Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Bayi Spesial


__ADS_3

Setelah puas mengelilingi Heian-kyo, Ars membawa para gadis kembali ke toko.


Menyadari kurangnya hiburan, ia menciptakan TV yang dipenuhi film, kartun, dan anime di kehidupan sebelumnya.


"Apa ini?" Tanya Restia, melihat kotak lebar tapi tipis di depannya.


"Bukankah itu TV?"


Berbeda dari Restia dan Est yang tidak tahu apa-apa, Rea langsung mengenali barang di depannya.


"Terlalu membosankan di toko tanpa melakukan apapun, kan? Kita tidak tahu kapan pelanggan berikutnya datang. Aku telah mengisi TV ini dengan banyak film, kalian bisa menonton TV untuk menghabiskan waktu. Rea, ajari mereka berdua cara menggunakannya." Kata Ars.


"Dimengerti, bos. Serahkan padaku." Rea mengangguk penuh antisipasi. Sudah lama ia tidak menonton TV.


"Ars mau pergi? Aku ikut." Tanya Es sambil memiringkan kepalanya.


Berjongkok di depannya, Ars menangkup pipinya dan berbicara sambil tersenyum: "Jadilah gadis yang penurut. Aku tidak pergi lama, hanya ingin memastikan beberapa hal."


"Aku adalah pedang mu, aku harus selalu disisimu." Est keras kepala ingin mengikutinya.


Melihat dia gagal membujuknya, Ars melirik ke arah Restia yang memperhatikan mereka, membuat isyarat membantunya.


Menyadari arti tatapannya, Restia tersenyum tak berdaya, lalu menarik Est menjauh.


"Apa yang kamu lakukan, Roh Kegelapan."


"Fufufu~... Berhenti membuat masalah untuk Ars. Ayo nonton benda yang disebut TV ini."


"Tidak mau. Aku ingin menemani Ars."


"Jangan keras kepala, Nona Pedang Suci. Meskipun kita berdua adalah Pedangnya, kamu harus sadar kita tidak terlalu berguna baginya."


Mendengar perkataan Restia, Est berhenti meronta, kesedihan terlihat di wajah tanpa ekspresinya.


"Di pertarungan melawan Tuan Elemental Cahaya, Ars bisa mengalahkannya tanpa menggunakan kita. Kamu juga tahu ini, keberadaan kita tidak terlalu dibutuhkannya. Jadi, berhentilah keras kepala dan patuh saja, oke? Kamu tidak ingin ditinggalkan oleh Ars, kan?"


"Apakah Ars ingin membuang ku?"


Mendongak ke atas, Est menatap Ars dengan mata berkaca-kaca.


"Bagaimana mungkin aku melakukan itu? Restia hanya menakuti mu saja." Ars menghiburnya.


Akhirnya, Est tidak lagi meminta ikut.


"Kamu terlalu berlebihan, Restia."

__ADS_1


"Sungguh? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Kami berdua tidak berguna bagimu dalam pertempuran. Amu hanya menerima kenyataan untuk menghindarinya seperti yang dilakukan Nona Pedang Suci.”


Berdiri di depan Ars, Restia mengucapkan kata-kata dengan suara rendah sambil menggambar lingkaran di dadanya dengan jarinya.


Karena perbedaan ketinggian antara keduanya, dia harus berjinjit saat melakukan hal tersebut


"..."


Kemudian Restia berbisik di telinga Ars.


"Lihat? Kamu bahkan tidak menyangkalnya~. Aku yakin, alasan mu menerima ku dan dia untuk menemani menghabiskan waktu kekal mu."


Setelah mengatakan itu, ia mundur beberapa langkah, tidak ada kekecewaan di wajahnya.


"Sayang sekali aku tidak bisa menjadi bagian dari kekuatanmu. Namun, bisa bersamamu sudah lebih dari cukup bagiku. Selama kamu tidak membuang ku, itu sudah membuatku sangat senang."


"Restia, aku—"


"Tidak perlu menghibur ku, aku tidak sedih seperti yang kamu kira. Daripada digunakan orang lain sebagai senjata untuk memenuhi ambisi, aku lebih memilih menghabiskan waktu bersama mu, Ars."


"Haaahhh... Terkadang, wanita yang terlalu cerdas tidak disukai."


"Fufufu~ Ars benci?"


Ars tersenyum sebagai tanggapan pertanyaan Restia.


"Jangan pulang terlalu larut malam.”


Restia melambaikan tangannya seperti seorang istri yang mengantar suaminya berangkat kerja.


"Selamat jalan, bos." Rea menundukkan kepalanya.


Est memperhatikan Ars pergi dalam diam, dia masih sedih karena tidak dibawa.


Menuruni tangga, Ars melihat lantai satu yang sunyi.


"Butuh tiga bulan untuk pelanggan pertama datang. Aku tidak tahu pelanggan kedua tiba."


Sebelumnya, ia telah membuat 99 Token Perubahan Takdir dan menyebarkannya secara acak ke berbagai semesta. Oleh sebab itu, ia tidak bisa menggunakan kemampuan Kitab Suci Takdir untuk membaca takdir kedatangan pelanggan.


Lagipula, Ars sendiri tidak mengetahui orang macam apa yang sangat beruntung menemukan Token Perubahan Takdir.


Meninggalkan toko, ia melewati berbagai macam array tanpa mengaktifkannya.


Di depan, dua penjaga berjaga di depan. Mereka berdua adalah tentara yang diperintahkan Kaisar Suzaku untuk mengawasi Klub Perdagangan Takdir.

__ADS_1


Klub Perdagangan Takdir terlalu misterius, tidak ada siapapun yang bisa memaksa masuk seolah ada dinding tak terlihat.


Hal ini hanya menimbulkan rasa cemas dan takut Kaisar Suzaku. Ia khawatir keberadaan Klub Perdagangan Takdir akan mempengaruhi otoritasnya. Jadi, ia menempatkan penjaga dan melaporkan jika ada orang datang dan pergi dari toko tersebut.


Sayangnya, setelah tiga bulan berlalu, Klub Perdagangan Takdir sepi tanpa aktivitas apa pun. Antusiasme masyarakat berangsur-angsur mereda seiring berjalannya waktu, dan tidak ada lagi yang tertarik untuk menonton.


Sesekali akan ada orang yang mengaku sebagai biksu, pendeta, onmyoji, atau exorcist , yang datang untuk memeriksa Klub Perdagangan Takdir.


Ars menemukan sebagian besar dari mereka adalah penipu, hanya sedikit yang nyata.


10 menit kemudian, dia sampai di sebuah rumah tua yang tampak ramai dikunjungi orang.


"Seharusnya disini."


Melihat tidak ada jalan karena orang-orang berdesakan, ia memutuskan berjalan di udara.


Tindakannya tidak menimbulkan keributan apa pun, karena dia tidak terlihat oleh orang lain.


Ars memasuki rumah dengan lancar. Kemudian ia melihat sepasang suami istri lansia sedang merawat seorang bayi, yang kini menjadi tontonan masyarakat yang datang.


Bayi perempuan itu sangat lucu, dia tidak menangis atau mengeluarkan suara seperti bayi kebanyakan. Dengan mata penuh kebijaksanaan yang tidak seharusnya dimiliki seorang bayi, dia memandang rendah semua orang di sekitarnya kecuali kakek dan nenek yang merawatnya dengan penuh kasih sayang.


Tentu saja, orang-orang itu tidak menyadari bahwa mereka dipandang rendah oleh bayi.


Ada kejutan tak terduga di mata bayi itu ketika dia melihat ke arah Ars berada.


(Oh, bayi ini menyadari keberadaan ku?)


Alis Ars terangkat mengetahui tempat persembunyiannya terlihat oleh bayi itu.


Lagipula, ia tidak menggunakan setengah kekuatannya untuk menyembunyikan keberadaannya. Orang-orang dengan kekuatan supernatural bisa samar-samar merasakan kehadirannya, dan jika orang tersebut punya kemampuan tipe persepsi, ia akan langsung ditemukan.


Itu semua didasarkan pada premis bahwa Ars menggunakan sedikit kekuatannya.


"Hm? Apa yang Kaguya-chan lihat?"


Menyadari bayi itu melihat arah tertentu tanpa mengalihkan pandangannya, sang nenek bernama Ouna juga melihat ke arah tersebut. Namun, ia tidak melihat apapun.


"Baiklah, semuanya silahkan pergi. Kaguya-chan harus tidur."


Sang kakek bernama Okina mengusir tetangga dan orang-orang di rumahnya.


Mereka yang datang menonton pergi dengan patuh. Selain diketahui Kaguya ditemukan di dalam bambu, mereka tidak menemukan sesuatu yang istimewa kepadanya.


(Ayo coba sedikit tingkatkan)

__ADS_1


Ars meningkatkan penyembunyian. Seketika, Kaguya tidak bisa lagi melihatnya.


Ada kecemasan di mata Kaguya, khawatir pihak lain memiliki niat buruk padanya dan membahayakan Okina dan Ouna.


__ADS_2