
"Gunakan formasi B."
Melihat serangannya tidak berguna, Jack berteriak keras.
"Dimengerti." Hideo menjawab.
"Cough,.. Kamu siap, Hideo?" Tanya Alvin yang telah bertransformasi menjadi hibrid macan tutul.
"Huh, jangan sampai terjatuh ke laut lagi."
"Aku tahu."
Mereka bertiga telah membentuk tiga sejak petualangan pertama, dan memiliki pemahaman diam-diam yang baik.
"Diskusinya sudah selesai?" Ars bertanya sambil tersenyum.
Hideo melirik Alvin, yang mengangguk padanya.
"[Suiton: Buroa Kiri (Water Release: Mist Blower)].
Dia menempatkan tangannya ke mulutnya, dan menghembuskan nafas yang menciptakan aliran kabut yang menyebar dengan cepat.
Speed boat sebagai pusatnya, area seluas 20 meter telah ditutupi kabut.
*( -_•)╦̵̵̿╤─*
*Bang*
Ars melihat sebuah peluru ditujukan ke kepalanya. Jika bukan karena Ketidakterbatasan (Infinity), kepalanya sudah berlubang.
"Membatasi indra penglihatan ku, cukup cerdas."
Dihadapan lawan yang lemah, dia tidak segera mengakhiri pertarungan.
*🐆*
Alvin muncul dibelakang Ars, rahangnya terbuka lebar dan dia ingin mengigit kepalanya.
*♾️*
Penghalang tak terlihat menghalangi aksinya.
"Orang ini mempunyai perhatian di seluruh arah." Teriak Alvin dan bersembunyi dibalik kabut.
*( -_•)╦̵̵̿╤─*
Jack terus menembak di titik yang sama, harapannya titik yang diserangnya akan hancur.
Hideo juga menyerang dengan berbagai jurus elemen dan mengincar titik yang diserang Jack.
Sesekali Alvin akan diam-diam menyerang, dan dengan cepat mundur ke dalam kabut.
"Percuma saja, serangan gabungan kalian tidak akan bisa mematahkan pertahanan ku."
Namun, Jack, Alvin, dan Hideo mengabaikan perkataan Ars, dan tidak berhenti menyerang.
"Aku sudah bosan bermain dengan kalian."
"[Wind]."
Tiba-tiba ada hembusan angin disekitar Ars, yang membubarkan kabut.
"Apa!" Hideo terperangah untuk sesaat.
"Jangan melamun, seret dia ke laut!" Jack mengingatkan.
__ADS_1
Kembali sadar, Hideo menelan pil untuk mengisi energinya.
"[Suiton: Suiben (Water Release: Water Whip)]"
Cambuk air ingin melilit kaki Ars, tapi membentur penghalang tak terlihat.
"Penghalang itu sangat menyebalkan." Alvin menggertakkan giginya.
"Aku akan memberi kalian kematian cepat tanpa rasa sakit."
Akhirnya Ars mengambil tindakan. Saat berikutnya, kepala ketiga orang itu menghadap ke belakang.
"Eh?"
Kecepatannya terlalu cepat, otak mereka tidak bisa merespon kejadian yang berlangsung selama beberapa saat.
Kemudian, tubuh mereka terjatuh dan mati.
"Dalam dunia seni bela diri, hanya kecepatan yang tak terkalahkan. Sepertinya ada benarnya, tidak heran Koro-Sensei ditakuti oleh eselon atas dunia meskipun kekuatannya lemah, ada terlalu banyak metode pembunuhan jika kecepatan seseorang di luar akal sehat."
Barusan Ars mengandalkan kecepatan 25 Mach-nya, dan memutar kepala mereka ke arah belakang, yang menyebabkan kematian instan.
"Hm? Apa itu?"
Dia dikejutkan oleh cahaya yang muncul di mayat Jack, Alvin, dan Hideo. Setelah cahaya memudar, sebuah peti harta karun muncul.
"Wow, jadi membunuh peserta Ruang Dewa Utama akan menjatuhkan barang? Ini seperti bermain video permainan!"
Ars tiba di depan mayat Alvin, yang telah kembali menjadi bentuk manusia.
Membuka peti harta karun, ada buah menyerupai kepala macan tutul, termasuk bintik dan telinga. Bagian dalam telinga memiliki pusaran. Buahnya juga memiliki batang berbentuk T berwarna hijau yang melengkung di salah satu ujungnya.
"Jangan katakan ini..."
"[Appraisal]."
Menggunakan kemampuan mengidentifikasi, informasi buah yang dipegangnya muncul dalam bentuk data.
...
[Neko Neko no Mi, Model: Macan Tutul]
[Tipe: Zoan]
[Deskripsi: Memungkinkan penggunanya berubah ke dalam bentuk setengah macan tutul dan macan tutul seutuhnya sesuai keinginan]
[Catatan: Orang yang memakan Buah Iblis akan dibenci oleh lautan dan kehilangan kemampuan berenang selamanya]
...
"Ini benar-benar Buah Iblis! Ternyata aku bisa mendapatkan kemampuan peserta Ruang Dewa Utama setelah kematian mereka."
Ars tidak terlalu tertarik pada Buah Iblis, dia sendiri mempunyai banyak kemampuan yang lebih bagus daripada Buah Iblis. Jadi, ia menyimpan Buah Iblis yang didapatkannya ke [Storage Magic].
Lalu, dia menghampiri mendatangi mayat Hideo dan membuka peti harta karun.
"Mempertimbangkan betapa buruknya keberuntunganku, Buah Iblis tadi telah menghabiskan keberuntunganku."
Kotak harta karun Hideo berisi kunai, Ars mengambil kunai itu dan membuangnya ke laut.
"Ini yang terakhir."
Dia membuka peti harta karun Jack, dan mendapat sekotak amunisi peluru.
"Sigh~ aku bisa membuat senjata api sendiri, apa gunanya amunisi ini bagiku?"
__ADS_1
Dia juga membuang amunisi peluru ke laut.
"Meski agak mengecewakan, ini merupakan keuntungan tak terduga bisa mengetahui keberadaan Ruang Dewa Utama. Mungkin, di masa depan aku bertemu peserta lainnya saat melakukan perjalanan di segudang dunia."
Awalnya, dia hanya ingin melihat para astronot yang selamat sebelum berangkat ke dunia berikutnya. Tanpa di duga, dia bertemu peserta Ruang Dewa Utama dan mengetahui hal-hal menakjubkan.
"Berkat bantuan mereka bertiga, itu menghemat waktu ku mencari pulau tempat para astronot berada."
Tubuh Ars melayang di udara dan mencapai ketinggian seribu meter di atas permukaan laut, dan terbang menuju Pulau Harta Karun.
Satu menit kemudian, dia sudah sampai di atas pulau, dan melihat keenam astronot itu sedang membangun rumah dengan bahan seadanya.
"Tiga pria dan tiga wanita, rasio jenis kelamin sangat seimbang. Dengan cara ini, tidak sulit memperbanyak keturunan." Ars mengamati pekerjaan mereka.
Tiba-tiba salah satu pria menyadari adanya bayangan manusia tambahan, mendongak ke langit, matanya terbuka lebar melihat pemuda mengambang di udara tanpa bantuan alat peraga apapun.
Pria itu tidak lain adalah Ishigami Byakuya, ayah protagonis dunia ini.
"Oi semuanya, coba lihat ke atas."
"Apa yang kamu ributkan, Byakuya..."
Mengikuti arah yang ditunjuknya, kata-kata Lillian Weinberg berhenti dan tercengang.
"Apa ada sesuatu di atas?"
Orang lain juga menoleh ke atas, menemukan sosok manusia di langit, reaksi mereka beragam dari terkejut, syok, tidak percaya, dan lainnya.
"Oi, kau yang di sana, ayo turun dan berbicara."
Byakuya kembali sadar, melambaikan tangannya dan memanggil Ars di langit.
"Bodoh, kenapa kamu memanggilnya? Bagaimana kalau dia bukan manusia dan memiliki niat jahat? Kita tidak akan bisa melawan balik!"
Shamil Volkov, salah satu dari enam astronot. Dia khawatir kecerobohan Byakuya membawa bencana kepada mereka.
"Shamil benar, semua manusia telah membatu, mungkin saja orang itu adalah pelakunya."
Yakov Nikitin berdiri di depan istrinya, dan menjadikan dirinya tameng jika sesuatu yang buruk benar-benar terjadi.
"Tenang saja, dia tidak berniat jahat."
"Darimana kepercayaan diri mu itu berasal?"
"Jika orang itu benar-benar berniat jahat, dia sudah melakukannya tanpa kita sadari."
Shamil tidak bisa menyangkal pernyataan Byakuya.
"Fufufu... Begitulah Byakuya, selalu bertindak sebelum berpikir." Lillian tertawa tipis.
"Byakuya selalu seperti itu." Connie Lee tersenyum tak berdaya.
"Yang Byakuya katakan ada benarnya, aku juga merasa orang itu bukan orang jahat." Darya Nikitina mengutarakan pendapatnya.
"Lakukan sesuka mu."
Karena semua orang setuju, Shamil tidak lagi menentang.
"Oiiii... Turunlah, mari kita berbicara sambil minum air kelapa." Byakuya tersenyum lebar.
Di udara, Ars mendengar semua percakapan mereka.
"Byakuya adalah orang yang berkarisma, hanya beberapa kata darinya telah membuat semua orang sepakat."
Tubuhnya perlahan turun dan menginjakkan kakinya di pulau.
__ADS_1