
"Apakah kamu gila, Ars? Kamu ingin melakukan pembunuhan massal?"
Bahamut salah paham tentang maksud Ars.
Menurutnya, jika ingin mengubah posisi hegemoni dunia, itu berarti membunuh semua Elementalis.
Alasan mengapa status sosial perempuan lebih tinggi daripada laki-laki terletak pada kenyataan bahwa mereka bisa membuat kontrak dengan Roh dan mendapatkan kekuatan luar biasa. Tanpa Roh, perempuan tidak akan menjadi hegemoni dunia.
Dia berpikir Ars akan membantai setiap Elementalis di seluruh dunia tanpa tersisa satu pun.
Itu genosida!
"Bahamut, menurutmu mengapa laki-laki lebih rendah derajatnya dibandingkan perempuan?”
Mengenai kesalahpahaman Bahamut, Ars tidak mempermasalahkannya dan tetap terlihat santai.
"Itu sudah jelas, selain kamu dan Solomon Yerusian, laki-laki tidak dapat membuat kontrak dengan Roh. Itulah alasan mereka ditindas oleh perempuan selama puluhan ribu tahun." Bahamut menjelaskan pengetahuan umum.
Menjentikkan abu pada puntung rokok, Ars menghisapnya dan menjawab sambil mengembuskan asapnya.
"Yang ingin aku lakukan bukanlah membunuh Elementalis. Bahkan jika aku membunuh mereka semua, cepat atau lambat Elementalis akan kembali muncul setelah aku pergi Roh. Selama aku memutuskan hubungan antara Astral Zero dan dunia ini, Elementalist tidak akan pernah muncul di masa depan selamanya."
Mendengar ini, Bahamut tercengang, bahkan lupa mengunyah kue di mulutnya. Setelah beberapa saat, dia mendapatkan kembali ketenangannya.
"Mustahil. Tidak ada yang bisa melakukan itu." Dia menolak percaya.
"Tidak masalah jika kamu tidak mempercayainya. Bagaimanapun, aku akan melaksanakan rencana ku tiga hari dari sekarang. Selama waktu itu, kamu harus menyelesaikan urusan internal Kekaisaran Dracunia. Aku akan mengasingkan semua Roh di dunia ini kembali ke Astral Zero."
"Dunia akan berjalan sebagaimana mestinya. Perempuan adalah penguasa dunia? Jangan membuat ku tertawa!"
Sambil menggosok rokok di atas meja untuk mematikannya, Ars berdiri dari kursi dan mengabaikan tatapan marah Bahamut.
"Ini bukan berarti aku memandang rendah perempuan. Kamu telah hidup ribuan tahun dan melihat banyak hal. Sejujurnya tidak masuk akal bahwa peradaban tidak berubah atau berkembang di dunia ini selama puluhan ribu tahun. Ini adalah bukti tak terbantahkan perempuan tidak kompeten mengelola dunia ini."
Bahamut terdiam. Dia marah tetapi tidak bisa membantah. Bahkan masyarakat Kekaisaran Dracunian tidak mengalami kemajuan apa pun selama ratusan tahun karena pemerintahan semuanya dikelola oleh wanita.
"Sigh~... Mungkin kamu ada benarnya. Manusia harus hidup dengan usaha mereka sendiri. Mereka terlalu bergantung pada Roh dan memperlambat perkembangan mereka."
Setelah merenung, Bahamut menghela napas dan hanya bisa setuju. Bahkan jika dia menolak, apa yang bisa dia lakukan?
Melawan Ars?
Meski kutukannya sudah dicabut dan seluruh kekuatannya sudah pulih, Bahamut yakin dirinya bukan tandingan Ars.
Itu intuisi Spesies Naga.
__ADS_1
"Ini pertemuan terakhir kita, senang mengobrol dengan mu, Bahamut."
"Apa kita bisa bertemu lagi?"
"... Mungkin."
Setelah meninggalkan kalimat itu, sosok Ars menghilang, hanya menyisakan Bahamut dengan meja penuh kue di depannya.
"Kamu tidak perlu pergi terlalu cepat. Makan sendirian tidak enak." Bahamut mengeluh.
...
Selama periode tiga hari, Bahamut sangat sibuk. Dia menunjuk seorang wanita sebagai Raja baru Kekaisaran Dracunia.
Kabar ini sangat mengejutkan Kekaisaran dan Kerajaan lainnya. Namun, Bahamut tidak menjelaskan alasannya.
Dia diam-diam menyampaikan informasi sebenarnya kepada Naga lain dan meminta mereka bersiap meninggalkan dunia manusia. Sayangnya, niat baiknya tidak mendapat respon baik.
Para Naga betah dan nyaman tinggal disini, mereka menolak direlokasi ke Astral Zero. Mereka mengabaikan saran Bahamut dan siap bertarung dengannya jika dia tetap memaksa.
Melihat sikap keras kepala mereka, Bahamut tidak melakukan apapun.
Tiga hari berlalu dengan cepat.
Ars berdiri di ruang angkasa, di depannya ada planet hijau dengan sedikit lautan.
Kedua Segel Roh di tangannya bersinar, lalu Pedang Suci dan Pedang Vorpal muncul.
Sejujurnya, dia hanya membutuhkan satu pedang untuk melakukan tindakannya. Namun, untuk menghindari ketidakadilan, Ars menggunakan kedua pedang tersebut.
(Fufu~ kita akan melakukan hal gila, jangan menjadi beban untuk Ars, adik kecil~)
Seperti biasa, Restia menggoda Est.
(Faktanya, kamulah bebannya, jangan lupa kamu telah dikalahkan olehku. Juga, jangan panggil aku adik kecil!)
Est mengingatkan saat pertarungan Areishia dan Solomon seribu tahun lalu.
Restia: (Hanya seorang anak kecil yang mengungkit masa lalu)
Est: (Aku lebih tua dari mu)
Restia: (Payudara ku lebih besar dari milik mu)
Est: (Ka-Kamu...! Ars, Roh Kegelapan merundung ku)
__ADS_1
Tidak menemukan cara untuk membalas, Est mengadu pada Ars.
Ars: "😐"
(Berhenti bertengkar, bagaimana jika aku salah potong?)
Mengetahui ini adalah momen penting, Restia dan Est dengan patuh tidak membuat masalah apa pun.
(Ayo mulai.) Pikir Ars.
Mengaktifkan Eternal Mangekyo Sharingan yang telah diberkati oleh Kehendak Surga. Sekarang tidak ada yang bisa disembunyikan dari visinya, termasuk Kehendak Dunia.
Dari sudut pandangnya, Kehendak Dunia mirip dengan program komputer dengan seperangkat hukum yang mengatur dunia.
Karma, lima elemen, takdir, ruang dan waktu, cahaya dan kegelapan, kematian dan kehidupan, dan hukum yang membentuk sebuah planet dengan bentuk kehidupan.
Setelah mencari beberapa saat, Ars menemukan Hukum Ruang, yang menghubungkan Astral Zero.
(Est, Restia, ini akan terasa tidak nyaman, bisakah kalian berdua menanggungnya?) Ars bertanya dalam hati.
(Aku adalah pedang mu, Ars bisa menggunakan sesuka mu) Est menjawab tanpa ragu.
(Tentu saja. Setelah ini selesai, kamu harus memberi kompensasi padaku) Restia menggoda.
Mendapat persetujuan keduanya, Ars mulai mentransfer energi ke Pedang Suci dan Pedang Vorpal.
Itu bukan energi inferior seperti Kekuatan Ilahi, Chakra, Nen, Mana, Reiryoku, Reiatsu, dan sistem energi lainnya.
Itu adalah energi superior dari makhluk berdimensi tinggi. Lagi pula, ketika para kultivator memikul Kehendak Surga dan menjadi Kaisar Abadi, mereka berevolusi menjadi makhluk berdimensi tinggi.
Meskipun Kehendak Surga milik Ars hasil Giveaways, itu tidak mengubah fakta dia adalah Kaisar Abadi Kelas 1.
Akibatnya, Restia dan Est merasa hampir hancur. Mereka tidak bisa menahan energi tersebut.
Mengetahui hal ini, Ars tidak berani menunda. Dia mengayunkan pedang ke arah rantai hukum planet ini dan Astral Zero.
"[Absolute Slicing]"
Serangan tersebut dapat menebas lawan dalam bentuk apa pun, apakah mereka abadi, kebal, atau zat terkeras yang pernah ada. Itu juga dapat menjangkau setiap alam eksistensi, baik itu ruang dan waktu atau dimensi alternatif dan saku.
*Crush-Bang*
Orang yang paling terkena dampak dari kejadian ini adalah para Elementalist.
Menerima serangan balik, mereka semua muntah darah, jatuh lemas ke tanah, dan Segel Roh mereka meredup. Namun, mimpi buruk mereka belum berakhir.
__ADS_1
Setelah kehilangan koneksi ke Segel Roh, para Elementalis tercengang saat melihat Segel Roh mulai memudar.
Kengerian dan ketakutan terlihat jelas di wajah mereka.