Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Kemampuan Idaten Lainnya


__ADS_3

*BAM BAM BAM*


Suara dentuman terdengar sangat keras.


Di sebuah pulau terpencil di tengah lautan, sosok pria dan wanita bertarung dengan kecepatan tidak masuk akal.


Meski disebut bertarung, faktanya hanya pria yang menyerang, sedangkan wanita hanya berdiri diam dan menangkis semua yang datang kearahnya.


Mereka berdua tidak lain adalah Ars dan Rin, yang melakukan rutinitas harian, yaitu berlatih.


"Haaa!"


*Whooosh*


Rin terkena tendangan kaki Ars di perutnya, dan tubuhnya terhempas ke laut.


Sebelum Ars bisa bersantai, sosok Rin muncul dibelakangnya, dan memukul punggungnya.


*Crack*


Suara patah tulang belakang sangat jelas.


"...!!!"


Berbaring di tanah, Ars menyemburkan darah dari mulutnya dan tidak bisa berbicara.


(Mungkin paru-paru ku tertusuk tulang belakang ku.)


Dalam keadaan tidak berdaya, ia memikirkan penyebab dirinya tidak bisa berbicara.


"Kerja bagus, Ars, perkembangan mu sangat pesat. Hanya dalam 100 tahun, kamu telah berhasil mendaratkan serangan padaku."


Melihat kondisi Ars yang memprihatinkan, Rin sama sekali tidak bersimpati, malah ia bangga karena kemajuannya.


"Kamu akan pulih dalam tiga jam, setelah itu temui aku, dan kamu akan melanjutkan latihan."


Setelah mengatakan itu, Rin melompat dan mendarat di bukit yang terdapat segel.


Ars ditinggalkan seorang diri di tanah dan hanya bisa menatap langit dengan kondisinya yang sekarang.


15 menit kemudian, ia bisa berbicara setelah paru-parunya pulih.


"Cough... Akhirnya aku bisa berbicara, nenek sialan itu tidak tahu bagaimana menahan diri. Setelah aku menguasai sihir [Teleportasi] ke tingkat tertinggi, aku akan pergi dari dunia ini."


Ars telah membulatkan tekadnya untuk pergi dari dunia ini. Alasan terbesarnya adalah karena dia sangat bosan, kemajuan ilmu ini terhenti karena dunia dilanda wabah penyakit mematikan.


Dari berita yang dia baca di koran, wabah itu bernama Demam Malam, setiap orang yang terkena wabah itu tiba-tiba akan mengalami demam dan suhu tubuh bisa mencapai 38 derajat Celcius, lalu mereka akan meninggal pada malam hari.


Penyakit ini menular melalui udara, dan saat ini belum ada obatnya. Pandemi Demam Malam telah mengakibatkan kematian lebih dari 250 juta orang di seluruh dunia.


"Wabah Demam Malam mengingatkan ku dengan wabah Kematian Hitam yang terjadi di Eropa pada akhir abad 14."


Mengingat itu semua, tanpa sadar waktu telah berlalu, dan Ars telah pulih sepenuhnya.

__ADS_1


"Sudah tidak ada Iblis di dunia ini, untuk apa keberadaan Idaten di dunia ini?"


Tidak ada yang bisa menjawab keraguannya, lalu ia melompat dan mendarat di sebelah Rin.


"Rin, mari lanjutkan pelatihan."


"Baiklah, hari ini aku akan mengajari mu cara menggunakan pedang."


Sebuah pedang satu tangan dengan bilah melengkung keluar dari telapak tangan Rin.


"Apa-apaan itu! Bagaimana cara mu melakukannya."


Ketenangan Ars yang telah diasah selama lebih dari 100 tahun hancur saat melihat fenomena aneh di depannya.


"Hah, apa yang membuatmu terkejut, kamu juga bisa melakukannya." Rin berkata seolah itu wajar.


"Aku juga bisa melakukannya?" Ars ragu, kenapa dia tidak pernah tahu.


"Itu sama saja seperti pakaian kita, kamu juga bisa mengganti pakaian sesukanya, bukan? Caranya sederhana, kamu hanya perlu membayangkan senjata yang ada di pikiran mu."


"Akan aku coba."


Memegang tangan kanannya, Ars memejamkan mata dan memvisualisasikan senjata di pikirannya. Dan ia berhasil hanya satu kali percobaan.


Sebuah katana keluar dari telapak tangannya.


"Wow, aku berhasil! Kemampuan ini mirip seperti [Unlimited Blade Works]"


Memegang katana di tangannya, Ars bersorak gembira seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.


Tapi ia mengalami kegagalan saat mencoba manifestasikan senjata api.


(Tampaknya aku tidak bisa memanifestasikan senjata tanpa mengetahui struktur senjata itu sendiri) Ars merasa sedikit menyesal.


"Selama 100 tahun aku hidup, ternyata Idaten mempunyai kemampuan [Manifestasi Senjata]. Rin, kenapa kamu tidak pernah bilang?"


"Kamu tidak pernah bertanya."


Jawaban sederhana Rin telah membungkam keluhan Ars.


"Baiklah, biar aku tanyakan, apa masih ada kemampuan Idaten yang belum aku ketahui?"


"Hmmm... Biar kupikirkan sebentar..."


Rin merenung sangat lama, setelah 15 menit berlalu, akhirnya ia berbicara.


"Ars, apakah kamu tahu Idaten bisa dengan bebas mengontrol berat mereka?"


"Oh, ada yang seperti itu?! Ajarkan aku caranya, Rin."


Ini kemampuan Idaten lainnya yang Ars tidak ketahui. Ia pikir telah memahami seluk beluk Idaten, hari ini ia tahu dirinya terlalu berlebihan, masih banyak misteri Idaten yang masih belum terungkap.


Misalnya, mengapa tidak ada Idaten bayi? Dan mengapa penampilan mereka menyerupai manusia?

__ADS_1


Ini masih misteri bagi Ars.


Adapun Rin? Dia sama sekali tidak memikirkan masalah tersebut.


Sebagai sesama Idaten, Rin tidak pelit dan mulai mengajarkan Ars.


"Seperti yang kamu lihat, Idaten bisa menentang hukum fisika yang mengatur berbagai hal seperti berat dan hambatan udara. Bahkan dalam pertarungan, kurangi berat mu untuk mempercepat, lalu tingkatkan beberapa ton saat menyerang."


"Mudah saja, semua Idaten bisa meringankan dirinya. Tapi 'memperberat' adalah persoalan berbeda. Untuk melampaui berat dasar, itu dibutuhkan tingkat pembayangan yang rumit, yang sebanding dengan mengeluarkan senjata dari tubuh."


"Mencapai beberapa ton akan memakan waktu ratusan tahun, tapi ratusan kilogram? Hanya beberapa tahun. Lusinan kilogram? Beberapa minggu, dalam kondisi cepat mungkin bisa beberapa hari."


"Sepertinya kamu tidak perlu butuh beberapa ratus tahun, Ars. Kamu bisa mengeluarkan senjata dari tubuh mu hanya dengan sekali percobaan, tidak sulit bagimu menguasai kemampuan [Memanipulasi Berat]."


Sejujurnya, Rin sedikit terkejut melihat Ars berhasil memanifestasikan senjata hanya dalam satu kali percobaan. Bahkan dirinya memerlukan satu tahun penuh untuk berhasil.


(Apakah Ars seorang jenius.)


Untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun, Rin tersenyum tipis.


Semakin kuat Idaten, semakin dia senang. Jika suatu hari Iblis entah bagaimana berhasil lolos dari segel, mereka bisa dihentikan oleh Idaten generasi damai.


"Aku merasa lebih ringan."


Ars mencoba meringankan badannya, dan itu berhasil. Tapi karena tidak ada timbangan, ia tidak tahu secara akurat berapa berat badannya sekarang.


Selanjutnya dia mencoba memberatkan badan, tanah di bawah kakinya retak seperti jaring laba-laba.


(Nanti aku harus membeli timbangan di kota)


Ars merencanakan mengunjungi Kota Mathias, ia juga ingin memeriksa apakah Marie masih hidup.


Meski Idaten memiliki faktor penyembuhan yang sangat hebat, tapi itu hanya berlaku untuk sendiri, dan tidak ada cara menggunakannya kepada orang lain.


Ia tidak bisa berbuat apa-apa jika keluarga temannya terkena wabah Demam Malam.


(Aku tidak tahu sihir penyembuhan ku bisa mengobati wabah.)


Meski bukan sihir tingkat lanjut, Ars bisa menggunakan sihir penyembuhan yang telah ia pelajari di Akademi Penjara Merah di masa lalu.


"Waktunya berlatih."


Rin pergi terlebih dahulu.


"Semoga kamu baik-baik saja, Marie kecil."


Menatap hamparan laut luas di depannya, Ars menyusul Rin.


Hari itu, ia memahami betapa kuatnya Rin yang memegang pedang.


Rin hanya butuh satu ayunan pedang yang sederhana, dan Ars terbelah menjadi potongan-potongan kecil. Tidak hanya sampai disitu, bahkan laut dibelakangnya terbelah menjadi dua sejauh puluhan kilometer.


Dari kejadian ini, dapat dilihat Rin sangat kuat!

__ADS_1


Alhasil, rencanannya untuk ke kota harus ditunda karena kondisi tubuhnya yang patah dan diperkirakan membutuhkan satu minggu untuk pulih sepenuhnya.


Jika itu dia 100 tahun yang lalu berada di kondisi sekarang, setidaknya butuh 3 bulan untuk pulih.


__ADS_2