Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Ruang Dewa Utama


__ADS_3

Samudra Pasifik adalah samudra terbesar di dunia, yang mencakup sekitar sepertiga luas permukaan Bumi. Namun, ada sosok manusia yang terbang lebih cepat dari kecepatan suara.


Anomali ini terdeteksi satelit yang mengorbit di atas permukaan bumi, di berbagai markas militer negara maju, ada banyak peringatan terkait objek misterius. Sayangnya, tidak ada orang yang menanggapi karena semua manusia telah membatu.


Disisi lain, Ars tidak tahu perbuatannya telah membuat banyak keributan, kabar baiknya tidak ada yang akan mencari masalah dengannya.


"Tidak mungkin, aku tidak salah lihat, kan?"


Dia berhenti berakselerasi karena menemukan di laut terdapat sebuah Speed Boat sedang melaju.


"Apa ada manusia yang selamat dari pembatuan? Seharusnya hanya keenam astronot yang lolos dari sinar pembatuan, lalu siapa mereka?"


Ars merasa ada situasi janggal yang tidak ketahui.


"[Far Sight]."


Jarak antara dirinya dan Speed Boat sekitar 1000 meter, orang-orang di Speed Boat tidak menyadari keberadaannya, tapi mereka tidak sadar sedang diintai.


"Tiga orang pria, umur mereka bervariasi, dan... Apa-apaan pakaian yang mereka kenakan, apakah mereka cosplayer?!"


Alasan dia menyebut mereka cosplayer, itu karena pakaian mereka sangat mencolok. Pria pertama memiliki rambut pirang dan mengenakan seragam angkatan laut dari anime [One Piece], pria kedua memiliki rambut cokelat dan mengenakan jubah Akatsuki dari anime [Naruto], pria ketiga memiliki rambut hitam dan mengenakan seragam militer.


Ketiga pria itu berusia 20an, dan kewarganegaraan mereka berbeda. Itulah informasi yang berhasil dia kumpulkan.


"Siapa mereka? Aku tidak ingat mereka muncul di anime [Dr. Stone]... Menarik, apa mungkin mereka juga sama seperti ku? Tidak ada gunanya hanya menebak-nebak, aku akan menyelinap ke Speed Boat."


"[Light of Reflection]."


Cahaya di sekitar tubuh Ars membias, tak lama kemudian dia menjadi tidak terlihat.


Setelah memasuki mode siluman, dia terbang menuju Speed Boat, dan pelan-pelan mendarat.


Speed Boat itu tidaklah besar, sehingga dia bisa mendengar percakapan mereka.


"Jack, berapa lama lagi sampai kita sampai di Pulau Harta Karun, ini sudah lima hari! Aku muak hanya melihat laut sepanjang hari."


Pria berseragam angkatan laut mengeluh pada pria berseragam militer, yang sedang mengemudikan Speed Boat.


"Berhenti bertanya, aku merasa ingin muntah mendengar mu terus bertanya, Alvin. Jangan menganggu ku mengemudi." Jack melirik Alvin dengan tatapan kesal.

__ADS_1


"Bersabarlah, Alvin. Jangan lupa ini Misi Peringkat D, tidak heran agak sulit diselesaikan oleh kita."


"Tsk, aku tahu, Hideo."


Alvin membuka tutup bir dan langsung minum dari botolnya.


Tidak jauh dari mereka bertiga, melalui percakapan singkat, Ars telah mengetahui nama mereka.


Pria berseragam militer bernama Jack, pria berseragam angkatan laut bernama Alvin, dan pria berseragam Akatsuki bernama Hideo.


(Misi? Peringkat D? Menarik, aku menemukan sesuatu yang luar biasa.) Pikir Ars.


"Fuah~ Minum bir di siang hari itu mantap!" Alvin berkata puas.


"Jangan minum terlalu banyak atau kamu akan mabuk. Bagaimana jika situasi yang tidak terduga terjadi?' Hideo mengingatkan rekannya.


"Situasi tak terduga apa yang bakal terjadi dunia batu ini? Tidak ada manusia selain kita dan para astronot sialan itu, kamu terlalu waspada, Hideo. Jangan terlalu tegang, santai saja."


Mengabaikan peringatan rekannya, Alvin terus meminum bir.


Melihat ini, Hideo menggelengkan kepalanya dan mengapa dia membentuk kelompok dengan orang pemabuk.


Jack yang jarang bicara akhirnya buka suara.


"Kapten benar, meski Misi ini terlihat mudah, Peringkat D tetaplah Peringkat D, dengan kemampuan kita sekarang, bukan tidak mungkin menyelesaikan Misi. Meski kita muncul di Korea Selatan, batas waktu satu minggu yang diberikan Ruang Dewa Utama seharusnya cukup."


Hideo orang yang berhati-hati, dia adalah otak tim ini, jadi dia perlu mempertimbangkan banyak aspek.


"Hideo, aku dengar kamu menabung poin mu, pinjamkan aku beberapa untuk membeli [Busoshoku Haki]."


Alvin meletakkan tangannya di bahu Hideo, dan berbicara sambil cegukan.


"Kenapa aku harus meminjamkan mu poin ku yang berharga, setelah Misi ini selesai, poin ku akan cukup untuk membeli Garis Darah Uchiha. Dan, menjauh dariku, kamu bau alkohol."


"Tsk, pelit."


Di dorong oleh Hideo, Alvin kembali meneguk bir dan tidak peduli dirinya sudah mulai mabuk.


"Oh, benar, kalau tidak salah di antara para astronot ada wanita yang sangat terkenal, siapa namanya..."

__ADS_1


Alvin menoleh ke Hideo.


"Lillian Weinberg, seorang penyanyi Amerika terkenal." Hideo menjawab.


'Lillian! Kapten, sebelum aku membunuhnya, bolehkan aku mencicipinya?"


Alvin membuat gerakan cabul dengan jarinya dan menyeringai mesum.


"Lalukan sesuka mu." Jack berkata acuh tak acuh.


"Yeah! Kapten sangat memahami ku. Kamu juga bergabung, kan, Hideo?"


"Jika kamu memaksa, tidak ada pilihan."


"Apa-apaan tingkah tsundere mu itu, sangat menjijikkan."


"Apa katamu! Beraninya bajingan seperti mengejekku seperti itu."


Alvin dan Hideo bertengkar, dan Jack sebagai kapten hanya mengawasi. Selama tidak ada perkelahian, dia tidak peduli adu argumen.


Mereka bertiga tidak menyadari adanya penumpang tambahan di Speed Boat, dan telah membicarakan banyak hal.


(Ruang Dewa Utama... Jika tebakan ku tidak salah, itu adalah tempat di mana orang-orang dipilih dari bumi dan menjalankan berbagai Misi di dunia anime. Mereka bisa memperoleh kekuatan karakter anime dengan cara membeli menggunakan poin.)


Ars mencerna dan menyimpulkan informasi yang telah diperolehnya.


Dia tidak terkejut tentang keberadaan Ruang Dewa Utama, dia telah membaca banyak novel semacam itu. Plus, dia sendiri seorang Reinkarnator yang akan selalu bereinkarnasi tiap kali mati.


Dia tidak menganggap dirinya istimewa dan berpikir hanya dia satu-satunya yang berbeda. Ars telah lama menduga ada individu lain yang unik selain dirinya, seperti ketiga pria di depannya. Mereka adalah peserta Ruang Dewa Utama.


(Tunggu dulu... Ada yang tidak cocok, orang-orang ini mengetahui plot dengan sangat baik. Bukankah peradaban manusia di bumi saya hancur akibat Perang Dunia Ketiga? Mereka tidak terlihat seperti penyintas yang selamat dari perang...)


Ada banyak pertanyaan dibenak Ars terkait Ruang Dewa Utama, tapi dia khawatir mereka tidak akan memberikan jawabannya bahkan jika dia menyiksa mereka.


Berdasarkan novel yang pernah dibacanya, tempat khusus seperti Ruang Dewa Utama mempunyai protokol keamanan yang sangat ketat, selama ada peserta yang membocorkan informasi apapun tentang Ruang Dewa Utama, entah mereka akan meledak, atau di teleportasi paksa kembabali ke Ruang Dewa Utama.


Oleh karena itu, Ars tidak menunjukkan dirinya dan menunggu dengan tenang.


(Ada juga kemungkinan orang-orang ini tidak berasal dari bumi yang sama dengan ku. Dunia paralel, garis waktu yang berbeda, dan ada beberapa kemungkinan lainnya. Lupakan saja, tidak peduli apa kebenarannya, itu semua tidak ada hubungannya dengan ku. Aku telah memulai kehidupan baru, tidak ada gunanya memikirkan kehidupan ku sebelumnya.)

__ADS_1


Tak menemukan jawaban pasti, Ars tak lagi memikirkan hal-hal rumit. Dia bukan tipe orang yang mudah bernostalgia.


Dia memutuskan untuk tetap di Speed Boat, lagipula ketiga peserta Ruang Dewa Utama juga menuju Pulau Harta Karun, tempat para astronot mendirikan pemukiman. Ars tidak terburu-buru dan membiarkan mereka menjadi pemandunya.


__ADS_2