Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Cinta monyet bersemi kembali


__ADS_3

Di dalam mobil Cia tidak berkata apa-apa dengan Amanda. Cia sedih karena di depan matanya Juna tidak sadarkan diri dengan pergelangan tangan yang diperban. Ia pun merasa bersalah ketika bersikap terlalu keras dengan Juna, seharusnya Cia berkata baik-baik kepada Juna. Amanda melihat wajah Cia yang sangat sedih lalu ia langsung memegang tangan Cia.


"Cia sudah jangan terlalu dipikirkan. Kata dokter tadi kan tidak apa-apa. Insya Allah dia lekas sembuh," ucap Amanda.


"Iya Kak, terima kasih ya untuk hari ini," ucap Cia.


"Jangan sampai mamah dan ayah tahu ya kita bertemu laki-laki di rumah sakit. Pak Yudi jangan kasih tau mamah dan ayah ya, karena ini rahasia ya Pak," pinta Amanda kepada pak supir.


"Baik Non, tenang aja sama Pak Yudi. Rahasia Non berdua bapak akan simpan, mulut Bapak akan Bapak tutup rapat," ucap pak supir yang sedang mengendarai mobilnya.


"Terima kasih banyak Pak," ucap Cia.


Sesampainya di rumah, Andi dan Kaila yang sudah berada di rumah, melihat kedua anaknya baru masuk ke dalam rumah. Tidak biasanya, Amanda dan Cia pergi tanpa izin dari Kaila ataupun Andi.


"Kalian habis ke mana?" tanya Andi.


"Tadi ada teman kita waktu SMP sakit, dia masuk rumah sakit. Karena aku pulangnya cepat hari ini, jadi ya aku bareng aja sama Cia," jawab Amanda.


"Maaf Ayah, Mamah, kami tidak pamit terlebih dahulu karena tadi kami dapat telepon mendadak," ucap Cia.


"Yah sudah nggak apa-apa yang penting kalian perginya jelas ke mana," ucap Kaila.


"Kami masuk kamar dulu ya Mah," ucap Amanda.


"Iya sana, sedikit lagi makan malam. Kalian bersih-bersih lah," titah Kaila.


Cia dan Amanda masuk ke kamar mereka masing-masing. Mereka langsung membersihkan diri karena tubuh mereka juga sudah sangat lengket, tadi Cia belum membersihkan diri setelah pulang sekolah karena mendapatkan notifikasi di whatsapp tentang Juna yang coba menyayat pergelangan tangannya. Setelah Cia bersih-bersih, ia memakai pakaian dan merebahkan tubuhnya karena terasa lelah.


Hari ini Cia lelah di hati dan juga lelah di tubuhnya, ia masih menangis ketika mengingat Juna yang melakukan hal bodoh sebabnya karena Cia sangat marah kepada Juna.


Lain halnya dengan Amanda yang tersenyum di dalam kamarnya sendiri karena bertemu dengan Emir kembali. Wajah Emir terbayang-bayang di benak Amanda. Rasanya cinta monyet bersemi kembali, rasanya ingin berlama-lama dengan Emir di sana. Ada notifikasi di facebook. Amanda melihat notifikasi bahwa Emir membuat status baru. Ia buka kunci layar handphone dengan mengusap dan mengklik notifikasi facebook di atas kiri layar handphonenya. Langsung terbuka tulisan Emir.


...Aku menunggu sahabatku yang sedang sakit, tapi aku senang sebab kegiatan menunggu. Aku bertemu dengan bidadari di rumah sakit ini. Ternyata orang-orang salah kalau malam ada setan, buktinya malam ini aku nasih terbayang wajah bidadari A....


'menulis apa dia? siapa bidadarinya? inisial nama huruf A. Apakah aku?' ucap batin Amanda.


Amanda tersenyum, setelah membaca status Emir. Menurut Amanda status Emir sangat manis. Amanda malah lupa waktu, karena dirinya asik melihat status Emir yang sebelumnya, melihat foto-foto Emir. Remaja sedang jatuh cinta, rasanya hati berbunga-bunga. Mata seperti melihat dia di depan mata.

__ADS_1


Tok Tok Tok


Suara pintu di ketuk.


"Non Amanda, makan malam sudah siap. Ibu dan Bapak menunggu di meja makan," ucap mbak Sally.


"Iya Mbak Sal, aku akan segera keluar," teriak Amanda di dalam kamar.


Tak lama Amanda membuka pintu, karena kamar Cia dan Amanda bersebelahan. Ia berpapasan dengan Cia. Amanda melihat wajah Cia yang sembab, ia menarik nafas dalam-dalam. Langsung di tarik tangan Cia.


"Cia bersihkan wajah kamu pakai sabun Kakak sana. Kamu wajah sembab bekas nangis seperti itu mau keluar bertemu ayah dan mamah. Bakalan di tanya habis kamu," ucap Amanda dengan gaya bertolak pinggang.


Cia langsung masuk ke dalam kamar mandi, ia mencuci wajahnya sesuai apa yang Amanda minta. Kemudian mengelap wajahnya dengan handuk. Ketika keluar Amanda mendudukan Cia di depan meja riasnya. Ia memakaikan Cia pelembab di wajah Cia dan menghilangkan kantung bawah mata dengan make up.


"Nah sekarang beres," ucap Amanda bangga dengan hasil karyanya.


"Kak ketebalan nggak sih?" tanya Cia.


"Nggak Cia, sudah kamu percaya dengan hasil karya aku," ucap Amanda dengan menaik turunkan alisnya.


Cia yang memang jarang menggunakan make up, ia risih memakainya dan tidak percaya diri ketika ke meja makan dengan riasan seperti ini. Tapi menurut Amanda make up yang ia gunakan di wajah Cia, itu make up alami dan tipis karena kulit Cia sudah putih tidak perlu make up yang terlalu tebal.


Setelah berargumen dengan Cia, akhirnya Amanda dan Cia keluar dari kamarnya. Andi dan Kaila sudah menunggu lama. Mereka melihat Amanda dan Cia yang turun dari tangga bersama. Caca sudah cemberut karena menunggu lama kedua kakaknya.


"Kak, lama banget sih. Aku sudah lapar banget tahu," protes Caca.


"Maaf Caca, baru juga 10 menit kamu menunggu," ucap Amanda, tersenyum sambil memperlihatkan gigi putihnya.


Amanda dan Cia pun ikut duduk bergabung, mereka memulai makan dengan berdoa terlebih dahulu. Hari ini Adam yang memimpin doa. Setelah doa selesai, mereka pun makan dengan sangat tenang. Hanya suara musik sendok dan piring yang beradu. Kaila sesekali melihat wajah Cia, ia tahu Cia memakai make up walaupun hanya tipis tidak terlihat. Tapi Kaila tahu, anaknya itu.


'Pasti Amanda yang memberikan sentuhan make up kepada Cia. Ada apa dengan mereka?' ucap batin Kaila.


Setelah makan, biasanya mereka berkumpul di ruang keluarga, sekedar berbincang-bincang tapi kali ini Cia meminta izin untuk pergi ke kamar lebih dahulu dengan alasan tubuhnya sangat lelah, ia ingin beristirahat. Padahal hatinya yang sangat lelah. Tak lama Cia meminta izin, Amanda pun sama, ia meminta izin untuk pergi ke kamar lebih dulu dengan alasan ingin mengerjakan PR.


Andi dan Kaila saling berpandangan. Ada gelagat aneh yang ditampakkan oleh anak gadis mereka. Pukul 9 malam keluarga Andi sudah berada di kamar mereka masing-masing.


"Amanda dan Cia, ada apa sih Mah?" tanya Andi.

__ADS_1


"Aku juga nggak tahu Ayah, mereka seperti ada masalah gitu," ucap Kaila.


"Kamu coba Mah tanya," pinta Andi.


"Iya Ayah, nanti aku coba tanya. Libur bersama bagaimana Ayah? Sudah lama loh Ayah kita gak liburan bersama," tanya Kaila.


"Boleh, malam sabtu yah kita berangkat. Jadi sabtu dan minggu kita bisa menginap," ucap Andi.


Kaila menganggukan kepalanya tanda ia menyetujui usulan dari Andi.


Bersambung


✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet ❤💞💝


__ADS_2