Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Keturunan Tidak Berbakti


__ADS_3

Hari itu pemakaman Marie diadakan.


Sebagai salah satu individu paling berpengaruh di dunia, ada banyak top global dari seluruh dunia yang menghadapi pemakaman.


Diantara orang-orang penting itu, Ars berbaur dengan kerumunan. Berkat penampilan barunya, ia tampak seperti tuan muda dari perusahaan tertentu, jadi tidak ada yang menanyakan identitasnya.


Diantara semua orang yang hadir, hanya ada satu orang yang mengetahui identitas asli Ars, orang itu adalah Harry, salah satu diantara anak Marie.


Marie mempunyai dua anak perempuan dan satu anak laki-laki. Sebagai satu-satunya laki-laki, Harry seharusnya menjadi penerus. Sayangnya, ia mewarisi sifat hedonis dan berfoya-foya kakeknya. Alhasil, penerus utama keluarga menurut wasiat Marie bukankah Harry, melainkan anak perempuan pertama, Emily.


Alasan Harry bisa mengetahui identitas asli Ars sedangkan kedua saudarinya tidak, itu murni kebetulan. Dia tidak sengaja membaca buku harian ibunya, yang mencatat keberadaan Idaten dan Iblis.


Ars berdiri bersama yang lain menyaksikan peti mati tenggelam ke dalam tanah, kemudian petugas pemakaman mencangkul tanah dan menutup lubang tersebut.


"Selamat tinggal selamanya, Marie Astrea, aku harap kamu bahagia di kehidupan berikutnya."


Dia berharap tulus kenalannya akan menjalani kehidupan yang baik jika kehidupan selanjutnya memang ada.


Astrea adalah marga Nicholas dan Marie.


Mengamati ketiga anak Marie, Ars menemukan hanya Emily yang benar-benar sedih atas kematian ibunya. Sedangkan Harry dan Shopia hanya akting.


Dia telah hidup lama, tidak sulit baginya membaca emosi manusia.


"Tinggal dua generasi... Selanjutnya, aku tidak peduli apa yang terjadi pada Keluarga Astrea."


Melihat keturunan Marie, sejujurnya Ars kecewa. Tapi ia sudah berjanji untuk melindungi Keluarga Astrea selama tiga generasi.


Setelah proses pemakaman selesai, ia dan pelayat lainnya mulai pergi.


Ars hendak pergi juga, tetapi seseorang memanggilnya.


"Tunggu dulu."


Yang mengejutkan, orang itu adalah Harry, tuan muda dungu Keluarga Astrea.


"Ada yang bisa aku bantu?" Ars bertanya tanpa mengubah ekspresinya.


Tidak pernah ada interaksi antara keduanya, jadi tidak perlu ia memperlakukannya dengan ramah, walaupun Harry adalah keturunan temannya.


"Apakah kamu Ars?"


"Oh, darimana kamu mengetahui namaku?"


"Ibu telah menceritakan tentang mu, kamu adalah makhluk yang telah melindungi umat manusia dari balik bayangan, Idaten. Aku sudah lama ingin bertemu denganmu."


Harry mengarang kebohongan, ibunya tidak pernah menceritakan apapun tentang Idaten kepadanya maupun ke kedua saudarinya. Alasannya berbohong karena ia ingin mendapatkan sesuatu dari pihak lain.


"Jadi begitu, lalu apa kamu butuh sesuatu dariku? Aku ingat ini pertama kalinya kita mengobrol."


Bagaimana mungkin Ars tidak bisa melihat kebohongan Harry? Dia ingin tahu apa yang diincar pihak lain.


"Kakak laki-laki, siapa pemuda itu?" Emily bertanya sambil mengusap air mata di wajahnya.

__ADS_1


"Wow, sangat tampan. Siapa namamu? Aku Sophia Astrea, kamu seharusnya telah mendengar nama Keluarga Astrea, kan?"


Mata Sophia berbinar cerah melihat pemuda tampan di depannya, dan ia tidak terlihat seperti orang berduka atas kematian ibunya.


"Aku tahu kamu putri kedua Marie." Ars sedikit mengangguk dan tidak lagi memperhatikan Sophia, yang memamerkan latar belakang keluarganya.


"Terima kasih telah menghadiri pemakaman ibu." Emily berkata sopan.


"Hei, kamu belum menyebut nama mu!" Sophia berkata kesal, kapan dia diabaikan seperti ini.


"Emily, Shopia, kalian berdua pulanglah dulu. Ada yang ingin aku bicarakan dengan pria ini."


Khawatir Ars kesal dan pergi, Harry secara halus mengusir kedua adik perempuannya.


"Tsk, kakak sangat menyebalkan."


Mendecakkan lidahnya, Shopia pergi sambil merengut marah.


"Kalau begitu aku pulang duluan, kakak laki-laki jangan pergi ke bar dulu malam ini. Ini hari pertama kematian ibu, jangan merusak citranya."


Mengetahui kepribadian kakak laki-lakinya, Emily memperingatkannya.


"Hmph, aku tahu itu." Harry mendengus dingin.


"Permisi."


Menganggukkan kepala ke Ars, Emily pergi karena masih banyak urusan di perusahaan yang membutuhkan kehadirannya.


Harry memasang senyum palsu karena ia tidak pernah menyanjung orang lain.


"Baiklah, kebetulan aku punya waktu luang, pimpin jalan."


Ars tidak mengungkap pendapatnya.


"Silahkan ikuti aku."


Harry berjalan menuju mobilnya di tempat parkir.


(Anak yang tidak tahu sopan santun. Jika di novel perkotaan Tiongkok, dia adalah penjahat umpan meriam untuk mendapat tamparan wajah oleh protagonis.) Ars mengevaluasi Harry di dalam hatinya.


Perlu diingat, Marie sangat menghormatinya dan memanggilnya 'paman'. Sementara itu, Harry memanggilnya dengan namanya, jelas dia tidak menghormatinya seperti ibunya.


Berjalan di depan, Harry mengeluarkan telepon dan diam-diam mengirim pesan ke bawahannya. Ia telah lama menyiapkan rencana apabila bertemu Idaten di masa depan, dan hari ini rencananya akan dilaksanakan.


"Silahkan masuk."


Tiba di depan mobil, sopir membukakan pintu dan ia membiarkan Ars masuk terlebih dahulu.


"En."


Ars bisa merasakan niat buruk Harry, tetapi ia tidak peduli dan masuk ke dalam mobil.


Tidak peduli intrik dan skema yang disiapkan Harry, dia tidak takut sedikitpun.

__ADS_1


Dihadapan kekuatan mutlak, skema tidak lebih dari lelucon.


Ars tidak berani menyatakan ia mempunyai kekuatan mutlak, tetapi tidak ada masalah dalam menghadapi manusia belaka.


Setelah mereka berdua masuk, supir duduk di kursi pengemudi dan mobil melaju meninggalkan area pemakaman.


"Kamu pasti haus setelah berdiri di tengah panas, mari minum."


Mengambil sampanye di kotak, Harry menuangkan ke gelas dan menyerahkannya ke Ars.


"En."


Memegang gelas di tangannya, Ars berbisik pelan.


"[Appraisal]."


Kemudian informasi sampanye muncul di pikirannya.


[Sampanye Pommery]


[Komposisi: fermentasi buah anggur, mengandung alkohol 12%,, dan obat bius]


[Keterangan: Meminum ini dapat membuat seekor gajah tertidur seharian.]


[Catatan: Tidak direkomendasikan diminum.]


[Appraisal] adalah keterampilan yang Ars kembangkan disaat ia bosan.


[Appraisal] adalah keterampilan yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi tentang objek lain, tetapi keterampilan ini tidak berguna ke manusia.


Musuh makhluk abadi adalah kebosanan dan kesepian. Untuk menghabiskan waktu luang yang tak ada habisnya, ia telah mengembangkan banyak keterampilan dan telah mengasah tiap keterampilannya.


Misalnya, [Appraisal], dan [Storage Magic], itu kedua keterampilan yang diciptakan hanya karena bosan.


(Bocah ini ingin membius ku? Jika Marie mengetahui hal ini, ia akan mengutuk kebodohan putranya.)


Meski mengetahui hal tersebut, Ars tetap meminum sampanye dibawah pengawasan Harry.


"Lezat, kan? Ini adalah sampanye berusia 30 tahun, dan tidak dijual di pasar."


Harry menuangkan sampanye ke gelas lagi.


"Silahkan diminum, ini koleksi ku yang biasanya tidak aku keluarkan. Namun, karena kamu adalah kenalan ibu, aku membuat pengecualian khusus."


Dia berperilaku seolah-olah dia telah mengambil tindakan besar.


Sudut mulut Ars sedikit berkedut, ia ingin mengatakan akting Harry terlalu buruk, bahkan aktor tingkat tiga bisa berperan lebih baik darinya.


"Tidak buruk."


Hanya itu komentarnya terhadap sampanye yang diminumnya. Dia bahkan tidak bertanya kemana tujuan mereka.


Melihat Ars terus menyeruput sampanyenya, Harry tersenyum licik, tetapi senyuman itu menghilang dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2