Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Guardian


__ADS_3

"Ini adalah..."


Hashirama dan Madara menangkap Coca Cola yang dilempar Ars. Kemudian memori 10 tahun lalu kembali muncul.


"Kamu adalah Ars?" Madara bertanya ragu.


Penampilan pemuda di depannya tidak pernah berubah!


"Akhirnya kamu ingat, bocah nakal." Ars tersenyum tipis.


"Itu benar-benar kamu, Ars? Tapi penampilan mu masih sama seperti sebelumnya!" Hashirama kaget.


"Kamu masih bersemangat seperti biasanya, Hashirama."


"Wow, itu benar-benar kamu!"


Meskipun Hashirama hanya pernah bertemu sekali dengan Ars, pertemuan itu meninggalkan kesan mendalam baginya.


Ars menghampiri mereka berdua, kali ini keduanya sudah tidak dalam posisi siap menyerang.


"Apa sebenarnya kamu?" Tanpa basa-basi lagi, Madara bertanya padanya.


Jika terbukti pihak lain membawa ancaman untuk Desa Konohagakure, ia akan membunuhnya.


"Jangan terlalu tegang. Lihatlah, Hashirama. Dia sudah minum Coca Cola pemberian ku." Ars menunjuk Hashirama.


"Hei, Hashirama! Tidak bisakah kamu serius dalam situasi seperti ini? Bagaimana jika Ars memiliki niat buruk! Kamu terlalu santai!" Teriak Madara kesal pada tingkah sembrono temannya.


"Ayolah, Madara. Ars tidak mempunyai niat buruk, aku bisa merasakannya."


"Dari mana rasa percaya dirimu berasal?"


"Kamu tahu aku menguasai Senjutsu (Sage Technique)."


"Jadi begitu."


Madara mengerti maksud Hashirama.


Seperti pepatah, orang yang lebih mengenal dirimu sendiri sering kali adalah musuh mu.


Senjutsu adalah teknik khusus yang melibatkan penggunaan energi alam. Hashirama sangat sensitif terhadap niat jahat berkat ini.


"Sudah selesai? Hashirama, bisakah kamu menggunakan Mokuton (Wood Release) untuk menciptakan tiga kursi dan meja?"


"Tidak masalah."


Hashirama menyetujui permintaan sederhana Ars. Kemudian dari tanah muncul kayu yang berubah bentuk menjadi meja dan kursi.


"Ayo merayakan terbentuknya Desa Konohagakure!"


Ars mengambil setumpuk makanan ringan, kue, berbagai minuman soda dan anggur.


Melihat makanan dan minuman muncul dari udara tipis, Hashirama dan Madara menebak itu teknik ruang dan waktu.


Sebagai pakar puncak era ini, keduanya tidak bereaksi berlebihan. Lagipula, adik laki-laki Hashirama, Tobirama, juga bisa menggunakan teknik ruang dan waktu.


"Aku tahu ada banyak yang kalian tanyakan. Ayo bicara sambil makan. Aku yakin kalian akan menyukai hidangan yang aku sajikan."


Duduk di kursi, Ars memotong kue sifon dan memakannya.


"Wow, ini sangat lembut dan manis! Aku belum pernah makanan kue selezat ini."


Dibandingkan dengan Madara yang masih ragu, Hashirama bersikap lugas. Dia duduk dan mencicipi sepotong kue sifon.


"Kamu... Haaah..."


Madara menghela napas, dan duduk.

__ADS_1


"Madara, cobalah kue ini. Ini benar-benar enak!" Kata Hashirama, pipinya menggembung penuh dengan kue.


"Kamu terlalu berlebihan."


Mengambil satu potong kue sifon, Madara mengigit sedikit.


"Ini... Lezat." Matanya berbinar cerah.


Meski tidak seheboh Hashirama, Madara memakan beberapa potong lagi.


"Senang kalian berdua menyukainya." Ars merasa kepuasan.


Kuliner di dunia ini tidak terlalu berkembang karena orang-orang sibuk berperang. Alhasil, makanannya terasa hambar karena kurangnya variasi bumbu dan rempah-rempah.


"Ahem, bisakah kamu mengatakan siapa kamu?" Madara berdehem.


"Aku juga ingin tahu." Kata Hashirama.


Ars mengusap dagunya, merenungkan harus memulai cerita dari mana.


"Hmmm... Sebelum menjawab itu, ada yang harus aku tanyakan. Apakah kalian berdua mempercayai keberadaan Rikudo Sennin?"


"Rikudo Sennin hanya legenda pengantar tidur anak-anak."


"Aku... Percaya."


Ars menerima dua jawaban berbeda. Hashirama tidak percaya, sedangkan Madara sebaliknya.


"Madara, kamu percaya dongeng itu? Ternyata kamu orang seperti itu."


"Ada apa dengan tatapan kasihan yang menjengkelkan itu? Aku punya alasan tersendiri."


"Itu Tablet Batu, kan?"


Ars menyela pembicaraan keduanya.


"Dari mana kamu mengetahui itu?!"


Tablet Batu adalah salah satu peninggalan leluhur Klan Uchiha. Tidak semua anggota klan tahu mengenai ini, hanya orang-orang yang telah membangkitkan Mangekyo Sharingan berhak mengetahui rahasia klan.


"Bagaimana mungkin aku tidak tahu? Tablet Batu itu ditinggalkan oleh Rikudo Sennin sendiri untuk mencegah keturunan putranya mencoba membuat ulang Rinnegan." Ars berkata ringan.


"Jika Rikudo Sennin memang ada, bagaimana kamu bisa tahu? Kamu terdengar seolah-olah..."


Dari percakapan mereka berdua, Hashirama memutuskan bahwa Rikudo Sennin bukanlah sekedar legenda. Dia tahu Madara tidak akan membuat lelucon.


"Seolah-olah kamu mengenalnya." Madara melanjutkan kalimat Hashirama.


"Daripada kenalan, akan lebih akurat menggambarkan hubungan kita sebagai musuh." Ars tersenyum.


"Itu tidak mungkin! Jika yang kamu katakan benar, bukankah itu berarti kamu telah hidup ratusan tahun? Tidak ada manusia yang bisa hidup selama itu, bahkan Rikudo Sennin pun tidak."


Berdiri dari kursi, Madara menyangkal.


"Aku setuju dengan Madara." Hashirama merasa itu terlalu konyol.


Ars tidak heran keduanya tidak percaya. Justru aneh jika mereka langsung percaya tanpa adanya bukti.


"Nah, itu reaksi yang wajar. Baiklah, akan kutunjukkan beberapa bukti. Pernahkah kalian mendengar senjata yang dimiliki Rikudo Sennin?"


Hashirama dan Madara mengangguk.


"Jangan bilang..."


Sebelum Madara menyelesaikan kalimat, Ars melambaikan tangannya, lalu muncul lima barang. Yaitu labu botol, tali tambang, pot besar, kipas bulu besar, dan pedang aneh.


"Seperti yang kamu pikirkan. Ini adalah Benihisago (Crimson Gourd), Kokinjo (Golden Canopy Rope), Shichiseiken (Seven Star Sword), Kohaku no Johei (Amber Purifying Pot), dan Bashosen (Banana Palm Fan). Ini semua adalah senjata Rikudo Sennin yang telah aku kumpulkan selama 800 tahun."

__ADS_1


Ars tidak menyia-nyiakan waktunya untuk bermain-main. Selama pengembaraannya, dia mengumpulkan senjata Rikudo Sennin sebagai barang koleksi.


"Ini asli."


Menggunakan Sharingan, Madara memverifikasi keaslian mereka. Dia merasakan ada kekuatan unik di tiap senjata.


"Sulit dipercaya, jadi legenda itu nyata.... Tunggu dulu, kamu bilang kamu adalah musuh Rikudo Sennin. Bukankah itu berarti kamu musuh dunia?"


Hashirama menyadari sesuatu yang penting.


Dalam legenda, Rikudo Sennin di anggap dewa karena telah mengajarkan Ninjutsu pada manusia. Itu berarti, ia musuh umat manusia.


"Jangan menatapku dengan permusuhan. Meski musuh, aku benar-benar tidak berbuat sesuatu yang buruk. Hanya saja Rikudo Sennin terlalu keras kepala!"


Kemudian Ars mengungkap fakta bawah ia seorang penjelajah antar dunia. Namun, kedatangannya tidak disambut baik oleh Rikudo Sennin.


Hashirama dan Madara mendengarkan dengan serius.


"Menarik. Ternyata ada kehidupan lain selain di planet ini. Ini memperluas pandangan ku."


Setelah Ars menunjukkan banyak bukti, Madara mempercayainya.


"Ini luar biasa... Ternyata dulu hanya ada satu bulan, tapi karena mu, kini ada dua bulan di langit." Hashirama berseru kagum.


Ars meminum Fanta, tenggorokannya kering setelah bercerita cukup lama. Lagipula, ini hanya klon, dan masih akan merasakan lelah.


"Nah, bolehkan aku menetap sementara di Desa Konohagakure? Setidaknya sampai tubuh utama ku telah selesai berkultivasi."


Ars ingin menyaksikan perkembangan Desa Konosuba dengan matanya sendiri. Ini juga bisa dianggap sebagai bentuk hiburan tersendiri.


Saat Hashirama ingin mengatakan setuju, ia dihentikan oleh Madara.


"Apa keuntungannya bagi kami?"


"Madara!"


"Serahkan masalah ini padaku."


"Kamu... Baiklah."


Melihat tatapan serius Madara, Hashirama membiarkannya.


"Apa yang kamu inginkan?" Tanya Ars.


"Jadilah wali (Guardian) dan lindungi Desa Konohagakure selama 100 tahun."


Madara akan dinobatkan sebagai Hokage, jadi ia mulai bertindak demi kepentingan desa.


"Kondisi itu terlalu berat." Ars berpura-pura enggan.


"Meskipun kamu hanya klon, jika apa yang semua kamu katakan bener. Setidaknya Desa Konohagakure akan aman selama beberapa generasi mendatang."


Ini asuransi yang Madara siapkan untuk Desa Konohagakure. Dia tahu tidak peduli seberapa kekuatan yang mereka capai, mereka tidak bisa lepas dari kematian.


Dia ingin Ars bertindak sebagai wali dan menghalau semua ancaman pada Desa Konohagakure setelah kematiannya dan Hashirama.


Madara yakin Desa Konohagakure akan menjadi target karena tanahnya yang subur. Saat ini, tidak ada yang berani memikirkan ide ini ketika ia dan Hashirama masih hidup, tetapi bagaimana setelah mereka berdua mati?


"Bagimu, 100 tahun tidak lama. Aku akan memberikan lokasi terbaik di desa, bagaimana?"


Hashirama juga menyadari niat Madara, dan mencoba membujuk Ars.


"Hmmm... Baiklah, aku setuju menjadi wali."


Berpura-pura merenung, Ars setuju.


"Selamat datang di Desa Konohagakure!"

__ADS_1


Hashirama tersenyum lebar sambil mengulurkan tangannya.


Ars berjabat tangan dengan Hashirama dan Madara.


__ADS_2