Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Cinta itu tak mudah


__ADS_3

Cia sangat khawatir akan Amanda, ia bertanya di dalam hatinya, apakah Amanda sudah tahu tentang perjodohan Emir? Cia mencoba untuk menghubungi Amanda tapi nomor Amanda non aktif.


"Kak...Kakak sudah tahu yah." Cia melihat handphonenya dengan foto dirinya dan juga Amanda. Walaupun saudara sambung tapi Cia sangat sayang kepada Amanda. Walaupun sama-sama sibuk dan jarak sangat jauh, Cia selalu menelepon Amanda begitu juga sebaliknya. Mereka seperti tidak bisa dipisahkan, jika salah satu ada yang sedih atau sakit maka akan terasa juga dengan Cia ataupun Amanda.


Cia mencoba memejamkan matanya, karena esok hari dia sekeluarga akan ke Jogja, jam penerbangan pukul 10 pagi. Cia pun terlelap karena matanya sudah terasa lelah.


***


"Ayah, aku telepon Amanda kok nomornya nggak aktif," ucap Kaila.


"Coba aku telepon," ucap Andi.


Cia yang mendengar kedua orang tuanya mencoba untuk menelepon Amanda tapi tidak bisa dihubungi, Cia makin khawatir dengan Amanda. Andi melihat jam yang ada di tangannya, ia bergegas mengajak keluarganya untuk masuk ke mobil karena jangan sampai ketinggalan pesawat.


Mereka sekeluarga berada di dalam 1 mobil. Sangat penuh keluarga mereka, ada 7 anggota keluarga. Sangat jarang mereka sekeluarga bisa jalan seperti ini. Semua tampak ceria kecuali Cia karena ia memikirkan Amanda. Mereka tepat waktu, langsung saja menuju ke dalam pesawat. Cinta sangat antusias karena dirinya baru pertama kali naik pesawat. 1 jam lamanya penerbangan mereka, mereka langsung ke hotel untuk meletakkan barang mereka setelah itu menjemput Amanda.


"Mah, Ayah, ayo cepat. Aku sudah kangen sama Kak Amanda," ucap Caca.


"Iya sabar sayang," ucap Kaila.


Merekapun masuk ke dalam mobil untuk menjemput Amanda. Cia sudah sampai di tempat kos Amanda, ia langsung masuk terlebih dahulu ke kamar Amanda.


"Assalamu'alaikum, Kak. Ini Cia." Cia mencoba membuka pintu kamar Amanda ternyata tidak di kunci, ia langsung masuk dan melihat Amanda sedang menangis di atas ranjang kasur dengan melipat kedua kakinya, kedua tangan memegang kedua kakinya. Cia langsung memeluk Amanda.


"Kak, aku sudah tahu. Aku tahu bagaimana perasaan hati Kakak. Mamah dan Ayah akan segera kemari, jika mereka tanya kenapa Kak Manda menangis. Bilang karena kangen sama aku." Cia mengusap punggung Amanda. Amanda hanya menganggukan kepalanya, karena tangisannya sudah sangat sesak di dada.


Tak lama Andi dan Kaila datang dan melihat Cia dan Amanda sudah saling berpelukan dan menangis pula.


"Duh yang kangen sama saudarinya, nggak kangen sama Mamah dan Ayah nih," ucap Andi.


Cia menuntun Amanda dan membisikkan di telinga Amanda.


"Bersikaplah seperti biasa Kak, jangan sampai mereka tahu permasalahan Kakak," bisik Cia.


"Mah, Ayah," ucap Amanda. Amanda langsung mencium punggung tangan keduanya.


"Mah, Ayah. Aku dan Kak Amanda 1 kamar yah di hotel. Aku kangen banget sama Kakak," rengek Cia. Andi langsung menyetujui keinginan Cia. Mereka pun langsung ke hotel, mereka akan memutuskan untuk jalan bersama ketika malam hari. Pergi ke alun-alun.


Sesampainya di hotel Cia dan Amanda langsung masuk ke kamar mereka. Amanda langsung menangis di pelukan Cia.

__ADS_1


"Emir dijodohkan Cia, hatiku hancur," ucap Amanda. Ia menangis sejadi-jadinya. " Aku cinta Emir...aku sangat mencintainya."


"Aku tahu perasaanmu Kak, tapi kan seharusnya Kak Emir bisa menolak perjodohan itu," ucap Cia.


"Emir sudah membicarakan ini, dia bilang ingin mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa ia mencintaiku. Tapi aku harus siap di lamar, kamu tahu sendiri ayah bagaimana. Melamar sebelum lulus kuliah dan tanpa ada kerjaan, mana terima Ayah. Aku bimbang Cia," ucap Amanda penuh dengan tekanan.


"Kak, coba dulu. Jangan pikirkan ayah terima atau tidak lamaran itu. Daripada nggak sama sekali di coba. Jika Kakak mencintai Kak Emir, Kakak harus perjuangkan cinta Kakak itu," ucap Cia memberi semangat kepada Amanda.


"Benar kata kamu Cia," ucap Amanda tersenyum. Ia langsung memeluk Cia dengan erat.


Handphone Cia berbunyi, Cia melihat layar handphonenya langsung ia tersenyum karena yang menelepon adalah Juna.


Juna \=["Assalamu'alaikum cantik."]


Wajah Cia langsung memerah karena Juna berkata cantik untuk dirinya.


Cia \=[" Waalaikumsalam Kak."]


Juna \=["Aku Kangen suara kamu sayang."]


Cia \=["Ih Kak Juna, semalam juga kan Kakak nelepon aku."]


Cia \=["Gombal banget sih Kak."]


Juna \=["Sedang sama Amanda nggak, Emir mau bicara. Katanya nomor Amanda nggak aktif."]


Cia \=["Iya, aku bersama Kak Amanda."]


Cia langsung memberikan teleponnya kepada Amanda. Ia mengatakan bahwa Emir ingin bicara.


"Kak Emir sedang dengan Kak Juna. Kak Emir mau ngomong dengan Kakak." Cia memberikan handphone nya kepada Amanda. Amanda mengambil handphone yang diberikan kepada Cia.


Amanda \= ["Halo, assalamu'alaikum."]


Emir \= ["Wa'alaikumsalam, Amanda kamu nangis yah? Aku sudah menolak perjodohan itu. Aku bilang ada seseorang yang sangat aku cintai. Mereka marah besar Amanda, jika aku miskin kamu masih mau denganku? Aku di usir oleh kedua orang tuaku. Sementara aku tinggal bersama Juna."]


Amanda makin menangis mendengarkan perkataan Emir. Emir rela di usir oleh kedua orang tuanya demi Amanda. Situasi yang sangat sulit dan membuat Amanda semakin takut.


Amanda \=["Aku mau hidup susah denganmu, aku takut ayahku tak setuju. Aku cinta kamu Emir, aku nggak mau kehilanganmu."]

__ADS_1


Emir\=["Aku akan cari kerja sambil kuliah, asal kamu dukung aku. Aku akan berusaha untuk membahagiakanmu."]


Amanda sedikit lega Emir berkata seperti itu. Cia terus bersama Amanda, ia tidak mau jikalau melihat Amanda bersedih. Jika sang ayah tahu, Cia tak tahu akan seperti apa nantinya. Amanda anak Andi satu-satunya dari mendiang istri pertamanya. Andi pasti tak akan diam jika anaknya menderita kesusahan dalam hidupnya. Andi seorang CEO, maka nanti usahanya akan diteruskan anak-anaknya Amanda dan Rafiq. Kaila dan Andi sudah berkomunikasi, bahwa anak-anak Kaila tidak akan menyentuh usaha Andi sekarang ini. Rafiq merupakan anak Andi dan Kaila, Andi ingin Rafiq nantinya mengambil jalur bisnis seperti dirinya.


Amanda terus saja memikirkan, agar ayahnya bisa menyetujui Emir, karena sang ayah pastinya tak akan melepaskan Amanda dengan pria yang pengangguran. Emir pun harus berjuang untuk mendapatkan restu dari Andi. Lika liku perjalanan cinta Amanda dan Emir tidak semudah Cia dan Juna. Di mana kedua orang tua Juna adalah pengusaha akan tetapi tidak peduli dengan Juna, mereka berpikir Juna akan bahagia apabila dengan uang yang banyak, kedua orang tua Juna tak perduli Juna akan menikah dengan siapa. Dia diberi kebebasan, untuk itu Juna berani berkomitmen dengan Cia.


Akankah kisah cinta Amanda dan Emir akan berhasil?


Bersambung


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (on going)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On going)



__ADS_1


Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2