
Kitab Suci Takdir adalah salah satu dari Nine Sembilan Kitab Suci Surgawi Agung, di semesta [Emperor Domination]. Kitab suci ini berisi rahasia takdir, dan memberikan penggunanya kemampuan untuk melihat masa lalu, masa kini, masa depan dan mengubah takdir.
Kitab Suci Takdir adalah kitab suci sangat misterius dan sulit dipahami. Bahkan Ars dengan bimbingan ahli Transenden pun tidak dapat sepenuhnya memahaminya.
Meski begitu, Ars memiliki sedikit pencapaian dan tidak sulit baginya melihat takdir dunia ini.
"[Reading Destiny]."
Seketika, aliran informasi yang sangat besar mengalir ke kepala Ars.
Dia menyaksikan bagaimana dunia yang tadinya damai berubah menjadi api penyucian yang dipenuhi keputusasaan dan kematian.
Dengan ketangguhan Hati Dao-nya, Ars tidak merasakan apapun melihat umat manusia dengan cepat menemui akhirnya.
Ia menelusuri asal muasal virus zombie ini melalui kemampuan [Reading Destiny].
Setelah beberapa menit, dia mengetahui kebenarannya.
Ars berpendapat virus zombie diciptakan oleh Amerika yang ingin mengembangkan senjata biologis. Lagipula, dunia [High School of the Dead] adalah contoh terbaik. Namun, spekulasinya salah, virus zombie bukan berasal dari bumi, melainkan luar angkasa.
Virus itu jatuh ke bumi bersamaan dengan meteor besar yang memusnahkan dinosaurus 65 juta tahun yang lalu.
Mengapa virus tersebut baru muncul di zaman ini?
Alasannya sederhana, virus zombie terperangkap di dalam es Antartika selama jutaan tahun.
Pemanasan global telah menyebabkan es di Antartika mencair dengan kecepatan yang meningkat. Hal ini menyebabkan lusinan virus kuno terekspos ke lingkungan dan menginfeksi manusia.
Virus zombie bermutasi dengan cepat akibat Jepang yang membuang limbah nuklir ke laut. Kemudian, virus zombie mencemari air di seluruh dunia, dan mengubah orang-orang menjadi mayat berjalan yang memakan daging manusia.
"Sumber bencana sudah diketahui. Saatnya memastikan apakah ini dunia anime atau bukan."
Setelah mengatakan itu, Ars sekali lagi mengaktifkan [Reading Destiny]. Tujuannya kali ini adalah mencari individu yang memiliki takdir istimewa.
Sederhananya, protagonis, heroine, dan karakter pendukung. Mereka adalah inti cerita sebuah anime, sehingga takdir mereka berbeda dari orang biasa.
Dalam waktu singkat, Ars menemukan orang-orang dengan takdir istimewa.
__ADS_1
"Takeya Yuki... Wakasa Yuri... Ebisuzawa Yuri... Naoki Miki... Sakura Megumi... Taromaru..."
"Empat gadis SMA, seorang guru bahasa jepang, dan seekor anak anjing Shiba Inu?"
Mereka adalah orang-orang dengan takdir istimewa. Khususnya, Takeya Yuki. Ars menduga gadis itu adalah protagonis.
Sejujurnya, Ars jarang sekali menonton anime yang mempunyai protagonis perempuan.
Setelah susah payah menggali kenangan masa lalu yang berdebu, akhirnya dia menentukan apa itu anime dunia ini.
"Jadi ini dunia [School Live]! Meski aku tidak menonton anime ini, pada saat itu ada banyak orang-orang memberi spoiler di facebook. Kali ini, garis waktu kedatangan ku setelah plot telah berakhir. Mungkinkah ini efek setelah tidak lagi terikat dengan Bintang Setan Kekacauan? Mungkin begitu."
Kecuali dunia [High School of the Dead], Ars selalu tiba di garis waktu sebelum plot cerita dimulai. Misalnya, dia tiba di dunia [Naruto] pada era Rikudo Sennin, tiba di dunia [Dr. Stone] ketika umat manusia baru saja membatu, tiba di dunia [Seirei Tsukai no Blade Dance] ketika masih 1000 tahun sebelum cerita dimulai.
"Kamu tahu sesuatu tentang dunia ini, Ars?"
Mendengar semua gumaman itu, Restia penasaran mengapa dunia ini dipenuhi mayat berjalan.
"Aku juga ingin tahu." Est juga mengungkapkan pendapatnya.
"Latar cerita dunia sebenarnya adalah sebuah delusi yang dibuat oleh Takeya Yuki, seorang gadis SMA berusia 18 tahun yang mengalami depresi dan trauma berat setelah menyaksikan kematian teman-temannya dalam wabah zombie."
"Dalam delusinya, Yuki mengira bahwa dia masih hidup di dunia yang normal dan bahagia, di mana dia adalah seorang siswa yang tinggal di sebuah asrama sekolah bersama teman-teman sekelasnya. Yuki menjalani hari-harinya dengan penuh semangat dan keceriaan, seolah-olah tidak ada yang salah dengan dunia."
Restia dan Est mendengarkan dengan khidmat.
Ars melanjutkan ceritanya.
"Namun, seiring berjalannya waktu, delusi Yuki mulai runtuh. Dia mulai menyadari bahwa dunia yang dia ciptakan hanyalah sebuah kebohongan. Dia melihat bahwa teman-teman sekelasnya sebenarnya adalah zombie, dan bahwa mereka harus berjuang untuk bertahan hidup di dunia yang penuh dengan bahaya."
"Pada akhirnya, Yuki harus menghadapi kenyataan tentang apa yang telah terjadi. Dia harus belajar untuk menerima kematian teman-temannya dan menghadapi dunia yang sebenarnya. Cerita berakhir dengan Yuki dan teman-temannya berhasil meninggalkan sekolah dan memulai hidup baru di luar. Mereka menemukan sebuah komunitas yang terdiri dari orang-orang yang selamat dari kiamat zombie. Di komunitas ini, mereka belajar untuk menerima kematian teman-teman mereka dan menghadapi dunia yang sebenarnya."
"Tamat."
"Bukankah Ars bilang umat manusia telah punah?" Est bertanya bingung.
"Jawaban pertanyaan itu sangat mudah, adik kecil. Entah karena mereka meninggal karena usia tua atau komunitas manusia gagal bertahan dan mereka mati." Restia menyatakan tebakannya dengan bangga.
__ADS_1
"Jangan memanggil ku adik kecil. Aku bukan adik mu." Est tidak suka dipanggil seperti itu.
"Fufu~, bagaimana Ars?"
Mengabaikannya, Restia meminta konfirmasi.
Ars mengangguk dan menjawab: "Restia benar. Pada akhirnya, komunitas manusia tidak bertahan lama karena konflik internal. Di dunia tanpa hukum, beberapa pria bajingan mengandalkan fakta kebugaran fisik mereka lebih unggul dari wanita, mereka mulai melakukan kekerasan dan pemerkosaan. Meskipun Yuki dan rombongannya berhasil melarikan diri dari komunitas tersebut, satu per satu mereka terinfeksi dan berubah menjadi zombie."
"Planet ini sekarang dipenuhi dengan zombie yang akan menghilang secara alami dalam beberapa tahun ke depan."
Penglihatan Ars melampaui ribuan kilometer, dan melihat Yuki, dan teman-temannya yang telah bertransformasi menjadi zombie.
"Haruskah aku menghancurkan planet ini?"
Di telapak tangan Ars muncul bola energi yang memiliki kekuatan meledakkan planet ini hanya dalam beberapa detik.
Sejak memiliki kekuatan penghancur dunia, dia sangat ingin mencoba menghancurkan planet.
"Jangan lakukan itu, Ars. Kasihan sekali hewan-hewan itu."
Saat Ars ingin bertindak, Est segera menghentikannya.
"Oh, ini mengejutkan. Ternyata adik kecil ku adalah pecinta hewan." Restia terkejut.
"Hewan-hewan tidak bersalah." Est menjawab.
"Baiklah, ayo dengarkan perkataan Est."
Bola energi di telapak tangannya hilang, Ars membatalkan niatnya meledakkan planet ini.
"Tidak ada apa-apa disini. Ayo pergi."
Melihat pemandangan dunia ini untuk terakhir kalinya, Ars mengaktifkan [Great Teleportation]. Saat berikutnya, tubuhnya menghilang dan kembali muncul di Kekosongan Tak Berujung.
"Kali ini aku tidak akan salah."
Tanpa menoleh ke belakang, Ars mulai terbang ke depan dengan kecepatan melebihi cahaya.
__ADS_1