Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Bertemu Kenalan


__ADS_3

Kematian... Ini adalah fenomena yang secara naluri ditakuti semua makhluk hidup. Karena ketakutan akan kematian, itulah manusia mempertajam naluri hidup mereka.


Alasan takut mati itu sederhana. Itu karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi setelah kematian.


Apakah jiwa merekah hancur?


Apakah mereka berasimilasi dengan alam semesta?


Apakah mereka mengalami kelahiran kembali?


Tidak ada yang tahu jawabannya, bahkan Ars yang telah bereinkarnasi tujuh kali pun tidak.


Ia kasus spesial, atau sebuah anomali.


Sampai sekarang, ia tidak tahu mengapa atau siapa yang memberikannya kemampuan reinkarnasi.


Pikiran tentang kematian muncul dipikirannya begitu berdiri di depan makam Nicholas.


"Lama tidak berjumpa, Nicholas. Maaf baru bisa datang, persepsi ku terhadap waktu agak kacau belakangan ini."


Menaburkan bunga di atas makam, Ars berbicara seolah-olah sedang berbicara dengan orang lain.


Ars melihat foto pria tua berambut putih di makam.


"Jadi seperti itu penampilan tua mu. Terakhir kali kita bertemu, kamu masih berusia 50 tahun, aku bahkan tidak mengenali mu."


Ia mengingat pertemuan pertamanya dengan Nicholas.


Waktu itu ia berusia 45 tahun, sedangkan Nicholas seorang pemuda berusia 22 tahun.


Ars suka mengunjungi kota manusia daripada berdiam di pulau seperti Rin. Suatu hari, ia mengunjungi Kota Mathias, saat ia sedang berjalan-jalan, seseorang mencoba mencuri uangnya, dan pencopet itu tidak lain adalah Nicholas.


Nicholas di masa mudanya bukanlah pengusaha sukses seperti sekarang, melainkan seorang pencopet di jalanan. Lagipula, Kota Mathias belum semaju seperti sekarang, ada banyak kriminalitas karena dipimpin oleh penguasa korup.


Tapi siapa Ars? Bagaimana mungkin ia bisa membiarkan manusia fana mencuri barangnya. Alhasil, Nicholas tertangkap, dan dipukuli sampai babak belur.


Nicholas yang ketakutan memohon ampun sambil bersujud.


"Tolong maafkan aku, aku melakukannya demi menafkahi ibuku yang sudah berusia 80 tahun dan adik perempuan yang masih kecil, aku mohon lepaskan aku."


Berkat alasan ini, Ars tidak melemparkan Nicholas sampai langit ketujuh.


Itu alasan yang biasa digunakan oleh penjahat tingkat rendah di novel Tiongkok. Nicholas telah menarik perhatiannya oleh alasan konyol itu.


Untuk menghabiskan waktu, ia menyuruhnya menjadi pemandu, karena itu pertama lainya ia tiba di Kota Mathias.


Kemudian, Ars mengelilingi kota bersama Nicholas sebagai pemandu wisata, walau pun tidak ada yang layak untuk dilihat.


Pemerintahan dari penguasa korup telah menyebabkan orang-orang di Kota Mathias menderita kelaparan, kemiskinan, dan tingginya angka kriminalitas.


Pada akhirnya, Ars menyeret Nicholas ke kediaman penguasa kota dan membunuhnya.


Sejak saat itu, Kota Mathias dikelola Nicholas karena perintahnya.


Hanya orang miskin yang memahami penderitaan orang miskin, di bawah pemerintahan Nicholas yang amanah dan bijak, perlahan tapi pasti, Kota Mathias menjadi kota makmur dan tidak lagi miskin.


Hubungan mereka berdua juga berubah, dari bos dan bawahan menjadi pertemanan.


"Tidak akan yang percaya jika aku mengatakan bahwa penguasa Kota Mathias dan pemilik Bar Grocery yang cabangnya tersebar di seluruh dunia, dimasa lalu ia hanyalah seorang pencopet."


"Aku tidak salah memilih mu, Nicholas."


Ars tersenyum melankolis.

__ADS_1


"Apa kamu Paman Ars?"


Suara ketidakpercayaan dan keraguan seorang gadis terdengar dari belakang.


Mendengar seseorang menyebut namanya, Ars berbalik melihat kebelakang dan menemukan seorang gadis cantik ditemani dua pria kekar berseragam serba hitam di kiri dan kanannya.


Itu adalah gadis remaja cantik dengan tinggi rata-rata dan tubuh langsing. Dia memiliki kulit yang cerah, rambut pirang panjang yang tergerai di atas bahu dan sampai ke pinggangnya. Fiturnya yang paling mencolok adalah sepasang mata biru yang besar dan tajam.


"Kamu adalah... Marie kecil?"


Gadis di depannya mengingatkan Ars pada cucu perempuan Nicholas.


"Kamu benar-benar Paman Ars!"


Cara pemuda di depannya memanggilnya dengan panggilan akrab itu menegaskan keraguan Marie.


"Biarkan kami berdua."


Marie berkata kepada dua pengawalnya.


"Tapi nona..."


"Cukup, orang ini kenalan ku, aku akan baik-baik saja."


"Baiklah, panggil kami jika sesuatu terjadi."


Kedua pria kekar itu menuruti perintah majikan mereka, dan pergi menjauh.


Sebagai penerus Bar Grocery, tidak heran Marie memiliki pengawal bersamanya.


"Marie kecil telah berubah menjadi gadis cantik dan menawan." Ars berkata sambil tersenyum.


"Paman Ars tidak pernah berubah dari dulu." Marie berkata dengan suara rendah.


"En, kakek sering menceritakan masa mudanya, terutama pertemuannya dengan Paman Ars."


Marie berdiri disisi Ars, dan menaburkan bunga yang dibawahnya.


"Kamu tidak takut padaku?"


"Mengapa? Apakah Paman Ars ingin melakukan hal buruk padaku?"


Melihat senyum picik di wajah Marie, Ars menghela nafas. Gadis kecil yang imut dan polos telah berubah menjadi gadis penuh perhitungan.


"Lupakan saja, anggap saja aku tidak pernah bertanya." Ars berkata santai.


"Siapa sebenarnya Paman Ars?"


"Wow, kamu sama sekali tidak menyembunyikan motif mu."


"Itu tidak perlu, Paman Ars bukan orang jahat."


"Dari mana sumber kepercayaan mu berasal."


Ars menggaruk belakang kepalanya, lalu bertanya balik.


"Untuk apa kamu bertanya? Ingin mencari tahu sumber keabadian ku?"


Semakin kaya seseorang, semakin takut orang itu menghadapi kematian.


Itu dapat dilihat dari catatan sejarah, para Kaisar dan Raja berusaha menemukan cara untuk menjadi abadi. Bahkan di zaman modern, para elit global membangun fasilitas penelitian untuk meneliti umur panjang.


Bagi makhluk fana, keabadian sangat menggoda mereka.

__ADS_1


Hanya makhluk abadi tahu bawah keabadian tidak lebih kutukan paling kejam.


Ars mulai menyadari ini baru-baru ini, orang-orang terdekatnya mati dan meninggalkannya seorang diri.


"Paman Ars salah paham, aku hanya ingin tahu, jika kamu tidak mau bilang, tidak apa-apa untuk tidak mengatakannya."


Marie buru-buru menjelaskan, ia tidak ingin memiliki sisi buruk di depan pamannya.


"Aku hanya bercanda, kamu masih kikuk seperti biasanya, Marie kecil." Ars berkata sambil menggosok rambut Marie.


"Jangan memperlakukanku seperti anak kecil, aku sudah dewasa."


Marie membusungkan dadanya yang besar.


"Yeah, kamu bukan lagi anak kecil."


Untuk alasan tidak diketahui, Ars tidak bernafsu pada wanita manusia. Jadi, ia memperlakukan Marie hanya sebatas kenalan.


"Baiklah, tidak salahnya memberitahu mu."


"Benarkah?"


"Iya, karena ini akan menjadi cerita yang panjang, mari pindah tempat."


"Tempat tinggal ku ada disini, ayo ke sana."


Dengan ekspresi bersemangat, Marie menarik tangan Ars menuju mobil uapnya, yang diparkir di area luar pemakaman.


Kedua pengawal saling menatap heran, ini pertama kalinya mereka melihat nona muda mereka memegang tangan pria, lalu mereka duduk di kursi depan.


Mobil melaju meninggalkan pemakaman, beberapa menit kemudian mobil memasuki vila mewah, yang memiliki halaman luas.


Melihat dari balik jendela, Ars tidak terkejut melihat kemewahan di depan matanya. Faktanya, ia juga sedikit terlihat atas kesuksesan Nicholas.


Ada banyak orang serakah terhadap Kota Mathias, setelah kota itu maju dan makmur dibawah pemerintahan Nicholas. Oleh sebab itu, ada banyak pembunuh dikirim untuk membunuh penguasa kota, sayangnya mereka tidak pernah kembali setelah memasuki kediaman penguasa kota.


Itu semua karena Ars tinggal di sana untuk sementara waktu untuk menjaganya, setelah Nicholas benar-benar meletakkan fondasinya, baru kemudian ia tidak ikut campur lagi.


Alasan Ars melakukan itu semua bukan karena kebaikan, melainkan caranya untuk menghilang kebosanan yang ia rasakan.


"Selamat datang, nona."


Turun dari mobil, Marie disambut dua baris pelayan dan seorang kepala pelayan.


"Sebastian, siapkan makan siang terbaik, hari ini ada tamu istimewa datang." Marie berkata dengan sikap elegan seperti bangsawan.


"Dimengerti, nona."


Kepala pelayan bernama Sebastian menahan rasa syok dihatinya ketika ia melihat Ars, ia telah menjadi kepala pelayan dari generasi Nicholas, dan sekarang ia telah berusia lebih 80 tahun. Tentu saja ia telah melihat Ars di masa lalu bersama Nicholas.


Melihat Ars masih terlihat seperti puluhan tahun yang lalu, Sebastian mengira penglihatannya sudah memburuk atau orang di depannya hanya terlihat mirip.


"Ayo masuk, Paman Ars." Marie berkata lembut.


"En."


Ars mengikuti Marie memasuki vila.


Tubuh Sebastian sedikit gemetar, nona mudanya memanggil pemuda itu dengan sebutan paman.


(Apakah itu benar-benar dia?)


Ada banyak keraguan dibenak Sebastian, tapi sebagai kepala pelayan berpengalaman, ia menahan pikiran rumit itu, dan memerintah para pelayan untuk menyiapkan perjamuan terbaik.

__ADS_1


[Catatan Penulis : MC berada di anime Heion Sedai no Idaten-tachi]


__ADS_2