
Hari ini Kaila dan keluarga kembali ke Jakarta. Amanda merasa sedih karena keluarganya akan kembali beraktivitas di Jakarta. Cia memeluk erat Amanda sebelum ia berangkat.
"Kak Amanda, aku berangkat dulu. Jika kakak ingin cerita denganku, Kakak tinggal telepon aku ya. Jaga diri kakak baik-baik," ucap Cia.
"Iya Cia, sama dengan kamu ya. Telepon aja aku jika kamu mau ingin cerita denganku, belajarnya yang semangat biar menjadi dokter yang hebat," ucap Amanda.
Mereka masuk ke dalam mobil dan melihat Amanda dari kaca spion, Amanda berdiri sambil melambaikan tangannya. Andi melajukan mobilnya dan meninggalkan Amanda sendirian di Jogja, yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada jurusan hukum.
Amanda masuk ke dalam kamar kosnya. Biasanya selama seminggu ini penuh tawa dan canda dengan keluarganya. Kini ia merasa sepi, di dalam kamar kos sendiri. Hanya ia, terkadang ia tersenyum ketika melihat cincin yang sudah ia pakai kembali di jari manisnya.
"Aku sangat mencintaimu Emir," gumam Amanda ketika ia mencium cincin yang diberikan oleh Emir.
Liburan telah usai, kini Amanda seperti biasa untuk menjalankan aktivitas kuliahnya. Amanda adalah mahasiswa yang tergolong rajin dan populer karena ia juga ikut dalam kegiatan BEM Di kampusnya, banyak yang mengenal sosok Amanda, Amanda di kenal sebagai gadis yang ceria, cantik dan juga energik.
"Amanda nanti rapat ya," ucap seniornya ketika bertemu dengan Amanda.
"Baik Kak Alif," jawab Amanda.
Saat itu Amanda pada siang hari ikut rapat di dalam BEM, mengenai acara bakti sosial bagi bencana alam gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta. Mereka mengumpulkan dana untuk menggalang dana sosial bagi korban bencana gempa di Yogyakarta.
Amanda memang sangat dekat dengan Alif karena satu fakultas dengab Alif yaitu Fakultas Hukum. Ia juga yang sering membantu Amanda ketika Amanda tidak paham dengan materi-materi yang ia pelajari.
"Amanda aku boleh ngomong sama kamu nggak?" tanya Alif.
"Mau ngomong apa kak Alif?"
"Sebenarnya aku sudah lama suka sama kamu Amanda." Amanda terkejut dengan pernyataan Alif karena selama ini Alif bersikap biasa-biasa saja, ia menganggap bahwa Alif hanyalah teman.
"Maaf Kak, aku tidak bisa menerima Kakak. Aku sudah punya pasangan Kak, ini ia memberi cincin kepadaku sebagai simbol cintanya. Aku benar-benar minta maaf Kak tidak bisa membalas perasaan kamu." Alif tanpa kecewa, selama 1 tahun ini ia memendam rasa dengan Amanda. Ia pikir ketika sudah dekat dengan Amanda dan Amanda merasa nyaman bersama dia, Amanda akan menerima dia, tapi nyatanya Amanda sudah memiliki pria yang ia cintai.
Handphone Amanda bergetar, ia langsung melihat siapa yang meneleponm
Emir \=["Assalamualaikum, iya kenapa Emir?" ]
Emir \=["Waalaikumsalam, Amanda tolong aku aku berada di pasar X bagian belakang. Ayahku menyuruh seseorang untuk mengejar aku. aku lari ketika aku sedang menaiki motor dengan kecepatan tinggi. Mereka tetap mengejar aku, lalu aku terjatuh dari motor. Aku berusaha untuk bersembunyi, tolong aku Amanda.Aku tidak mau ditangkap oleh suruhan Ayahku dan berpisah denganmu."]
__ADS_1
Amanda langsung panik ketika mendapatkan telepon dari Emir. Alif melihat kepanikan Amanda lalu ia bertanya.
"Kamu kenapa Amanda?" tanya Alif.
"Cowok aku kecelakaan Kak, maaf aku segera pergi sekarang," jawab Amanda dengan langkah yang tergesa-gesa.
"Aku antar ya." Alif mengejar langkah Amanda.
"Jangan-jangan Kak, aku takut dia salah paham ketika kamu mengantar aku. Aku pergi dulu ya Kak, Assalamualaikum," ucap Amanda.
"Waalaikumsalam."
Amanda menolak untuk diantar oleh Alif. tapi tanpa sepengetahuan Amanda Alif mengikuti Amanda dari belakang.
Amanda menjalankan mobilnya. Ia menuju tempat Emir, Emir sedang bersembunyi di sana. Sesampai di pasar Amanda terus mencari Emir, dia juga saling membalas pesan singkat di whatsapp-nya. Akhirnya Amanda bertemu dengan Emir Emir terlihat terluka karena dia terjatuh dari motor. Amanda membantu Emir untuk bangun dan berjalan. Ia memapah Emir untuk menuju mobilnya. Tiba-tiba anak buah Ayah Emir melihat Emir yang sedang dipapah oleh Amanda. Mereka langsung menghadang Amanda.
Amanda tidak mau melepaskan Emir ia bersikeras untuk mempertahankan Emir. Anak buah Ayah Emir berbuat kasar kepada Amanda, karena Emir takut Amanda kenapa-napa akhirnya dia menyerah dan mengikuti anak buah dari orang tua Emir. Amanda terluka dibagian siku lengan. Kejadian itu sangat cepat, sehingga para warga pun tidak bisa menolong. Alif yang melihat itu langsung menghampiri Amanda dan membantu Amanda untuk berdiri, terlihat siku Amanda berdarah kemudian Alif langsung membawa Amanda untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Mobil kamu di sini aja dulu, nanti setelah aku mengantarkan kamu. aku akan ambilkan mobilmu dan mengantarkan ke tempat kosan kamu," ucap Alif.
"Siapa mereka Amanda?" tanya Alif kepada Amanda, karena sejak Amanda masuk ke dalam mobilnya Amanda hanya menangis.
Karena tidak ada jawaban, Alif menghela nafasnya dan mengeluarkannya dengan lembut. Ia menatap luka yang ada di siku tangan Amanda, kemudian ia berhenti ke minimarket untuk membeli obat.
"Aku obati dulu ya luka kamu. takutnya infeksi." Amanda hanya menganggukkan kepalanya. Alif membersihkan terlebih dahulu luka Amanda. Amanda terlihat dari raut wajah meringis kesakitan, terasa perih tapi lebih perih di dalam hatinya kemudian Alif mengobati luka Amanda.
Alif menjalankan mobilnya kembali. Ia langsung ke tempat kost Amanda, setiba di depan kos, Alif menyadarkan Amanda bahwa mereka sudah sampai.
"Terima kasih Kak, sudah membantu aku hari ini. Aku permisi, assalamualaikum," ucap Amanda. Ia pergi meninggalkan Alif dengan langkah yang tergontai. Alif melihat itu, wanita yang ia cintai selama ini sedang bersedih, seakan-akan ia ikut tenggelam dalam kesedihan Amanda.
Di dalam kamar Amanda menangis sambil memegang cincin pemberian Emir, ia melihat foto mereka berdua ketika bertemu di Prambanan 4 hari yang lalu. Emir memang mengatakan bahwa ia akan mencari kerja di Yogyakarta dan pindah kuliah di daerah Yogyakarta. Emir ternyata sudah merencanakannya sudah lama untuk pindah kuliah di Yogyakarta agar ia bisa dekat dengan Amanda.
"Aku sudah memendam rasa ini sejak lama tapi kenapa ketika aku sudah benar-benar menerimanya dan mencintainya seakan-akan alam tidak mendukung hubungan kami?" gumam Amanda dengan isak tangisnya.
Angin sampaikan perasaanku ini kepadanya bahwa saat ini aku menangis karenanya. Butiran debu, jika kamu menempel di tubuh nya tolong katakan kepadanya namanya sudah menempel lekat di hatiku dan susah kucabut dengan nama yang lain. Jika ada perpisahan kenapa harus ada pertemuan? Jika aku menunggu lama, kenapa waktu membiarkan aku untuk menunggu. Aku tak lelah menunggu waktu, tapi aku lelah dengan situasi keadaan saat ini. Aku ingin melangkah tapi ada satu tembok besar menghalangiku aku tidak bisa merayap tembok besar itu karena aku tak berani. Tembok besar itu yang selama ini merawat dirinya.
__ADS_1
Curahan hati Amanda di status Facebooknya.
Bersambung
❤❤❤
Baca juga yuk cerita novel saya yang lain nggak kalah seru loh....
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (on going)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On going)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet ❤💞