
Ars menetap di Tanah Air Panas selama enam bulan. Karena dia tidak memiliki tujuan tertentu, dia menikmati kehidupan yang boros.
Ketika ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, dia akan membeli tanpa berpikir dua kali. Kecuali pada reinkarnasi pertama terlahir sebagai putra kaisar, latar belakang keluarga kehidupan di reinkarnasi lainnya hanya biasa-biasa saja, dan malah miskin.
Jadi Ars sangat senang memiliki begitu banyak kekayaan sehingga menurutnya uang hanyalah angka.
Sumber daya emas sebuah dunia tidak bisa diremehkan!
Namun, akhirnya ia merasa bosan setelah liburan terlalu lama. Dan hari ini, ia memutuskan meninggalkan Tanah Air Panas.
"Jika saja ada internet dan game, aku bisa mengurung di kamar sampai puluhan tahun."
Ars merindukan hiburan peradaban modern.
Setelah 10 menit berjalan, langkah kakinya berhenti.
"Sudah tidak ada orang, jangan bersembunyi seperti tikus."
Tiba-tiba tiga orang pria muncul mengelilingi Ars.
"Tidak buruk, kamu dapat menyadari kehadiran kami."
Salah satu pria dengan bekas luka di mata kanannya berbicara dengan nada mengejek.
"Apa yang kalian inginkan?"
Ars sudah menebak tujuan pihak lain.
"Serahkan semua emas mu sebelum pergi, jika tidak..."
Pria itu menjilat pedangnya untuk mengintimidasi.
"Jadi ini perampokan, huh... Sepertinya tindakan hedonis ku belakangan ini telah menarik keserakahan." Ars mengusap dagunya sambil bergumam.
"Bos, orang ini dungu, dia tidak menyadari situasinya."
Pria kekar yang memegang kapak mengira target mereka bodoh karena tidak menunjukkan rasa takut.
"Bos, tidak perlu banyak bicara dengannya. Kita rampas saja emas." Pria lainya kesal karena sikap cuek Ars.
Pria dengan bekas luka mengangguk, mengarahkan pedangnya ke depan, dan mengancam.
"Pilih harta atau nyawa? Lupakan saja, melihat kamu begitu dungu, akan kuberikan kematian tanpa rasa sakit."
Di mata Shinobi, orang-orang yang tidak bisa menggunakan Ninjutsu tidak berbeda dengan semut, yang bisa mereka injak kapan saja. Terutama di era ini, dimana lima desa besar belum tercipta dan menggunakan hukum rimba.
"Tsk Tsk Tsk... Hagoromo, keputusan mu mengajarkan Ninshu kepada manusia adalah kesalahan."
"Kau..."
Sebelum mereka marah, mereka melihat Ars melambaikan tangannya, dan bola api membakar mereka.
"ARGGHHH!!!"
__ADS_1
Teriakan ketiga orang itu tidak berlangsung lama sebelum tubuh mereka menjadi abu, dan hanya menyisakan tanah yang terbakar.
"Nah, kemana tujuan ku selanjutnya."
Ars melanjutkan perjalanannya tanpa menoleh.
...
Waktu berlalu seperti air mengalir, tanpa sadar 800 tahun telah berlalu!
Ninjutsu semakin banyak dikuasai banyak orang, dan mereka membentuk klan atau faksi masing-masing.
Saat seseorang mempunyai kekuatan, semakin besar pula ambisi yang dimiliki.
Bahkan di dunia sebelum Ars bereinkarnasi, sejarah manusia dipenuhi peperangan.
Alhasil, dunia jatuh ke peperangan atau lebih dikenal dengan sebutan Periode Negara Berperang (Sengoku).
Negara-negara kecil dan faksi terus berperang satu sama lain untuk mendapatkan lebih banyak kekuatan, tanah, dan pengaruh di antara wilayah tersebut.
Periode itu dipenuhi kekerasan dan pertumpahan darah yang tak ada habisnya, dengan masing-masing negara mempekerjakan Shinobi bayaran dan menjepit mereka satu sama lain.
Pertumpahan darah yang terus-menerus semakin menimbulkan kebencian dan permusuhan antara klan yang berperang karena pertempuran terus-menerus antara klan yang sama menyebabkan balas dendam pribadi.
Ars telah menjadi saksi perkembangan sejarah dunia ini dan satu-satunya orang yang masih bertahan dari era Rikudo Sennin selain Gamamaru, Pertapa Ular Putih, dan Katsuyu.
Dia juga telah bertemu secara langsung dengan kesembilan Bijuu yang tersebar di seluruh dunia ketika sedang mengembara.
Melalui pertemuan itu, ia memahami energi yang ada pada klon setara dengan Chakra Rokubi.
Meskipun Ars tidak berada di kondisi primanya, dan jumlah energinya lebih lemah dari Shicihibi, Hachibi, dan Kyubi, tetapi ia masih mengalahkan mereka.
Lagipula, jumlah energi tidak menentukan seberapa kuat seseorang.
Bukankah chakra Uchiha Madara tidak seberapa dibanding chakra Kyubi dan Bijuu lainnya? Tetapi pada akhirnya, Madara bisa mengalahkan dan mengendalikan mereka.
"Haaa.... Apakah bakat ku begitu buruk? Mengapa memahami Kitab Suci Luar Angkasa lebih sulit dari Kita Suci Fisik? Sudah 200 tahun, tetapi hanya sedikit kemajuan!"
Duduk di tepi sungai, Ars merendam kakinya di air jernih, dan bergumam tidak jelas.
"Tampaknya bakat ku di elemen spasial biasa-biasa saja. Jika bukan karena keabadian ku, aku akan mati sebelum memahami apa pun."
"Lupakan saja, yang paling tidak aku kekurangan adalah waktu. Pokoknya aku harus menguasai Ruang Rahasia (Cryptic Space) sebelum melanjutkan ke dunia selanjutnya."
Ars telah memperoleh dua gulungan setelah membunuh Lin Fan, yaitu bab Fisik Ketidaksempurnaan Kekosongan dari Kitab Suci Fisik, dan Ruang Rahasia dari Kitab Suci Ruang Angkasa.
Fisik Ketidaksempurnaan Kekosongan telah mencapai Setengah Penyelesaian, dan dia bisa pergi dari segel kapan saja. Tetapi setelah memikirkan hati-hati, dia memilih melanjutkan berkultivasi, dan memutuskan mengolah Ruang Rahasia.
Pengalaman sebelumnya telah mengajarkannya untuk lebih berhati-hati. Dia tidak ingin keberadaan terkuat di dunia tujuannya berbalik melawannya karena kedatangannya yang tidak diundang.
Oleh sebab itu, ia memutuskan mengolah Ruang Rahasia alih-alih pergi. Lagipula, lingkungan bulan sangat cocok untuk mengolah salah satu bab Kitab Suci Ruang Angkasa.
Jika ia berhasil mengolah Ruang Rahasia, maka itu akan memungkinkan untuk menyembunyikan dirinya dari semua orang, bahkan langit pun tidak akan bisa mendeteksinya, dan ia tidak perlu khawatir dianggap penjajah.
__ADS_1
"Tanpa disadari usiaku sudah 1048 tahun, bahkan lebih tua dari Rin."
*Tap Tap Tap*
Terdengar suara langkah kaki mendekat dari belakang.
Ars kembali sadar dari lamunannya, menoleh ke belakang, ia melihat seorang anak laki-laki mengenakan pakaian mirip kimono bewarna hitam datang.
"Apa yang kamu lakukan sendirian disini, paman?" Tanya anak laki-laki itu pemasaran.
Awalnya ia waspada terhadap orang asing di depannya. Tetapi setelah tidak merasakan adanya chakra dari pihak lain, dia lega itu hanya orang biasa.
*💢*
"Omong kosong! Siapa yang kamu panggil paman, bocah nakal! Tidakkah kamu melihat aku masih di masa muda ku? Usia 20 tahun selamanya!"
Ars mengenali anak laki-laki di depannya, setelah menenangkan keterkejutan di hatinya, ia menolak disebut paman meski usianya lebih tua dari leluhur manapun.
"Tsk, kamu marah hanya karena hal kecil seperti itu. Kamu orang dewasa yang berpikir sempit."
Anak laki-laki itu mendecakkan lidahnya, dan tidak berniat meminta maaf. Kemudian duduk tidak jauh dari Ars dan juga memasukkan kakinya ke air.
"Kamu sendiri bocah yang kasar." Ars membalas.
"Hmph, bertengkar dengan anak kecil, sangat tidak dewasa." Anak laki-laki itu mencibir.
"Kau... Terserah. Ngomong-ngomong, siapa nama mu, bocah?"
"Hah, kenapa aku harus memberitahu mu namaku?"
"Jadi kamu ingin aku panggil bocah nakal? Tampaknya kamu sangat menyukainya."
"😐"
"Madara, itu namaku. Kamu sendiri siapa, paman?"
"Namaku Ars."
"Nama yang aneh..."
*Tap Tap Tap*
Suara langkah kaki lainnya terdengar.
Mereka berdua menoleh secara bersamaan dan melihat seorang anak laki-laki seusia Madara muncul sambil mengangkat tangannya.
"Aku hanya kebetulan lewat." Anak laki-laki itu menunjukkan senyum ramah.
"Siapa kau?" Tanya Madara waspada ketika merasakan pihak lain memiliki chakra.
"Namaku Hashirama, aku tidak bisa memberitahu nama depan ku." Jawab Hashirama.
Ars menonton interaksi reinkarnasi Indra dan Asura di generasi ini. Faktanya, ini bukan pertama kalinya ia bertemu dengan reinkarnasi mereka berdua.
__ADS_1
Selama 800 tahun ini, ia telah bertemu sebanyak dua kali, dan yang ini keempat kalinya.
(Huuu... Aku bertemu orang yang merepotkan.) Pikir Ars.