
Andi menjemput Kaila, setelah Kaila pulang kerja dari sekolah. Ia tak peduli dengan orang-orang yang memperhatikan ketika ia masuk ke dalam mobil Andi. Amanda dan Adam juga masuk ke dalam mobil yang sama. Bisik-bisik tentang Kaila, sudah menyebar. Karena gosip dari salah satu guru yang selalu iri dengan kesenangan temannya sendiri, yaitu Bu Nina.
Andi dan Kaila sudah memesan undangan untuk dicetak. Kaila yang memilih model undangan.1 hari sebelumnya Andi memesan undangan, ia ingin undangan itu selesai dengan cepat. Biaya bagi Andi itu tidak masalah yang penting undangan selesai cepat dicetak. Setelah pulang dari sekolah Andi mampir ke percetakan undangan untuk mengambil undangan resepsi mereka. Esok Kaila akan membungkam orang-orang yang sudah bergosip tentang dirinya dan mereka akan tahu bahwa Kaila dan Andi sudah menikah.
"Mas undangan sudah selesai 'kan hari ini?" tanya Kaila.
"Iya sayang, sudah selesai. Kita mampir sebentar di sana untuk mengambilnya," ucap Andi.
Setelah urusan percetakan undangan selesai, mereka langsung pulang ke rumah tanpa mau mampir-mampir ketempat lain lagi. Di dalam kamar Kaila menceritakan tentang peristiwa yang terjadi di sekolah. Kaila tidak mau menyimpan sendiri seperti pengalaman dia yang terdahulu, menyimpan masalah sendiri akhirnya menjadi stres. Andi yang mendengar itu menjawab dengan bijak
"Biarkanlah mereka berbicara seperti itu, waktu yang akan membuktikan bahwa kamu wanita yang baik, yang pantas untuk aku, dan yang terbaik untuk Amanda sebagai Mamahnya," ucap Andi.
"Terima kasih Mas, atas ucapanmu. Ucapanmu sangat menyentuh hatiku," ucap Kaila.
Untuk makanan Andi menyerahkan kepada Kaila. Makanan di resepsi pernikahannya, Kaila yang mengatur semua tentang makanan. Andi akan mengundang relasi kerjanya, jadi Kaila tidak mau Andi malu akan hal makanan. Di dalam suatu pesta yang terpenting itu adalah makanan yang enak, sehingga para tamu puas menghadiri resepsi pernikahan Andi dan Kaila.
Untuk bajunya pun Kaila hanya membeli kebaya dan Andi juga sudah mempunyai banyak jas untuk resepsinya mereka.
Tadinya Andi ingin memesan oleh dengan desainer tetapi Kaila menolak, karena hanya akan di pakai sekali ketika resepsi, mubazir jatuhnya. Kaila hanya menyewa baju pengantin, yang elegan tentunya.
Malam ini Andi membantu Kaila untuk menulis nama-nama yang akan diundang. Karena Kaila ingin memberikan undangan esok hari, agar membungkam mulut-mulut guru yang telah menggosipi dirinya. Dia juga akan jujur bahwa pernikahannya sudah sah sejak liburan semester yang lalu.
Tok Tok Tok
Suara pintu diketuk
"Mamah, Ayah ini Amanda," teriak Amanda di balik pintu.
Kaila membukakan pintu kamarnya, lalu masuklah Amanda dengan membawa bantalnya di tangan.
"Mah boleh malam ini aku tidur dengan Mamah dan Ayah?" tanya Amanda.
Andi yang mendengar Amanda ingin tidur bersama mereka menghela nafasnya, karena niatnya dia ingin bermusrahan kembali dengan Kaila. Tapi gagal rencananya.
"Sayang, Amanda, kamu 'kan sudah besar, sudah punya kamar sendiri. Kenapa tidak di kamar kamu saja," ucap Andi.
"Ayah, aku 'kan dari bayi tidak pernah dipeluk ketika tidur dengan seorang Mamah, tidak bolehkah aku tidur dengan Mamah aku? aku ingin dipeluk juga ketika tidur." ucap Amanda dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Iya sudah, tidur dengan Mamah. Nanti Mamah peluk ya sayang," Kaila mengelus-elus rambut Amanda.
__ADS_1
Di luar pintu ada yang mengetuk kembali.
Tok Tok Tok
"Ibu, Bapak, maaf mengganggu. Ini Cinta menangis ingin tidur dengan bapak katanya," ucap baby sitter Cinta.
Kaila tersenyum ketika melihat wajah Andi yang begitu kecewa, karena sebelumnya mereka sudah merencanakan untuk bermesra-mesrahan.
"Iya, bawa masuk aja Mbak sini," teriak Andi.
Akhirnya mereka tidur di satu ranjang. Kaila memeluk Amanda dan Andi memeluk Cinta. Setelah Amanda dan cinta sudah tertidur lelap, Andi mencuri-curi waktu untuk mencium Kaila. Kaila yang tadinya sudah memejamkan mata, dia membuka matanya kembali karena Andi sudah mendekati dirinya dan menempelkan bibirnya di bibir Kaila.
"Mas, ada anak-anak," protes Kaila setelah dicium oleh Andi.
"Hanya kiss doang, aku nggak bisa tidur kalau nggak Kis kamu," ucap Andi.
"Ih Mas mesum," ucap Kaila.
"Nggak mesun dong sama istri sendiri, itu artinya tanda cinta dari aku," bisik Andi di telinga Kaila.
Setelah Andi mencium Kaila, dia mengalah untuk tidur di sofa sedangkan di ranjang hanya ada kedua anaknya dan juga Kaila.
***
Setelah mereka sarapan, Andi pun bergegas untuk mengantar semua keluarganya lm Sebelum pergi, Kaila mengecek nama-nama undangan karena harus terbagi semua undangan untuk rekan-rekan gurunya.
"Sudah siap semua?" tanya Andi.
"Sudah Ayah," teriak keempat anaknya.
Sebelum berangkat, Andi mengecup Cinta lalu dia masuk ke dalam mobilnya. Andi yang menyupir untuk keluarganya, dia tidak membutuhkan sopir pribadinya. Andi membutuhkan sopir pribadi ketika dia sedang berpergian sendiri. Tapi ketika dia pergi dengan keluarganya dia akan yang mengendarai mobil pribadinya sendiri.
"Amanda dan Adam masuk duluan ya," perintah Kaila.
Untuk sekarang ini Kayla paham ketika dia hendak masuk ke dalam sekolah ada ritual khusus yang harus dilakukan oleh Andi, yaitu mencium Andi. Andi tersenyum ketika Kaila sudah berinisiatif sendiri untuk menyuruh kedua anaknya masuk ke sekolah terlebih dahulu.
"Mas aku kerja dulu ya... Semangat ya untuk hari ini suamiku tercinta, jika sudah sampai di kantor wa aku ya sayang." Kaila mengelus pipi Andi, lalu ia mencium pipi Andi.
Meleleh hati Andi, bayangkan 10 tahun menduda ketika mempunyai istri dan disentuh oleh istri tercintanya, seketika itu seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di jantungnya.
__ADS_1
"Terima kasih sayang atas semangatmu, semangat juga ya istri tercantikku." Andi mengecup kening Kaila, lalu Kaola membuka pintu dan ia berpapasan dengan guru yang membuat gosip kepadanya, yaitu Bu Nina.
"Duh enaknya yang dianterin sama duda," ucap Bu Nina mengolok-olok Kaila.
"Iya nih Bu, aku sangat beruntung diantarkan oleh mantan duda yang tampan," ucap Kaila.
"Hah! mantan duda? masih duda kali," nyinyir Bu Nina.
"Sebentar Bu, saya punya undangan. Nanti datang ya Bu sama pasangan Ibu." Kaila mencari undangan atas nama Bu Nina setelah ia melihat langsung diberikan kepada Bu Nina. "Bu Nina, semester kemarin aku sudah menikah dengan ayahnya Amanda, aku semobil dengan ayahnya Amanda itu, ya... wajar dong. Karena aku istrinya, ini Bu undangan resepsi pernikahan kami. Datang yah Bu, jangan sampai nggak datang, saya masuk duluan Bu," ucap Kaila.
Bu Nina langsung tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia membaca di depan undangan itu tertera nama Kaila dan Andi. Kaila tersenyum puas ketika memberikan undangan kepada Bu Nina, sumber dari gosip yang beredar ke guru-guru.
Bersambung
βββRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet β€ππ