rak buku sejauh mata memandang.


"Wow, ada banyak buku, ada berapa banyak buku yang ada disini."


Karena penasaran, Ars memeriksa informasi Perpustakaan Kongres di ponselnya.


..."Pokoknya ada banyak."...


Melihat banyaknya angka, dia merasa pusing. Dia tidak menyukai matematika bahkan sampai sekarang.


"Nah, dimana rak buku manufaktur senjata api."


Ars tidak kesulitan mencarinya, karena ada komputer yang digunakan untuk mencari buku yang diinginkan.


Setelah menemukan rak buku yang dicarinya, dia kesana.

__ADS_1


Berdiri di depan rak buku manufaktur senjata api, ada ratusan buku yang tersedia.


"Aku tidak tertarik senjata era perang, penampilannya terlihat jelek dan tidak keren. Senjata modern terlihat lebih elegan dan enak dipandang."


Mengambil buku secara acak, Ars membuang buku di tangannya ketika melihat shotgun tahun 80an.


"Katalog Standar Smith & Wesson... Hmm, ini buku yang aku cari!"


Akhirnya dia menemukan buku yang menarik minatnya, berpindah ke meja baca, dia mulai membaca buku dengan serius.


...


Tiga telah berlalu, di meja terdapat setumpuk buku tentang manufaktur senjata api, dan Ars terlihat membalik halaman buku.


"Ini tidak mudah seperti yang aku pikirkan, meski tahu komponen senjata api, tidak mudah menciptakannya dengan [Manifestasi Senjata]."


Menutup buku, Ars menghela napas panjang.


Tidak seperti menciptakan pedang dan senjata sejenisnya, menciptakan senjata api lebih rumit.


Dia telah belajar selama tiga hari tiga malam tanpa tidur dan tanpa makan, tapi belum membuahkan hasil.


"Aku tidak percaya aku tidak bisa! Waktu adalah satu-satunya hal yang paling aku miliki, selama aku giat dan tekun belajar, tidak ada yang tidak bisa."


Siang dan malam silih berganti, ia tidak beranjak dari tempat duduknya dan terus membaca, membaca dan hanya membaca.


Kadang-kadang dia akan mengambil makanan ringan dan minuman soda yang disimpan di [Storage Magic], dan membaca tanpa mengedipkan mata.


Benar, Ars tidak mengedipkan mata saat membaca.


Idaten bahkan bisa hidup tanpa bernapas, tidak mengedipkan matanya bukanlah hal besar.


Entah sudah berapa lama waktu berlalu, dia benar-benar tenggelam dalam membaca dan tidak menyadari berapa lama waktu berlalu.


Selain enam astronot yang mungkin sudah mendarat di bumi dan berkembang biak di pulau terpencil, Ars adalah individu ketujuh, yang tersisa di dunia ini. Jadi, tidak ada orang yang mengusirnya dari perpustakaan.


Perpustakaan Kongres yang dulu dipadati ribuan pengunjung pada hari kerja, kini menjadi tempat angker yang hanya terdengar suara membalik halaman buku.


Di tengah kesunyian malam, suara tawa terbahak-bahak memecahkan kesunyian dan membuat burung hantu yang terbang di dekat perpustakaan menjadi ketakutan.


"Ha Ha Ha... Aku sukses! Hasil tidak mengkhianati kerja keras, jika tidak membuahkan hasil, itu hanya menunjukkan masih kurang kerja keras!"


Orang yang tertawa tidak lain adalah Ars, di tangan kanannya memegang pistol.

__ADS_1


"Ruger Super Redhawk 454 Casull, energi tembak peluru dapat mencapai titik 1.900 kaki per detik. Perpaduan antara kecepatan dan akurasi membuat pistol ini sangat mematikan. Ah, ini senjata api pertama ciptaan ku."


Ars mengelus pistol di tangannya dengan sangat lembut seolah memegang benda paling rapuh di dunia.


"Mari uji coba senjata api apa saja yang bisa aku ciptakan."


Di tangan kirinya yang semula kosong muncul berbagai jenis senjata api.


Colt M1911A1, Desert Eagle, AK-47, M-16, Machine Gun, Magnum Revolver, AW 50, Glock, dll.


"Di masa depan, aku bisa bermain-main sebagai tentara bayaran di masa depan." Ars tersenyum lebar.


Kebosanan adalah musuh besar makhluk abadi. Oleh sebab itu, dia berencana memainkan berbagai peran di masa depan seperti tentara bayaran, pembunuh, koki, pengawal, pengusaha, dan profesi lainya.


"Tujuan ku telah selesai, sudah tidak ada gunanya aku tinggal di dunia ini. Apa aku pergi ke dunia lain berikutnya?"


Ars merenungkan rencana selanjutnya.


Karena 99% manusia membatu, dia enggan tinggal lebih lama di dunia ini.


"Hmmm... Mari periksa grup Byakuya sebelum aku pergi. Seingatku, di anime seseorang dari mereka terjangkit pneumonia, dan karena tidak ada obat di pulau itu, pneumonia menular ke banyak orang. Anggap saja ini bantuan ku karena tidak bisa menyelamatkan umat manusia dari pembatuan."


Naluri bawaan Idaten telah menginduksinya untuk membantu umat manusia di dunia. Tapi tidak ada yang bisa dia lakukan tentang itu.


Dia tahu Cairan Kebangkitan bisa memulihkan manusia yang telah membatu, masalah dia tidak tahu resepnya, kecuali Asam Nitrat.


Jadi Ars hanya bisa menyerah untuk memulihkan umat manusia dari pembatuan.


"Baiklah, sebelum pergi mengunjungi Byakuya dan yang lainnya, obat-obatan perlu dikumpulkan."


Kemudian, dia mencari apotik terbesar di Washington D.C. Karena dia tidak tahu banyak tentang obat-obatan, dia mengambil semua obat yang ada di apotik dan menyimpannya ke [Storage Magic].


Lagipula, ada kemungkinan Byakuya dan rombongannya terjangkit penyakit lain, kan? Tidak ada salahnya mengambil semua obat dan memberikan kepada mereka.


Setidaknya, obat-obatan itu bisa bertahan sampai akhir hayat mereka.


Setelah semua urusannya selesai, Ars langsung terbang ke Jepang.


"Benar juga, di mana lokasi pulau tempat mereka tinggal?"


Tiba-tiba dia teringat hal penting, dia sama sekali tidak mengetahui lokasi Byakuya, dia hanya ingat para astronot tinggal di sebuah pulau tidak berpenghuni tidak jauh dari Jepang.


Lupakan saja, mencari pulau itu membutuhkan sedikit usaha. Kepulauan Jepang tidak sebesar Indonesia, jadi tidak akan memakan banyak waktu."

__ADS_1


Ars terbang melintasi lautan luas.


__ADS_2