Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Penyakit mematikan


__ADS_3

Rangga merasakan nyeri pada ototnya, demam, badannya terasa lelah. Rangga pingsan di ruang rawat inap abahnya. Ibu Rangga yang melihat Rangga pingsan berteriak meminta bantuan para tim medis. Tim medis berdatangan, Rangga diperiksa oleh dokter. Kini dia berada di ranjang brankar ruang rawat inap.


"Anak saya sakit apa Dok?" tanya ibu Rangga.


"Hasil rongent belum keluar Bu, kita masih menunggu hasil rongent," jawab dokter.


"Bu, tubuhku nyeri," keluh Rangga.


Sukma langsung diberitahu bahwa Rangga sakit dan di rawat. Sukma yang mendengar Rangga sakit langsung berangkat ke serang Banten. Keluarga Rangga memang tak suka melihat Sukma, walaupun anaknya sudah menikah tapi restu tidak di dapatkan dari kedua orang tua Rangga.


"Kamu kok sakit seperti ini? Kecapean yah?" tanya Sukma.


"Aku nggak tahu, dokter belum datang lagi untuk mengatakan hasil rongent," jawab Rangga.


"Aku ke Abah dan Ibu dulu yah," ucap Sukma. Rangga hanya menganggukan kepalanya.


"Ibu, ini ada buah untuk Abah," ucap Sukma.


"Letakkan aja di atas meja," ucap Ibu.


"Abah sakit apa sih Bu sebenarnya? Sudah 1 bulan di rawat," tanya Sukma.


"Dokter nggak tahu sakitnya Abah, penyakit kiriman sepertinya," jawab Ibu.


Sukma hanya terdiam, ia tidak bertanya kembali. Kini dia hanya fokus kepada Rangga, Sukma sudah mengambil cuti selama 4 hari. Dalam 4 hari ia merawat Rangga.


"Kamu nggak kerja?" tanya Rangga.


"Aku cuti selama 4 hari," jawab Sukma.


Rangga menunggu hasil tes kesehatannya. Ia merasakan tubuhnya yang merasa cepat lelah, flue berat, berat badan juga berkurang 9 kg. Gejala ini sudah 1 minggu ia rasakan, Rangga memaksakan diri dari bekerja lalu menunggu abahnya di rumah sakit.


Dokter masuk ke ruangan Rangga.


"Malam Pak Rangga," ucap dokter.


"Malam Dok, sudah keluar hasil tes kesehatan saya?" tanya Rangga.


"Bapak saya minta tenang yah dan iklas menerima ini," ucap dokter.


Rangga yang mendengar hal itu menjadi jantungnya berdebar, ia berpikir bahwa penyakitnya sangat serius.


"Bapak Rangga positif mengidap positif HIV," ucap dokter.


Rangga syok mendengar penuturan dokter. Ia bingung dari mana ia tertular.


"Dari mana saya tertular? Saya tidak merokok, saya tidak narkoba, pasangan saya hanya istri saya," ucap Rangga. Wajah Rangga sudah tampak stress.

__ADS_1


"Bapak pernah menggunakan bekas jarum suntik?" tanya dokter.


"Nggak pernah Dok, saya kalau sakit nggak di suntik juga," ucap Rangga.


"Saya nggak bisa menuduh, coba Bapak tanya dengan istri Bapak. Benarkah hanya berhubungan dengan Bapak saja? Saya minta Bapak tegar, saya akan memberikan resep obat agar daya tahan tubuh Bapak bisa bertahan," ucap dokter.


"Saya harus minum obat seumur hidup saya?" tanya Rangga.


"Iya Pak," jawab dokter.


Ketika dokter masuk, Sukma sedang keluar membeli makanan. Rangga mengepalkan tangannya, hidupnya kini sudah berakhir. Sukma yang ia pilih daripada Kaila dan anak-anaknya mengambil hidupnya. Selepas Rangga terkena guna-guna, kadang dia merasa dirinya linglung dan masih berpikir Kaila masih ada bersamanya. Ketika efek guna-gunanya lemah maka Sukma pergi ke dukun kembali agar Rangga lupa.


Tab Tab


Suara langkah kaki, Sukma masuk ke ruang rawat inap. Memberikan bungkusan makanan kepada Rangga. Rangga menatap Sukma sangat tajam.


"Ini, makanan yang kamu pesan. Kamu kenapa melihat aku seperti itu?" tanya Sukma.


"Katakan dengan siapa kamu selingkuh?" teriak Rangga.


Sukma terperanjat mendengar suara Rangga yang meninggi, dia tidak mengerti kenapa Rangga tiba-tiba marah.


"Apa maksudmu? Kamu pikir aku selingkuh?" tanya Sukma.


"Jangan pura-pura bodoh kamu? Katakan dengan siapa? Atau kamu bermain di atas ranjang dengan banyak para lelaki. Kamu tidak puas denganku hah!" ucap Rangga dengan nada emosi.


"Aku hanya melakukan itu hanya denganmu," bantah Sukma.


Sukma tak percaya apa yang dikatakan Rangga, tubuhnya terasa lemas. Sukma memang melakukan itu dengan mantan suaminya, artinya mantan suaminya itu suka berhubungan intim dengan wanita lain. Sukma berpikir, jika Rangga tertular HIV darinya, itu artinya Sukma juga mengidap HIV.


"Rangga kamu bohongkan?" tanya Sukma. Rangga langsung melemparkan berkas berisi kesehatan Rangga di wajah Sukma.


"Baca itu! Kamu pikir ini bohong, dasar wanita murahan." Rangga terus saja mengumpat Sukma. Rangga sudah merasa hancur. Ia turun dari ranjang dan pergi ke ruang rawat inap abahnya.


"Mau kemana kamu?" tanya Sukma.


"Bukan urusanmu!" ucap Rangga.


Rangga sudah sangat hopeless, mengetahui dirinya mengidap HIV, Rangga ibarat tersambar petir di siang bolong. Ia tak menyangka menikah dengan Sukma menggali kuburannya sendiri, dengan berhubungan intim Rangga terkena HIV. Rangga dalam pikirannya hanya soal kematian dan tidak akan bisa hidup normal seperti orang-orang.


Rangga masuk ke kamar rawat Abah, di sana ia melihat ibu dan adiknya.


"Ibu, Abah, maafkan Rangga," ucap Rangga sambil menangis.


"Rangga kamu kenapa? Kamu istirahat aja Nak," ucap ibu sambil mendekati Rangga.


"Jangan dekat Rangga Ibu, karena aku terkena HIV. Hidupku kini bergantung dengan obat," ucap Rangga.

__ADS_1


"Apa? Kamu jangan bercanda Rangga, dari mana kamu tertular, narkoba aja kamu tidak jangankan narkoba merokok aja kamu nggak," ucap ibu.


"Satu hal yang menyebarkan penyakit ini di tubuhku, kemungkinan besar Sukma selingkuh di belakangku Bu, dia yang mentransfer penyakit ini ke tubuhku." Rangga berlutut meminta maaf kepada Ibu dan Abahnya, 12 tahun ini Rangga pun lupa dengan anak-anaknya. Kini Rangga menyesal telah menyakiti Kaila dan keempat anak-anaknya.


keluarga Rangga Syok dan sejak saat itu mereka memberikan perlakuan yang berbeda kepada Rangga begitu ia di didiagnosa positif HIV. Kondisi itu membuat Rangga semakin terpuruk.


Sukma langsung memeriksa dirinya, apakah ia terkena HIV, dokter memeriksa dia dan Sukma mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatannya setelah menunggu 3 jam. Dokter mengatakan bahwa dia positif HIV.


'Rudi, sial kamu menularkan ke tubuhku,' makian Sukma di dalam batinnya.


Sukma juga terlihat Syok dengan kenyataan ini, ia tak menyangka penyakit yang mematikan kini bersemayam di tubuh Sukma. Sangat berat ia mengetahui bahwa dirinya terjangkit HIV di hati Sukma menyangkal atau menolak kondisi saat ia didiagnosa positif HIV.


Sukma tubuh lunglai mengantar di tembok.


"Ya Tuhan, kenapa kamu menghukum aku seperti ini. Aku tahu, aku mempunyai dosa besar yaitu menyekutukan Kau. Tapi Kau menghukum aku dengan cara seperti ini. Tidak adakah Kau mengurangi hukumanku?" gumam Sukma.


TAMAT


❤❤


Baca juga yuk cerita seru di novel yang lainnya karya author.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar(Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Dicampakkan suami setelah melahirkan


__ADS_1



Love dari author sekebon karet ❤


__ADS_2