Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Bantuan Ars


__ADS_3

Diskusi itu berlangsung sekitar 30 menit. Ars dengan murah hati menjawab tiap pertanyaan yang diajukan Byakuya dan yang lainnya.


Dia juga menunjukkan sihir di depan mereka sebagai bukti keabsahan ceritanya.


Byakuya, Lillian, Shamil, Yakov, Darya, dan Connie merasa pandangan dunia mereka yang selama ini dibangun sedang runtuh saat ini.


"Ini sulit dipercaya..."


Memegang kepalanya, Shamil merasa sakit kepala.


"Dunia lain benar-benar ada, jika para peneliti di NASA mengetahui ini, mereka akan sangat gembira." Connie merasakan jantungnya berdebar kencang.


"Umat manusia telah lama mencari dan meneliti keberadaan kehidupan lain selain di bumi, tapi kita bertemu salah satu dari mereka saat manusia telah membatu. Takdir seolah mempermainkan umat manusia." Darya menghela napas panjang.


"Seandainya manusia tidak membatu..." Yakov juga merasakan kesedihan yang istrinya rasakan.


Ars tidak peduli dengan apa yang mereka pikirkan dan menghabiskan air kepala.


"Nah, Ars. Karena kamu mempunyai banyak kemampuan, bisakah kamu membebaskan manusia dari pembatuan?"


Berbeda dari teman-temannya yang memiliki pikiran rumit, Byakuya berpikir sangat sederhana. Mungkinkah makhluk diluar logika manusia di depannya bisa memulihkan umat manusia?


"Itu benar, jika kamu sangat kuat, tolong bantu umat manusia, aku mohon padamu." Connie menatap Ars dengan tatapan memelas.


"Apa itu mungkin?" Shamil bertanya.


Yang lainnya menatap Ars dan berharap jawaban positif.


Sayangnya, mereka harus menerima fakta pahit.


"Aku telah mencobanya, tapi aku gagal. Tidak ada sihir ku yang efektif membatalkan pembatuan."


Jawaban Ars membuat para astronot kecewa, tapi tidak ada yang menyalahkannya.


"Jadi begitu, lupakan saja. Daripada itu, ayo lanjutkan perjamuannya."


Byakuya mengangkat kelapanya tinggi-tinggi dan bertingkah konyol.


Suasana sedih sebelumnya menghilang seperti kepulan asap tertiup angin.


"Byakuya benar, tidak ada gunanya terus bersedih. Bagaimana kalau aku menyanyikan sebuah lagu? Mungkin ini pertama dan terakhir kalinya kita bisa bertemu dengan Ars."


Lillian bangkit dari kursi dan berdiri di depan semua orang.


"Ohhhh! Sudah lama aku tidak mendengar nyanyian Lillian! Bukankah begitu, Shamil?"


"Jangan berpura-pura mabuk, paman. Ini hanya air kelapa dan bukan alkohol."


Shamil merasa malu melihat seorang pria paruh baya bertindak seperti anak kecil.


"Mungkin kamu tidak tahu, Lillian adalah penyanyi paling terkenal di dunia ini." Connie menjelaskan kepada Ars.


"Menarik, sudah lama aku tidak mendengarkan lagu." Ars berkata dengan penuh minat.


"Ahem, lagu ini berjudul satu langkah kecil."


Lillian berdeham, menenangkan pikirannya, lalu mulai bernyanyi.

__ADS_1


"No where to turn."


"No where to hide."


"Between a rock and a hard place."


"Someone to find."


"I know that times are tough, just down and out."


"****** my faith in tomorrow."


"I’m ready to go but I don’t know where to start."


"Each and every road seems to be calling to me."


"Pulled in every which way, so I made my own path."


"A deep breath and my best foot forward."


"One small step from zero."


"I’m not afraid."


"Cuz the world that we want is right here for us to make."


"Just taking one small step to hero."


"I’ll take the chance."


"I’ll be thinking of the same thing I always do It’s always you."


Meski Lillian bernyanyi tanpa iringan musik, namun tidak mempengaruhi Ars dan terpesona dengan suaranya yang merdu.


Untuk pertama kalinya setelah 200 tahun tidak mendengar lagu, dia mendengar lagu terbaik yang dinyanyikan oleh penyanyi terbaik.


Ars merasa perasaan yang telah lama terlupakan mulai muncul, yaitu kesenangan!


*👏🏻👏🏻👏🏻*


Setelah Lillian selesai bernyanyi, Ars beserta penonton yang hadir bertepuk tangan.


Lillian sedikit mengangkat ujung roknya dan kembali ke kursi.


"Bagaimana, Ars? Nyanyian Lillian sangat bagus, kan? Aku yakin kamu belum pernah mendengar orang menyanyi seperti dirinya."


"Paman, kenapa kamu berbicara seolah-olah kamu yang menyanyi."


"Jangan terlalu memusingkan detail kecil, Shamil. Aku hanya ingin tamu kita tahu betapa berbakatnya Lillian."


"Hmph."


Shamil membuang muka ke samping, dia terlalu malas berdebat dengan Byakuya.


Disisi lain, Lillian sangat senang mendengar pujian Byakuya.


"En, itu musik terbaik dalam 200 tahun aku hidup. Sebagai imbalannya, ambillah ini."

__ADS_1


Ars kembali memulihkan ketenangannya, lalu mengeluarkan berbagai makanan seperti beras, minyak sayur, gula, garam, dll.


Ruangan pun langsung terisi dengan berbagai macam kebutuhan dasar.


Kemunculan semua barang mengejutkan semua orang yang hadir, kecuali Ars yang merupakan biang keladinya.


"Wuah, ada banyak beras! Dengan ini, kita bisa menanam padi!"


Byakuya mencubit pahanya untuk memastikan bahwa ini semua bukan mimpi.


"Apa ini salah satu sihir mu?"


Shamil memeriksa makanan dan menemukan itu semua mempunyai huruf dari berbagai negara.


"Mungkin permintaan ku agak lancang, tapi apakah kamu mempunyai susu bayi?" Darya memberanikan diri bertanya.


"Ah, istriku sedang hamil. Untuk membesarkan bayi, dibutuhkan banyak gizi dan nutrisi agar bisa tumbuh dengan sehat. Jika kamu punya, aku memohon padamu untuk memberi mu beberapa, aku akan melakukan apa saja."


Yakov berdiri di depan Ars dan rela membuang harga dirinya demi anaknya.


"Yakov, Darya..." Connie merasa terharu melihat tindakan Yakov.


"Aku juga memohon, demi kelanjutan keturunan umat manusia, aku mohon berikan bantuan mu."


Membungkukkan punggung di depan Ars, Byakuya meminta bantuan.


Tempat ini adalah pulau terpencil, tidak sulit mendapatkan sumber makanan untuk mereka. Tapi itu akan berbeda untuk bayi dan anak-anak, mereka membutuhkan sumber makanan yang cocok untuk pertumbuhan mereka. Apalagi, hanya ada enam manusia yang tersisa, setiap keturunan yang lahir sangat berharga, mereka tidak mampu kehilangan satu orang pun.


Shamil, Lillian, dan Connie juga memohon, mereka tahu betapa bermanfaatnya jika mendapat bantuan Ars.


Hanya satu lagu yang dinyatakan Lillian telah memberikan mereka pasokan makanan untuk beberapa bulan jika berhemat.


"Baiklah, pertemuan kita juga merupakan takdir. Aku mungkin tidak bisa memulihkan umat manusia dari pembatuan, tapi aku bisa memberikan kalian sumber daya."


Idaten adalah pelindung umat manusia dari kepunahan yang disebabkan pihak luar, karena Ars telah bertemu manusia yang tersisa, sudah kewajibannya membantu mereka bertahan hidup.


Kemudian, ia mengambil ribuan kotak susu bubuk untuk bayi yang tersimpan di [Storage Magic]. Ruang itu sudah tidak muat menampung barang, jadi ia pindah ke ruang lain dan terus mengeluarkan susu bubuk.


"Ini cukup?"


Ars berbalik, melihat ekspresi terperangah semua orang, dan bertanya santai.


"C-Cukup! Ini lebih dari cukup, terima kasih banyak, Ars! Dengan semua ini, manusia dapat terus berkembang!"


Byakuya memeluk Lillian disampingnya tanpa sadar.


"Terima kasih banyak, kamu penyelamat kami... Tidak, kamu menyelamatkan keberlangsungan umat manusia."


Menghapus air mata di sudut matanya, Yakov memeluk istrinya, Darya.


Shamil dan Connie saling melirik dengan malu-malu.


"Itu bagus, aku akan menetap sementara disini, apa boleh?"


Ars ingin melihat perkembangan mereka.


"Tentu saja boleh, malah kamu sangat disambut, Ars." Byakuya tersenyum lebar.

__ADS_1


__ADS_2