Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Memulihkan Sedikit Kekuatan


__ADS_3

"Bisakah kamu membantu ku melepaskan kutukan ku?" Tanya Dracunia penuh harap.


"Kutukan?" Alis Ars terangkat.


"Iya, aku tidak bisa meninggalkan tempat ini. ini berkat kutukan hina yang dilemparkan oleh Tuan Elemental Tanah!"


Dracunia menggerakkan tubuhnya sedikit di dalam tanaman merambat.


Seketika, tanaman merambat yang menggeliat menahan lengan dan kakinya.


"Oh, aku kira kamu memiliki fetish eksibisionis."


"Meski aku tidak tahu apa maksud mu, aku merasa itu bukan hal baik... Ini adalah kutukan Tuan Elemental Tanah. Terikat ke tanah Kekaisaran Dracunia, aku tidak bisa meninggalkan tempat ini ataupun kembali ke Astral Zero. Karena kamu bukan dari dunia ini, aku ingin mencoba peruntungan ku, mungkin saja kamu bisa membebaskan ku dari kutukan."


"Tentu, aku bisa membantu mu."


"Benarkah? Lalu—"


"Tapi tidak sekarang."


Sebelum Dracunia menyelesaikannya kalimatnya, Ars menyelanya.


"Mengapa? Kalau tentang imbalan, aku akan memberikan mu apa saja selama kamu membebaskan ku! Harta, tahta, wanita... Sebut saja apa mau, aku akan berusaha memenuhi permintaan mu."


Sebagai Raja Kekaisaran, Dracunia tidak kekurangan apapun di dunia selain kebebasan. Selama pemuda di depannya mau mematahkan kutukannya, ia bahkan tidak keberatan menyerahkan tahta Raja Kekaisaran jika Ars menginginkannya.


Ars menggelengkan kepalanya dan menjawab tak berdaya: "Kamu salah paham, ini bukan tentang imbalan mu. Namun, aku tidak berada di masa jaya ku. Paling-paling, aku hanya bisa memobilisasi 1% kekuatan ku."


"Jadi begitu... Sekarang semuanya jelas. Kamu jelas sangat kuat, bahkan lebih kuat dari Tuan Elemental manapun, tapi kamu harus datang dan pergi diam-diam."


Akhirnya, keraguan Dracunia hilang setelah mendengar penjelasan itu.


Karena kutukan yang melekat padanya, dia tidak bisa pergi kemana-mana, tapi semua yang terjadi di ibukota berada di bawah kendalinya. Dia sudah lama menyadari keberadaan Ars, tapi dia tidak berani melakukan kontak langsung. Tidak sampai dia yakin pihak lain tidak memiliki niat jahat.


"Jadi berapa lama kamu memulihkan kekuatan mu?"


"Hmmm... Biar aku hitung dulu... Sekitar beberapa ratus tahun hingga ribuan tahun?"


"Kalau begitu aku akan menunggu."


Dracunia tidak bereaksi terkejut melihat berapa lama dia harus menunggu.


"Oh, kamu terlihat cukup tenang." Ars tidak melihat ketidaksabaran padanya.


"Fufu... Ribuan tahun bukanlah apa-apa bagi Roh. Terlebih lagi, kehidupan yang mengawasi manusia cukup menarik." Dracunia cekikan seperti anak kecil.


"Sekarang giliran ku bertanya, bagaimana bisa kamu tahu aku bukan dari dunia ini?"


"Itu sederhana. Esensi kehidupan mu bukanlah Manusia, Naga, Raksasa, maupun Roh. Kamu makhluk unik yang tidak ada di dunia ini."


"Apa semua Roh Peringkat Tinggi bisa melihat esensi kehidupan?" Ars mengerutkan kening.


Jika seperti itu, latar belakangnya dari dunia lain akan diketahui saat berinteraksi dengan Roh Tingkat Peringkat lainya.

__ADS_1


"Ah, kamu tidak perlu khawatir mengenai ini. Selain aku dan Tuan Elemental, Roh Peringkat Tinggi lainnya tidak bisa melihat esensi kehidupan, jadi kamu tenang saja."


Jawaban Dracunia menghilangkan kekhawatiran Ars.


Dia tidak berniat bertemu Tuan Elemental di masa depan.


"Baiklah, aku janji, ketika kekuatan ku pulih, aku akan membantu mu mengangkat kutukan mu."


"Terima kasih, aku menantikan hari itu tiba."


Dracunia tidak tahu apakah Ars akan menepati janjinya. Tapi lebih baik berpegang pada secercah harapan daripada tidak sama sekali.


"Sudah sore, aku harus pulang."


Melihat langit senja, Ars tidak lagi ingin mengobrol. Kemudian dia menggunakan [Kuchiyose no Jutsu] dan memanggil Shichibi.


*Poof*


"Wow, makhluk apa ini? Kamu punya hewan peliharaan yang menarik."


Mata Dracunia berbinar melihat serangga aneh di depannya. Dia yakin tidak ada makhluk seperti itu di dunia ini.


Berdasarkan energi saja, dia yakin serangga itu tidak kalah dengan Roh Peringkat Tinggi.


Ars tersenyum tipis dan tidak berkomentar.


"Ah, aku melupakan hal penting. Aku belum tahu siapa nama mu!"


Baru sekarang Dracunia menyadari dia belum mengetahui nama pihak lain.


"Hanya itu? Nama yang aneh..."


"Kamu bukan pertama yang mengatakannya dan juga bukan yang terakhir."


Ars tahu namanya agak aneh karena hanya terdiri tiga huruf dan tidak ada nama keluarga. Kenalan dan temannya sering mengeluh tentang ini.


"Ngomong-ngomong, Ars, kamu suka gadis payudara besar atau kamu suka yang kecil?"


Berdiri di atas kepala Shichibi, Ara hampir terjatuh saat mendengar pertanyaan Dracunia.


"Aku serahkan pada imajinasi mu."


"Maka aku menganggap kamu menyukai payudara kecil. Soalnya, tadi kamu menatapku dengan mata penuh nafsu, fufu…”


Ars tidak mengakui atau membantah. Kemudian Shichibi mengepakkan sayap dan mulai naik ke udara.


"Sampai jumpa, Ars. Sering main ke sini. Oh, lain kali bawakan kue."


Sebatang pohon anggur terentang dan melambai.


Meskipun menjadi kutukan, Dracunia bisa mengendalikan mereka sampai batas tertentu.


...

__ADS_1


Agar kue tidak rusak, Ars mengendalikan Shinichi untuk terbang lebih lambat.


(Baru sekarang aku menyadari betapa berharganya [Storage Magic].)


Dia merindukan hari-hari menggunakan [Storage Magic].


Merasa bosan tidak melakukan apapun, dia duduk bersilat dan mulai berkultivasi.


Selain membantu pekerjaan Areishia, Ars biasanya rajin berkultivasi demi memulihkan kekuatannya.


Setelah 30 menit menyerap Energi Spiritual di langit, tiba-tiba salah satu retakan pada Fisik Batinnya menghilang dan energi asing sedikit menguap.


Membuka matanya, Ars merasakan perubahan pada tubuhnya.


"Tidak buruk, kekuatan ku pulih 5%. Ini akumulasi selama dua tahun."


"Dan juga..."


Tomoe di matanya berotasi dan menyatu membentuk bentuk baru.


Mata kirinya berbentuk seperti tiga segitiga yang bergerak melingkar, sedangkan mata kanannya memiliki pola seperti api dengan bulatan di tengah.


Eternal Mangekyo Sharingan!


"Haaa... Aku berharap membuka kemampuan [Mukagen (Limitless)], [Storage Magic], atau [Divine Sense]."


Ars menghela nafas.


Tiap kali dia berhasil memulihkan sedikit kekuatannya, kemampuannya yang terkunci akan terbuka secara acak.


"Biarlah, mengingat kemalangan ku, ini cukup bagus alih-alih membuka kunci sihir tingkat rendah."


Melupakan kekecewaannya, Ars kembali bersikap optimis. Lagipula, selain Dracunia, tidak ada yang mengetahui keberadaannya berkat [Cryptic Space].


Terlebih lagi, dia tidak punya musuh, kemampuan apa pun yang dia buka, itu bukan masalah besar.


Setelah 30 menit lagi, Ars sampai di hutan yang tidak jauh dari desa.


Shichibi berubah menjadi kepulan asap putih dan kembali ke dalam Kalung Penekan Monster Berekor.


Ketika Ars melewati padang rumput, dia merasa ada yang tidak beres.


"Ini aneh, kenapa kambing itu masih disini? Biasanya saat ini, Areishia akan memasukkan mereka ke dalam kandang. Mungkin sesuatu terjadi padanya?"


Setelah hidup bersama selama dua tahun, dia mengetahui bahwa Areishia bukanlah tipe orang yang melalaikan tugasnya.


"Perasaan ku tidak enak. Aku harus kembali!"


Merasa firasat buruk, Ars tidak menyembunyikan kekuatannya. Tubuh fisiknya meledak dengan kekuatan yang menakutkan.


Dalam sekejap mata, dia berakselasi memecahkan kecepatan suara.


Hanya dalam beberapa detik, dia tiba di depan desa.

__ADS_1


Pemandangan di depannya membuat Ars berkeringat dingin dan rasa takut yang sudah lama tidak dirasakannya kini memenuhi hatinya.


__ADS_2