Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Menolak Juna


__ADS_3

Hari-hari Cia kini hanya belajar dan belajar, dia tidak memikirkan apa-apa karena baginya belajar itu sangat penting. Ia tidak akan berpacaran lagi dan memikirkan laki-laki karena akan merusak perasaannya dan juga akan meracuni otaknya sehingga tidak fokus dalam belajar.


Teman sebangku Cia juga merasakan ada peningkatan, karena bersahabat dengan Cia. Ia merasa terbantu karena Cia selalu menolong. Ketika ada pelajaran yang sangat sulit bagi Zura tapi bagi Cia itu sangat mudah sekali. Semester 1 sudah dilalui dengan sangat nyaman karena dia sudah melepaskan perasaannya kepada Juna. Juna pun tidak berani untuk mengganggu Cia. Selama satu semester ini, Cia benar-benar fokus dalam pelajaran. Ia mendapat peringkat pertama ketika pengambilan raport. Para guru selalu memuji Cia karena Cia anaknya rajin dan juga selalu mendapatkan nilai yang bagus di setiap mata pelajaran.


Tapi ketentraman hatinya itu tiba-tiba terusik lagi oleh Juna, ketika Cia ingin ke kantin tiba-tiba tangannya ditarik oleh Juna.


"Kak Juna, apa-apaan sih narik-narik tangan aku," protes Cia.


"Cia, aku sudah putus dengan Ilma. Aku minta maaf sama kamu, aku tidak bisa melupakan kamu. Aku jadian dengan Ilma, tapi aku tidak merasakan bahagia seperti aku dengan kamu, tolong maafkan aku," ucap Juna.


"Maaf Kak, memangnya kita pernah pacaran? kita kan nggak pernah pacaran sejak dahulu," ucap Cia.


"Kamu masih suka aku kan Cia? katakan sejujurnya Cia," ucap Juna.


"Itu dulu Kak sekarang aku sudah menghapus nama kamu di hati aku. Aku mau fokus belajar aja, jangan ganggu aku lagi Kak," ucap Cia.


Cia ingin melangkahkan kakinya untuk menjauh dari Juna, akan tetapi tangannya ditarik lagi dan ia dibawa ke dalam kelas yang kosong.


"Kak mau apa kamu?" tanya Cia.


"Cia aku mohon maafkan aku, terima perasaanku ini." Juna berlutut di bawah kaki Cia.


"Kak apa-apaan sih kamu? berdiri Kak," ucap Cia.


"Aku nggak mau berdiri, sebelum kamu menerima aku lagi," ucap Juna.


Cia memejamkan mata dan menghela nafasnya. Ketika Cia ingin berbicara, Ilma datang dan langsung melabrak Cia.


"Oh jadi karena dia, kamu mutusin aku. Eh anak kelas 1 jangan keganjenan kamu." Ilma mendorong tubuh Cia sampai ia terjatuh, Juna ingin membantu Cia berdiri tapi Cia menolaknya.


"Kak Ilma, bilang sama Kak Juna jangan ganggu aku lagi. Aku akan block nomor kamu Kak Juna, jangan ganggu aku lagi. Kepercayaanku terhadapmu sudah luntur sejak aku masuk di sekolah ini, permisi." Cia berjalan dengan menabrak pundak Ilma, ia tidak mau di anggap lemah. Cia selalu ingat kata-kata Amanda. Jika di bulli maka lawanlah.


Cia tidak menyangka Juna seperti itu. Bahkan ia rela berlutut di kaki Cia, tapi Cia tidak bergeming. Cia benar-benar tidak mau menerima Juna kembali, bagi Cia sudah patah arang sekali maka tidak akan kembali lagi.


Dikenal dengan paras cantiknya, Cia juga dikenal sebagai penolak cinta para laki-laki karena tidak ada satupun yang diterima cintanya oleh Cia. Masa-masa SMA merupakan masa-masa remaja menjadi dewasa tapi tidak berlaku untuk Cia. Cia sudah bertekad tidak akan memasukkan laki-laki di dalam hatinya lagi, cukup sekali ia merasakan sakit hati ketika Juna mengkhianatinya. Janji manis itu bukan berasal di dalam hati, tapi hanyalah sebuah bualan belaka, itu yang dipikirkan oleh Cia.

__ADS_1


Seperti biasa pak sopir sudah menunggu Cia di gerbang sekolah. Pak sopir melihat dari jarak jauh Cia sedang berlari, ternyata Juna masih mengejarnya. Cia melarikan diri dari Juna, bisa saja Cia berlaku kasar karena sudah mempelajari karate dengan Amanda. Tapi Cia tidak mau menggunakan itu di tempat umum hanya ketika dalam keadaan terdesak Cia akan menggunakan keahliannya itu. Cia langsung masuk ke dalam mobil dan menyuruh pak supir langsung berjalan, dengan nafas yang terengah-engah karena dia berlari. Pak Sukir langsung melajukan mobilnya ke sekolah Amanda, karena perjalanan dari sekolah Cia ke sekolah Amanda itu tepat waktu ketika Amanda keluar dari sekolah.


Tak lama menunggu Amanda pun datang dan mengetuk pintu mobil bagian belakang, Cia membukakan kunci lalu Amanda duduk di samping Cia.


"Haduh aku lapar banget nih, matematika menguras otak aku Cia," keluh Amanda.


"Memangnya Kakak nggak makan di kantin?" tanya Cia.


"Nggak ah, aku nggak suka makanan di kantin. Rasanya enakan makanan rumahan. makanya aku bela-belain lapar seperti ini. Besok-besok aku mau bawa bekal aja deh dari rumah," ucap Amanda.


"Usul yang bagus itu Kak, aku juga mau ah bawa bekal dari rumah, jadi aku nggak ke kantin lagi biar nggak dikejar-kejar," ucap Cia.


"Dikejar-kejar sama siapa kamu?" tanya Amanda.


"Juna Kak, masa dia hari ini narik tanganku lalu aku di bawa ke dalam kelas, dia menyatakan perasaannya Kak sampai berlutut. Dia bilang sudah putus sama pacarnya, eh pacarnya datang Kak. Dia menabrak aku katanya gara-gara aku mereka putus. Aku bilang aja aku jangan ganggu aku lagi, tapi tetep aja Kak Manda, kak Juna itu muka tembok tetep ngejar-ngejar aku," jawab Cia.


"Tapi kamu nggak terima dia kan?" tanya Amanda.


"Yah enggak lah Kak, Gila aja aku. Mau fokus belajar dulu lah Kak, pusing mikirin cowok terus, cowok nggak ada yang beres," jawab Cia.


"Hahaha ada kali Ci, hanya kamu belum ketemu aja. Itu ayah kita kan cowok juga, beres tuh." Amanda berbicara dengan tersenyum kepada Cia.


"Ih aku serius, masa iya bercanda. Memang ayah kita nggak beres? beres tuh buktinya dapat anak tuh dari mamah," ucap Amanda.


Cia tertawa terbahak-bahak karena perkataan dari Amanda.


"Omongan Kakak itu membuat aku semakin lapar Kak," ucap Cia.


Pak supir melirik perkataan nona mudanya yang sedang berbicara, ia tersenyum mendengar kedua nona mudanya itu ingin fokus dengan pendidikan mereka.


"Pak, jangan ngadu sama ayah dan mamah yah tentang pembicaraan aku dan Cia," pinta Amanda.


"Beres Non, Bapak akan menjaga rahasia Non," ucap pak supir.


Juna tak mau patah arang ternyata walaupun Cia sudah diblok nomornya, Juna membeli nomor baru dan mengirimi Cia pesan singkat di whatsappnya. Cia tidak memperdulikan pesan yang dari Juna. Cia langsung memblok kembali nomor baru Juna.

__ADS_1


Tiba-tiba ada pesan singkat masuk kembali kali ini nomornya dari siapa Cia tidak tahu, tapi pesan singkat itu bukan berasal dari Juna .


'Assalamualaikum Cia, pasti kamu sudah besar!'


Cia yang membacanya pesan tersebut merasa aneh karena nomornya hanya diketahui oleh beberapa teman dekatnya, dan juga hanya keluarganya. Tapi WhatsApp yang dia terima itu seperti seolah-olah mengenal Cia.


Kira-kira Cia dapat pesan dari siapa ya?


Bersambung


✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet ❤💞💝


__ADS_2