Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Periode Sengoku Berakhir


__ADS_3

Setelah Ars mencuri ketiga Fuinjutsu itu, ia langsung pergi meninggalkan lokasi tanpa meninggalkan jejak.


Baru keesokan harinya pria paruh baya itu bangun dan menyadari seseorang telah menyusup ke ruang penyimpanan teknik. Akibatnya, Klan Uzumaki merasa terhina sekaligus marah. Mereka mengerahkan banyak orang untuk mencari dalang kejadian ini, namun setelah seminggu mencari, mereka tidak menemukan petunjuk apapun, dan dengan enggan mereka menyerah mencari.


Di sisi lain, Ars berniat mencari tempat terpencil untuk mempelajari ketiga Fuinjutsu tersebut.


Untuk menghindari Shinobi yang berperang, ia memilih terbang di ketinggian 10.000 meter.


"Bahkan negeri ini juga terpengaruh oleh peperangan, huh."


Ars tiba di Tanah Air Panas (Yu no Kuni). Tempat ini tidak seindah dulu, banyak usaha penginapan dan pemandian air panas bangkrut karena tidak ada wisatawan yang datang.


Siapa yang ingin liburan ke tempat wisata saat seluruh dunia sedang berperang?


Berjalan di jalan yang sepi, Ars merasakan tatapan orang-orang yang mengintip dari dalam rumah.


"Sepertinya aku tidak disambut." Gumamnya pelan.


Dia memahami perasaan ketidakberdayaan dan penderita orang biasa saat ada perang. Sebelum bereinkarnasi, ia juga memiliki pengalaman yang sama, dan terbunuh di Perang Dunia Ketiga.


"Kakak, apakah kamu punya makanan?"


Tiba-tiba seorang gadis kecil berusia sekitar 7 sampai 8 tahun menghampiri Ars.


"Memangnya kamu belum makan, gadis kecil?" Tanya Ars sambil berjongkok di depan gadis kecil itu.


Gadis kecil itu dengan polosnya menggelengkan kepalanya.


"Aku dan ibu sudah dua hari belum makan. Para Shinobi mendatangi desa dan mengambil makanan tiap rumah."


"Jadi begitu."


Ars mengerti mengapa penduduk desa mewaspadai dia. Mereka mungkin mengira dia akan menjarah makanan mereka seperti Shinobi sebelumnya. Lagi pula, pakaiannya tidak terlihat seperti orang biasa.


"Makanlah."


Dia mengambil roti baguette dari [Storage Magic].


"Wow, dari mana munculnya roti ini?"


Mata gadis kecil itu berbinar cerah melihat makanan setelah dua hari tidak makan. Dari sudut pandangnya, roti itu muncul dari udara tipis.


"Jangan pedulikan itu, cepat makan. Bukankah kamu lapar?"


Melihat air liur menetes di mulut gadis kecil itu, Ars menaruh roti ke tangannya


"Terima kasih, kakak."


Setelah berterima kasih, gadis kecil itu makan dengan lahap.


"Hmm? Kenapa tidak dihabiskan?"


"Ini untuk ibu ku."


"Kamu anak yang berbakti."


Meskipun gadis kecil itu terlihat belum kenyang, ia hanya makan setengah roti.


Ars menepuk kepalanya dan berkata sambil tersenyum: "Makanlah sampai habis, kakak akan memberikan mu satu lagi."


"Benarkah? Kakak orang yang baik!"

__ADS_1


Gadis kecil itu menghabiskan memakan roti sampai habis.


Ars selalu menepati kata-katanya. Dia memberikan gadis kecil itu roti baguette lagi, dan juga mengantarkannya sampai ke rumah.


Dia khawatir ada orang yang merebut makanan gadis kecil itu.


Ketika kelaparan manusia melewati batas toleransi, integritas dan moral dikesampingkan, dan orang akan melakukan apa saja untuk bisa makan.


Ternyata keputusan Ars tepat.


Ada beberapa pemuda kelaparan yang menatap roti di tangan gadis kecil itu dan mencoba merampoknya, tetapi aksi mereka dihentikan oleh Ars.


Bukan memukuli mereka, dia malah memberikan mereka makanan.


Dia pernah berada di posisi mereka, jadi dia tidak akan bertindak kejam.


Kadang-kadang, orang melakukan kejahatan bukan karena mereka ingin, tetapi dipaksa oleh keadaan.


Setelah mengantar gadis kecil itu selamat sampai rumah, Ars pergi setelah meninggalkan banyak makanan di rumah itu.


(Jika mereka berhemat, mereka tidak akan kelaparan selama tiga bulan.) Pikir Ars.


...


Di bawah air terjun, seorang pemuda berambut hitam duduk bersila, dan membiarkan tekanan air menimpa dirinya.


"Bakat ku terlalu buruk, butuh 10 tahun untuk menguasai ketiga Fuinjutsu tersebut. Tanpa ada seseorang membimbing ku, ini memang tugas yang sulit."


Membuka matanya, Ars tersenyum kecut.


Melompat ke tanah, tubuhnya yang basah dengan cepat kering.


"Sudah lama aku mengasingkan diri, aku ingin tahu situasi perang saat ini." Gumamnya sambil mengenakan pakaian.


Ars sangat menyukai perasaan ketika terbang.


Mengingat Ninjutsu terbang sangat langka dibandingkan Bijuu, ia tidak perlu khawatir dicegat orang lain. Selain itu, ia dapat mengamati situasi di daratan.


"Apakah perang sudah berakhir? Mungkinkah Madara dan Hashirama sudah mendirikan Desa Konohagakure?"


Sepanjang jalan, Ars tidak menemukan satu pun pertempuran antar klan. 10 tahun yang lalu, pertarungan terjadi di banyak tempat.


"Ayo verifikasi."


Ars terbang ke arah tempat pertemuan pertamanya dengan Madara dan Hashirama.


30 menit kemudian, dia melihat hutan yang dulunya lebat kini telah berubah menjadi desa dengan banyak bangunan yang masih dibangun.


"Ternyata dugaan ku benar.... Periode Sengoku akan segera berakhir."


Ars tahu betapa pentingnya Desa Konohagakure.


Desa Konohagakure terdiri dari gabungan banyak klan seperti Senju, Uchiha, Hyuga, Yamanaka, Nara, Akimichi, Inuzuka, Aburame, dan klan lainnya.


Melihat banyaknya klan bersatu dan membentuk sebuah desa, itu memberikan ancaman hebat bagi klan yang masih tersebar, sehingga mau tidak mau, mereka juga harus bersatu dengan Klan lainnya untuk membangun desa yang bisa bersaing dengan Desa Konohagakure.


Pada akhirnya, akan terbentuk lima desa besar dan banyak desa kecil lainnya.


...


Di atas dataran tertinggi Desa Konohagakure, dua pria berdiri berdampingan sambil menyaksikan pembangunan desa.

__ADS_1


Kedua pria itu tidak lain adalah Uchiha Madara dan Hashirama Senju.


"Apa kau masih ingat saat kita mengobrol disini saat masih anak-anak?" Tanya Hashirama.


"Yeah..." Jawab Madara sambil menangkap daun berlubang yang terjatuh ditiup angin.


"Aku kira itu cuma mimpi... Aku bisa mewujudkannya jika aku mau, namun..."


"Mimpi yang menjadi kenyataan."


Hashirama melanjutkan kalimat Madara.


"Pimpinan Shinobi yang melindungi Negara Api dari ancaman... Kita beri sebutan 'Hokage', bagaimana pendapat mu?" Hashirama menanyakan pendapat teman baiknya.


"Apa itu?" Madara bertanya balik.


"Negara Api meminta kita untuk menetapkan seorang pimpinan dari sebuah desa. Aku ingin kau memimpinnya menjadi Hokage." Kata Hashirama, lalu melanjutkan: "Kau tidak memiliki saudara lagi, namun aku ingin kau menganggap semua Shinobi di desa sebagai saudara mu."


"Aku ingin kau mengawasi mereka."


Madara tidak langsung memberikan jawaban. Setelah hening sejenak, ia berkata melankolis: "Aku bahkan tidak mampu melindungi saudara ku sendiri..."


"Tidak ada lagi waktu untuk berdebat. Di samping itu tentu saja Uchiha dan Senju. Klan Sarutobi dan Klan Shimura ingin menjadi sekutu kami."


"Tidak mungkin, apa itu benar?"


Madara terkejut ada klan lain yang ingin bergabung. Saat ini, desa hanya terdiri dari klan mereka berdua.


"Dan tidak hanya mereka... Desa ini akan besar, besar, dan besar!!!"


"Inilah saat yang tepat untuk memberikan nama yang tepat untuk desa ini. Apa kau ada ide?"


Hashirama menyerahkan hak istimewa ini kepada Madara.


Madara menatap daun berlubang di tangannya sambil memikirkan nama.


Melalui lubang tengah di daun, ia melihat desa di depannya.


"Desa... Tersembunyi dibalik daun (Konohagakure no Sato)... Apa yang kau pikirkan?"


"Terlalu sederhana... Bahkan tidak ada keputusan... Sudah kuduga..."


Hashirama tampak kecewa oleh nama yang disarankan Madara.


"Baiklah, aku sama dengan mu untuk Hokage. Ngomong-ngomong kenapa kamu masih saja depresi seperti dulu!"


Madara berteriak kesal karena menurutnya nama Hokage juga tidak terlalu bagus, tetapi dia tidak berkomentar.


*👏🏻👏🏻👏🏻*


"Menurutku kedua nama itu bagus."


Suara pihak ketiga mengejutkan Hashirama dan Madara.


Keduanya memasang posisi bertarung. Untuk dapat mendekati mereka berdua tanpa disadari, pihak lain pasti tidak lemah.


"Siapa kamu?" Madara mengaktifkan Sharingan di matanya dan bertanya waspada.


"Hmm? Sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat..." Hashirama merasa telah bertemu pemuda itu.


"Apakah kalian berdua sudah melupakan ku? Nah, kita hanya bertemu sekali dan sudah 10 tahun berlalu, wajar kalian tidak mengingat ku."

__ADS_1


"Setelah melihat ini, apakah kalian berdua mengingat sesuatu?"


Ars melemparkan dua botol Coca Cola ke mereka berdua.


__ADS_2