Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Ars VS Leluhur Shinobi


__ADS_3

Yang memulai gerakan pertama kali adalah Ars.


"[Inferno]."


Kobaran api besar tiba-tiba muncul mengelilingi Hamura dan Hagoromo.


Setelah kobaran api menghilang, mereka berdua terlihat baik-baik saja.


(Ini akan menjadi pertarungan yang sulit...) Pikir Ars.


Dalam sekejap mata, Hamura tiba di depan Ars, dan menyerang dengan tangan kosong.


*BAM BAM BAM*


Keduanya bertukar pukulan ratusan kali hanya dalam beberapa detik.


"Dapat mengimbangi Hamura, orang ini kuat."


Melihat adik laki-lakinya hanya dapat seimbang melawan musuh, Hagoromo sedikit terkejut. Lagipula, Hamura lebih mahir bertarung tangan kosong dibandingkan dirinya.


*BAM*


Hamura menerima pukulan Ars di dadanya, dan dia terlempar ke belakang, lalu ditangkap oleh kakak laki-lakinya.


"Kamu baik-baik saja, Hamura?"


"Cough Cough... Aku tidak apa-apa, yang lebih penting orang itu mengubah berat dan ada penghalang tak terlihat yang melindunginya."


Meski hanya bertarung sebentar, Hamura telah menemukan beberapa kekuatan Ars dan menjelaskan temuannya kepada Hagoromo.


"Pertama kita harus menghilangkan penghalang tak terlihat itu." Kata Hagoromo dengan ekspresi serius, lalu sembilan naga air raksasa menyerang Ars.


Karena percaya pada Ketidakterbatasan (Infinity), Ars tidak berniat menghindar.


Dan itu memang benar, sembilan naga air tidak bisa menembus Ketidakterbatasan, tiba-tiba muncul sebuah bola hitam dari belakang.


*Crush-Bang*


Seperti kaca pecah, Ketidakterbatasan yang selalu Ars banggakan hancur, dan bola hitam itu menembus dadanya, lalu dia ditenggelamkan oleh masa air yang padat.


Melihat serangannya efektif, Hagoromo melanjutkan aksinya dengan menjatuhkan petir ke dalam kolam air yang memenjarakan Ars.


"Kakak berhasil! Pertahanan orang itu rusak!"


Melalui Byakugan, Hamura bisa melihat kondisi Ars yang berada di bawah air.


"Jangan senang dulu, Hamura. Vitalitas orang itu tidak berkurang sama sekali."


Hagoromo mempunyai mata Rinnegan, dan mengetahui penghalang itu bukan hal biasa, melainkan sebuah teknik spasial yang memisahkan jarak diantara mereka. Oleh sebab itu, ia menggunakan [Gudōdama (Truthseeker Orb)] untuk meniadakan teknik lawan.


"Dia tidak berubah menjadi debu setelah terkena Gudōdama, mungkinkah dia..." Hamura memiliki tebakan di pikirannya.


*BOOM*


Genangan air yang menahan Ars meledak, dan dia memegang dadanya yang berlubang.


"Cough Cough Cough... Itu sangat sakit. Selain Rin, kalian berdua yang bisa membuat ku terluka sampai seperti ini."


Mata merah tua Ars menatap Hagoromo dan Hamura di kejauhan. Tidak ada kebencian atau kemarahan, hanya kesenangan!


"Kini giliran ku!"


Setelah mengatakan itu, Ars menghilang dan muncul di depan Hamura.

__ADS_1


*BAM*


Ars hendak memukul kepala Hamura, tetapi dia berhasil merespon dan memiringkan kepalanya.


*Swoosh Swoosh Swoosh*


Sepuluh Gudōdama yang dikendalikan Hagoromo menyerang Ars, tetapi sosoknya telah menghilang.


"Tidak baik."


Hagoromo menggunakan daya tolak yang sangat kuat disekitarnya, dan sosok Ars terhempas.


"Kecepatan orang ini terlalu cepat, kita tidak bisa menandingi kecepatannya."


Bahkan dengan mata Byakugan, Hamura tidak bisa melihat Ars bergerak.


"Maka kita harus..."


Sebelum Hagoromo menyelesaikan kalimatnya, Gudōdama mencair dan menutupi tubuh mereka.


*BAM*


Sebuah tebasan yang mampu membela kota menghantam Gudōdama.


"Tsk, pertahanannya terlalu keras."


Berdiri di atas permukaan air danau, Ars memegang katana yang diciptakan melalui kemampuan bawaan Idaten, [Manipulasi Senjata].


*Slash Slash Slash*


Dia mengayunkan katana beberapa kali, energi tebasan itu menabrak Gudōdama, dan retakan perlahan muncul di Gudōdama.


*Crush-Bang*


Akhirnya Gudōdama hancur.


Di sisi lain, Hamura telah mengaktifkan Mode Chakra Tenseigan. Meskipun transformasinya tidak sedrastis kakak laki-lakinya, tubuhnya diselimuti energi hijau dan auranya tidak lebih lemah dari Hagoromo.


Untuk melawan Ars, mereka berdua tidak berani menganggapnya remeh, dan memutuskan untuk menggunakan kekuatan penuh dari awal.


"Wow, transformasi kalian berdua sangat keren! Itu seperti Goku yang berubah menjadi Super Saiyan. Sayangnya, aku tidak memiliki kemampuan seperti itu."


Menghadapi Hagoromo dan Hamura yang berada di masa jayanya, mata Ars berbinar cerah, dan semangat juangnya mencapai puncaknya.


Mengambang di udara, Hamura memfokuskan sejumlah besar chakra ke salah satu Gudodama dan menggenggamnya di tangannya untuk membuat pedang emas raksasa dengan chakra murni.


"[Kinrin Tensei Baku (Golden Wheel Rebirth Explosion)]."


Disaat bersamaan, Susano'o mengayunkan pedang ke bawah.


"Pemandangan yang indah..."


Bahkan dengan kecepatan Mach 25, Ars tidak bisa menghindari serangan pamungkas kedua Shinobi Leluhur.


*BOOOOM*


Suara ledakan terdengar oleh semua manusia yang berada di planet itu.


[Kinrin Tensei Baku] bahkan bisa membelah bulan, jika bukan karena Hamura mengendalikan keluaran serangan, maka Tanah Leluhur (Land of Ancestors) dan negara disekitarnya akan terkena dampak


"Apakah dia telah mati?" Tanya Hagoromo pada adik laki-lakinya.


Hamura menggunakan Byakugan untuk melihat kedalaman jurang yang terbentuk dari gabungan serangan keduanya.

__ADS_1


Jurang itu membentang puluhan kilometer, dan dasarnya tidak terlihat.


"Ini buruk, kakak laki-laki. Dia memang abadi, tubuhnya mulai beregenerasi." Hamura berkata dengan ekspresi suram.


"Jadi dia juga abadi sama seperti ibu kita, huh... Apakah semua alien abadi? Mereka sangat sulit untuk dihadapi."


Meski sudah menebak, Hagoromo masih kecewa setelah memastikan bahwa musuh mereka tidak bisa dibunuh.


"Dia sudah memulihkan diri!" Hamura mengingatkan kakak laki-lakinya.


Ars mengerahkan semua energinya untuk meregenerasi tubuhnya. Serangan barusan telah memusnahkan tubuhnya tanpa sisa. Untungnya, Idaten abadi dan tidak bisa tanpa metode khusus untuk membunuh makhluk abadi.


Berdiri dari tanah, dia mendongak ke atas, tetapi tidak bisa melihat ujung jurang.


"Kini giliran ku."


Sambil terbang ke atas, dia melantunkan salah satu sihir terkuat di gudang senjatanya.


"Ini adalah api permulaan."


"Ini juga api terakhir."


"Masa kini, masa lalu, dan masa depan."


"Kekuatan terlarang yang jauh dari imajinasimu."


"Nyala api..."


"Aku adalah perusak dan orang yang tak berperasaan."


"Sekarang dengan darahku, dagingku, aku melanggar perintah para dewa kuno."


Keluar dari jurang, Ars telah menyelesaikan mantranya. Di tangan kanannya dia memegang konsentrasi energi yang sangat menakutkan, dan di atas Hagoromo dan Hamura muncul lima belas pusaran api raksasa.


"[Explosion]!"


Bola energi di tangan Ars meluncur ke pusaran api paling atas. Dan saat berikutnya, ledakan yang lebih dahsyat dari bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki terjadi.


*BOOOMMM*


Meskipun suara ledakan tidak terdengar ke seluruh dunia seperti sebelumnya, ledakan itu menghancurkan area dalam radius lima kilometer.


Tanah Leluhur dan negara lainnya menerima dampak gempa, yang membuat orang-orang biasa bersujud dan memohon pada dewa.


Setelah beberapa menit, ledakan berhenti dan asap tebal menghalangi Ars melihat kondisi pihak lain.


Melambaikan tangannya, asap hitam di depannya terbawa angin dan dia bisa melihat Hagoromo dan Hamura.


Susano'o hanya terlihat sedikit rusak, tetapi Hamura terlihat sangat menyedihkan, energi hijaunya terkoyak dan sesekali dia batuk darah.


"Sembuhkan diri mu dulu, Hamura. Biarkan aku melawannya."


"Baik, kakak laki-laki."


Hamura tidak menolak, dan mundur untuk memulihkan diri.


Bagaimana Ars bisa membiarkan musuh pulih? Ia hendak mengikuti Hamura, namun dicegat oleh Hagoromo.


*Ting Ting Ting*


Ars mencoba menahan pedang Susano'o dengan katananya. Alhasil, katana di tangannya hanya bertahan beberapa putaran sebelum hancur berkeping-keping.


"Tsk, aku tidak percaya aku tidak bisa menghancurkan pertahanan mu."

__ADS_1


Memegang katana di kedua tangannya, dia menyerbu Hagoromo.


Pertarungan mereka dimulai.


__ADS_2