Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali


__ADS_3

"Melihat kekuatan seranganmu, setidaknya serangan tadi bisa membelah rumah. Kamu benar-benar ingin membunuhku, huh... Maka jangan salahkan aku melawan balik."


"[Light of Saber]."


Di belakang Ars melayang tiga bilah tepi melengkung plasma berbasis petir, melambaikan tangannya, tiga bilah petir terbang ke arah Lin Fan.


*⚑⚑⚑*


Suara gemuruh guntur bergema keras di taman. Suara itu bergema keras sampai lima ratus meter dan menarik lebih banyak lagi zombie.


"Tidak heran kamu sombong, ternyata kamu punya modal untuk sombong."


Melihat Lin Fan tidak terluka sedikit pun oleh serangan tadi, Ars cukup terkejut.


[Light of Saber] adalah salah satu Sihir Tingkat Lanjut, yang dia pelajari pada reinkarnasi keenam, saat dia terlahir sebagai anak laki-laki di Desa Iblis Merah Tua. Mantra itu salah satu sihir serangan yang memiliki daya rusak yang cukup tinggi.


"Fiuh... Itu membuatku takut, aku pikir akan mati tadi."


Lin Fan menghela napas sambil menepuk dadanya, ketiga bila petir tadi hampir membuatnya kencing di celana.


Sebelum bertransmigrasi, dia hanya seorang mahasiswa miskin yang dicampakkan pacar perempuannya karena miskin. Kapan dia pernah menghadapi situasi hidup dan mati yang sebenarnya?


Adapun membunuh zombie? Baginya itu seperti bermain permainan.


"[Lightning Strike]."


Ars mengangkat tangannya ke atas dan menggunakan Sihir Tingkat Lanjut lainnya.


*⚑*


Dari langit, petir kuning menghantam Lin Fan, tetapi seperti sebelumnya, sambaran itu tidak berdampak apa-apa.


"Ha Ha Ha... Yamaguchi Hideo, menyerah dan biarkan aku melenyapkan mu. Aku telah membudidayakan Fisik Ketidaksempurnaan Kekosongan (Void Imperfection Physique), salah satu dari 12 Fisik Abadi. Hampir semua serangan ofensif tidak akan efektif melawanku."


Mengetahui musuh tidak bisa menyakitinya, harga diri Lin Fan melonjak dan menatap Ars dengan tatapan merendahkan.


"Itu memang merepotkan... Tapi, jangan berpikir kamu sudah menang dulu. Selama kamu tidak meniadakan Ketidakterbatasan (Infinity) ku, semua serangan mu juga tidak efektif."


Kata-kata Ars membuat Lin Fan berhenti tertawa.

__ADS_1


Sekarang tidak ada pihak yang bisa menyakiti yang lain dan tidak ada yang bisa berbuat apa-apa. Setidaknya, itulah yang dipikirkan Lin Fan.


"Kamu ada benarnya. Baiklah, ayo buat kesepakatan. Selama kamu berjanji pergi dan tidak pernah mendekati Rei, Saeko, Saya, dan Shizuka di masa depan, aku akan membiarkan mu pergi."


Bahkan dalam situasi seimbang, Lin Fan menganggap dirinya lebih unggul. Oleh sebab itu, dia mengajukan permintaan.


Ars : "😐"


Dia merasa seperti sedang berbicara dengan orang bodoh. Apakah Lin Fan benar-benar berpikir dia tidak bisa berbuat apa-apa padanya?


Ars menghela napas sambil berkata datar.


"Kesepakatan yang adil didasarkan pada situasi kekuatan kedua belah pihak sama. Jika tidak, pihak lemah hanya akan menjadi korban dari transaksi tersebut. Nah, Lin Fan, apakah kamu memandang ku lebih lemah dari mu?"


Setelah mengatakan itu, dia muncul di depan Lin Fan dalam waktu kurang 0,1 detik. Sebelum pihak lain merespon, ia melemparkan pukulan ke dadanya.


*BAM*


Terdengar suara teredam, dan Lin Fan menerima pukulan itu tanpa sempat bertahan. Hasilnya, tubuhnya terhempas ke belakang dan menghancurkan banyak bangunan yang dilaluinya.


"Dugaan ku benar, Fisik Ketidaksempurnaan Kekosongan hanya kebal terhadap teknik ofensif berbasis energi, dan serangan fisik adalah kelemahannya."


Sebelum bereinkarnasi, Ars juga membaca novel xianxia, ​​dan Dominasi Kaisar adalah salah satu novel favoritnya. Tentu saja dia mengetahui 12 Fisik Abadi yang terkenal.


Dia bergegas ke sisi Lin Fan yang terlempar di kejauhan.


Sesampainya di rumah yang rusak parah, Ars tercengang melihat apa yang ada di depannya.


Lin Fan terbaring di lantai, ada lubang menganga seukuran kepalan tangan di dadanya. Aura hidupnya telah menghilang, dan dia telah mati.


Namun, bukan kematian Lin Fan yang mengejutkan Ars, lagipula dia menggunakan [Manipulasi Berat] saat meninju, dan pukulan itu beratnya sekitar ratusan ribu ton.


Jika orang biasa menerima pukulan itu, tubuh orang itu akan meledak menjadi kabut darah. Tapi pukulan itu hanya meninggalkan bekas seperti donat di dada Lin Fan, yang menunjukkan bahwa pertahanan fisiknya sangat luar biasa.


Alasan utama Ars tercengang karena di atas mayat Lin Fan terdapat sebuah peti harta karun!


Hah? Bukankah peti harta karun hanya akan muncul pada peserta Ruang Dewa Utama yang terbunuh?


"Tunggu dulu! Siapa bilang peti harta karun itu akan muncul setelah kematian peserta Ruang Dewa Utama? Itu hanya teori yang aku buat sendiri tanpa bukti konkrit. Lin Fan adalah Transmigrator dan bukan peserta Ruang Dewa Utama, maka hanya ada satu penjelasan yang tersisa..."

__ADS_1


"Ini adalah kemampuan ku sendiri! Tiap kali aku membunuh orang-orang yang seharusnya tidak ada di dunia anime, mereka akan menjatuhkan kemampuan yang mereka miliki secara acak dalam bentuk harta karun!"


"Mungkin inilah perangkat curang milikku!"


"Jika itu benar, tidak heran perangkat curang ku tidak pernah aktif selama keenam reinkarnasi. Untuk mengaktifkannya, aku perlu memenuhi kondisi yang ada, yaitu membunuh Transmigrator, Reinkarnator, peserta Ruang Dewa Utama, dan sejenisnya."


Ars tersenyum kecut setelah mengetahui fakta dia juga memiliki perangkat curang seperti orang lain.


Bahkan orang Jepang yang dipanggil ke dunia lain (Isekai) diberi perangkat curang dalam bentuk keterampilan, senjata, dan lainya.


Sebagai Reinkarnator, Ars selalu iri dan cemburu pada mereka yang mempunyai perangkat curang untuk memudahkan kehidupan mereka.


Lihat saja Lin Fan, dia adalah seorang Transmigrator dan diberkahi dengan perangkat curang, Sistem Bela Diri Tak Terkalahkan.


"Lin Fan oh Lin Fan, kamu bisa saja terus hidup sampai puncaknya, mengapa kamu harus mencari kematian? Apakah kamu berpikir plot armor mu sangat tebal?"


Ars memandangi mayat Lin Fan yang matanya terbuka lebar dan wajahnya menunjukkan ekspresi keengganan.


"Sepertinya aku akan menjadi musuh bagi jenis ku sendiri. Tidak ada yang mau dekat dengan orang yang bisa merebut kemampuan mu."


Dia bisa membayangkan dirinya dimusuhi oleh Reinkarnator, Transmigrator, peserta Ruang Dewa Utama, dan sejenisnya, begitu mereka tahu dia bisa menjarah kemampuan mereka setelah membunuh mereka.


"Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Di masa depan, aku tidak perlu iri pada orang yang memiliki perangkat curang, karena aku juga punya!"


Ars berbicara pada dirinya sendiri.


Kemudian, dia mendekati mayat Lin Fan, dan membuka peti harta karun di depannya.


Setelah peti mati dibuka, dua gulungan yang terbuat dari kulit binatang tak dikenal muncul, lalu peti mati itu menghilang.


"Nah, apa yang aku dapatkan kali ini."


Mengambil dua gulungan itu, Ars membuka salah satu gulungan.


Meskipun tulisan pada gulungan itu tidak dalam bahasa apa pun yang pernah dia lihat, yang anehnya bisa dia baca.


"Fisik Ketidaksempurnaan Kekosongan... Jadi ini salah satu bab 12 Fisik Abadi dari Kitab Suci Fisik! Tapi dengan adanya Ketidakterbatasan (Infinity), aku tidak memerlukan ini."


Ars menggelengkan kepalanya, tidak senang atau sedih atas jarahannya. Kemudian, dia membuka gulungan yang lain.

__ADS_1


"Ruang Rahasia (Cryptic Space)... Kalau tidak salah, ini salah satu bab Kitab Suci Ruang... Sialan, dibandingkan keberuntungan ampas ku, Lin Fan benar-benar Putra Takdir. Dia mempunyai dua bab dari Sembilan Kitab Suci Surgawi Agung. Betapa beruntungnya orang ini!"


Untuk kesekian kalinya, Ars menyesali betapa busuk peruntungannya jika dibandingkan dengan keberuntungan orang lain.


__ADS_2