Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Tiba Di Dunia Baru


__ADS_3

Di atap gedung perkantoran terjadi fenomena aneh, retakan seperti pecahan kaca muncul di kehampaan.


Awalnya retakan itu sangat kecil, sangat kecil sehingga tidak akan memperhatikan jika ada orang yang lewat. Namun, retakan itu menyebar dengan sangat cepat dan akhirnya kehampaan itu pecah menjadi celah, dan dari dalam celah itu terungkap kegelapan yang tak berujung.


Sebuah tangan terulur dari dalam celah, dan sosok seorang pemuda berusaha keluar.


Pemuda itu tidak lain adalah Ars, yang mencoba memasuki dunia lain, tapi ini tidak semudah yang dia pikirkan, ia terjebak di celah ruang dan berusaha keluar.


"Tinggal sedikit lagi..."


Ars mengertakkan gigi dan terus berusaha melewati penghalang dunia, yang menghalangi kedatangan makhluk dunia lain.


Retakan celah ruang perlahan memperbaiki diri sendiri.


"Sial! Aku tidak akan bisa dihentikan disini!"


Dia memperkirakan jika celah ruang sampai menutup, maka dirinya tidak akan pernah bisa datang kembali ke dunia.


Ars menolak menyerah, dan terus menahan kehendak dunia yang mengusirnya. Ini pertama kalinya menjelajah ke dunia lain dengan kemampuannya sendiri, jadi dia tidak tahu akan mendapat reaksi penolakan dari dunia yang didatanginya.


"Persetan! Bagaimana bisa aku dihentikan oleh kehendak dunia belaka!"


Melihat peradaban modern di depan matanya, membuatnya semakin tidak mau menyerah apapun yang terjadi.


"AAAAH!!!"


Ars mengerahkan semua kekuatannya, sedikit demi sedikit, tubuhnya meninggalkan celah ruang, dan akhirnya ia berhasil keluar.


Tidak lama setelah dia keluar, celah ruang itu menghilang.


"Ha Ha Ha... Aku berhasil! Akhirnya aku tiba di dunia peradaban modern!"


Berdiri di tepi, dia melihat ke bawah dan menemukan banyak orang-orang berjalan kaki di jalan trotoar.


"Setelah 200 tahun... Aku akhirnya bisa makan makanan yang layak."


Ars merasa ingin menangis karena bahagia, Idaten memang bisa hidup tanpa makan, tetapi dia suka makan sebagai hobinya. Lagipula, Idaten tidak akan pernah gemuk tidak peduli berapa banyak makanan yang mereka makan.


"Nah, sekarang aku berada di negara mana?"


"[Far Sight]."


Ini memungkinkan dia untuk melihat jauh ke kejauhan dan meningkatkan penglihatan pengguna secara keseluruhan.


"Jangan-jangan ini Jepang?"


Agak sulit membedakan orang Asia Timur hanya berdasarkan wajah, tapi tidak sulit bagi Ars membedakan tulisan Cina, Korea, dan Jepang.


Melihat berbagai tulisan yang ada pada reklame, TV, brosur, dll. Dia menentukan lokasinya adalah Jepang.


"Meski aku tidak tahu dunia ini berdasarkan anime atau tidak, itu tidak penting. Yang terpenting dunia ini adalah peradaban modern, itu sudah cukup."


"Saatnya turun."


Ars melangkah menuju pintu daripada melompat kebawah secara langsung. Dia tidak tahu dunia ini memiliki makhluk supernatural atau tidak, lebih baik bersikap profil rendah, dan tidak menarik perhatian.


Menjadi abadi bukan berarti tidak terkalahkan. Dia ingat beberapa anime di mana ada banyak individu yang bisa membunuh makhluk abadi, misalnya [UQ Holder].


Anime [UQ Holder] juga memiliki latar waktu peradaban modern, bagaimana jika dia tiba di dunia itu?


Sebagai pendatang baru, Ars tidak tahu apa-apa tentang dunia ini dan tidak berani ceroboh.

__ADS_1


Lebih baik aman daripada menyesal.


"Terkunci? Bukan masalah untuk ku."


Menarik pintu dengan paksa, engsel pintu itu tertarik dari beton.


"Hmm?"


Ketika Ars hendak masuk, dari belakang muncul cahaya hijau.


"Apa yang sedang terjadi?"


Berbalik, dia disambut dengan pemandangan cahaya hijau yang terlihat sejauh mata memandang.


"Tunggu dulu... Mengapa aku merasa familiar? Rasanya aku sudah pernah melihat adegan semacam ini di suatu tempat?"


Dia sudah hidup 200 tahun, tidak heran ingatan tentang kehidupan sebelumnya mulai terlupakan. Lagi pula, dia tidak memiliki ingatan fotografis.


"Oh, sial. Itu menuju kearah ku."


Pikiran Ars terganggu melihat sebuah pesawat maskapai jatuh kearahnya. Meski begitu, dia tidak lari dan malah diam.


*✈️*


Sebelum pesawat itu menabrak gedung, Ars terbang dan menahannya agar tidak jatuh.


"Ini adalah..."


Menahan pesawat dengan kedua tangannya, dia melihat jelas pemandangan di bawahnya.


Keramaian sebelumnya telah digantikan dengan kekacauan.


Yang paling mengejutkannya adalah bahwa setiap manusia membatu seolah-olah mereka telah menatap Medusa.


"Aku tahu sekarang! Dunia ini adalah anime [Dr. Stone] dan sekarang garis waktu 3700 tahun sebelum cerita utama dimulai."


Ars membuang pesawat di tangannya dan tidak peduli pesawat itu meledak menabrak sebuah gedung perkantoran. Lagipula, semua penumpang di pesawat telah membatu, jadi mereka tidak mengalami rasa sakit kematian.


Karena sudah mengetahui latar belakang dunia ini, dia tidak lagi menyembunyikan kekuatannya dan mendarat di jalanan.


"Woof Woof Woof."


Seekor anjing jenis Dachshund menggonggong saat melihat Ars.


Ars melihat leher anjing itu masih diikat dengan tali dan pemiliknya adalah seorang gadis muda, yang telah membatu.


"Di anime tidak terlalu dijelaskan detail, tapi hewan-hewan di kebun binatang akan mati kelaparan karena tidak ada manusia yang memberi makan."


Membantu melepaskan kerah pada anjing Dachshund itu, Ars merasa kasihan.


Dia mungkin tidak terlalu menyukai manusia karena pengalaman hidupnya di reinkarnasi kelima. Namun, dia sangat menyayangi hewan.


"[Far Sight]."


Mendongak ke langit, dia sekali lagi menggunakan kemampuan untuk meningkatkan penglihatannya.


"Jadi itu stasiun luar angkasa ISS, ini pertama kalinya aku melihat yang asli, ternyata sangat besar."


ISS mengorbit di sekitar Bumi pada ketinggian 402 kilometer dan bergerak dengan kecepatan 17.500 mph. Meski begitu, Ars tidak sulit melihatnya dari lokasinya sekarang.


"Oh, bukankah itu ayah Senku? Siapa namanya.... Kalau tidak salah, Ishigami Byakuya."

__ADS_1


Ars melihat Byakuya dibalik kaca sedang menatap bumi dengan ekspresi syok, lalu beberapa astronot lainnya juga muncul.


Dia memperhatikan Byakuya dan astronot lainnya, tetapi mereka tidak memperhatikannya.


"Nah, apa yang harus aku lakukan selanjutnya?"


Menarik pandangannya dari langit, Ars memikirkan tindakannya.


"Mari bereksperimen, aku ingin tahu apakah salah satu sihir ku dapat memulihkan manusia dari membatu."


"Aku harap kamu tidak keberatan."


Ars berbicara pada wanita di depannya. Tentu saja, wanita itu telah membatu dan tidak bisa menjawab.


"[Dispel]."


Di tangannya muncul lingkaran sihir putih dan aura suci menyelimuti wanita batu.


[Dispel] adalah salah satu Sihir Suci, yang memiliki efek mengangkat kutukan.


"Tidak bekerja, huh?"


Tidak ada perubahan yang terjadi pada wanita di depannya.


"[Cure Poison]."


"[Break Spell]."


"[Exorcism]."


"[Turn Undead]."


Ars mencoba berbagai macam sihir yang menurutnya berguna, tetapi tidak ada satupun sihir yang bisa menghilangkan pembatuan.


"Tsk, tidak ada yang berhasil. Tampaknya sihir tidak terlalu efektif untuk pembatuan umat manusia yang diciptakan melalui sains."


Dia menyerah mencoba menghilangkan pembatuan pada gadis di depannya. Alasan dia melakukan ini semua, itu karena naluri bawaan Idaten menyuruhnya untuk menolong umat manusia.


Perlu diingat, Idaten tidak peduli jika manusia punah karena ulahnya sendiri. Namun akan berbeda jika ada gangguan dari luar.


Seingat Ars, proses pembatuan umat manusia dilakukan oleh alien yang berada di bulan, sehingga ini mengaktifkan naluri bawaan Idaten sebagai pihak manusia.


"Woof Woof Woof."


Ada banyak anjing menggonggong karena fenomena pembatuan yang terjadi tiba-tiba.


"Tidak ada gunanya memikirkan terlalu banyak, prioritas pertama ku sekarang adalah membantu membebaskan semua hewan yang terjebak."


Sebagai pecinta hewan, bagaimana bisa dia membiarkan hewan-hewan mati kelaparan karena tidak bisa keluar dari kandang?


Untungnya internet masih berfungsi, Ars pergi ke toko ponsel, mengambil ponsel terbaru, dan menggunakan google map untuk pergi ke kebun binatang.


Dia juga tidak melewatkan hewan-hewan yang ada di rumah-rumah.


"Andai saja aku bisa menggunakan [Kage Bunshin no Jutsu], ini akan lebih mudah."


Ars mengeluh sambil membuka pintu kandang harimau.


Hewan sangat sensitif terhadap bahaya, harimau itu merasakan manusia di depannya sangat berbahaya, dan tidak berani menerkamnya, dan lari meninggalkan kandang.


"Masih banyak yang harus aku lakukan." Gumam Ars dan bergegas menuju kandang hewan lainnya dan melepaskan semua hewan di kebun binatang itu.

__ADS_1


__ADS_2