Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Kegelisahan Areishia


__ADS_3

Bulan dan bintang yang tak terhitung jumlahnya di langit menghiasi langit malam.


Sayang, pasukan militer gabungan benua tidak peduli mengamati bintang. Setelah pertarungan sengit siang tadi, orang-orang yang selamat beristirahat untuk memulihkan diri.


Selain Elementalis dari berbagai negara, pasukan militer gabungan benua terdiri juga orang-orang biasa yang mengurus urusan biasa seperti memasak, mencuci, dll.


Tentu saja mereka terdiri dari para pria. Lagipula, kasta pria adalah yang terendah, dan negara tidak peduli hidup dan mati mereka.


Di tenda utama, Areishia terbaring menatap langit-langit dengan tatapan lesu. Disebelahnya, Est berdiri diam tanpa menunjukkan perubahan emosi di wajahnya.


Areishia tiba-tiba memecah kesunyian.


"Izinkan aku bertanya padamu, Est..."


"Nyonya, permintaan apa yang Anda punya?"


"Apakah kamu bersedia untuk selalu berada di sisiku?"


Areishia tersenyum lembut seorang gadis gembala yang lugu. Dia tidak terlihat seperti Ratu Suci yang dipuja orang-orang.


"Aku adalah pedang mu. Aku akan melindungi mu sampai akhir hidupmu."


"Kamu benar... Kamu adalah pedangku, dan untuk saat ini, itulah yang terpenting."


Pada respon Est yang tanpa emosi, Areishia tersenyum hampa.


"Nyonya?"


"Tapi, suatu hari nanti, saat Raja Iblis dikalahkan, saat perang ini selesai, aku harap kamu bisa menjadi pedang kakak Ars."


Berbeda dengan manusia yang kembali ke tanah, Roh tidak mempunyai masa hidup. Tidak peduli seberapa kuat ikatan dengan Roh Terkontrak, seseorang harus selalu berpisah dengan mereka.


"Aku tidak mau."


Est menjawab tanpa ragu.


Dia yang selalu patuh tidak setuju dengan Areishia untuk pertama kalinya.


"Est?"


“Aku adalah pedangmu. Aku tidak akan menjadi milik orang lain.”


"Est......"


“Nyonya, mengapa kamu menanyakan hal seperti itu?”


"Itu adalah......"


Areishia memasang ekspresi gelisah.


Sebelum dia mengatakan alasannya, dia mendengar keributan diluar tenda.


"Mari kita bicarakan ini lain kali, ayo lihat apa yang terjadi."


Memaksakan tubuhnya yang lelah, Areishia bangkit dari ranjang dan keluar tenda.


"Kakak Ars? Apa yang terjadi?"


Melihat itu adalah Ars, Areishia menyembunyikan kegelisahannya dan menunjukkan senyum.


"Aku ingin melihat mu, tapi kedua wanita menyebalkan ini melarang ku masuk."

__ADS_1


Ars melirik kedua ksatria wanita di depannya.


"Pria dilarang memasuki tenda Ratu Suci!"


Salah satu ksatria wanita menjawab dengan tegas, tapi jika dilihat lebih dekat, tangannya yang memegang gagang pedang gemetar.


Bagaimanapun, kekuatan Ars jelas diketahui semua orang. Dia seorang diri melawan dan mengalahkan sembilan Roh Terkontrak Raja Iblis, yang bahkan Ratu Suci sulit melakukannya.


"Oh, jika aku memaksa mau masuk, lalu kalian berdua mau apa?"


Sharingan di mata Ars bertransformasi ke bentuk Eternal Mangekyo Sharingan.


Di tatapan mata itu, kedua ksatria wanita itu seolah sedang berdiri di depan Dewa Kematian.


"Berhenti menakuti mereka berdua, kakak Ars. Semua orang lelah, jangan menyalahkan mereka."


Suasana tegang itu dirusak oleh suara lembut dan hangat Areishia.


"Kakak Ars tidak akan melakukan hal buruk padaku, Caroline dan Alesya tidak perlu waspada."


Dia menepuk bahu kedua ksatria wanita itu, lalu menyalurkan kekuatan Ilahi kepada keduanya.


"Jika Ratu Suci mengatakan itu." Ksatria wanita bernama Caroline melirik Ars dengan ketakutan di matanya.


"Ratu Suci, silahkan teriak jika pria ini berbuat tidak senonoh pada mu, kami akan langsung masuk ke tenda.


Berbeda dari rekannya, ksatria wanita bernama Alesya berani mengatakan kata-kata berani.


Areishia hanya tersenyum dan tidak menanggapi.


"Huh, seolah kalian berdua memiliki kemampuan untuk menghentikan ku." Ars mendengus jijik.


Bahkan pria sabar seperti dirinya pun akan marah jika terus menerima perlakuan rasis dari wanita.


Mengabaikan kedua wanita lesbian itu, Ars masuk ke tenda.


"Seperti yang diharapkan dari Ratu Suci, perlakuan yang kamu terima adalah yang terbaik dari yang terbaik."


Tenda itu berukuran luas dan dilengkapi kamar mandi dan tempat tidur. Daripada tenda, itu lebih seperti kamar hotel.


Dibandingkan dengan keistimewaan Areishia, Ars hanya mendapat tenda lusuh yang bahkan tidak tahan terhadap angin.


Meski Ars telah menunjukkan kekuatan yang luar biasa, namun perlakuan yang diterimanya tidak kunjung membaik, malah semakin parah.


(Tidak heran Salomo mengobarkan perang di seluruh dunia... Mengingat perlakuan bias yang diterima laki-laki, Solomon mungkin tidak akan sanggup menanggungnya.)


Faktanya, Ars sangat ingin berada di pihak Solomon. Namun, tidak melakukannya demi Areishia.


"Kakak Ars, apa yang kamu lakukan di sini malam-malam begini?"


Berhenti mengamati tenda, Ars melirik Est yang duduk patuh di ranjang, lalu mengalihkan pandangan pada Areishia yang tersenyum.


"Berhenti berpura-pura di depan ku, Areishia."


"Maksud kakak Ars?"


"Masih tidak jujur? Jangan mengira senyum palsu mu bisa menipu ku."


Senyum di wajah Areishia memudar, lalu dia berkata sedih: "Ternyata aku tidak bisa membohongi kakak Ars."


Ars duduk di sebelah Areishia, dan mengusap rambut pirangnya.

__ADS_1


"Aku telah mendengar semuanya dari Est... Ini semua salah Liana, kamu tidak bersalah sama sekali."


Liana Ray Ordesia, Putri Gadis (Princess Maiden) yang dikirim oleh Kekaisaran Ordesia untuk berpartisipasi pasukan militer gabungan benua, sekaligus anggota keluarga Kekaisaran Ordesia.


Menurut cerita Est, setelah Areishia berhasil mengalahkan Vlad Dracul, tiba-tiba Liana menyerang Areishia dengan maksud membunuhnya.


Saraf Areishia masih tegang saat itu, dia mengira Vlad Dracul telah bangkit kembali dan melakukan serangan diam-diam. Lalu dia menebas penyerangnya tanpa ragu-ragu.


Saat dia melihat orang yang dia serang sebenarnya adalah manusia, pikiran Areishia menjadi kosong.


"Mengapa Liana melakukan itu? Apakah aku berbuat salah padanya."


Melihat kedua tangannya, Areishia masih merasakan sensasi memotong daging dan ekspresi Liana sebelum kematiannya.


"Iri dan dengki." Ars menjawab singkat sambil menepuk punggung Areishia.


"Hah?" Areishia menunjukkan ekspresi bingung.


"Dengar Areishia, memang banyak orang kagum dan memuja mu, tapi banyak juga orang yang tidak menyukai mu. Adapun mengapa? Itu sederhana, karena latar belakang mu sebagai gadis gembala."


"Memangnya apa ada yang salah dengan gadis gembala?"


"Haaa... Areishia, kamu terlalu polos. Iri salah salah satu Tujuh Dosa Besar manusia. Para bangsawan wanita itu selalu menganggap diri mereka tinggi dan perkasa, tapi suatu hari datang seorang gadis gembala memegang Pedang Suci dan menjadi harapan umat manusia melawan Raja Iblis. Bagaimana mungkin mereka tidak iri?"


"Aku tidak paham..."


Areishia menggelengkan kepalanya, dia baru saja terpapar pada sisi kotor dan gelap manusia, masih sulit baginya untuk menerima hal ini.


"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu banyak berpikir. Selama aku ada di sisimu, kejadian hari ini tidak akan terulang lagi."


Ars tidak akan membiarkan Areishia jatuh kedalam skema dan rencana picik para bangsawan itu.


Hari ini memang kelalaiannya.


"Terima kasih, kakak Ars, berkat mu, suasana hati ku menjadi lebih baik."


Areishia merasakan hangat di hatinya.


"Baiklah, pertempuran hari ini pasti menguras tenaga mu, beristirahatlah dengan baik."


Ars bersiap pergi, tapi ujung bajunya ditarik Areishia.


"Areishia?"


Dia berbalik dan melihat wajahnya merona seperti apel.


"Jangan pergi... Kakak Ars, tidurlah disini malam ini."


"Ini... Oke."


Ars bukan orang yang bimbang, lalu mengangguk setuju.


...


Berjaga di pintu masuk tenda, Caroline dan Alesya tiba-tiba mendengar suara aneh dari dalam. Karena penasaran, keduanya diam-diam mengintip.


Saat melihat apa yang terjadi, wajah kedua ksatria wanita itu langsung memerah dan buru-buru menutup tenda.


"Kita tidak salah lihat, kan?"


"Tidak, aku juga melihat hal yang sama. Ternyata Ratu Suci dan Raja Iblis Generasi Selanjutnya memiliki hubungan seperti itu."

__ADS_1


Mengingat persatuan Yin dan Yang di dalam tenda, bahkan suara berderak kasur pun terdengar jelas, keduanya menahan rasa panas di tubuh mereka.


__ADS_2