Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Pesta Pernikahan


__ADS_3

3 bulan kemudian.


Berkat dana hasil penjual Bijuu, Desa Konohagakure berkembang dengan pesat.


Banyak infrastruktur yang telah dibangun, dan memperkuat fondasinya. Tidak hanya itu, semakin banyak klan lainnya bergabung dengan Desa Konohagakure setelah melihat kemajuan perkembangannya. Misalnya Klan Hyuga, Aburame, Yamanaka, Akimichi, dll.


Di rumahnya, Ars merapikan kimono yang dipakainya.


"Seharusnya tidak lama lagi tubuh utama ku berhasil mengolah Fisik Ketidaksempurnaan Kekosongan mencapai Penyelesaian Besar. Saat itu tiba, aku tidak perlu takut pada apapun di dunia ini."


"Umu, bereinkarnasi kali ini aku diberkati dengan penampilan yang tampan."


Ars menatap dirinya di cermin dan mengangguk puas. Dia tiba-tiba teringat apa yang dikatakan Lin Fan di dunia sebelumnya.


"Ngomong-ngomong, Lin Fan menyebut ku Shin Nouzen ketika pertama kali kita bertemu. Apakah penampilan ku mirip seseorang yang dikenalnya? Nah, itu tidak penting. Saatnya pergi, atau aku akan telat."


Tidak lagi memikirkan masalah itu, Ars meninggalkan rumah, dan pergi.


Dia melihat bangunan di sekelilingnya dihias dengan banyak dekorasi, dan sebagian besar orang memakai yukata.


"Suasananya seperti di festival."


Setelah berjalan kaki sekitar 10 menit, ia tiba di bangunan tiga lantai. Di pintu masuk, ada dua Shinobi yang berjaga. Selain itu, Ars merasakan ada banyak Anbu yang bersembunyi.


"Pengamanan yang cukup ketat. Ini pasti ulah Tobirama."


Tidak seperti tamu lainnya yang harus menunjukkan undangan pada penjaga, Ars tidak perlu melakukan itu.


Meskipun informasi Ars dirahasiakan, bukan rahasia lagi bahwa dia adalah salah satu eselon atas, dan dia sering terlihat bergaul dengan Hashirama dan Madara.


Kedua penjaga itu membungkuk hormat saat dia melewati mereka.


Setelah Ars telah masuk, kedua penjaga meluruskan punggung mereka.


"Fiuh~ Ars-sama tampak misterius seperti biasanya." Penjaga disebelah kiri mengusap dahinya.


"Aku setuju. Untuk dapat berdiri sejajar dengan Shodai dan Madara-sama, kekuatan Ars-sama tidak lebih lemah dari mereka." Penjaga di sebelah kanan berbicara seperti fans fanatik.


Dia salah satu orang yang melihat Ars terbang bersama Hashirama dan Madara. Sejak saat itu, ia selalu mengaguminya.


"Mata merah itu mirip Sharingan Klan Uchiha. Jika bukan karena tidak adanya tomoe, aku benar-benar mengira Ars-sama berasal dari Klan Uchiha."


"Itu benar. Waktu pertama kali aku melihat Ars-sama, aku mengira ia seorang Uchiha."


Kedua penjaga pintu mulai bergosip. Lagipula, banyak orang yang penasaran dengan latar belakang Ars.


Disisi lain, Ars tidak tahu dirinya menjadi objek perbincangan.


Tiba di ruangan luas, ada lusinan meja bundar, dan banyak orang membentuk kelompok dan mengobrol.


Kedatangan Ars menarik tatapan mata banyak orang, mereka hanya hadir di ruangan itu adalah anggota penting klan yang ada di Desa Konohagakure.


Tidak ada yang menyapanya, karena dia tidak bersosialisasi selama dia tinggal, dan Ars juga tidak terlalu tertarik untuk mengenal orang-orang ini.


Menghampiri meja prasmanan yang dipenuhi makanan, Ars menaruh makanan manis ke piring, lalu berjalan ke meja yang hanya terdapat satu orang yang duduk.


Mungkin karena pria itu terlihat mengintimidasi, tidak ada yang berani duduk satu meja dengannya.


"Yo, Madara. Lama tidak bertemu, kira-kira sejak KTT Lima Kage tiga bulan yang lalu."

__ADS_1


Duduk di seberang Madara, Ars menyapanya seperti teman lama.


"Itu karena aku sibuk dengan misi. Tidak seperti kamu yang hanya bermalas-malasan di rumah." Madara melirik Ars dan berkata dengan kasar.


Desa Konohagakure dianggap yang terkuat di antara empat desa lainnya, sehingga banyak klien yang memasukkan komisi misi ke Desa Konohagakure.


"Jangan membicarakan itu. Ngomong-ngomong, apakah kamu sudah menyiapkan hadiah pernikahan?" Tanya Ars sambil memasukkan dango ke mulutnya.


"Tentu saja. Aku telah menyiapkan Permata Kristal sebagai hadiah. Jika dijual, itu setara dengan tiga gunung berisi tambang emas." Madara mengangkat dagunya dan berkata bangga.


Alasan Ars, Madara, dan orang-orang di ruang itu berkumpul adalah menghadiri acara pernikahan Hashirama!


"Lalu bagaimana dengan hadiah mu? Apa yang kamu berikan?"


"Rahasia~"


"Tsk, aku seharusnya tidak memberitahu mu hadiah ku."


Madara mengisi cangkir dengan sake, dan meminumnya.


Ars mengeluarkan sebungkus rokok dari [Storage Magic], baru saja hendak menyalakan ujung rokoknya, Madara menyambarnya.


"Jangan merokok disini, asapnya akan menyebar kemana-mana."


"Sigh... Kamu tidak menyenangkan."


Meskipun Ars mengeluh, ia menuruti perkataan Madara. Jadi ia memakan makanan di piringnya untuk menghilangkan rasa pahit di mulutnya.


Seiring berjalannya waktu, semakin banyak tamu datang dan mengisi ruangan itu. Meski begitu, tidak ada yang berani duduk di meja yang sama dengan Ars dan Madara.


"Membicarakan soal pernikahan... Madara, kapan kamu menikah?"


Madara yang sedang minum menjadi tersedak oleh pertanyaan Ars.


"Lihatlah, Hashirama. Hari ini dia bukan lagi pria lajang. Ketika pulang ke rumah, ada istri yang menyambutnya pulang, dan menawarkannya 'Kamu mau makan dulu, mandi dulu, atau aku~'. Tidakkah kamu menginginkan kehidupan seperti itu."


"Kamu terdengar menjijikkan, Ars. Kamu tidak berhak mengatakan itu padaku. Bukankah kamu telah hidup lebih dari 800 tahun? Kenapa kamu tidak mencari istri."


"Jangan bandingkan aku dengan mu. Situasi kita berbeda, aku tidak ingin melihat wanita yang aku cintai menjadi tua dan meninggal, sedangkan aku sendirian dengan rasa cinta dan kerinduan."


"😐"


Madara terdiam. Ia membayangkan jika berada di posisi Ars. Jika ia di situasi seperti itu, ia juga akan memilih pilihan yang sama.


Keduanya berhenti mendiskusikan topik itu, dan menunggu acara dimulai.


10 kemudian, Hashirama mengenakan kimono putih memasuki ruangan bersama istrinya, Uzumaki Mito, yang mengenakan kostum pernikahan tradisional Jepang.


"Selamat, Shodai Hokage."


"Selamat atas pernikahan mu, Hashirama-sama."


"Selamat menempuh perjalanan baru sebagai suami dan istri."


"Semoga hari ini adalah awal dari perjalanan yang penuh kebahagiaan, cinta, dan kedamaian bagi kamu berdua."


Para tamu berdiri, memberikan ucapan selamat atas pernikahan sambil bertepuk tangan.


Hashirama melambaikan tangannya dengan senyum di wajahnya. Melihat Madara dan Ars yang berada disudut ruangan, ia melambaikan tangannya kepada mereka berdua.

__ADS_1


Kemudian pasangan suami istri duduk di panggung utama, dan acara pernikahan resmi dimulai.


30 menit kemudian, sesi pemberian bingkisan kepada kedua mempelai.


Ars menyaksikan para kepala klan memberikan hadiah berharga kepada kedua mempelai. Meskipun tidak seberharga Permata Kristal yang diberikan Madara, itu tidak jauh lebih buruk.


Ketika Madara memberikan Permata Kristal, itu mengejutkan semua orang. Kemudian giliran Ars menaiki panggung tanpa membawa apa-apa, itu membuat para tamu bingung.


"Ars, aku senang kamu datang. Aku pikir kamu akan mengurung diri di rumah."


Hashirama memberikan pelukan pada Ars sambil menepuk punggungnya.


"Kamu keterlaluan. Bagaimana mungkin aku tidak datang ke acara pernikahan mu? Aku juga tahu kapan harus malas."


Ars melirik pada Mito dan mengangguk.


Dia memang pernah melihatnya ketika dia masih kecil. Namun, keduanya tidak memiliki banyak kontak, dan Mito mengetahui kebenaran tentang Ars dari suaminya.


"Terima kasih banyak telah sempat menghadiri pesta pernikahan kami." Mito berkata lembut seperti istri berbudi luhur.


"Jangan terlalu sopan, lihatlah suami mu ini." Ars mendorong Hashirama menjauh.


"Hahahaha... Ars, apa hadiah mu?" Hashirama tertawa.


Dia tahu pemuda di depannya mungkin orang terkaya di dunia ini. Jadi dia bersikap tidak tahu malu meminta hadiah pernikahan.


"Darling, kamu tidak sopan." Mito mengingatkan.


"Seperti yang Ars katakan, tidak perlu sopan padanya. Istri, kamu tidak tahu orang ini sangat kaya!"


Pernyataan Hashirama menarik perhatian orang-orang di ruangan itu.


"Kamu tahu cara berbicara manis. Baiklah, ini hadiah pernikahan dari ku."


Ars melambaikan tangannya, kemudian Benihisago (Crimson Gourd), Kokinjo (Golden Canopy Rope), Shichiseiken (Seven Star Sword), Kohaku no Johei (Amber Purifying Pot), dan Bashosen (Banana Palm Fan) muncul.


"Ini adalah..."


Selain terkejut kemunculan barang dari udara tipis, sebagai kepala klan, mereka mengenali latar belakang barang tersebut. Selanjutnya, Ars mengkonfirmasi semua tebakan orang yang hadir.


"Kamu dan Madara pernah melihatnya. Ini satu set senjata Rikudo Sennin. Aku memberikan semuanya padamu."


Semua orang di tempat itu gempar ketika mendengar nama 'Rikudo Sennin' yang ada di dalam legenda.


"Ini terlalu berharga! Aku tidak bisa menerimanya."


Meskipun Hashirama memang meminta hadiah, menurutnya, ini semua terlalu berharga.


"Jangan menolak, benda ini tidak berguna bagiku." Ars berkata terus terang.


Dia memiliki kemampuan [Manifestasi Senjata], tidak perlu mengandalkan senjata orang lain.


"Kalau begitu... Terima kasih banyak."


Pada akhirnya, Hashirama menerima hadiah pemberian Ars, setelah bujukan adik laki-lakinya.


"Jadi itu hadiahnya... Tidak buruk."


Di bawah panggung, Madara mendecakkan lidahnya sambil mengakui kekalahannya.

__ADS_1


Pesta pernikahan itu berlangsung sampai tengah hari.


__ADS_2