Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Kompensasi


__ADS_3

Apartemen kelompok Takashi.


Saeko membuka matanya, melirik jam saat ini pukul 4:50 pagi. Dia tersenyum melihat Shizuka yang memeluk Saya ke dadanya.


Turun dari ranjang, dia tidak membangunkan yang lainnya, meninggalkan kamar tanpa menimbulkan suara. Begitu keluar pintu, Saeko terkejut melihat Ars berdiri di depannya.


Saat Saeko ingin menyapanya, Ars mengangkat jari telunjuk di depan bibirnya sebagai isyarat agar diam.


"Shhh... Jangan berbicara, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan berdua saja dengan mu, ikuti aku."


"En." Saeko menganggukkan kepalanya.


Kemudian, mereka berdua meninggalkan apartemen tanpa disadari siapapun.


Di jalanan ada banyak zombie, tetapi mereka tidak bisa mendekati Ars dan Saeko.


Karena penasaran, Saeko mengulurkan tangannya, dan merasakan seperti ada dinding di depannya. Dia tahu ini pasti perbuatan pria di sampingnya.


"Kita mau ke mana?"


Meskipun hanya memakai celemek dan pakaian dalam, Saeko tidak merasakan kedinginan. Namun, ronah merah muncul di wajahnya. Lagipula, dia juga seorang gadis, berjalan di jalanan hanya memakai pakaian minim akan membuatnya malu.


"Disini."


Ars memilih rumah kosong secara acak, membuka pagar, dan memasuki rumah itu.


"Rumah siapa ini?"


Saeko mengira rumah ini mungkin milik Ars atau kerabatnya.


"Aku juga tidak tahu, pemilik rumah ini sudah lama pergi mengungsi. Seharusnya tidak ada masalah jika kita menggunakannya sebentar."


"Ternyata rumah orang lain..."


Saeko tidak menyalah Ars karena memasuki rumah tanpa izin.


Keadaan rumah itu masih terjaga dengan baik. Baru sehari sejak kiamat zombie dimulai, jadi kebanyakan rumah masih dalam kondisi terawat.


"Duduklah."


Ars duduk sambil menyilangkan kakinya, dan menyuruh Saeko.


Lalu Saeko duduk di seberang Ars, dan bertanya: "Apa yang ingin Yamaguchi-san bicarakan sehingga tidak ingin di dengar yang lainnya? Mungkinkah itu terkait Igou-kun?"


Sebelumnya, Saeko melihat laki-laki yang tidur di sofa, tetapi dia tidak melihat sosok Hisashi. Jadi, dia menebak topik pembicaraan ini tentang Hisashi.


"Mengobrol dengan wanita cerdas sangat mempersingkat waktu. Kamu benar, Igou Hisashi... Tidak benar, Lin Fan telah mati beberapa saat yang lalu."


"!!!"

__ADS_1


Saeko sedikit syok mendengar kabar ini, tetapi hanya sebatas itu saja. Hubungan keduanya hanya sesama penyintas yang berusaha bertahan hidup, mereka bukan teman, apalagi kekasih. Selain terkejut, dia sama sekali tidak sedih atas kematian Hisashi.


"Yamaguchi-san yang membunuhnya?" Tanya Saeko meski sudah menebak jawabannya.


"Iya. Namun jangan salah paham, bukan aku orang pertama yang mengambil tindakan, melainkan dia. Setelah kekuatannya membuat kemajuan, Lin Fan menjadi terlalu percaya diri dan angkuh. Dia mengajak ku pergi ke taman beberapa jam lalu, dan ingin menyingkirkan ku. Tetapi dia terlalu meremehkan ku, dan dia harus membayar dengan nyawanya."


"Kalau Yamaguchi-san tidak keberatan, bisakah kamu memberitahu ku alasan mengapa Igou-kun... Lin Fan ingin menyingkirkan mu? Apakah kamu dan dia memiliki konflik sebelumnya?"


Dari penjelasan Ars, ada satu hal yang Saeko tidak mengerti. Mengapa Lin Fan sangat memusuhi Ars sehingga ingin membunuhnya?


Ars menggelengkan kepalanya dan menunjuk ke arah Saeko.


"Alasan Lin Fan melakukan itu semua karena kamu."


"Hah? Aku?"


Saeko terlihat heran dan bingung mengapa konflik mereka melibatkannya.


"Lebih tepatnya Lin Fan mengincar kamu, Takagi Saya, dan Marikawa Shizuka. Dia ingin membangun harem dan ingin kalian menjadi wanitanya. Dia tidak senang melihat mu berhubungan dekat dengan ku, jadi dia berusaha menyingkirkan ku."


Ars tidak menyembunyikan motif tersembunyi Lin Fan dan memberitahu Saeko.


Setelah memahami sebab dan akibat masalah ini, Saeko cemberut. Dia tidak senang Lin Fan menganggap mereka wanitanya tanpa persetujuan mereka.


"Aku mengerti. Kalau begitu, dia hanya bisa menyalahkan keberuntungannya karena memprovokasi Yamaguchi-san."


"Itu bukan urusan ku. Sejak awal, Igou Hisashi sudah mati, dan Transmigrator bernama Lin Fan menggunakan tubuhnya. Sederhananya, dia telah bersenggama dengan orang yang menggunakan tubuh pacar laki-lakinya." Ars berkata acuh tak acuh.


"Yamaguchi-san hanya ingin memberitahu ini?" Tanya Saeko.


"Aku akan meninggalkan kelompok kalian. Lebih tepatnya, aku akan melanjutkan perjalanan ku ke dunia berikutnya."


"Jadi begitu... Kuharap perjalanan Yamaguchi-san berjalan aman."


Mendengar Ars ingin pergi, Saeko tidak mencoba menahannya agar tetap tinggal. Justru dia merasa sedikit lega di dalam hatinya. Dia khawatir suatu hari nanti pihak lain akan menyakiti atau membunuh mereka karena suasana hatinya sedang buruk, dan mereka tidak bisa melewan.


Ars bisa merasakan kelegaan di mata Saeko, tetapi dia tidak marah karenanya. Sebaliknya, dia mengambil Buah Iblis yang dijarahnya dari peserta Ruang Dewa Utama di dunia [Dr. Stone].


"Ini... Buah?"


Melihat Ars meletakkan sesuatu mirip buah di atas meja, Saeko tidak yakin benda di depannya adalah buah karena bentuknya yang aneh.


"Ini adalah Buah Iblis bernama Neko Neko no Mi model Leopard. Buah ini akan memberikan kekuatan regenerasi atau penyembuhan luka fisik lebih cepat dari orang normal kepada orang yang memakannya. Tidak hanya itu, orang yang memakan buah ini akan mendapat kekuatan dan kecepatan macan tutul."


"Ini terdengar seperti dongeng..."


Setelah mendengar penjelasan itu, Saeko takjub ada buah ajaib seperti itu di dunia ini. Tidak, kemungkinan buah itu bukan berasal dari dunianya.


"Yamaguchi-san ingin memberikannya padaku?"

__ADS_1


Dia menebak alasan pihak lain menunjukkan buah itu. Tidak mungkin Ars hanya ingin pamer, kan?


"Mhm. Sebelumnya aku telah mengatakan Lin Fan mungkin bisa menyelamatkan dunia ini, tetap sekarang dia telah mati. Anggap saja Buah Iblis ini kompensasi dariku atas kematiannya. Ngomong-ngomong, hanya satu orang yang bisa memakan Buah Iblis, jadi percuma kalau kamu memotongnya dan membagikan pada semua orang. Selain itu, orang yang memakan Buah Iblis akan kehilangan kemampuan berenangnya selamanya."


"Terima kasih, aku akan menerimanya."


Mengucapkan terima kasih, Saeko mengambil Buah Iblis di atas meja dan mengamati dengan hati-hati. Dia tidak menolak kebaikan pihak lain, karena dia tahu betapa pentingnya kekuatan di dunia kiamat zombie ini.


"Entah kamu memakannya sendiri atau memberikan pada orang lain, keputusannya ada di tangan mu." Ars berkata ringan.


Awalnya dia ingin menyaksikan dan bergabung dengan kelompok protagonis dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebagai penyintas. Namun, tindakan Lin Fan telah mengacaukan hiburan Ars.


Cepat atau lambat, hilangnya Lin Fan (Hisashi) akan diketahui Rei dan yang lainnya. Lalu mereka akan berusaha mencarinya, dan setelah tidak menemukannya, mereka akan menganggapnya telah mati.


Orang yang paling terpukul atas kematian Hisashi adalah Miyamoto Rei. Butuh waktu baginya untuk pulih seperti sebelumnya.


Ars tidak ingin menghabiskan waktunya menonton wanita yang patah hati karena kematian pacar laki-lakinya. Oleh karena itu, dia berencana melanjutkan perjalanannya.


"Meskipun singkat, senang mengenal mu. Busujima Saeko."


Ars mengulurkan tangannya di depan Saeko.


"Aku juga senang bisa mengetahui bahwa ada makhluk supernatural seperti mu, Yamaguchi-san."


Saeko enerima uluran tangan itu, dan keduanya berjabat tangan.


"Yamaguchi Hideo, itu pasti bukan nama asli mu."


"Kamu benar, nama asli ku adalah Ars."


"Hanya Ars? Tidak ada nama keluarga?"


"Aku tidak punya keluarga."


"Maaf, aku menanyakan topik sensitif."


"Tidak perlu meminta maaf, bukan berarti aku kehilangan keluargaku karena kematian atau semacamnya. Sejak awal, aku lahir tanpa keluarga."


Tidak ada fluktuasi emosi pada Ars seolah keluarga tidak penting bagi dirinya. Tetapi Saeko berpikir lain.


"Semoga kamu bisa membentuk keluarga mu sendiri, Ars-san." Saeko berkata tulus.


"... Semoga begitu." Ars sedikit mengangguk.


Setelah mengucapkan salam perpisahan, dia menggunakan Teknik Tak Terbatas (Limitless) dan mendistorsi ruang disekitarnya. Saat berikutnya, Saeko di teleportasi ke apartemen. Agar tidak dilihat siapapun, dia muncul di toilet.


"Waktunya bagiku pergi juga."


Melihat pemandangan dunia ini untuk terakhir kalinya melalui jendela. Lingkaran sihir muncul di bawah kaki Ars, dan sosoknya menghilang seperti hantu.

__ADS_1


__ADS_2