Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Klub Perdagangan Takdir


__ADS_3

"Slrup~... Ah~, minuman hangat yang disebut azuki ini memiliki rasa yang manis dan gurih. Meski penampilannya tidak meyakinkannya, rasanya cukup lezat."


Menaruh gelas, Restia mengungkapkan pendapatnya.


"Apakah sesuai dengan selera mu, Est?" Tanya Ars.


"Um, tidak buruk." Jawab Est sambil menyeruput minuman.


Saat ini mereka bertiga berada di kantor polisi dan di interogasi.


Meski dikatakan sedang diinterogasi, namun justru sebaliknya, Ars yang menanyakan pertanyaan kepada Tsunemoto tanpa pihak lain sadari.


Baginya, menghipnotis orang biasa seperti Tsunemoto hanyalah soal pemikiran. Dia menanamkan ingatan palsu ke pikiran pihak lain dan membuatnya percaya bahwa dia dan rombongannya hanya pedagang yang terdampar akibat badai.


Setelah itu, Ars memperoleh informasi dari Tsunemoto.


Saat ini mereka berada di ibukota Jepang, Heian-kyo, atau lebih dikenal sebagai Kyoto di masa depan.


Sekarang tahun 935 masehi Zaman Heian, kaisar yang memerintah Jepang saat ini adalah Kaisar Suzaku.


Sayangnya, Ars tidak mendapat informasi apapun mengenai hal supernatural dari Tsunemoto. Rupanya para makhluk supernatural dunia ini menyembunyikan keberadaan mereka dari publik.


Dia semula mengira ini adalah dunia berdasarkan anime [Kimetsu no Yaiba], tapi ia segera menyangkal teori.


[Kimetsu no Yaiba] mengambil latar waktu Jepang Zaman Taisho, sedangkan sekarang Zaman Heian. Tentu saja, ada kemungkinan Ars datang sebelum plot dimulai, mengingat pengalamannya sebelumnya.


Lagipula, Kibutsuji Muzan telah hidup selama lebih dari 1000 tahun. Ia menjadi iblis pada zaman Heian, dan sejak saat itu ia telah hidup abadi.


Dengan sedikitnya petunjuk, Ars tidak terburu-buru membuat kesimpulan.


"Terima kasih atas keramahannya, Minamoto-san. Jika tidak ada yang lain, aku akan pergi."


"Ah, maaf menunda waktu mu. Identitas kalian bertiga telah dikonfirmasi."


Tsunemoto tidak merasa ada yang salah, dan membiarkan mereka pergi.


"Selamat tinggal."


"Selamat tinggal."


Memegang Restia dan Est di masing-masing tangannya, Ars meninggalkan kantor polisi tanpa ada yang merasa curiga.


"Sekarang kita mau ke mana? Apa kamu punya tujuan?" Restia bertanya, mengamati adat istiadat setempat.


"Ayo beli tanah. Aku ingin membuka bisnis antar dunia."


"Hah? Bisakah kamu ulangi? Mungkin aku salah dengar."


Restia tercengang mendengar itu, bahkan Est menatap Ars dengan heran di wajah tanpa ekspresinya.

__ADS_1


"Lihat saja nanti." Ars tersenyum misterius, tidak menjelaskan lebih lanjut.


.....


Ars sedang mencari broker tanah, kali ini dia tidak menggunakan hipnotis pada pihak lain, melainkan kekuatan uang!


Meskipun dia tidak memiliki uang di era ini, itu tidak masalah. Dia hanya perlu menggunakan pengganti yang lebih berharga dari uang, yaitu emas!


Ars sendiri tidak mengetahui jumlah pasti emas yang disimpan di [Storage Magic]. Lagipula, itu semua emas dari dunia [Dr. Stone].


Dengan bantuan broker tanah, Ars membeli tanah kosong seluas 50 persegi, yang terletak dipinggiran kota.


Setelah broker tanah menerima emas batangan seberat 1 kg, dia menyerahkan akta tanah, dan pergi dengan senyum lebar.


"Bukankah luas tanah ini terlalu kecil?" Tanya Restia.


"Tidak masalah, aku tidak memerlukan terlalu banyak tanah." Ucap Ars santai. Kemudian dia menggunakan Dao Penciptaan.


Hanya dalam sekejap mata, tanah yang semula kosong, kini berdiri sebuah bangunan secara ajaib. Lokasi ini cukup jauh dari rumah penduduk, sehingga tidak ada yang memperhatikan peristiwa ini. Jika tidak, itu akan menimbulkan kehebohan.


Alih-alih sebuah rumah, itu lebih seperti sebuah toko.


—Klub Perdagangan Takdir—


Papan nama toko disusun satu per satu dengan kata-kata tersendiri. Lampu minyak khas Eropa dipasang di sebelah kiri pintu kayu. Sedangkan di sisi lain, ada jendela yang bening.


"Klub Perdagangan Takdir?" Est membaca papan nama itu.


Restia mendongak, menatap Ars dengan senyuman tipis.


"Ayo masuk." Ars menarik tangan Restia dan Est memasuki toko.


Terdengar suara bel saat pintu terbuka, kedua gadis itu melihat dengan penasaran, tapi segera kehilangan minat.


Hanya ada rak kosong, tidak ada apapun.


Ars mengeluarkan banyak barang dari [Storage Magic].


Meja, kursi, kasur, dan perlengkapan sehari-hari lainnya.


"Mari kita dekorasi toko ini agar terlihat lebih enak dipandang."


"Kenapa tidak melakukannya saat kamu menciptakan toko ini saja? Itu akan lebih mudah."


"Tidak, itu terlalu membosankan. Jika semuanya dilakukan serba instan, itu akan menghilangkan kesenangan saat berkerja. Hasil memang penting, tapi proses pencapaian hasil juga sangat penting!"


"Aku akan membantu Ars. Biarkan saja Roh Kegelapan menonton dari samping."


"Ara ara, ingin memonopoli Ars? Tidak akan aku biarkan."

__ADS_1


Seperti biasa, Restia dan Est akan saling berkonflik karena hal sepele. Meski keduanya terlihat tidak akur, mereka tetap patuh membantu Ars mengatur perabotan.


Toko ini terdiri dari dua lantai, Ars mengatur lantai satu sebagai tempat kerja, dan lantai dua sebagai tempat tidur.


Idaten tidak butuh tidur, tapi Ars memutuskan menjalani kesehariannya seperti manusia normal.


Baginya, kecuali ke toilet, ia menikmati makan dan tidur. Itu membuatnya tidak kehilangan kemanusiaannya.


Setelah 30 menit, isi toko yang tadinya kosong, kini terlihat seperti tempat tinggal di abad 21, dengan banyak peralatan canggih yang tidak ada di Zaman Heian.


"Saatnya mengisi rak..."


Ars menaruh Persenjataan Ilahi Balmung ke rak, lalu meletakkan banyak item lainnya seperti Gulungan berbagai macam Ninjutsu, Taijutsu, dan barang unik lainnya dari semesta [Naruto].


Mie instan, ponsel, emas, dan barang-barang abad 21 juga mengisi rak.


Ada juga buku sihir dari semesta [Konosuba] yang dipajang di rak. Pokonya, Ars menempatkan berbagai barang yang dia kumpulkan selama perjalanannya di berbagai semesta, serta buku-buku berisi pengetahuan selama periode reinkarnasinya.


Tentu saja, rak-rak itu tidak bisa menampung semua barang tersebut. Ars harus menggunakan manipulasi spasial agar rak lebih luas dari yang terlihat.


"Ini seperti toko serba ada."


Melihat item biasa lebih mendominasi dari item magis, Ars merasa sumber dayanya terlalu sedikit.


"Kamu bahkan menjual Balmung, aku tidak tahu ekspresi Raja Naga ketika mengetahui hal ini." Ucap Restia, melihat pedang pembunuh naga dipajang di rak.


"Dia tidak akan pernah tahu. Selain itu, dia telah memberikan Balmung kepadaku, jadi terserah padaku apa yang ingin aku lakukan."


Mengangkat bahu, Ars terlihat tidak peduli.


"Ars ingin aku melakukan sesuatu?" Tanya Est.


"Kalian berdua akan menjadi maskot toko ini."


Ars mengusap kepala kedua gadis kecil yang berusia jauh lebih tua darinya.


"Nona Pedang Suci mungkin suka diperlakukan seperti ini, tapi aku berbeda." Restia mengeluh, tapi tidak menyingkirkan tangan Ars di kepalanya.


"Fue~..."


Mengabaikan sarkasmenya, Est menutup matanya dan menikmati belaian itu.


'Oh, karena Restia tidak mau, aku tidak akan membelai kepala mu lagi di masa depan. "


"Jangan! Kamu terlalu bias jika hanya melakukan itu padanya."


Restia buru-buru menahan tangan Ars yang ingin ditarik.


Melihat ini, Ars menggelengkan kepalanya. Keluar toko, ia menyusun beberapa array disekitar toko.

__ADS_1


Selama tinggal bersama Tian Shen, Ars mempelajari array.


"Array ilusi, array pertahanan, array pembunuhan..."


__ADS_2