
Ars memperkirakan jarak antara danau dan Pagoda Kitab Suci sekitar dari planet sartunus ke matahari. Namun, bagi mereka berdua, jarak itu ditempuh hanya dalam beberapa detik saja.
Di depannya ada sebuah pagoda dua belas lantai.
"Ayo masuk, Rekan Daois."
Melihat Ars tercengang, sudut mulut Tian Shen membentuk senyum.
"Um." Ars mengangguk, mengikutinya memasuki pagoda.
Tidak ada penjaga yang menjaga pintu masuk, semua orang di sini adalah rakyat Tian Shen. Selain itu, siapa yang berani berbuat sembrono di bawah pengawasan seorang Transenden?
Melewati pintu, Ars disambut dengan pemandangan rak buku yang tak terhitung jumlahnya. Tempat itu memancarkan aura kuno dan sakral.
"Lantai pertama secara khusus menyimpan teknik budidaya dan teknik bela diri dari alam semesta asal ku."
Setelah Tian Shen mengatakan itu, sosok gadis kecil berusia 15 hingga 16 tahun berlari mendatanginya.
"Salam, Tuan. Sudah lama sekali Tuan tidak datang kesini."
Setelah memberi sapaan, gadis itu menatap Ars dengan rasa ingin tahu terlihat jelas di matanya.
Merasakan tatapan aneh Ars, Tian Shen berdeham dan menjelaskan.
"Ahem, gadis ini adalah Roh Artefak Pagoda Kita Suci, sebut saja Ling'er. Rekan Daois jangan salah paham, aku tidak suka gadis kecil seperti mu."
"Cough... Aku tidak mengatakan apa-apa."
Mendengar itu, sudut mulut Ars berkedut. Tampaknya, dia tidak bisa membersihkan nama baiknya di pikiran Tian Shen.
"Ling'er, nama Rekan Daois ini adalah Ars. Aku bertemunya di Kekosongan Tak Berujung. Jangan bersikap tidak sopan."
"Ling'er menyapa Tuan Ars."
Ling'er tidak berani tidak menunjukkan rasa hormat.
Dia telah menemaninya sebelum Tian Shen mencapai Ranah Penciptaan Dunia dan menjadi Transenden. Ling'er tahu siapapun individu yang bisa datang ke Kekosongan Tak Berujung pasti bukan orang biasa.
"Tidak perlu formal. Apa kamu suka makanan manis? Ini untuk mu."
Mengambil lollipop dari [Storage Magic], Ars memberikan kepada Ling'er.
"Ini terlihat sangat indah."
Mata Ling'er berbinar cerah saat melihat lolipop warna-warni.
__ADS_1
"Itu permen." Kata Ars.
Membuka bungkus, Ling'er mencoba mengendus, mencium aroma wangi, lidah kecilnya menjilat lollipop.
"Ini sangat manis~"
Hanya satu jilatan, Ling'er terpikat oleh rasa manis lollipop.
"Seperti yang diharapkan dari Rekan Daois, kamu sangat ahli dalam berinteraksi dengan gadis kecil." Tian Shen mengacungkan jempol.
"Aku mendengar ada maksud tersembunyi dari kata-kata mu."
"Itu hanya perasaan mu."
"Terserah."
Ars terlalu malas berdebat. Karena Tian Shen mengira dia pedofil, biarkan saja. Pokoknya, dia tidak mengalami kerugian apapun.
"Ayo ke lantai enam, disitu pasti ada hal-hal yang menarik minat mu."
"Oke."
Kemudian keduanya menaiki tangga.
"Hei, Tian Shen, mungkinkah tiap lantai mewakili satu semesta?"
"Apa semua semesta yang kamu datangi adalah dunia kultivasi?"
"Tidak selalu, terkadang aku datang ke semesta yang memiliki peradaban antar bintang."
Sambil menaiki tangga, Tian Shen menceritakan pengalaman pertamanya melihat 'teknologi'.
Di lantai lima, Ars menemukan tempat itu berbeda dari lantai sebelumnya. Tidak ada rak buku, ruangan itu sangat futuristik dengan segala macam teknologi yang belum pernah dia lihat, dia juga melihat Kecerdasan Buatan menyambut mereka.
Ternyata, semua teknik kultivasi dan teknik beladiri tersimpan di basis datang Kecerdasan Buatan tersebut.
Akhirnya, mereka berdua tiba di lantai enam.
"Silahkan dilihat, semua koleksi disini sangat cocok untuk sistem kultivasi mu." Tian Shen berkata sambil tersenyum.
Karena mendapat izin dari pemilik tempat ini, Ars pun tak segan-segan melihat nama-nama yang tertera di buku itu. Pada awalnya, dia merasa asing dengan nama-nama teknik itu.
"[Alaya Heavenly Flagrant Dao], [Alchemy God's Grand Canon], [Emperor Suppression Art], [Grass Sword Attacking Immortal Law], [Hell Suppression Godly Aegis]... [Heaven's Will Crystal Physique]... Tunggu sebentar!"
"[Heaven's Will Crystal Physique]? Mengapa nama ini terasa familiar?"
__ADS_1
Karena penasaran, Ars mengambil buku berjudul [Heaven's Will Crystal Physique] dan membaca pengantarnya.
"Ini adalah Hukum Rahasia Kehendak Surga yang diciptakan oleh Kaisar Abadi Jing Yu. Hukum ini dianggap sebagai salah satu Hukum Rahasia Kehendak Surga yang terhebat sepanjang zaman... [Heaven's Will Crystal Physique] dapat menghilangkan semua kerusakan, bahkan serangan Kaisar Abadi. Namun, ia memiliki kelemahan kritis, hanya dapat digunakan dalam waktu terbatas dan memerlukan waktu lama untuk mengisi ulang."
(Hukum Rahasia Kehendak Surga... Kaisar Abadi Jing Yu... Mungkinkah...)
Ars membuat kesimpulan, lalu menoleh ke arah Tian Shen.
"Tampaknya Rekan Daois telah menebak. Semua teknik di lantai enam berasal dari semesta yang sama dengan Kehendak Surga mu." Tian Shen mengkonfirmasi spekulasinya.
"Tidak heran kamu bilang lantai enam sangat cocok dengan ku. Jadi begitu, Kehendak Surga ku dan teknik di lantai enam memiliki sumber yang sama..."
Menenangkan fluktuasi hatinya, Ars menaruh kembali [Heaven's Will Crystal Physique] ke rak buku. Kemudian dia melanjutkan observasinya dan menemukan nama-nama teknik yang sangat akrab.
[Daylight Sky Immortal Secret], [Kun Peng's Six Variants], [Revolving Crescent Sun Merit Law], [Nine Sun Locking Heaven Law], [Resplendent Break], [Great Era Seven Laws], dan masih banyak lagi.
"Tian Shen, apakah mau mengenal kultivator bernama Li Qiye dari semesta semua teknik ini berasal?" Tanya Ars.
"Oh, Rekan Daois mengetahui Rekan Daois Li?" Tian Shen bertanya heran.
"Aku belum pernah bertemu secara langsung, tapi aku pernah mendengar namanya."
"Um, kamu dan Rekan Daois berasal dari semesta yang sama. Tidak heran kamu pernah mendengar namanya."
Karena sistem kultivasi Ars, Tian Shen salah paham bahwa dia dan Li Qiye memiliki asal yang sama.
Mengenai kesalahpahaman ini, Ars tidak bermaksud mengoreksinya.
"Tentu saja aku mengenal Rekan Daois Li. Saat itu, aku mendatangi semesta-nya, setelah pertemuan pertama kita, kami dengan cepat menjadi akrab. Lagipula, dia adalah orang yang mempunyai potensi menjadi Transenden."
Tian Shen tampaknya sangat suka bercerita. Dia menceritakan masa lalunya di semesta [Emperor Domination].
Setelah mendengarkannya, Ars mengetahui bahwa Li Qiye telah mengalahkan Surga Jahat Tua (Old Villainous Heavens) beserta lusinan Penguasa Kegelapan lainnya.
Li Qiye berhasil melampaui batas atas kekuatan semesta-nya dan menjadi Transenden seperti Tian Shen. Ranah kultivasi-nya disebut Ranah Abadi Sejati.
"Kejadian itu sudah lama sekali, kira-kira satu miliar tahun yang lalu. Setelah Rekan Daois Li menjadi Transenden, dia juga menjelajahi Kekosongan Tak Berujung. Kami belum pernah bertemu sejak saat itu."
Tian Shen merasa nostalgia. Dia menyaksikan perjalanan Li Qiye dari titik awalnya sebagai Gagak Hitam hingga menjadi Abadi Sejati.
Setelah menyesuaikan suasana hatinya, dia melambaikan tangannya dan sebuah buku melayang di depan Ars.
"Rekan Daois pasti mengenali buku ini. '
Pupil mata Ars menyusut saat membaca sampul buku tersebut.
__ADS_1
"Ini..."