
"Cerdas! Kali ini, aku bermain peran sebagai pedagang, tapi barang-barang yang aku jual bisa mengubah takdir. Lagipula, jin lampu yang mengabulkan permintaan hanya ada dalam dongeng."
"Jadi, Nona Rea, apakah ada sesuatu yang kamu inginkan?"
Setelah mengatakan itu, Ars tidak mengatakan apa pun lagi.
"..."
Rea tampak merenung, sesekali ia akan melirik barang-barang di rak. Beberapa menit kemudian, ia telah mengambil keputusan.
"Sebelumnya, Ars-san bilang kamu bisa melihat masa depan. Bisakah kamu memberi tahu saya sebelumnya tentang masa depanku?"
"Hmm... Biasanya, informasi tentang masa depan pelanggan juga mencakup komoditas yang diperdagangkan. Tapi karena kamu adalah pelanggan pertamaku, aku membuat pengecualian khusus."
"Terima kasih banyak Ars-san."
"Sama-sama."
Sebelum memulai, Ars mengambil gelas berisi minuman berkarbonasi dan meminumnya. Dia tidak suka kopi dan teh, sehingga Restia menyiapkan minuman lain.
Meletakkan gelas di atas meja, dia menurunkan Est dari pangkuannya dan meletakkannya di sebelah kanannya. Saat itulah Restia melepaskan pinggangnya.
Meskipun cubitan Restia tidak menimbulkan rasa sakit, Ars merasa malu dilihat oleh pelanggan.
Begitu situasi sudah kondusif, dia menyilangkan kaki dan mulai menceritakan masa depan Rea.
"Masa depan mu tidak terlalu bagus, Nona Rea. 10 tahun dari sekarang, dunia mu akan memasuki perang dunia ketiga."
"Perang dunia ketiga?!" Rea syok.
"Pemicu perang dikarenakan Amerika mengirim kapal induk untuk membantu Israel menjajah Palestina. Bagaimanapun, Amerika adalah negara munafik yang mengklaim menjunjung tinggi ‘kebebasan’ padahal negara itu selalu hadir dalam konflik setiap negara di dunia.”
"Tindakan Amerika kali ini adalah sebuah kesalahan besar. Negara-negara lain muak dengan arogansi Amerika, khususnya Rusia yang mendukung kemerdekaan Palestina. Akhirnya, berbagai negara di dunia di bagi dunai kubu, yaitu pro Rusia dan pro Amerika. Dan Jepang termasuk pro Amerika. "
"Pada awal perang, masing-masing negara berusaha untuk tidak menggunakan senjata nuklir dan hanya berperang dengan personel militer. Mereka tahu sekali bom nuklir diluncurkan, itu akan menimbulkan efek berantai dan peradaban modern akan berakhir."
__ADS_1
"Seperti di era perang dunia kedua, negara yang pertama meluncurkan senjata nuklir justru Amerika, yang menjatuhkan bom nuklir di Moskow, dan membunuh jutaan warga sipil sekaligus pemerintahan. Beruntungnya, presiden Rusia bersembunyi di bunker dan selamat. Setelah melihat tindakan kejam Amerika, Rusia kembali meluncurkan senjata nuklir ke Washington.”
"Akibat tindakan dua negara adidaya tersebut, negara lainnya juga tidak lagi ragu-ragu meluncurkan bom nuklir ke negara lawan. Alhasil, miliaran nyawa lenyap hanya dalam hitungan menit."
Rea yang mendengarkan masa depan tersebut, kecemasan memenuhi hatinya, lalu ia buru-buru bertanya: "Bagaimana keadaan Mero-chan dan keluarganya?"
"Furuya Mero meninggal karena usia tua, 8 tahun sebelum perang dunia ketiga pecah. Adapun keluarganya... Mereka terbunuh oleh misil pesawat korea utara." Ars menjawab.
Melalui masa depan Rea, Ars juga mengetahui saat perang dunia ketiga berlangsung, Indonesia berakhir dengan tragis.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Khususnya mineral seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, emas, dan tembaga. Negara-negara lain sudah lama rakus terhadap sumber daya Indonesia.
Itu dapat dilihat dari catatan sejarah bahwa Indonesia dijajah banyak negara di masa lalu, yaitu Portugis, Belanda, Spanyol, Prancis, Inggris, dan Jepang.
Sebelum bereinkarnasi, Ars berasal dari Indonesia. Dia sedih melihat tanah airnya jatuh bukan karena negara lain, tapi pengkhianat!
Beberapa petinggi negara diam-diam berkolusi dengan Cina, dan menjual aset-aset Indonesia dengan dalih 'hutang', mereka juga membiarkan tenaga kerja asing Cina mendominasi lapangan kerja di Indonesia sehingga warga lokal tidak bisa mendapat pekerjaan.
Parahnya lagi, para bajingan tak tahu malu itu menjual lusinan pulau ke situs lelang di Amerika.
"Ars, kamu baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja. Aku sedikit melankolis."
Dia mengusap kepala Restia dan Est di saat yang bersamaan. Setelah itu, ia tersenyum meminta maaf pada Rea.
"Maaf, Nona Rea. Pikiranku terganggu sejenak."
"Aku tidak keberatan, Ars-san mungkin teringat sesuatu yang buruk."
"Oh, mengapa kamu berpikir seperti itu."
"Dari ekspresi mu. Kamu terlihat kecewa terhadap sesuatu."
"Tampaknya Nona Rea memiliki EQ yang cukup tinggi."
__ADS_1
Rea tersenyum ringan atas pujian Ars.
"Ahem, kembali ke topik utama. Kamu mengkhawatirkan keselamatan cucu Mero setelah melihat pesawat menembakkan misil. Kamu meninggalkan tempat persembunyian mu dan ingin melihat situasi mereka secara langsung. Sayang sekali, kamu bertemu salah satu batalion infanteri korea utara dan ditangkap. Faktanya, para tentara menangkap wanita muda dan memperkosa mereka untuk melampiaskan tekanan stres."
"Apa?! Perbuatan mereka sangat keji."
Menutup mulutnya yang terbuka dengan tangannya, Rea marah.
"Itu hal biasa terjadi di medan perang. Dalam sejarah, tiap kali suatu pasukan menembus benteng musuh, mereka akan menjarah rumah-rumah penduduk dan memperkosa para wanita." Ars mengangkat bahu dan berkata acuh tak acuh.
Dia telah menyaksikan pemandangan itu dengan matanya sendiri saat dia mengembara selama satu milenium di dunia [Naruto].
Ketika perang dimulai, pihak yang paling menderita adalah warga sipil."
"Aku minta maaf, aku kehilangan kendali emosi ku."
Menyadari ia memarahi orang yang salah, Rea menundukkan kepala dan meminta maaf.
"Tidak masalah. Hmm... Aku bilang sampai dimana?"
"Rea ditangkap tentara."
Restia mengingatkan Ars.
"Cough... Seorang tentara yang memperkosa mu merasakan anomali dalam dirinu. Alih-alih merasa hangat, dia justru merasa dingin saat bercinta denganmu. Kemudian dia menyadari kamu tidak bernapas dan tidak memiliki detak jantung."
"Menemukan hal ini, tentara tersebut melaporkan kondisi mu ke kapten peleton. Pada akhirnya, informasi mu sampai ke pemimpin tertinggi korea utara. Kemudian, kamu dikurung di sebuah laboratorium dan setiap hari para peneliti melakukan berbagai eksperimen tidak manusiawi padamu. Misalnya, membedah tubuh tanpa anestesi, memotong anggota bagian tubuh, dan meneliti apakah mungkin kamu hamil. Sederhananya, tiap hari adalah siksaan bagi mu."
Mendengar narasi Ars, tubuh Rea menggigil mengetahui masa depan yang menantinya.
"M-Mengapa mereka melakukan perbuatan jahat seperti itu padaku?" Tanya Rea dengan suara gemetar.
"Untuk apa? Tentu saja untuk mengetahui rahasia keabadian mu! Lagi pula, semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin takut mereka akan kematian."
"Qin Shi Huang, Imhotep, Leonardo da Vinci, Dante Alighieri, Nero, dan Alexander Agung. Mereka adalah tokoh terkenal dalam sejarah yang mencari metode keabadian! Meskipun keabadian Nona Rea hanya bersifat keabadian semu, itu sangat menarik minat para elit global."
__ADS_1
"Kamu menghabiskan hari-hari mu terkurung di laboratorium dan tidak pernah lagi melihat cahaya matahari. Tentu saja, bukan hanya kamu, umat manusia tidak dapat lagi melihat cahaya matahari karena permukaan bumi telah ditutup oleh debu hasil ledakan puluhan bom nuklir."
"Itulah masa depan mu, Sanka Rea."