Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Yamaguchi Hideo


__ADS_3

Bus melaju melewati ujung terowongan, dan salah satu siswa berteriak kaget.


"Kota!"


Penumpang lainnya menoleh ke jendela, semua orang kaget melihat ada banyak asap yang membumbung ke langit dari kota.


Baru sekarang mereka menyadari urgensi yang saat ini terjadi. Kebanyakan mereka mengira zombie hanya muncul di sekolah, tetapi kenyataan menghancurkan harapan rapih itu.


Ekspresi sebagian besar siswa menunjukkan ketakutan dan kepanikan, kehidupan damai sebelumnya tidak akan pernah kembali.


Ars memperhatikan Lin Fan yang telah merasuki tubuh Hisashi memasang ekspresi berpura-pura terkejut, dan memegang tangan Rei.


(Dari ekspresi yang ditunjukkannya, Lin Fan tampaknya mengetahui latar belakang dunia ini.)


Kemudian dia melirik Takashi, mantan protagonis, ekspresinya sangat buruk melihat wanita yang disukainya bermesraan dengan temannya.


(Aku penasaran kemampuan macam apa yang didapatkan Lin Fan setelah membuka paket pemula... Menilai nama sistemnya, itu terkait dengan wuxia. Tunggu dulu... Ada yang salah.)


Tiba-tiba Ars mengingat sesuatu yang penting.


(Saat aku mencoba memasuki dunia [Dr. Stone], aku mendapatkan perlawanan Kehendak Dunia, yang menolak keberadaan ku. Hanya setelah mengerahkan seluruh kekuatan ku, aku berhasil masuk. Namun, aku tidak mendapatkan penolakan apapun saat memasuki dunia [High School of the Dead], apakah Kehendak Dunia masing-masing dunia menanggapi ku secara berbeda.)


Jika Ars harus membuat analogi, dia adalah tamu tidak dikenal yang berkunjung ke rumah orang lain. Beberapa orang akan langsung mengusirnya karena mereka tidak saling mengenal dan khawatir dia mempunyai niat buruk. Tetapi beberapa orang baik akan menyambutnya sebagai tamu meski tidak saling mengenal dan membiarkannya memasuki rumah mereka.


(Aku kekurangan informasi, ini dunia kedua yang aku datangi. Jadi aku tidak bisa mengkonfirmasi teori ku, tampaknya dunia berikutnya akan memberikan jawabannya.)


Ars menyerah memikirkan masalah ini lebih jauh, dan menonton adegan di bus seperti sedang menonton drama TV.


Bus melaju di jalan raya, tidak lama kemudian terjadi konflik.


Seorang siswa berambut kuning berdiri dan membuat keributan.


"Tsk, sudah kubilang, kita tidak bisa terus seperti ini! Lagipula, kenapa aku ikut Komuro dan lainnya?! Kalian memutuskan kembali ke kota tanpa menanyakan pendapat kami dulu! Bukankah akan lebih aman kalau kita tetap berada di dalam sekolah?!"


Setelah satu orang berani berdiri, siswa lainnya juga mulai membuat masalah, dan menolak menuju ke kota.


Keluhan merrka seperti lalat yang berdengung, dan akhirnya Shizuka yang sedang mengemudi tidak tahan lagi mendengar ocehan mereka.


Menginjak rem, bus tiba-tiba berhenti, dan siswa berambut pirang hampir terjadi karena gaya gesek.


Melepas sabuk pengaman, Shizuka berbalik menghadap belakang dan berkata sedikit marah.


"Hentikan! Kalau terus begini, aku tidak bisa mengemudi!"


Dada besarnya yang bergoyang ke kiri dan ke kanan membuat siswa laki-laki tidak fokus untuk beberapa saat. Setelah kembali sadar, siswa berambut pirang merasa tidak senang karena dimarahi.


Sebagai salah satu berandalan di sekolah, kapan dia mau mendengarkan perkataan guru?


Saeko yang dari tadi diam mulai berbicara sambil menyilangkan tangan di depan dadanya.


"Kalau begitu, apa yang kau inginkan?"


Siswa berambut kuning menunjuk Takashi dan berteriak keras.


"Aku tidak suka dengannya! Aku tidak ingin dia ada disini!"


"Memangnya kenapa? Memangnya aku melakukan apa padamu?"


Takashi berdiri dan menatap tajam pada pihak lain.

__ADS_1


Melihat tatapan mata itu, siswa berambut kuning menjadi marah dan berniat memukul Takashi.


"Brengsek!"


Seseorang bereaksi lebih cepat, Hisashi menangkap pergelangan tangan siswa berambut pirang, lalu membantingnya ke tanah.


*BAM*


Siswa berambut pirang itu tergeletak dan mengerang kesakitan.


"Senpai, kamu harus menyadari posisi mu, jika bukan karena kebaikan Takashi, kamu dan teman mu sudah menjadi makanan zombie. Tidak hanya tidak berterima kasih, kamu malah ingin mengusirnya, kamu pikir kamu siapa?"


Ada kesombongan dalam nada Hisashi, ia ingin menguji kekuatan yang baru diperolehnya dan kebetulan ada orang yang cocok menjadi tikus percobaan.


"Menjijikkan."


Berdiri di sebelah pacar laki-lakinya, Rei menatap jijik pada siswa berambut pirang, dan menatap Hisashi dengan kekaguman.


"Igou-san, Miyamoto-san, kita semua harus bersatu di situasi saat ini, jangan melakukan kekerasan yang tidak perlu."


Koichi Shido berdiri di depan siswa berambut pirang dan menegakkan keadilan.


"Apa mata mu buta! Jelas orang ini yang membuat masalah duluan!"


Rei menggertakkan giginya dan menatap marah.


"Yamada-san tidak benar-benar berniat memukul Komuro-san, dia hanya menakut-nakuti saja. Sebaliknya, Igou-san membantingnya dengan kejam, itu terlalu berlebihan."


*👏🏻👏🏻👏🏻*


Pidato Shido mendapat tepuk tangan siswa dibelakangnya, mereka menganggapnya pemimpin yang bisa diandalkan.


Ars melihat ini sambil tersenyum geli.


"Sayangnya aku tidak ingin dipimpin oleh orang seperti mu, aku lebih baik pergi."


Membuka pintu, Hisashi bersama Rei turun.


Awalnya Shido cuek dengan kepergian mereka berdua. Menurutnya, kehilangan dua orang tidak terlalu berpengaruh. Sayangnya dia salah perhitungan.


Selain mereka berdua, beberapa orang lainnya muak dengan sikap Shido dan memilih turun.


Orang-orang itu adalah Komuro Takashi, Takagi Saya, Busujima Saeko, Hirano Kohta, dan Marikawa Shizuka.


Shido mencoba menghentikan Shizuka pergi, karena betapa pentingnya keberadaan seorang perawat, tetapi Hiasahi mengancam dengan menunjukkan dia meremas besi bus seolah-olah terbuat dari kertas.


Pertunjukan kekuatannya membuat takut Shido, dan dia tidak berani menghalangi Shizuka turun.


Setelah bus melaju, hanya tersisa tujuh orang berdiri di jalan raya. Kemudian, mereka berjalan pergi mencari tempat beristirahat untuk membahas rencana selanjutnya.


"Ada yang mendekat!"


Hisashi mengangkat tangannya dan memberi peringatan pada semua orang.


Saeko memegang gagang katana, dan bersiap menariknya.


Kohta mengarahkan senjata modifikasi yang bisa menembakkan paku ke depan.


Rei memegang tiang besi mirip tombak dan bersiaga.

__ADS_1


Takashi dan Hisashi memegang tongkat bisbol.


Shizuka dan Saya berdiri dibelakang mereka, karena keduanya tidak bisa bertarung.


*Tap Tap Tap*


Langkah kaki terdengar mendekat, mereka akan langsung menyerang jika zombie muncul.


Kemudian, pria berambut hitam dengan pupil mata merah, dan mengenakan seragam polisi muncul.


"Jangan menyerang, aku tidak tergigit zombie."


Pria itu mengangkat tangannya dan menunjukkan sikap ramah.


"Huft, ternyata polisi." Kohta menghela napas lega dan menurunkan senjatanya, yang lainnya juga melakukan hal yang sama.


"Hisashi, ada apa?"


Rei memperhatikan ekspresi pacar laki-lakinya terlihat tidak wajar.


Hisashi tidak memperhatikan Rei, tatapannya terfokus pada pria di depan dan bertanya heran.


"Apakah kamu... Shin Nouzen?"


"Anak muda, kamu salah orang. Namaku adalah Yamaguchi Hideo, aku seorang polisi yang sedang patroli di kota."


Yamaguchi Hideo tidak lain adalah Ars.


Karena kehadiran Hisashi, ada perubahan pada plot. Seharusnya Takashi dan Rei terpisah ke terowongan karena ada mobil yang seluruh penumpangnya telah menjadi zombie, dan mobil itu menabrak, yang menyebabkan ledakan.


Namun itu semua tidak terjadi sekarang, mereka semua berkumpul lebih cepat dari waktu yang seharusnya.


Ars bosan hanya menonton dan memilih berpartisipasi.


Bukankah bosan hanya menonton orang bermain permainan? Tentu saja lebih baik ikut bermain!


Itulah yang Ars lakukan, dia mengubah pakaiannya menjadi seragam polisi dan bertindak seolah-olah pertemuan mereka sebuah kebetulan.


"Ah, maaf. Kamu terlalu mirip dengan orang yang aku kenal." Hisashi meminta maaf.


"Tidak apa-apa. Ngomong-ngomong, kenapa kalian masih disini? Tempat ini sangat berbahaya, kalian harus pergi ke tempat pengungsian!"


Ars berakting sebagai polisi baik, dan dia mengkhawatirkan mereka.


"Jangan hanya berdiri disini, zombie mulai berdatangan." Saya mengingatkan semua orang.


Segerombolan zombie datang karena tertarik dengan suara mereka.


"Semuanya, serang zombie!"


Hisashi menyerang duluan, dengan tongkat bisbol sebagai senjata, dia memukul kepala zombie sampai hancur.


Saeko menaiki katana dan menebas kepala zombie dengan satu ayunan.


Takashi, Rei, dan Kohta menyerang dengan senjata masing-masing.


Ars mengambil linggis di tanah, dan mengayunkannya ke zombie.


Dia bisa saja membunuh semua zombie hanya dalam sekejap mata, tetapi dia menahan diri dan memainkan peran sebagai orang biasa.

__ADS_1


Catatan Penulis : Jadi malas kalau gak ada komentar 😐


__ADS_2