
(Umu, sudah diputuskan. Ayo selesaikan urusan yang tersisa sebelum pergi.)
Tidak ingin naik ke Dunia Kesepuluh, Ars telah memutuskan pergi ke dunia berikut untuk menghindari pandangan Dao Surgawi (Old Villainous Heavens).
Kemudian dia melepaskan Kalung Penekan Monster Berekor di lehernya, dan melemparkannya ke klonnya.
"Kenapa tiba-tiba melakukan ini?" Tanya Klon.
"Ekstrak Kyubi dari Jinchuriki-nya. Aku akan segera memulai perjalanan ku selanjutnya." Ars menjawab.
"Hah, kamu ingin pergi? Bukankah masih ada 40 tahun masa tugas mu sebagai Wali?"
"Tenang saja, aku tidak mengingkari janji ku. Aku akan meninggalkan mu sebagai gantinya."
"Oh, jadi begitu. Serahkan pada ku, kalau begitu aku pergi menemui Minato dulu."
Setelah sekian lama berada di dunia ini, klon itu juga tidak mau menghilang begitu saja. Dia telah mengembangkan kepribadian yang mandiri dan ingin menikmati hidup sedikit lebih lama.
"Ada banyak makanan di kulkas, kamu bisa makan sambil menunggu ku."
Setelah mengatakan itu, klon meninggalkan rumah.
(Tidak baik membiarkan klon terlalu lama, itu akan merepotkan...)
Tentu saja Ars menyadari apa yang salah dengan klon tersebut. Jika dia memintanya untuk menghilang, kemungkinan besar pihak lain akan menolak dan malah melawan.
Dia ingat Uzumaki Naruto pernah melawan klonnya sendiri.
"Tanpa Bijuu di dunia ini, Perang Dunia Shinobi Keempat tidak akan terjadi. Dan dengan campur tangan klonku, organisasi Akatsuki berada di jalan yang benar. Lalu ancaman yang tersisa…”
"Otsusuki Isshiki dan organisasi Kara... Umu, ayo hancurkan mereka sebelum pergi."
Ars khawatir tidak ada yang bisa melawan mereka di masa depan, mengingat perkembangan sejarah berbeda dari Garis Waktu yang sebenarnya. Apalagi hal ini disebabkan olehnya secara tidak langsung, sehingga ia ingin memberantas sumber masalahnya sebelum berkembang.
Dia memejamkan matanya dan menggunakan [Magic Sense]... Tidak, mungkin itu lebih cocok disebut [Divine Sense].
Jika dia menggunakan kekuatan Kehendak Surga, inderanya bisa mencakup seluruh Tata Surya. Tidak sulit bagi Ars menyebarkan inderanya menyelimuti Planet Shinobi.
Tidak ada yang bisa lolos dari deteksi [Divine Sense], baik itu di langit atau di bawah tanah.
"Ketemu kalian!"
Ars membuka matanya, bangkit dari sofa dan berteleportasi.
__ADS_1
...
10 menit kemudian, Ars kembali rumahnya.
"Keputusan ku melenyapkan organisasi Kara memang tepat. Bahkan Sasuke dan Naruto yang berada di masa puncaknya sama-sama mengalami kesulitan melawan Otsutsuki Isshiki, apalagi mereka tidak akan sekuat di Garis Waktu aslinya."
Dengan tingkat kekuatannya saat ini, Isshiki bukanlah tandingannya. Namun Ars mengakui tidak ada Shinobi yang bisa melawan Isshiki di era ini.
Setelah membunuh Isshiki, termasuk jiwanya. Ars tidak memiliki belas kasihan pada anggota Kara lainnya. Baik itu wanita cantik seperti Eida, atau anak-anak seperti Daemon, Ars memusnahkan mereka tanpa memandang jenis kelamin dan usia.
Demi perdamaian dunia, Ars bertindak sangat kejam.
Kini organisasi Kara telah musnah bahkan sebelum namanya dikenal dunia.
"Adapun Otsusuki lainnya di masa depan... Aku telah menghapus koordinat di planet ini, sehingga mereka tidak akan pernah bisa menemukan lokasi dunia ini. Seharusnya baik-baik saja."
"Kehendak Surga terlalu hebat, itu hampir mahakuasa."
Menyentuh dadanya, Ars merasakan Fisik Batinnya dan memahami betapa menakjubkannya Kehendak Surga itu.
"Yo, aku kembali."
Klon membuka pintu rumah dan masuk. Dia melemparkan kalung di tangannya.
Ars menangkapnya, inderanya memasuki kalung itu dan menemukan Kyubi yang meraung marah padanya.
"Ini hanya masalah kecil. Minato bahkan senang istrinya bukan lagi seorang Jinchuriki."
Klon melambaikan tangannya, duduk di kursi, dan kembali melanjutkan menonton TV.
"Kapan kamu mau pergi?" Tanya klon penasaran.
"Sekarang."
"Bukankah kamu terlalu terburu-buru?"
"Lebih cepat lebih baik. Aku bisa merasakan Kehendak Dunia ini membenci ku karena menjadi bagian dari Dao Surgawi semesta [Emperor Domination]. Jika aku tidak segera pergi, saya khawatir Kehendak Dunia akan memaksa ku untuk naik ke Dunia Kesepuluh."
"Jadi begitu... Selamat tinggal, semoga perjalanan mu lancar." Klon tidak terlalu peduli.
"Oh, benar. Saya telah meninggalkan altar di bawah tanah, jadi saya dapat kembali ke dunia ini kapan saja, jangan menodai nama baik saya ketika saya kembali."
Pada awalnya, sihir [Teleportasi] hanya memungkinkan Ars meninggalkan tiga koordinat. Satu telah digunakan di dunia asalnya, dan masih ada dua kesempatan.
__ADS_1
Setiap koordinasi sangat berharga. Itulah sebabnya, dia tidak meninggalkan koordinat apapun di dunia [High School of the Dead]. Baginya, dunia kiamat seperti itu tidaklah berharga dan tidak layak.
Namun, dunia [Naruto] berbeda. Ars telah hidup selama lebih dari 800 tahun dan mengalami banyak pasang surut. Ini bahkan lebih lama dari masa tinggalnya di dunia asalnya.
Dia ingin meninggalkan koordinat di dunia [Naruto] agar suatu hari bisa datang kembali.
Selain itu, berkat memahami [Cryptic Space], pemahamannya terhadap prinsip ruang telah meningkat pesat. Sekarang tidak ada batasan jumlah meninggalkan koordinat.
"Oke, pergilah, aku tidak akan mengantar kepergian mu." Klon mengangguk tanpa mengalihkan pandangan dari TV.
(Benar juga... Orang-orang yang mengenalku telah meninggal.)
Sejenak, Ars merasa sedih karena ditinggal teman-temannya.
"Selamat tinggal, dunia..."
Setelah mengatakan itu, Ars menggunakan [Teleportasi] dan sosoknya menghilang.
"Semoga keberuntungan menyertai mu.” Klon itu melirik tubuh utamanya yang sekarang telah pergi, dan berdoa dari lubuk hatinya.
...
Kekosongan Tak Terbatas (Endless Void).
Sosok Ars muncul di kehampaan, di belakangnya ada bola cahaya super besar yang merupakan semesta [Naruto].
(Mumpung kekuatan ku meningkat pesat, ayo coba menjelajah lebih jauh.)
Melihat sekeliling, ada banyak bola cahaya. Masing-masing dari mereka adalah alam semesta yang berbeda. Tapi Ars tidak mau kesana, dia ingin memilih bola cahaya yang ada di kejauhan.
Ars memobilisasi kekuatan Kehendak Surga di Fisik Batinnya. Kemudian ia terbang dengan kecepatan FTL besar-besaran, atau setara dengan 1000x kecepatan cahaya.
Dulu batas kecepatan hanya di Mach, sekarang sudah menembus kecepatan cahaya.
Tidak berhenti sampai di situ, [Manipulasi Berat] sebelumnya hanya mencapai batas Kelas G, atau 50 juta ton. Sekarang Ars telah mencapai Kelas Bintang.
Premisnya adalah selama dia menggunakan kekuatan Kehendak Surga.
(Tak heran dalam novel, kultivator digambarkan mampu menjungkirbalikkan gunung dan membelah lautan, serta memetik bintang di langit. Mereka yang telah mencapai puncak kultivasi memang tidak dapat dijelaskan dengan akal sehat.)
Ars memahami seberapa kuat dirinya sekarang.
Dia tidak pernah waspada di Kekosongan Tak Terbatas karena tidak pernah menemui orang lain selain dirinya dan tidak menemui bahaya apapun. Oleh sebab itu, ia menanggap Kekosongan Tak Terbatas merupakan tempat yang sangat berbahaya.
__ADS_1
Akibatnya, Ars menerima konsekuensinya saat terus terbang dengan kecepatan melebihi cahaya.
"Apa-apaan ini!!!"